Rekening BNPL Tembus 33,50 Juta, OJK Soroti Pertumbuhan Paylater dan Kemampuan Pembayaran Masyarakat
- account_circle Tim EkspresPost
- calendar_month
- visibility 13
- print Cetak

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan perkembangan BNPL Juli 2026, ketika rekening paylater mencapai 33,50 juta.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
-
OJK menilai pertumbuhan paylater perlu diimbangi pengelolaan risiko dan kemampuan masyarakat membayar kewajibannya.
-
Per Juli 2026, sebanyak 33,50 juta rekening BNPL tercatat dengan baki debet mencapai Rp31,56 triliun.
-
Lonjakan rekening BNPL menjadi perhatian OJK karena penggunaan kredit konsumtif digital terus mengalami ekspansi.
EKPRESPOST.COM – Mengapa OJK mulai memberi perhatian khusus ketika jumlah rekening BNPL meningkat 730 ribu hanya dalam satu bulan?
Apakah pertumbuhan kredit paylater sebesar 31,22 persen secara tahunan dapat terus berlangsung tanpa meningkatkan risiko bagi kemampuan pembayaran masyarakat?
Bagaimana regulator menjaga agar ekspansi kredit konsumtif digital tetap mendukung akses keuangan tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian?
Rekening BNPL Melonjak, Sinyal Baru Tekanan Kredit Konsumtif Digital Masyarakat
OJK mencatat jumlah rekening BNPL mencapai 33,50 juta pada Juli 2026, meningkat sekitar 730 ribu rekening dalam satu bulan.
Pada Juni 2026, jumlah rekening BNPL masih berada di level 32,77 juta berdasarkan data Sistem Layanan Informasi Keuangan.
Kenaikan tersebut menunjukkan penggunaan fasilitas kredit konsumtif digital semakin meluas di tengah masyarakat.
“Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Juni 2026 yang tercatat sebanyak 32,77 juta rekening,” ujar Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Senin, (07/09/2026).
Pertumbuhan pengguna menjadi perhatian karena ekspansi akses kredit perlu diimbangi kemampuan membayar setiap debitur.
Utang Paylater Naik Saat Pertumbuhan Kredit Nasional Tetap Terlihat Terjaga
Baki debet BNPL perbankan pada Juli 2026 mencapai Rp31,56 triliun atau sekitar 0,35 persen dari total kredit perbankan.
Meski porsinya kecil, nilai tersebut tumbuh 31,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan BNPL berlangsung cepat dibandingkan kontribusinya terhadap keseluruhan kredit perbankan.
“Per Juli 2026, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK sebesar Rp31,56 triliun atau sebesar 0,35% dibandingkan total kredit perbankan,” kata Dian.
Total kredit perbankan sendiri mencapai Rp9.135 triliun pada Juli 2026, dengan kredit korporasi tumbuh 22,10 persen secara tahunan.
OJK Soroti Risiko Pembayaran di Tengah Ekspansi Layanan BNPL Digital
OJK tidak hanya melihat peningkatan BNPL dari sisi pertumbuhan pembiayaan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat memenuhi kewajibannya.
Regulator menilai peningkatan penggunaan paylater perlu disertai pengelolaan risiko agar ekspansi kredit konsumtif tetap terkendali.
“OJK tetap mencermati perkembangan kredit BNPL karena peningkatan penggunaan fasilitas paylater perlu diikuti dengan pengelolaan risiko dan kemampuan pembayaran masyarakat,” ujar Dian.
Sebelumnya, data OJK menunjukkan baki debet BNPL perbankan pada Juni 2026 mencapai Rp30,7 triliun dengan pertumbuhan 33,54 persen secara tahunan.
Artinya, secara bulanan nilai baki debet kembali meningkat pada Juli, sementara laju pertumbuhan tahunannya berada di atas 30 persen.
Aturan OJK Memperkuat Kehati-hatian dalam Penyaluran Pembiayaan BNPL Korporasi Digital
Pengawasan BNPL juga diperkuat melalui ketentuan OJK mengenai penyelenggaraan BNPL bagi korporasi pembiayaan dan pembiayaan syariah.
Regulasi tersebut mengatur prinsip kehati-hatian, pelindungan konsumen, analisis kelayakan, credit scoring, pengelolaan data, serta keterbukaan informasi.
Ketentuan mengenai usia dan penghasilan debitur untuk analisis kelayakan berlaku paling lambat mulai 1 Juli 2026.
Dengan basis pengguna yang besar, penguatan aturan menjadi penting agar pertumbuhan BNPL tidak hanya mengejar volume pembiayaan.
Pada akhirnya, data Juli 2026 menunjukkan BNPL memiliki porsi kecil dalam kredit perbankan, tetapi pertumbuhannya cukup tinggi untuk terus dicermati regulator.****
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.
01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Rekening BNPL Tembus 33,50 Juta, OJK Soroti Pertumbuhan Paylater dan Kemampuan Pembayaran Masyarakat”?
Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan BNPL berlangsung cepat dibandingkan kontribusinya terhadap keseluruhan kredit perbankan. "Per Juli 2026, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK sebesar Rp31,56 triliun atau sebesar 0,35% dibandingkan total kredit perbankan," kata Dian.
02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Rekening BNPL Tembus 33,50 Juta, OJK Soroti Pertumbuhan Paylater dan Kemampuan Pembayaran Masyarakat”?
Kenaikan tersebut menunjukkan penggunaan fasilitas kredit konsumtif digital semakin meluas di tengah masyarakat. "Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Juni 2026 yang tercatat sebanyak 32,77 juta rekening," ujar Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Senin, (07/09/2026).
03Kapan peristiwa dalam “Rekening BNPL Tembus 33,50 Juta, OJK Soroti Pertumbuhan Paylater dan Kemampuan Pembayaran Masyarakat” terjadi?
Rekening BNPL Melonjak, Sinyal Baru Tekanan Kredit Konsumtif Digital Masyarakat OJK mencatat jumlah rekening BNPL mencapai 33,50 juta pada Juli 2026, meningkat sekitar 730 ribu rekening dalam satu bulan.
04Di mana peristiwa dalam “Rekening BNPL Tembus 33,50 Juta, OJK Soroti Pertumbuhan Paylater dan Kemampuan Pembayaran Masyarakat” berlangsung?
OJK Soroti Risiko Pembayaran di Tengah Ekspansi Layanan BNPL Digital OJK tidak hanya melihat peningkatan BNPL dari sisi pertumbuhan pembiayaan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat memenuhi kewajibannya.
05Mengapa perkembangan dalam “Rekening BNPL Tembus 33,50 Juta, OJK Soroti Pertumbuhan Paylater dan Kemampuan Pembayaran Masyarakat” terjadi?
Pertumbuhan pengguna menjadi perhatian karena ekspansi akses kredit perlu diimbangi kemampuan membayar setiap debitur.
06Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Rekening BNPL Tembus 33,50 Juta, OJK Soroti Pertumbuhan Paylater dan Kemampuan Pembayaran Masyarakat” berlangsung?
Total kredit perbankan sendiri mencapai Rp9.135 triliun pada Juli 2026, dengan kredit korporasi tumbuh 22,10 persen secara tahunan.
07Apa dampak yang disebutkan dalam “Rekening BNPL Tembus 33,50 Juta, OJK Soroti Pertumbuhan Paylater dan Kemampuan Pembayaran Masyarakat”?
Aturan OJK Memperkuat Kehati-hatian dalam Penyaluran Pembiayaan BNPL Korporasi Digital Pengawasan BNPL juga diperkuat melalui ketentuan OJK mengenai penyelenggaraan BNPL bagi korporasi pembiayaan dan pembiayaan syariah.
08Angka penting apa yang disebut dalam “Rekening BNPL Tembus 33,50 Juta, OJK Soroti Pertumbuhan Paylater dan Kemampuan Pembayaran Masyarakat”?
Pada Juni 2026, jumlah rekening BNPL masih berada di level 32,77 juta berdasarkan data Sistem Layanan Informasi Keuangan.
Penulis Tim EkspresPost
Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.
