Memuat tanggal... Kirim Rilis
Langsung ke konten
Selasa, 22 Sep 2026
Trending
Beranda » Nasional » Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau Selat Sunda, PFI Jakarta Bersama Insan Pers Gelar Doa

Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau Selat Sunda, PFI Jakarta Bersama Insan Pers Gelar Doa

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month
  • visibility 14
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau menjadi konteks penting dalam pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal.

  2. Erupsi sebelumnya menghasilkan abu vulkanik dan berdampak terhadap operasional sejumlah bandar udara di Indonesia.

  3. Pemerintah mengingatkan masyarakat menghindari kawasan Gunung Anak Krakatau tanpa kepentingan yang mendesak.

EKSPRESPOST.COM – Bagaimana perjalanan lima jurnalis berubah menjadi operasi pencarian besar di perairan Selat Sunda?

Di mana posisi terakhir rombongan sebelum komunikasi terputus?

Mengapa pencarian delapan orang tersebut masih belum menemukan titik terang setelah beberapa hari operasi?

Perjalanan Peliputan Berubah Menjadi Operasi Pencarian

Lima jurnalis bersama tiga awak kapal berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Mereka menggunakan speedboat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik yang sedang berlangsung.

Sekitar 42 menit setelah keberangkatan, komunikasi masih berlangsung dan salah satu jurnalis mengirimkan titik lokasi kepada rekan PFI di Lampung.

Dalam kronologi yang disampaikan PFI, komunikasi terakhir tersebut tercatat pukul 14.42 WIB dengan posisi di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.

Rombongan kemudian kehilangan komunikasi hingga akhirnya dinyatakan hilang kontak sepenuhnya pada pukul 18.13 WIB.

Tim SAR gabungan sejak itu mengerahkan berbagai unsur untuk mencari delapan orang yang berada dalam speedboat tersebut.

Lima Jurnalis Berasal dari Berbagai Media Nasional

Kelima jurnalis yang berada dalam rombongan memiliki latar belakang dari sejumlah organisasi media nasional dan internasional.

Mereka adalah M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Kantor Berita Antara, serta Ari Basuki, pewarta foto Merdeka.com.

Selanjutnya terdapat Yudistiro Pranoto dari iNews.id, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Tiga orang lainnya merupakan awak kapal dan pemandu yang ikut dalam perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Hilangnya rombongan tersebut kemudian memicu perhatian luas karena mereka menjalankan tugas jurnalistik di tengah aktivitas vulkanik Anak Krakatau.

Pewarta Foto Indonesia atau PFI Jakarta pada Jumat (11/9/2026) menggelar doa bersama sebagai bentuk solidaritas terhadap para jurnalis, awak kapal, dan keluarga mereka.

PFI Jakarta Ajak Insan Pers Mendoakan Keselamatan Rombongan

Doa bersama digelar di Balai Pewarta Foto, Jalan Prof Muhammad Yamin, Menteng, Jakarta Pusat, dan diikuti ratusan insan jurnalis.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari doa bersama PFI secara serentak di berbagai daerah Indonesia.

Ketua PFI Dwi Pambudo berharap kerja keras tim pencarian dan doa masyarakat menghasilkan kabar terbaik bagi seluruh rombongan.

“Semoga segala upaya yang telah dilakukan tim pencari, serta panjatan doa dari semuanya dapat berbuah kabar yang terbaik,” ujar Dwi Pambudo, Ketua PFI.

Sekjen PFI Jakarta Eusebio Chrysnamurti menyampaikan apresiasi kepada jurnalis dan masyarakat yang ikut memberikan dukungan.

“Kami berharap dengan doa-doa ini, tim pencari mendapatkan kemudahan, keselamatan dan menemukan 5 rekan kami beserta 3 awak kapal yang menyertai,” ujar Eusebio Chrysnamurti, Sekjen PFI Jakarta.

Pencarian Diperluas dengan Kapal dan Penyisiran Darat

Memasuki hari keempat pada Jumat (11/9/2026), Tim SAR memusatkan pencarian pada empat sektor dan satu sektor khusus.

Sektor khusus diarahkan ke pulau-pulau yang berada sekitar tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau, termasuk Rakata, Sertung, dan Panjang.

KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten dikerahkan untuk menyisir perairan serta wilayah daratan pulau-pulau tersebut.

Operasi pencarian juga diperkuat 13 kapal dengan cakupan hingga empat sektor perairan Lampung.

Pada Kamis (10/9/2026), tim menemukan sebuah pelampung berwarna oranye yang kemudian dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Namun, hingga Jumat, tim masih mendalami apakah pelampung tersebut memiliki keterkaitan dengan rombongan jurnalis yang dicari.

Aktivitas Anak Krakatau Membayangi Proses Pencarian

Operasi berlangsung ketika Gunung Anak Krakatau masih mengalami aktivitas vulkanik setelah erupsi yang berlangsung sekitar 25 jam.

Aktivitas tersebut sebelumnya menghasilkan abu vulkanik dan berdampak terhadap operasional sejumlah bandar udara di Indonesia.

Situasi itu menjadi salah satu konteks penting dalam pencarian karena tim harus mempertimbangkan keselamatan personel sekaligus kondisi kawasan.

Hingga Jumat (11/9/2026), belum ada informasi yang memastikan keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut.

PFI Jakarta bersama komunitas pers berharap pencarian segera membuahkan hasil dan seluruh rombongan dapat ditemukan dalam kondisi selamat.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau Selat Sunda, PFI Jakarta Bersama Insan…”?

Mereka menggunakan speedboat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik yang sedang berlangsung.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau Selat Sunda, PFI Jakarta Bersama Insan…”?

Lima Jurnalis Berasal dari Berbagai Media Nasional Kelima jurnalis yang berada dalam rombongan memiliki latar belakang dari sejumlah organisasi media nasional dan internasional.

03Kapan peristiwa dalam “Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau Selat Sunda, PFI Jakarta Bersama Insan…” terjadi?

Perjalanan Peliputan Berubah Menjadi Operasi Pencarian Lima jurnalis bersama tiga awak kapal berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

04Di mana peristiwa dalam “Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau Selat Sunda, PFI Jakarta Bersama Insan…” berlangsung?

Sekitar 42 menit setelah keberangkatan, komunikasi masih berlangsung dan salah satu jurnalis mengirimkan titik lokasi kepada rekan PFI di Lampung.

05Mengapa perkembangan dalam “Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau Selat Sunda, PFI Jakarta Bersama Insan…” terjadi?

Hilangnya rombongan tersebut kemudian memicu perhatian luas karena mereka menjalankan tugas jurnalistik di tengah aktivitas vulkanik Anak Krakatau.

06Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau Selat Sunda, PFI Jakarta Bersama Insan…” berlangsung?

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari doa bersama PFI secara serentak di berbagai daerah Indonesia.

07Apa dampak yang disebutkan dalam “Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau Selat Sunda, PFI Jakarta Bersama Insan…”?

PFI Jakarta bersama komunitas pers berharap pencarian segera membuahkan hasil dan seluruh rombongan dapat ditemukan dalam kondisi selamat.****.

08Angka penting apa yang disebut dalam “Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau Selat Sunda, PFI Jakarta Bersama Insan…”?

Dalam kronologi yang disampaikan PFI, komunikasi terakhir tersebut tercatat pukul 14.42 WIB dengan posisi di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Pailit PT Dua Kuda Indonesia Picu Kekhawatiran soal Kepastian Hukum Investasi

    Kasus Pailit PT Dua Kuda Indonesia Picu Kekhawatiran soal Kepastian Hukum Investasi

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Telegraf – Kasus kepailitan yang menjerat PT Dua Kuda Indonesia, anak usaha perusahaan publik asal Tiongkok Zanyu Technology Group Co., Ltd., menjadi perhatian karena dinilai berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap kepastian hukum dan iklim investasi di Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan produk turunan kelapa sawit itu sebelumnya diputus pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta […]

  • Rekening BNPL Tembus 33,50 Juta, OJK Soroti Pertumbuhan Paylater dan Kemampuan Pembayaran Masyarakat

    Rekening BNPL Tembus 33,50 Juta, OJK Soroti Pertumbuhan Paylater dan Kemampuan Pembayaran Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 14
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 OJK menilai pertumbuhan paylater perlu diimbangi pengelolaan risiko dan kemampuan masyarakat membayar kewajibannya. 02 Per Juli 2026, sebanyak 33,50 juta rekening BNPL tercatat dengan baki debet mencapai Rp31,56 triliun. 03 Lonjakan rekening BNPL menjadi perhatian OJK karena penggunaan kredit konsumtif digital […]

  • Tata Kelola Ekspor DSI Diperkuat, Pelaku Usaha Tetap Pemilik Barang dan Kontrak Komersial Tetap Berjalan

    Tata Kelola Ekspor DSI Diperkuat, Pelaku Usaha Tetap Pemilik Barang dan Kontrak Komersial Tetap Berjalan

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 9
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 DSI menyatakan temuan anomali tidak otomatis mengubah hubungan bisnis eksportir dengan pembeli luar negeri. 02 Mekanisme pemeriksaan mencakup data PEB, sertifikat surveyor, referensi harga, beneficial ownership, hingga jejak kapal. 03 Pengawasan ekspor DSI diarahkan memperkuat transparansi transaksi komoditas SDA sekaligus meningkatkan […]

  • Polemik Uang Rp40 Miliar, Kuasa Hukum Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Ungkap Keterangan Tan Kian

    Polemik Uang Rp40 Miliar, Kuasa Hukum Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Ungkap Keterangan Tan Kian

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 29
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Ia meminta fakta, asumsi, dan spekulasi tidak dicampuradukkan dalam perkara tersebut. 02 Febri Diansyah menyebut nama Febrie tidak disebut eksplisit sebagai penerima dana dalam keterangan tersebut. 03 Kubu Febrie menilai pemberitaan mengenai uang Rp40 miliar perlu merujuk langsung pada isi BAP […]

  • Dunia Hiburan Heboh: Desta Tinggalkan Vindes Corp, Ariel Tatum Ganti Nama hingga Kasus Ruben Onsu

    Dunia Hiburan Heboh: Desta Tinggalkan Vindes Corp, Ariel Tatum Ganti Nama hingga Kasus Ruben Onsu

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 43
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Mulai dari keputusan Deddy Mahendra Desta meninggalkan Vindes Corp, perkembangan kasus hukum yang menyeret nama Ruben Onsu, hingga keputusan Ariel Tatum… EKSPRESPOST.COM, JAKARTA – Jagat hiburan Tanah Air kembali diwarnai sederet kabar yang menyita perhatian publik. Mulai dari keputusan Deddy Mahendra […]

  • BAP Tan Kian Sebut 4 Nama Pejabat Kejagung, Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Bantah Aliran Rp40 Miliar TPPU

    BAP Tan Kian Sebut 4 Nama Pejabat Kejagung, Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Bantah Aliran Rp40 Miliar TPPU

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 10
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Fakta mengenai tujuan dan penerima dana masih harus diuji berdasarkan keseluruhan alat bukti perkara. 02 Penyebutan empat pejabat Kejagung belum dapat dimaknai sebagai bukti penerimaan uang oleh mereka. 03 Inti persoalan kini berada pada konteks BAP, dugaan aliran dana, serta pembuktian […]

expand_less