Danantara Jadi Instrumen Prabowonomics, The Telegraph Soroti Restrukturisasi BUMN dan Strategi Hilirisasi
- account_circle Tim EkspresPost
- calendar_month
- visibility 11
- print Cetak

Presiden RI Prabowo Subianto mengembangkan pendekatan Prabowonomics dengan menempatkan aset negara sebagai instrumen untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
-
Ibrahimov menilai keberhasilan kebijakan membutuhkan keberanian mengambil risiko serta menghadapi pilihan pembangunan yang sulit.
-
Perdebatan Danantara mencakup dua sisi, yaitu kebutuhan efisiensi sekaligus pentingnya transparansi dan tata kelola.
-
The Telegraph menilai hasil restrukturisasi Danantara belum dapat ditentukan karena eksperimen ekonomi tersebut masih berjalan.
EKSPRESPOST.COM – Mengapa Danantara dibentuk ketika pemerintah menemukan lebih dari seribu entitas dalam struktur BUMN Indonesia?
Apakah lembaga ini hanya bertugas merapikan korporasi negara, atau sedang menjadi instrumen ekonomi yang jauh lebih besar?
Dan mengapa seorang profesor Webster University melihat kebijakan tersebut sebagai bagian penting dari konsep Prabowonomics?
Danantara Indonesia menjadi pusat perubahan struktur BUMN sekaligus instrumen penting dalam pendekatan ekonomi Presiden Prabowo Subianto.
Profesor Webster University Rovshan Ibrahimov menilai mandat Danantara mencerminkan gagasan bahwa kekayaan negara perlu digunakan lebih terarah untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.
Sorotan tersebut dimuat The Telegraph pada Kamis, 17/09/2026, dalam analisis mengenai pendekatan ekonomi Prabowo.
Danantara Menjadi Pusat Perubahan Struktur BUMN Indonesia
Pemerintah menemukan 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usaha ketika struktur tersebut dipetakan setelah Danantara dibentuk.
Jumlah itu jauh lebih besar daripada perkiraan awal pemerintah yang berada pada kisaran 300 hingga 400 entitas.
Prabowo kemudian memerintahkan perampingan dengan mempertahankan entitas yang dinilai produktif serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian.
“Ketika kita bentuk Danantara, kita menemukan ada 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usahanya,” ujar Presiden Prabowo Subianto.
Restrukturisasi BUMN Mengubah Arah Pengelolaan Aset Negara
Hingga Agustus 2026, pemerintah menyatakan 290 entitas telah ditutup melalui proses restrukturisasi.
Target pemerintah adalah menyisakan paling banyak 300 BUMN pada akhir 2026 dari struktur yang sebelumnya mencapai 1.074 entitas.
“Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah untuk rakyat akan kita pertahankan,” kata Prabowo.
Pemerintah menyebut perampingan tersebut telah menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun setiap tahun.
Prabowonomics Menghubungkan Aset Negara dengan Hilirisasi Nasional
Ibrahimov menilai Danantara memiliki mandat lebih luas daripada sovereign wealth fund konvensional yang terutama mengejar imbal hasil finansial jangka panjang.
Dividen dan aset portofolio BUMN juga digunakan untuk mendukung sejumlah prioritas pembangunan nasional, termasuk pengolahan bahan mentah domestik.
“Danantara merupakan upaya Prabowo untuk menggerakkan neraca keuangan negara bagi kepentingan mereka yang pada hakikatnya merupakan pemiliknya: rakyat Indonesia,” ujar Ibrahimov.
Pemerintah melaporkan Danantara telah mendukung 26 proyek hilirisasi yang melakukan groundbreaking sepanjang 2026.
Proyek tersebut mencakup pengolahan batu bara menjadi DME, hilirisasi tembaga dan emas, garam industri, serta pengembangan alumina menjadi aluminium.
Model Asia Menjadi Rujukan dalam Membaca Mandat Danantara
Ibrahimov menghubungkan pendekatan Danantara dengan pengalaman pembangunan Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.
Menurutnya, negara-negara tersebut pernah mengorganisasikan modal serta kebijakan pemerintah untuk mendukung industrialisasi ketika ekonominya tumbuh cepat.
Ia menggunakan Korea Selatan era Presiden Park Chung-hee sebagai contoh keterlibatan negara dalam mengarahkan pembangunan industri.
Ibrahimov juga membandingkan pendekatan tersebut dengan Temasek Singapura, tetapi menilai karakter Indonesia berbeda karena wilayah dan struktur ekonominya jauh lebih besar.
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan hampir 300 juta penduduk dan sumber daya alam besar, sedangkan Singapura merupakan negara-kota dengan sekitar enam juta penduduk.
Karena itu, menurut analisis Ibrahimov, mandat Danantara perlu dilihat dalam konteks transformasi ekonomi Indonesia, bukan semata-mata menggunakan model investasi Singapura.
Di sisi lain, konsentrasi aset dan mandat Danantara tetap menjadi perhatian dalam perdebatan mengenai tata kelola.
Pemerintah menegaskan restrukturisasi dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, kesehatan, profesionalisme, dan kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional.
Bagi Ibrahimov, inti Prabowonomics terletak pada penggunaan kekayaan nasional untuk meningkatkan produktivitas rakyat.
Namun, hasil pendekatan tersebut masih harus diuji melalui kinerja, tata kelola, efisiensi, dan dampaknya terhadap perekonomian nasional.****
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.
01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Danantara Jadi Instrumen Prabowonomics, The Telegraph Soroti Restrukturisasi BUMN dan Strategi Hilirisasi”?
Danantara Indonesia menjadi pusat perubahan struktur BUMN sekaligus instrumen penting dalam pendekatan ekonomi Presiden Prabowo Subianto.
02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Danantara Jadi Instrumen Prabowonomics, The Telegraph Soroti Restrukturisasi BUMN dan Strategi Hilirisasi”?
Ia menggunakan Korea Selatan era Presiden Park Chung-hee sebagai contoh keterlibatan negara dalam mengarahkan pembangunan industri.
03Kapan peristiwa dalam “Danantara Jadi Instrumen Prabowonomics, The Telegraph Soroti Restrukturisasi BUMN dan Strategi Hilirisasi” terjadi?
Sorotan tersebut dimuat The Telegraph pada Kamis, 17/09/2026, dalam analisis mengenai pendekatan ekonomi Prabowo.
04Di mana peristiwa dalam “Danantara Jadi Instrumen Prabowonomics, The Telegraph Soroti Restrukturisasi BUMN dan Strategi Hilirisasi” berlangsung?
Ibrahimov juga membandingkan pendekatan tersebut dengan Temasek Singapura, tetapi menilai karakter Indonesia berbeda karena wilayah dan struktur ekonominya jauh lebih besar.
05Mengapa perkembangan dalam “Danantara Jadi Instrumen Prabowonomics, The Telegraph Soroti Restrukturisasi BUMN dan Strategi Hilirisasi” terjadi?
Profesor Webster University Rovshan Ibrahimov menilai mandat Danantara mencerminkan gagasan bahwa kekayaan negara perlu digunakan lebih terarah untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.
06Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Danantara Jadi Instrumen Prabowonomics, The Telegraph Soroti Restrukturisasi BUMN dan Strategi Hilirisasi” berlangsung?
Restrukturisasi BUMN Mengubah Arah Pengelolaan Aset Negara Hingga Agustus 2026, pemerintah menyatakan 290 entitas telah ditutup melalui proses restrukturisasi.
07Apa dampak yang disebutkan dalam “Danantara Jadi Instrumen Prabowonomics, The Telegraph Soroti Restrukturisasi BUMN dan Strategi Hilirisasi”?
Prabowonomics Menghubungkan Aset Negara dengan Hilirisasi Nasional Ibrahimov menilai Danantara memiliki mandat lebih luas daripada sovereign wealth fund konvensional yang terutama mengejar imbal hasil finansial jangka panjang.
08Angka penting apa yang disebut dalam “Danantara Jadi Instrumen Prabowonomics, The Telegraph Soroti Restrukturisasi BUMN dan Strategi Hilirisasi”?
Danantara Menjadi Pusat Perubahan Struktur BUMN Indonesia Pemerintah menemukan 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usaha ketika struktur tersebut dipetakan setelah Danantara dibentuk.
Penulis Tim EkspresPost
Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.
