Memuat tanggal... Kirim Rilis
Rabu, 14 Okt 2026
Trending
Beranda » Ekspres TV » Ekspres TV: Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur: Menatap Capaian Pembangunan Nasional

Ekspres TV: Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur: Menatap Capaian Pembangunan Nasional

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
  • visibility 88
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Badan Komunikasi Pemerintah merilis capaian pembangunan Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur menjelang HUT ke-81 RI sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

  2. Pemerintah memproyeksikan surplus 8 komoditas pangan utama 2026, penerapan biodiesel B50 per 1 Juli 2026, dan realisasi PSN Gas Abadi Masela sebesar USD 20,9…

  3. Program Makan Bergizi Gratis jangkau 56,9 juta penerima, Sekolah Rakyat sasar 43.344 siswa, dan negara selamatkan keuangan senilai Rp379 triliun.

EKSPRESPOST.COM – Badan Komunikasi Pemerintah merilis gambaran capaian pembangunan nasional dalam rangka peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan mengusung gagasan Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur. Tayangan resmi tersebut merangkum serangkaian program strategis pemerintah yang berfokus pada kemandirian pangan dan energi, pemerataan pendidikan, pemberdayaan ekonomi desa, hingga penataan aset serta keuangan negara.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kemandirian bangsa agar mampu berdiri di atas kaki sendiri. Gagasan ini diturunkan ke dalam tiga pilar utama pembangunan nasional, yakni kedaulatan sektor vital, keadilan sosial melalui layanan dasar, dan kemakmuran masyarakat yang merata.

Penguatan Swasembada Pangan dan Kemandirian Energi

Pada pilar kedaulatan, pemerintah memaparkan proyeksi surplus untuk delapan komoditas pangan utama pada 2026. Hasil produksi nasional mencakup beras sebesar 3,66 juta ton, jagung 1,56 juta ton, gula konsumsi 207,4 ribu ton, cabai besar 588,5 ribu ton, cabai rawit 595,5 ribu ton, bawang merah 63,3 ribu ton, daging ayam ras 876,1 ribu ton, serta telur ayam ras 516,5 ribu ton.

Joko Purnomo, seorang petani asal Desa Purwosari, Ngawi, mengungkapkan bahwa kemudahan akses pupuk, kepastian harga gabah, dan bantuan alat berat sangat membantu petani di daerah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Di bidang energi, Indonesia resmi menerapkan kebijakan mandatori biodiesel B50 secara nasional mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini diproyeksikan memberikan nilai tambah industri sawit sebesar Rp23,49 triliun, menyerap 2,1 juta tenaga kerja, menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun, dan mengurangi emisi karbon sebesar 44,46 juta ton CO2. Selain itu, Proyek Strategis Nasional (PSN) Gas Abadi Masela dengan cadangan gas 18,54 TCF dan investasi bernilai USD 20,9 miliar juga terus direalisasikan.

Akses Pendidikan Adil dan Makan Bergizi Gratis

Pada pilar keadilan, fokus utama diarahkan pada sektor pendidikan dan kesejahteraan anak. Kehadiran program Sekolah Rakyat tercatat menjangkau 43.344 siswa di berbagai daerah melalui 93 sekolah permanen, 81 sekolah rintisan tetap, dan 8 sekolah rintisan baru, dengan target mendirikan 500 sekolah hingga 2029.

Citra Nur Ramadhani, siswi dari Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan, menuturkan kenyamanannya belajar di Sekolah Rakyat yang ramah anak dan bebas perundungan. Senada dengan itu, Kristina Beno, murid SMPN IV Muting, Merauke, menyampaikan bahwa kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meningkatkan motivasi dan kehadiran siswa di kelas.

Data pemerintah menunjukkan Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau 56,9 juta penerima manfaat, menyerap 1,3 juta tenaga kerja, dan didukung operasional 27.485 Satuan Pelayanan Pengelolaan Gizi (SPPG). Sementara itu, program revitalisasi sekolah menyasar 16.167 unit sepanjang 2025 dan menargetkan 71.744 sekolah pada 2026, disertai pembagian 288.865 papan interaktif untuk menunjang sarana belajar-mengajar.

Wujud Kemakmuran Rakyat dan Penyelamatan Kekayaan Negara

Pilar kemakmuran mendorong penguatan ekonomi akar rumput melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Saat ini terdapat 3.296 gerai beroperasi optimal dan 20.654 gerai selesai dibangun, menuju target 30.000 gerai beroperasi pada 2026 dari total target nasional 80.000 unit. Di sektor pesisir, program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) telah menyelesaikan 100 unit pembangunan dari target 1.386 unit pada akhir 2026 untuk mendukung produktivitas nelayan lokal.

Pemerintah juga mencatatkan penertiban 5,9 juta hektare kawasan hutan dan penyelamatan keuangan negara senilai Rp379 triliun sejak Februari 2025, ditambah penerimaan negara dari denda administratif sebesar Rp41,54 triliun. Di sektor badan usaha, pembentukan Danantara Indonesia yang mengelola aset di atas USD 1.000 miliar serta langkah perampingan dari 1.000 lebih BUMN menjadi 200–300 perusahaan terbukti menghemat anggaran Rp50 triliun sekaligus mendongkrak laba BUMN secara signifikan.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa meskipun perjuangan masih panjang, langkah nyata yang dicapai saat ini merupakan landasan untuk memastikan seluruh hasil pembangunan kembali dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa fakta paling penting dari “Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur: Menatap Capaian Pembangunan Nasional” yang perlu diketahui pembaca?

Senada dengan itu, Kristina Beno, murid SMPN IV Muting, Merauke, menyampaikan bahwa kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meningkatkan motivasi dan kehadiran siswa di kelas.

02Siapa pihak utama di balik peristiwa dalam “Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur: Menatap Capaian Pembangunan Nasional”, dan apa perannya?

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kemandirian bangsa agar mampu berdiri di atas kaki sendiri.

03Kapan peristiwa penting dalam “Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur: Menatap Capaian Pembangunan Nasional” terjadi atau dijadwalkan?

Di bidang energi, Indonesia resmi menerapkan kebijakan mandatori biodiesel B50 secara nasional mulai 1 Juli 2026.

04Di mana peristiwa dalam “Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur: Menatap Capaian Pembangunan Nasional” berlangsung dan mengapa lokasinya relevan?

Tayangan resmi tersebut merangkum serangkaian program strategis pemerintah yang berfokus pada kemandirian pangan dan energi, pemerataan pendidikan, pemberdayaan ekonomi desa, hingga penataan aset serta keuangan negara.

05Mengapa perkembangan dalam “Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur: Menatap Capaian Pembangunan Nasional” terjadi dan apa alasan yang disebutkan?

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa meskipun perjuangan masih panjang, langkah nyata yang dicapai saat ini merupakan landasan untuk memastikan seluruh hasil pembangunan kembali dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.

06Bagaimana peristiwa atau proses dalam “Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur: Menatap Capaian Pembangunan Nasional” berlangsung?

Gagasan ini diturunkan ke dalam tiga pilar utama pembangunan nasional, yakni kedaulatan sektor vital, keadilan sosial melalui layanan dasar, dan kemakmuran masyarakat yang merata.

07Apa dampak utama “Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur: Menatap Capaian Pembangunan Nasional” bagi publik atau pihak terkait?

Hasil produksi nasional mencakup beras sebesar 3,66 juta ton, jagung 1,56 juta ton, gula konsumsi 207,4 ribu ton, cabai besar 588,5 ribu ton, cabai rawit 595,5 ribu ton, bawang merah 63,3 ribu ton, daging ayam ras 876,1 ribu ton, serta telur ayam ras 516,5 ribu ton.

08Berapa angka penting dalam “Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur: Menatap Capaian Pembangunan Nasional” yang membantu memahami skala peristiwa?

EKSPRESPOST.COM - Badan Komunikasi Pemerintah merilis gambaran capaian pembangunan nasional dalam rangka peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan mengusung gagasan Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur.

09Apa konteks penting dari “Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur: Menatap Capaian Pembangunan Nasional” yang perlu dipahami pembaca?

Data pemerintah menunjukkan Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau 56,9 juta penerima manfaat, menyerap 1,3 juta tenaga kerja, dan didukung operasional 27.485 Satuan Pelayanan Pengelolaan Gizi (SPPG).

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bayan Resources BYAN Ungkap Dampak Material RKAB 2026 Terhadap Kelangsungan Operasional Korporasi

    Bayan Resources BYAN Ungkap Dampak Material RKAB 2026 Terhadap Kelangsungan Operasional Korporasi

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 26
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 BYAN menghadapi risiko ketidakpastian produksi ketika persetujuan perubahan RKAB 2026 belum diterbitkan pemerintah. 02 Konsekuensi RKAB dapat merambat pada kemampuan memenuhi kontrak, produksi, penjualan, serta kesinambungan operasional. 03 nvestor perlu mencermati perkembangan persetujuan RKAB dan dampaknya terhadap kegiatan usaha Bayan Resources. […]

  • Kasus Vilmei Rp1,28 Miliar: Polisi Tetapkan Tiga Tersangka, Alur Penggelapan Saldo TikTok Masih Didalami

    Kasus Vilmei Rp1,28 Miliar: Polisi Tetapkan Tiga Tersangka, Alur Penggelapan Saldo TikTok Masih Didalami

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 33
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Perkara dugaan penggelapan saldo TikTok Vilmei kini memasuki tahap penyidikan dengan tiga tersangka telah ditahan. 02 Polisi masih menguji keterangan para pihak dengan bukti transaksi untuk memastikan peran masing-masing tersangka. 03 Perkembangan penyidikan akan menentukan apakah perkara melibatkan aliran dana atau […]

  • Kuasai 24% Pangsa Pasar KPR Subsidi, Bank BSN Permudah Pengemudi Ojol Hingga Pedagang Kelontong Miliki Rumah Impian

    Kuasai 24% Pangsa Pasar KPR Subsidi, Bank BSN Permudah Pengemudi Ojol Hingga Pedagang Kelontong Miliki Rumah Impian

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Telegraf – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) terus memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi. Hingga Juli 2026, perseroan menguasai sekitar 24 persen pangsa pasar KPR Subsidi nasional dan menegaskan komitmennya menghadirkan pembiayaan yang inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pekerja formal, pelaku usaha mikro, […]

  • Wamendag Lepas Ekspor 3,5 Ton Salak Bali ke Tiongkok, Komitmen Dagang USD 2 Juta Mulai Direalisasikan

    Wamendag Lepas Ekspor 3,5 Ton Salak Bali ke Tiongkok, Komitmen Dagang USD 2 Juta Mulai Direalisasikan

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Telegraf-Pelepasan ekspor yang berlangsung di The Keranjang Bali, Kabupaten Badung, menjadi langkah awal dari kerja sama dagang yang ditargetkan berlangsung selama satu tahun. Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan keberhasilan ekspor tersebut membuktikan produk pertanian Indonesia mampu bersaing di pasar internasional apabila didukung kualitas yang baik dan akses pasar yang terbuka. “Pelepasan […]

  • Rekening BNPL Tembus 33,50 Juta, OJK Soroti Pertumbuhan Paylater dan Kemampuan Pembayaran Masyarakat

    Rekening BNPL Tembus 33,50 Juta, OJK Soroti Pertumbuhan Paylater dan Kemampuan Pembayaran Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 36
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 OJK menilai pertumbuhan paylater perlu diimbangi pengelolaan risiko dan kemampuan masyarakat membayar kewajibannya. 02 Per Juli 2026, sebanyak 33,50 juta rekening BNPL tercatat dengan baki debet mencapai Rp31,56 triliun. 03 Lonjakan rekening BNPL menjadi perhatian OJK karena penggunaan kredit konsumtif digital […]

  • Mengapa Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bahaya bagi Mesin Jet dan Penerbangan Komersial di Udara?

    Mengapa Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bahaya bagi Mesin Jet dan Penerbangan Komersial di Udara?

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 40
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Erupsi gunung berapi seperti Anak Krakatau baru-baru ini selalu menyajikan pemandangan spektakuler sekaligus mencekam. 02 Ketika kolom abu membumbung puluhan kilometer ke stratosfer, ancaman tak kasat mata mulai mengintai koridor penerbangan internasional. 03 Dampak debu vulkanik terhadap mesin jet pesawat komersial […]

expand_less