Memuat tanggal... Kirim Rilis
Senin, 12 Okt 2026
Trending
Beranda » Ekonomi » Pasar Modal Indonesia: Ketika Pertumbuhan Belum Cukup

Pasar Modal Indonesia: Ketika Pertumbuhan Belum Cukup

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
  • visibility 22
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Seminar bertema “Masa Depan Pasar Modal Indonesia: Sinergi Kebijakan, Industri, dan Profesi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan” tersebut mempertemukan pelaku profesi pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), legislator, lembaga penjaminan, dan akademisi.

  2. Sebab pasar modal bukan hanya tempat orang membeli saham.

  3. Langkah itu memperluas peran organisasi profesi dari pusat aktivitas pasar ke daerah.

  4. Modal yang masuk ke perusahaan dan digunakan untuk ekspansi, investasi, atau pengembangan usaha memiliki dampak ekonomi yang berbeda.

  5. Bagi industri pasar modal, pertemuan itu menyentuh persoalan yang lebih besar daripada agenda organisasi: bagaimana membuat pasar tidak hanya bertambah besar, tetapi juga semakin berguna sebagai sumber pembiayaan ekonomi.

EKSPRESPOST.COM — Pertambahan investor belum otomatis membuat pasar modal lebih dalam. Persoalannya bergeser: ke mana modal mengalir, perusahaan seperti apa yang mampu mengaksesnya, dan seberapa jauh dana publik itu berujung pada kegiatan produktif.

Pertanyaan itu mengemuka dalam Seminar Nasional Pelaku Pasar Modal Indonesia yang digelar Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI) di Ballroom Suagi, The Papadanyan Hotel, Bandung, Sabtu, 26 September 2026.

Seminar bertema “Masa Depan Pasar Modal Indonesia: Sinergi Kebijakan, Industri, dan Profesi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan” tersebut mempertemukan pelaku profesi pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), legislator, lembaga penjaminan, dan akademisi.

Forum itu juga dirangkaikan dengan Rapat Umum Anggota Tahunan (RUAT) PROPAMI 2026, yang dihadiri perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah PROPAMI dari berbagai daerah.

Bagi industri pasar modal, pertemuan itu menyentuh persoalan yang lebih besar daripada agenda organisasi: bagaimana membuat pasar tidak hanya bertambah besar, tetapi juga semakin berguna sebagai sumber pembiayaan ekonomi.

Investor Bertambah, Literasi Menjadi Soal Berikutnya

Ketua Umum PROPAMI NS. Aji Martono menekankan peran profesi pasar modal dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat dan investor di daerah.

Pesannya berangkat dari persoalan yang sederhana. Investor membawa uang ke pasar. Namun, keputusan investasi membawa risiko. Semakin luas masyarakat masuk ke pasar modal, semakin besar pula kebutuhan terhadap informasi dan pemahaman yang memadai.

Literasi karena itu bukan sekadar kegiatan edukasi.

Ia menentukan kualitas keputusan investor.

Dalam seminar tersebut, BEI dan PROPAMI menandatangani nota kesepahaman (MoU). Kerja sama itu mencakup kegiatan edukasi, peningkatan literasi keuangan berkelanjutan, serta sinergi antara Kantor Perwakilan BEI dan DPW PROPAMI di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah itu memperluas peran organisasi profesi dari pusat aktivitas pasar ke daerah. Tantangannya adalah memastikan edukasi tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi sampai pada pemahaman mengenai risiko, produk, dan mekanisme investasi.

Sebab pasar modal bukan hanya tempat orang membeli saham.

Ia adalah tempat modal publik dipertaruhkan.

Perusahaan Mencari Modal, Investor Mencari Alasan

Di sisi perusahaan, persoalannya berbeda.

Perusahaan membutuhkan dana untuk ekspansi. Pasar modal menawarkan salah satu sumber pembiayaan tersebut. Tetapi dana publik tidak datang tanpa syarat.

Saidu Solihin, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, membahas penilaian perusahaan, termasuk perusahaan yang mempersiapkan diri melakukan Initial Public Offering (IPO).

Masuk bursa berarti membuka perusahaan kepada publik. Ada kewajiban keterbukaan informasi, tuntutan tata kelola, serta kebutuhan untuk menjelaskan kinerja dan penggunaan modal kepada pemegang saham.

Di sinilah IPO menjadi lebih dari sekadar aksi menghimpun dana.

Perusahaan menawarkan prospek. Investor mempertaruhkan modal.

Di antara keduanya ada informasi.

Jika informasi tidak memadai, risiko sulit dihitung. Jika tata kelola lemah, kepercayaan mudah terganggu.

Karena itu, kualitas perusahaan yang masuk pasar menjadi sama pentingnya dengan jumlah perusahaan yang berhasil masuk bursa.

Tidak Semua Perusahaan Membutuhkan Bursa

Pasar modal bukan jawaban untuk semua kebutuhan pembiayaan.

Hal itu terlihat dari pembahasan Bobby Cahyadi, Direktur Utama Jamkrida Jawa Barat, mengenai penjaminan bagi pelaku usaha, termasuk UMKM.

Bagi perusahaan besar, pasar modal dapat menjadi pilihan untuk menghimpun dana. Bagi banyak UMKM, persoalannya jauh lebih dasar: mendapatkan pembiayaan dengan persyaratan yang dapat mereka penuhi.

Keterbatasan agunan dan profil risiko menjadi bagian dari persoalan tersebut. Lembaga penjaminan berada di salah satu titik untuk mengurangi hambatan itu.

Dari sini terlihat bahwa pembiayaan usaha tidak bekerja melalui satu pintu.

Perbankan memiliki fungsi sendiri. Lembaga penjaminan memiliki fungsi lain. Pasar modal menyediakan instrumen yang berbeda. Teknologi keuangan menambah jalur baru.

Yang dibutuhkan perusahaan bukan satu sumber dana untuk semua keadaan, melainkan pilihan pembiayaan yang sesuai dengan tahap pertumbuhan dan profil risikonya.

Batas Industri Keuangan Makin Tipis

Dr. Erman Sumirat, dari kalangan akademisi, membahas perkembangan industri keuangan yang semakin terintegrasi.

Perubahan teknologi ikut menggeser batas antarindustri. Produk keuangan berkembang. Saluran distribusi berubah. Investor memperoleh lebih banyak pilihan. Perusahaan memiliki lebih banyak alternatif pendanaan.

Perubahan itu membuat pasar modal tidak bisa dibaca hanya dari aktivitas jual-beli saham.

Di belakang transaksi terdapat proses yang lebih panjang: dana masyarakat dihimpun, dialokasikan, kemudian digunakan perusahaan untuk membiayai kegiatan ekonomi.

Karena itu, persoalan akhirnya kembali pada satu hal: kualitas alokasi modal.

Modal yang berhenti pada transaksi belum tentu menghasilkan produktivitas. Modal yang masuk ke perusahaan dan digunakan untuk ekspansi, investasi, atau pengembangan usaha memiliki dampak ekonomi yang berbeda.

Perbedaan itulah yang membuat kedalaman pasar lebih penting daripada sekadar ukurannya.

Aturan Menentukan Kepercayaan

Dimensi kebijakan dibahas oleh H. Fathi, Anggota Komisi XI DPR RI, sedangkan Edi Broto Suwarno, Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek OJK, menyampaikan keynote speech.

Bagi pasar modal, regulasi menentukan banyak hal: informasi yang harus dibuka perusahaan, perilaku pelaku industri, mekanisme pengawasan, hingga perlindungan terhadap investor.

Aturan juga menghadapi persoalan klasik.

Industri bergerak cepat. Teknologi melahirkan produk dan model bisnis baru. Regulator harus memastikan perkembangan itu tidak menciptakan ruang yang sulit diawasi.

Di sisi lain, aturan yang terlalu lambat mengikuti perubahan dapat membuat inovasi tertinggal.

Karena itu, ukuran regulasi bukan banyaknya aturan yang dibuat. Persoalannya adalah apakah aturan tersebut mampu menjaga kepercayaan tanpa menutup ruang perkembangan industri.

Di pasar modal, kepercayaan adalah aset yang tidak tercatat dalam neraca, tetapi menentukan apakah modal akan terus mengalir.

Pasar yang Kompleks Membutuhkan Profesional yang Kompeten

Pertumbuhan industri membawa kebutuhan lain: tenaga profesional.

PROPAMI menempatkan peningkatan kapasitas anggota sebagai bagian dari misi organisasi. Tujuannya membentuk profesional yang terlatih dan kompeten serta memperkuat kerja sama dengan pemerintah dan pemangku kepentingan.

Peran Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal (LSPPM) juga terkait dengan kebutuhan tersebut.

Pasar modal mempertemukan perusahaan, investor, regulator dan berbagai profesi. Kesalahan satu pihak dapat berpengaruh terhadap pihak lain.

Karena itu, kompetensi bukan sekadar urusan sertifikasi.

Ia berkaitan langsung dengan kualitas layanan, kepatuhan dan kepercayaan terhadap pasar.

Semakin rumit instrumen keuangan, semakin mahal pula biaya jika kompetensi tertinggal.

Pertumbuhan Harus Terlihat di Ekonomi Riil

RUAT PROPAMI 2026 menjadi ruang organisasi untuk mengevaluasi program, membahas agenda tahunan dan menetapkan arah kerja berikutnya. Kehadiran perwakilan DPW dari berbagai daerah memperlihatkan upaya memperluas jaringan profesi di luar pusat aktivitas pasar keuangan.

Tetapi ukuran keberhasilan pasar modal tidak berhenti pada seminar, jumlah kegiatan, atau bertambahnya anggota organisasi profesi.

Pertanyaan yang lebih penting berada di luar pasar itu sendiri.

Apakah perusahaan lebih mudah memperoleh modal?

Apakah investor lebih memahami risiko?

Apakah UMKM memiliki lebih banyak pilihan pembiayaan?

Apakah informasi perusahaan semakin terbuka?

Apakah modal yang dihimpun benar-benar masuk ke kegiatan produktif?

Jawaban atas pertanyaan itu yang akan menentukan apakah pertumbuhan pasar modal memiliki dampak ekonomi yang lebih luas.

Di Bandung, PROPAMI mempertemukan regulator, industri, profesi, lembaga penjaminan dan akademisi. Mereka datang dari posisi yang berbeda, tetapi berada dalam rantai yang sama: menghimpun, mengelola, mengawasi dan menyalurkan modal.

Pada akhirnya, ukuran pasar modal bukan hanya berapa banyak uang yang berpindah tangan.

Ukurannya adalah apa yang terjadi setelah uang itu berpindah tangan.

Jika modal berubah menjadi investasi, investasi menjadi ekspansi usaha, dan ekspansi menghasilkan produktivitas, pasar modal tidak sekadar tumbuh.

Ia bekerja sebagai bagian dari mesin ekonomi.

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Pasar Modal Indonesia: Ketika Pertumbuhan Belum Cukup”?

Masuk bursa berarti membuka perusahaan kepada publik.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Pasar Modal Indonesia: Ketika Pertumbuhan Belum Cukup”?

Seminar bertema “Masa Depan Pasar Modal Indonesia: Sinergi Kebijakan, Industri, dan Profesi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan” tersebut mempertemukan pelaku profesi pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), legislator, lembaga penjaminan, dan akademisi.

03Kapan peristiwa dalam “Pasar Modal Indonesia: Ketika Pertumbuhan Belum Cukup” terjadi?

Pertanyaan itu mengemuka dalam Seminar Nasional Pelaku Pasar Modal Indonesia yang digelar Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI) di Ballroom Suagi, The Papadanyan Hotel, Bandung, Sabtu, 26 September 2026.

04Di mana peristiwa dalam “Pasar Modal Indonesia: Ketika Pertumbuhan Belum Cukup” berlangsung?

Kerja sama itu mencakup kegiatan edukasi, peningkatan literasi keuangan berkelanjutan, serta sinergi antara Kantor Perwakilan BEI dan DPW PROPAMI di berbagai wilayah Indonesia.

05Mengapa perkembangan dalam “Pasar Modal Indonesia: Ketika Pertumbuhan Belum Cukup” terjadi?

Literasi karena itu bukan sekadar kegiatan edukasi.

06Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Pasar Modal Indonesia: Ketika Pertumbuhan Belum Cukup” berlangsung?

Bagi industri pasar modal, pertemuan itu menyentuh persoalan yang lebih besar daripada agenda organisasi: bagaimana membuat pasar tidak hanya bertambah besar, tetapi juga semakin berguna sebagai sumber pembiayaan ekonomi.

07Apa dampak yang disebutkan dalam “Pasar Modal Indonesia: Ketika Pertumbuhan Belum Cukup”?

Aji Martono menekankan peran profesi pasar modal dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat dan investor di daerah.

08Angka penting apa yang disebut dalam “Pasar Modal Indonesia: Ketika Pertumbuhan Belum Cukup”?

Forum itu juga dirangkaikan dengan Rapat Umum Anggota Tahunan (RUAT) PROPAMI 2026, yang dihadiri perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah PROPAMI dari berbagai daerah.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235 Triliun hingga Triwulan II 2026, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Kerakyatan Indonesia?

    BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235 Triliun hingga Triwulan II 2026, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Kerakyatan Indonesia?

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 41
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Dalam paparan Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Jakarta, Senin (31/8), tercatat bahwa portofolio kredit UMKM BRI tumbuh 8,6% secara year-on-year (YoY) mEkonomi Kerakyatan menjadi Rp1.235,4 triliun. 02 Hingga Triwulan II 2026, total aset BRI Group mencapai Rp2.352 […]

  • Konferensi ACCA Bangkok Tetapkan Abraham Rudy Tan sebagai Sekjen, Apa Arti Posisi Strategis bagi Indonesia?

    Konferensi ACCA Bangkok Tetapkan Abraham Rudy Tan sebagai Sekjen, Apa Arti Posisi Strategis bagi Indonesia?

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 35
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Terpilihnya Abraham Rudy Tan sebagai Sekjen ACCA menjadi tonggak baru bagi PSMTI di tingkat Asia Tenggara. 02 Indonesia berpeluang memperkuat kontribusi dalam hubungan sosial, budaya, dan ekonomi antar-komunitas kawasan. 03 Kepemimpinan tersebut menjadi momentum memperluas kerja sama PSMTI dengan organisasi marga […]

  • Skema Tadpole Pinjaman Daring Dibahas DPR dan Celios, Transparansi Cicilan Jadi Kunci Perlindungan Konsumen

    Skema Tadpole Pinjaman Daring Dibahas DPR dan Celios, Transparansi Cicilan Jadi Kunci Perlindungan Konsumen

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 34
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Cicilan besar pada awal pinjaman dapat mengurangi dana efektif yang tersedia bagi konsumen untuk memenuhi kebutuhannya. 02 Skema pembayaran lebih merata dinilai dapat menjadi alternatif tanpa menghilangkan kebutuhan industri mengelola risiko kredit. 03 Konsumen perlu mendapat informasi lengkap sebelum memutuskan menerima […]

  • Nusron dan Raja Juli Menjadi Sorotan, Ini Fakta Perkara KPK dan Ruang Evaluasi Presiden Prabowo Terbaru

    Nusron dan Raja Juli Menjadi Sorotan, Ini Fakta Perkara KPK dan Ruang Evaluasi Presiden Prabowo Terbaru

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 36
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Transparansi dan konsistensi akuntabilitas menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan terhadap pemerintahan. 02 Proses hukum tetap menjadi kewenangan KPK, sedangkan evaluasi menteri berada dalam ranah keputusan Presiden. 03 Perhatian publik kini tertuju pada bagaimana Presiden Prabowo merespons perkembangan perkara yang menyentuh […]

  • Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Golkar, KPK Belum Tetapkan Menteri ATR Sebagai Tersangka

    Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Golkar, KPK Belum Tetapkan Menteri ATR Sebagai Tersangka

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 38
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Posisi hukum Nusron berbeda dari delapan tersangka yang telah ditetapkan KPK dalam perkara tersebut. 02 Golkar telah mengonfirmasi pengunduran diri, sementara KPK masih mendalami dugaan suap pengurusan HGB di Kabupaten Bogor. 03 Fokus perkembangan terbaru berada pada alasan pengunduran diri Nusron, […]

  • Aljazair Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA, Apa Dampaknya bagi Hubungan Politik dan Penerbangan Kedua Negara?

    Aljazair Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA, Apa Dampaknya bagi Hubungan Politik dan Penerbangan Kedua Negara?

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 30
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Respons UEA yang berharap hubungan hanya sementara membuka kemungkinan diplomasi kembali menjadi jalur penyelesaian. 02 Aljazair menyatakan keputusan diambil setelah seluruh cara mempertahankan hubungan bilateral dinilai telah ditempuh. 03 Pemutusan hubungan diplomatik Aljazair dan UEA menjadi perkembangan terbaru dari perselisihan yang […]

expand_less