Memuat tanggal... Kirim Rilis
Rabu, 14 Okt 2026
Trending
Beranda » Ekonomi » Rekening BNPL Tembus 33,50 Juta, OJK Soroti Pertumbuhan Paylater dan Kemampuan Pembayaran Masyarakat

Rekening BNPL Tembus 33,50 Juta, OJK Soroti Pertumbuhan Paylater dan Kemampuan Pembayaran Masyarakat

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • visibility 36
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. OJK menilai pertumbuhan paylater perlu diimbangi pengelolaan risiko dan kemampuan masyarakat membayar kewajibannya.

  2. Per Juli 2026, sebanyak 33,50 juta rekening BNPL tercatat dengan baki debet mencapai Rp31,56 triliun.

  3. Lonjakan rekening BNPL menjadi perhatian OJK karena penggunaan kredit konsumtif digital terus mengalami ekspansi.

EKPRESPOST.COM – Mengapa OJK mulai memberi perhatian khusus ketika jumlah rekening BNPL meningkat 730 ribu hanya dalam satu bulan?

Apakah pertumbuhan kredit paylater sebesar 31,22 persen secara tahunan dapat terus berlangsung tanpa meningkatkan risiko bagi kemampuan pembayaran masyarakat?

Bagaimana regulator menjaga agar ekspansi kredit konsumtif digital tetap mendukung akses keuangan tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian?

Rekening BNPL Melonjak, Sinyal Baru Tekanan Kredit Konsumtif Digital Masyarakat

OJK mencatat jumlah rekening BNPL mencapai 33,50 juta pada Juli 2026, meningkat sekitar 730 ribu rekening dalam satu bulan.

Pada Juni 2026, jumlah rekening BNPL masih berada di level 32,77 juta berdasarkan data Sistem Layanan Informasi Keuangan.

Kenaikan tersebut menunjukkan penggunaan fasilitas kredit konsumtif digital semakin meluas di tengah masyarakat.

“Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Juni 2026 yang tercatat sebanyak 32,77 juta rekening,” ujar Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Senin, (07/09/2026).

Pertumbuhan pengguna menjadi perhatian karena ekspansi akses kredit perlu diimbangi kemampuan membayar setiap debitur.

Utang Paylater Naik Saat Pertumbuhan Kredit Nasional Tetap Terlihat Terjaga

Baki debet BNPL perbankan pada Juli 2026 mencapai Rp31,56 triliun atau sekitar 0,35 persen dari total kredit perbankan.

Meski porsinya kecil, nilai tersebut tumbuh 31,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan BNPL berlangsung cepat dibandingkan kontribusinya terhadap keseluruhan kredit perbankan.

“Per Juli 2026, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK sebesar Rp31,56 triliun atau sebesar 0,35% dibandingkan total kredit perbankan,” kata Dian.

Total kredit perbankan sendiri mencapai Rp9.135 triliun pada Juli 2026, dengan kredit korporasi tumbuh 22,10 persen secara tahunan.

OJK Soroti Risiko Pembayaran di Tengah Ekspansi Layanan BNPL Digital

OJK tidak hanya melihat peningkatan BNPL dari sisi pertumbuhan pembiayaan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat memenuhi kewajibannya.

Regulator menilai peningkatan penggunaan paylater perlu disertai pengelolaan risiko agar ekspansi kredit konsumtif tetap terkendali.

“OJK tetap mencermati perkembangan kredit BNPL karena peningkatan penggunaan fasilitas paylater perlu diikuti dengan pengelolaan risiko dan kemampuan pembayaran masyarakat,” ujar Dian.

Sebelumnya, data OJK menunjukkan baki debet BNPL perbankan pada Juni 2026 mencapai Rp30,7 triliun dengan pertumbuhan 33,54 persen secara tahunan.

Artinya, secara bulanan nilai baki debet kembali meningkat pada Juli, sementara laju pertumbuhan tahunannya berada di atas 30 persen.

Aturan OJK Memperkuat Kehati-hatian dalam Penyaluran Pembiayaan BNPL Korporasi Digital

Pengawasan BNPL juga diperkuat melalui ketentuan OJK mengenai penyelenggaraan BNPL bagi korporasi pembiayaan dan pembiayaan syariah.

Regulasi tersebut mengatur prinsip kehati-hatian, pelindungan konsumen, analisis kelayakan, credit scoring, pengelolaan data, serta keterbukaan informasi.

Ketentuan mengenai usia dan penghasilan debitur untuk analisis kelayakan berlaku paling lambat mulai 1 Juli 2026.

Dengan basis pengguna yang besar, penguatan aturan menjadi penting agar pertumbuhan BNPL tidak hanya mengejar volume pembiayaan.

Pada akhirnya, data Juli 2026 menunjukkan BNPL memiliki porsi kecil dalam kredit perbankan, tetapi pertumbuhannya cukup tinggi untuk terus dicermati regulator.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Rekening BNPL Tembus 33,50 Juta, OJK Soroti Pertumbuhan Paylater dan Kemampuan Pembayaran Masyarakat”?

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan BNPL berlangsung cepat dibandingkan kontribusinya terhadap keseluruhan kredit perbankan. "Per Juli 2026, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK sebesar Rp31,56 triliun atau sebesar 0,35% dibandingkan total kredit perbankan," kata Dian.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Rekening BNPL Tembus 33,50 Juta, OJK Soroti Pertumbuhan Paylater dan Kemampuan Pembayaran Masyarakat”?

Kenaikan tersebut menunjukkan penggunaan fasilitas kredit konsumtif digital semakin meluas di tengah masyarakat. "Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Juni 2026 yang tercatat sebanyak 32,77 juta rekening," ujar Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Senin, (07/09/2026).

03Kapan peristiwa dalam “Rekening BNPL Tembus 33,50 Juta, OJK Soroti Pertumbuhan Paylater dan Kemampuan Pembayaran Masyarakat” terjadi?

Rekening BNPL Melonjak, Sinyal Baru Tekanan Kredit Konsumtif Digital Masyarakat OJK mencatat jumlah rekening BNPL mencapai 33,50 juta pada Juli 2026, meningkat sekitar 730 ribu rekening dalam satu bulan.

04Di mana peristiwa dalam “Rekening BNPL Tembus 33,50 Juta, OJK Soroti Pertumbuhan Paylater dan Kemampuan Pembayaran Masyarakat” berlangsung?

OJK Soroti Risiko Pembayaran di Tengah Ekspansi Layanan BNPL Digital OJK tidak hanya melihat peningkatan BNPL dari sisi pertumbuhan pembiayaan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat memenuhi kewajibannya.

05Mengapa perkembangan dalam “Rekening BNPL Tembus 33,50 Juta, OJK Soroti Pertumbuhan Paylater dan Kemampuan Pembayaran Masyarakat” terjadi?

Pertumbuhan pengguna menjadi perhatian karena ekspansi akses kredit perlu diimbangi kemampuan membayar setiap debitur.

06Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Rekening BNPL Tembus 33,50 Juta, OJK Soroti Pertumbuhan Paylater dan Kemampuan Pembayaran Masyarakat” berlangsung?

Total kredit perbankan sendiri mencapai Rp9.135 triliun pada Juli 2026, dengan kredit korporasi tumbuh 22,10 persen secara tahunan.

07Apa dampak yang disebutkan dalam “Rekening BNPL Tembus 33,50 Juta, OJK Soroti Pertumbuhan Paylater dan Kemampuan Pembayaran Masyarakat”?

Aturan OJK Memperkuat Kehati-hatian dalam Penyaluran Pembiayaan BNPL Korporasi Digital Pengawasan BNPL juga diperkuat melalui ketentuan OJK mengenai penyelenggaraan BNPL bagi korporasi pembiayaan dan pembiayaan syariah.

08Angka penting apa yang disebut dalam “Rekening BNPL Tembus 33,50 Juta, OJK Soroti Pertumbuhan Paylater dan Kemampuan Pembayaran Masyarakat”?

Pada Juni 2026, jumlah rekening BNPL masih berada di level 32,77 juta berdasarkan data Sistem Layanan Informasi Keuangan.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Buka Muktamar Ke-35 NU, Tokoh Nasional hingga Pimpinan Ormas Hadir di Jombang

    Prabowo Buka Muktamar Ke-35 NU, Tokoh Nasional hingga Pimpinan Ormas Hadir di Jombang

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 77
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). 02 Dalam prosesi pembukaan, Prabowo didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Rais Aam Pengurus […]

  • RKAB Batu Bara Dan Pemadaman Listrik Disorot, Menteri Bahlil Ungkap Kondisi Pembangkit Kalimantan – Sulawesi

    RKAB Batu Bara Dan Pemadaman Listrik Disorot, Menteri Bahlil Ungkap Kondisi Pembangkit Kalimantan – Sulawesi

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 19
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Keandalan listrik bergantung pada kesiapan pembangkit, jaringan, energi primer, kondisi hidrologi, dan pengelolaan beban. 02 Pemerintah kini menggabungkan pengamanan pasokan batu bara dengan pemulihan pembangkit serta mitigasi risiko El Nino. 03 Pernyataan Bahlil menegaskan RKAB batu bara bukan penyebab pemadaman listrik […]

  • Dugaan Isi SDB Hilang di MNC Bank, DPR dan CBA Dorong OJK Ungkap Fakta Melalui Pemeriksaan Menyeluruh

    Dugaan Isi SDB Hilang di MNC Bank, DPR dan CBA Dorong OJK Ungkap Fakta Melalui Pemeriksaan Menyeluruh

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 35
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Komisi XI DPR meminta OJK memeriksa MNC Bank terkait dugaan hilangnya surat berharga dalam Safe Deposit Box. 02 Harris Turino menilai dugaan tersebut menyangkut kepentingan konsumen dan kepercayaan nasabah terhadap keamanan perbankan. 03 Pemeriksaan diminta mencakup akses SDB, CCTV, kunci, sistem […]

  • Jangan Asal Viral, DPR dan Komdigi Ingatkan Pentingnya Privasi di Media Sosial

    Jangan Asal Viral, DPR dan Komdigi Ingatkan Pentingnya Privasi di Media Sosial

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 67
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Ancaman Kejahatan Siber dan Perlunya Kolaborasi Sementara itu, Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komdigi, Molly Prabawaty, menyoroti… EKSPRESPOST.COM – Komisi I DPR RI bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Kementerian Komdigi) memperkuat sinergi dalam mempromosikan etika bermedia digital guna menjaga […]

  • Suahasil Nazara Dihadapkan Tantangan Perluas Ekonomi Formal untuk Perkuat Tax Ratio dan Penerimaan Negara

    Suahasil Nazara Dihadapkan Tantangan Perluas Ekonomi Formal untuk Perkuat Tax Ratio dan Penerimaan Negara

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 30
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Pemerintah didorong memperluas sumber penerimaan tanpa terus meningkatkan beban pada basis wajib pajak yang sama. 02 Fakhrul Fulvian menilai perluasan ekonomi formal dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan tax base yang berkelanjutan. 03 Perdebatan tax ratio bergeser pada persoalan lebih luas, yakni […]

  • PT Dua Kuda Indonesia Terhambat Beroperasi Meski Diizinkan Going Concern, Ekspor Masih Tersendat

    PT Dua Kuda Indonesia Terhambat Beroperasi Meski Diizinkan Going Concern, Ekspor Masih Tersendat

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 77
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Selanjutnya, pada 12 Mei 2026, Hakim Pengawas memberikan izin going concern agar perusahaan tetap beroperasi sehingga aset tetap produktif, lapangan kerja… EKSPRESPOST.COM – Serikat pekerja PT Dua Kuda Indonesia menilai implementasi izin going concern yang diberikan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat belum […]

expand_less