Memuat tanggal... Kirim Rilis
Langsung ke konten
Rabu, 23 Sep 2026
Trending
Beranda » Ekonomi » Investasi Keluarga Hartono di Luar Negeri Disorot, Grup Djarum Jelaskan Strategi Bisnis dan Pembiayaannya

Investasi Keluarga Hartono di Luar Negeri Disorot, Grup Djarum Jelaskan Strategi Bisnis dan Pembiayaannya

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month
  • visibility 11
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Keluarga Hartono melalui Grup Djarum disebut berinvestasi sedikitnya Dolar AS 1,4 miliar di luar negeri.

  2. Grup Djarum menegaskan sekitar 90% investasi keluarga Hartono masih berada di Indonesia.

  3. Manajemen menyebut ekspansi luar negeri sebagai diversifikasi bisnis, bukan aksi capital flight dari Indonesia.

EKSPRESPOST.COM – Mengapa keluarga Hartono memperbesar investasi di luar negeri ketika sebagian besar bisnisnya masih berada di Indonesia?

Apakah ekspansi global ini menandai perubahan strategi Grup Djarum?

Dan mengapa akuisisi bisnis kertas menjadi pintu masuk penting untuk memahami arah baru korporasi tersebut?

Grup Djarum Memperluas Portofolio Saat Bisnis Domestik Tetap Dominan

Keluarga Hartono memperluas portofolio investasi melalui sejumlah entitas di Singapura dan London dengan nilai sedikitnya Dolar AS 1,4 miliar.

Investasi tersebut dilakukan sejak akhir 2023 dan mencakup sektor kertas serta perangkat lunak jasa keuangan di Singapura.

Dua transaksi kertas terbesar dilakukan melalui Evergreen Hill Enterprise Pte Ltd di Amerika Serikat dan Austria.

Akuisisi bisnis kertas khusus Amerika Serikat bernilai Dolar AS 669 juta, sedangkan transaksi Austria mencapai 360 juta euro.

Secara keseluruhan, nilai dua transaksi tersebut telah melampaui Dolar AS 1 miliar.

Namun, manajemen Grup Djarum menegaskan mayoritas investasi keluarga Hartono masih berada di Indonesia.

Djarum Menilai Ekspansi Global Sebagai Langkah Normal Korporasi

Corporate Communications Manager PT Djarum Budi Darmawan mengatakan sekitar 90 persen investasi keluarga Hartono masih berada di Indonesia.

Budi menyebut ekspansi internasional merupakan strategi untuk memperluas portofolio dan mendukung keberlanjutan usaha.

“Hal normal ketika mengembangkan bisnis di luar negeri, ada beberapa perusahaan kemarin beli aset di negara lain.”

“Apakah itu capital flow? Menurut saya enggak lah gitu, itu bagian dari upaya mengembangkan bisnis,” ujar Budi.

Ia menilai ekspansi tersebut tidak dapat langsung disebut sebagai pemindahan dana dari Indonesia.

Menurut Budi, keluarga Hartono tetap memiliki komitmen membangun usaha dan ekonomi nasional melalui aktivitas bisnis domestik.

“Kapan pun 90% di Indonesia,” tegas Budi ketika menjelaskan posisi investasi keluarga Hartono.

Bisnis Kertas Menjadi Bagian Penting dari Strategi Industri Tembakau

Ekspansi Evergreen Hill ke sektor kertas memiliki hubungan dengan kebutuhan industri hasil tembakau Grup Djarum.

Investasi tersebut mencakup bisnis kertas khusus dan produsen kertas rokok yang menghasilkan bahan untuk kebutuhan industri terkait.

“Ini bagian dari langkah strategis industri hasil tembakau Djarum untuk memperkuat lini kita,” kata Budi.

Investasi tersebut dilakukan pada 2023–2024 ketika Joko Widodo masih menjabat sebagai Presiden Indonesia.

Kronologi tersebut menjadi konteks penting karena sebagian pemberitaan mengaitkan ekspansi luar negeri keluarga Hartono dengan kondisi ekonomi dan iklim usaha terkini.

Budi menegaskan keputusan tersebut merupakan strategi bisnis yang sudah berjalan sebelum pemerintahan Prabowo Subianto.

Ekspansi Domestik Berjalan Bersamaan dengan Investasi Internasional

Di Indonesia, Grup Djarum juga memperluas portofolio bisnisnya di luar industri rokok.

Budi menyebut Grup Djarum menambah bisnis teh, mengembangkan usaha bakmi, serta membangun peternakan sapi perah di Brebes, Jawa Tengah.

“Zaman Prabowo nambah lini bisnis teh produk lokal kembali ke tangan nasional. Dulu terjual, kita alhamdulillah bisa beli [jadi kembali nasional],” ujar Budi.

Investasi domestik tersebut menjadi bagian dari strategi Grup Djarum untuk terus menambah lini usaha.

Pada saat bersamaan, keluarga Hartono mengembangkan bisnis internasional melalui entitas yang berbasis di luar Indonesia.

Pola tersebut menunjukkan ekspansi global tidak serta-merta berarti pengurangan investasi domestik.

Ekonom Menilai Belum Ada Dasar Menyebutnya Capital Flight

Ekonom Indef M Rizal Taufikurahman menilai ekspansi luar negeri Grup Djarum masih berada dalam kategori strategi bisnis normal.

“Secara ekonomi, ekspansi perusahaan Indonesia ke luar negeri adalah strategi normal untuk diversifikasi pasar, aset, dan sumber pendapatan,” ujar Rizal.

Menurut Rizal, investasi langsung ke Indonesia yang masih berlangsung menjadi alasan kasus tersebut belum cukup disebut capital flight.

“Kasus seperti Djarum belum cukup untuk disebut capital flight atau bukti naiknya political risk,” katanya.

Dari sisi pembiayaan, Budi juga menyatakan akuisisi bisnis kertas menggunakan pinjaman atau pembiayaan asing.

Karena itu, angka Dolar AS 1,4 miliar tidak dapat langsung diperlakukan sebagai uang tunai yang seluruhnya dipindahkan dari Indonesia.

Dengan fakta tersebut, ekspansi Grup Djarum lebih tepat dibaca sebagai diversifikasi portofolio global.

Sementara itu, porsi sekitar 90 persen investasi di Indonesia menunjukkan pasar domestik tetap menjadi basis utama keluarga Hartono.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Investasi Keluarga Hartono di Luar Negeri Disorot, Grup Djarum Jelaskan Strategi Bisnis dan Pembiayaannya”?

Menurut Budi, keluarga Hartono tetap memiliki komitmen membangun usaha dan ekonomi nasional melalui aktivitas bisnis domestik. “Kapan pun 90% di Indonesia,” tegas Budi ketika menjelaskan posisi investasi keluarga Hartono.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Investasi Keluarga Hartono di Luar Negeri Disorot, Grup Djarum Jelaskan Strategi Bisnis dan Pembiayaannya”?

Investasi tersebut dilakukan pada 2023–2024 ketika Joko Widodo masih menjabat sebagai Presiden Indonesia.

03Di mana peristiwa dalam “Investasi Keluarga Hartono di Luar Negeri Disorot, Grup Djarum Jelaskan Strategi Bisnis dan Pembiayaannya” berlangsung?

Grup Djarum Memperluas Portofolio Saat Bisnis Domestik Tetap Dominan Keluarga Hartono memperluas portofolio investasi melalui sejumlah entitas di Singapura dan London dengan nilai sedikitnya Dolar AS 1,4 miliar.

04Mengapa perkembangan dalam “Investasi Keluarga Hartono di Luar Negeri Disorot, Grup Djarum Jelaskan Strategi Bisnis dan Pembiayaannya” terjadi?

Investasi tersebut mencakup bisnis kertas khusus dan produsen kertas rokok yang menghasilkan bahan untuk kebutuhan industri terkait. “Ini bagian dari langkah strategis industri hasil tembakau Djarum untuk memperkuat lini kita,” kata Budi.

05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Investasi Keluarga Hartono di Luar Negeri Disorot, Grup Djarum Jelaskan Strategi Bisnis dan Pembiayaannya” berlangsung?

Investasi tersebut dilakukan sejak akhir 2023 dan mencakup sektor kertas serta perangkat lunak jasa keuangan di Singapura.

06Apa dampak yang disebutkan dalam “Investasi Keluarga Hartono di Luar Negeri Disorot, Grup Djarum Jelaskan Strategi Bisnis dan Pembiayaannya”?

Bisnis Kertas Menjadi Bagian Penting dari Strategi Industri Tembakau Ekspansi Evergreen Hill ke sektor kertas memiliki hubungan dengan kebutuhan industri hasil tembakau Grup Djarum.

07Angka penting apa yang disebut dalam “Investasi Keluarga Hartono di Luar Negeri Disorot, Grup Djarum Jelaskan Strategi Bisnis dan Pembiayaannya”?

Akuisisi bisnis kertas khusus Amerika Serikat bernilai Dolar AS 669 juta, sedangkan transaksi Austria mencapai 360 juta euro.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Umum PBNU Gus Kikin Bantah Isu Nahdlatul Ulama Dijadikan Tunggangan Politik

    Ketua Umum PBNU Gus Kikin Bantah Isu Nahdlatul Ulama Dijadikan Tunggangan Politik

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Gus Kikin PBNU — Ketua Umum PBNU Gus Kikin membantah isu Nahdlatul Ulama menjadi tunggangan politik dan menegaskan organisasi memiliki manhaj.

  • Konferensi ACCA Bangkok Tetapkan Abraham Rudy Tan sebagai Sekjen, Apa Arti Posisi Strategis bagi Indonesia?

    Konferensi ACCA Bangkok Tetapkan Abraham Rudy Tan sebagai Sekjen, Apa Arti Posisi Strategis bagi Indonesia?

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 17
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Terpilihnya Abraham Rudy Tan sebagai Sekjen ACCA menjadi tonggak baru bagi PSMTI di tingkat Asia Tenggara. 02 Indonesia berpeluang memperkuat kontribusi dalam hubungan sosial, budaya, dan ekonomi antar-komunitas kawasan. 03 Kepemimpinan tersebut menjadi momentum memperluas kerja sama PSMTI dengan organisasi marga […]

  • Sengketa Emas 2,2 Kg BJB Syariah Kembali Viral, Ini Perbedaan Klaim yjang Dilakukan Nasabah dan Perbankan

    Sengketa Emas 2,2 Kg BJB Syariah Kembali Viral, Ini Perbedaan Klaim yjang Dilakukan Nasabah dan Perbankan

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 30
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 “Deposito emas saya di Bank BJB Syariah total 2,2 Kg atau sekarang bernilai sekitar Rp6,8 miliar,” kata William Gunawan, nasabah BJB Syariah. 02 Seberapa kuat perlindungan nasabah ketika aset emas bernilai miliaran rupiah dipersoalkan setelah bertahun-tahun? 03 Dan apakah dokumen transaksi […]

  • PT Dua Kuda Indonesia Terhambat Beroperasi Meski Diizinkan Going Concern, Ekspor Masih Tersendat

    PT Dua Kuda Indonesia Terhambat Beroperasi Meski Diizinkan Going Concern, Ekspor Masih Tersendat

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 51
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Selanjutnya, pada 12 Mei 2026, Hakim Pengawas memberikan izin going concern agar perusahaan tetap beroperasi sehingga aset tetap produktif, lapangan kerja… EKSPRESPOST.COM – Serikat pekerja PT Dua Kuda Indonesia menilai implementasi izin going concern yang diberikan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat belum […]

  • Data BPS Ungkap Makin Banyak Daerah Tumbuh 6 Persen, Seberapa Realistis Target Ekonomi Indonesia 2027?

    Data BPS Ungkap Makin Banyak Daerah Tumbuh 6 Persen, Seberapa Realistis Target Ekonomi Indonesia 2027?

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 15
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Tantangan berikutnya memastikan pertumbuhan berkelanjutan menciptakan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di setiap daerah. 02 Namun, pertumbuhan tinggi daerah belum otomatis membuktikan pemerataan kesejahteraan atau keberhasilan seluruh program pemerintah. 03 Data pertumbuhan daerah memberi sinyal bahwa angka 6 persen mulai tercapai […]

  • 5 Izin Korporasi Dibekukan Akibat Karhutla Kalimantan Barat, Pemerintah Buka Kemungkinan Proses Pidana

    5 Izin Korporasi Dibekukan Akibat Karhutla Kalimantan Barat, Pemerintah Buka Kemungkinan Proses Pidana

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 19
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Pemerintah membuka ruang proses pidana apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi pelanggaran hukum. 02 Penegakan hukum kini dipadukan dengan pemulihan lingkungan untuk menangani dampak kebakaran di kawasan konsesi. 03 Pembekuan izin lima korporasi mempertegas pengawasan pemerintah terhadap kewajiban pemegang konsesi menangani […]

expand_less