Suahasil Nazara Jadi Menkeu, IHSG dan Rupiah Melemah, Bagaimana Kondisi Fiskal Indonesia Terbaru?
- account_circle Tim EkspresPost
- calendar_month
- visibility 4
- print Cetak

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut perekonomian Indonesia tetap resilien di tengah tekanan pasar dan ketidakpastian ekonomi global.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
-
Pergerakan berikutnya menjadi perhatian untuk melihat respons pasar terhadap kebijakan fiskal Suahasil Nazara.
-
Namun, periode tersebut juga diwarnai ketidakpastian global, geopolitik, kebijakan bank sentral dan ekspektasi investor.
-
Data hingga 21 September menunjukkan IHSG dan rupiah melemah setelah pergantian Menteri Keuangan.
EKSPRESPOST.COM – Seberapa cepat pasar menguji kredibilitas Suahasil Nazara setelah ditunjuk sebagai Menteri Keuangan?
Mengapa IHSG dan rupiah kembali melemah ketika pemerintah justru menyampaikan APBN masih berada di jalur yang terkendali?
Dan apa yang sebenarnya sedang diperhatikan investor dari kebijakan fiskal baru pemerintah?
Pergantian Menteri Keuangan Berlangsung Saat Pasar Sedang Sensitif
Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan pada Senin, (14/9/2026), menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa melalui Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026.
Sebelum menjadi Menteri Keuangan, Suahasil merupakan Wakil Menteri Keuangan sejak Oktober 2019 dan tetap menjabat setelah pergantian pemerintahan pada Oktober 2024.
Pergantian tersebut berlangsung ketika investor mencermati kredibilitas fiskal, perkembangan rupiah, arus modal dan kesinambungan kebijakan pemerintah.
IHSG Turun dan Rupiah Melemah Pada Pekan Pertama Masa Jabatan
Pada Senin, (21/9/2026), IHSG ditutup di level 6.384,73 atau turun 0,88% dari posisi 6.441,16 pada Jumat, (18/9/2026).
Sebanyak 354 saham melemah, 280 saham menguat dan 156 saham stagnan berdasarkan data perdagangan yang tercantum dalam referensi utama.
Rupiah pada hari yang sama ditutup di Rp17.847 per Dolar AS, melemah 0,50% atau 89 poin dibandingkan posisi sebelumnya Rp17.758 per Dolar AS.
Said Didu Soroti Hubungan Pergantian Menkeu dengan Pasar
Muhammad Said Didu, eks Sekretaris Badan Usaha Milik Negara, menyampaikan pandangannya mengenai pergerakan pasar setelah pergantian Menteri Keuangan.
“Sejak Menkeu Pak Suhasil diangkat jadi Menkeu Nilai Tukar Rupiah dan Harga saham terus melemah,” kata Muhammad Said Didu melalui unggahannya di X pada Senin, (21/9/2026).
Namun, catatan perdagangan menunjukkan respons pasar tidak berlangsung seragam sejak hari pelantikan karena IHSG sempat berbalik arah dan mengakhiri perdagangan 14 September hanya turun 0,10%.
Suahasil Membawa Pesan Kesinambungan dan Disiplin Fiskal
Suahasil menyampaikan bahwa pergantian Menteri Keuangan tidak berarti perubahan besar terhadap arah kebijakan fiskal dan meminta pelaku pasar tidak perlu mengkhawatirkan perubahan tersebut.
“Hingga akhir Agustus kinerja APBN itu tetap kuat dengan keseimbangan primer yang positif, defisit tetap dalam batasan yang terkendali dan ini artinya memang perjalanan APBN-nya relatively on track,” ujar Suahasil Nazara.
Hingga 31 Agustus 2026, pendapatan negara mencapai Rp2.055,6 triliun, belanja Rp2.295,7 triliun dan defisit APBN tercatat Rp240,1 triliun atau 0,93% terhadap PDB.
Pembiayaan Utang dan Dana Rp200 Triliun Tetap Berjalan
Pembiayaan utang neto pemerintah mencapai Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026 atau sekitar 60,8% dari target Rp832,2 triliun.
“Pembiayaan utang neto saat ini realisasi sampai 31 Agustus sudah Rp506 triliun,” kata Suahasil Nazara.
Pemerintah juga memastikan kebijakan penempatan dana Rp200 triliun pada bank-bank milik negara dilanjutkan hingga Juli 2027, sehingga kesinambungan kebijakan likuiditas menjadi salah satu perhatian pasar.
Faktor Eksternal Ikut Membentuk Pergerakan Pasar Keuangan
Pelemahan rupiah pada Senin, (21/9/2026) berlangsung ketika ketegangan geopolitik di Asia Barat turut menjadi perhatian pasar dan memengaruhi sentimen terhadap mata uang.
Pasar domestik juga menanti keputusan Bank Indonesia dalam RDG 22–23 September 2026, sehingga arah kebijakan moneter menjadi faktor yang ikut diperhitungkan investor.
Data tersebut membuat pergerakan IHSG dan rupiah perlu dibaca bersama kondisi fiskal, moneter dan global, bukan hanya berdasarkan pergantian Menteri Keuangan.
Penutup: Suahasil kini menghadapi periode penting untuk membuktikan kesinambungan kebijakan fiskal melalui data APBN, pembiayaan pemerintah, stabilitas rupiah dan respons pasar terhadap kebijakan berikutnya.****
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.
01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Suahasil Nazara Jadi Menkeu, IHSG dan Rupiah Melemah, Bagaimana Kondisi Fiskal Indonesia Terbaru?”?
Pergantian Menteri Keuangan Berlangsung Saat Pasar Sedang Sensitif Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan pada Senin, (14/9/2026), menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa melalui Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026.
02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Suahasil Nazara Jadi Menkeu, IHSG dan Rupiah Melemah, Bagaimana Kondisi Fiskal Indonesia Terbaru?”?
Sebelum menjadi Menteri Keuangan, Suahasil merupakan Wakil Menteri Keuangan sejak Oktober 2019 dan tetap menjabat setelah pergantian pemerintahan pada Oktober 2024.
03Kapan peristiwa dalam “Suahasil Nazara Jadi Menkeu, IHSG dan Rupiah Melemah, Bagaimana Kondisi Fiskal Indonesia Terbaru?” terjadi?
IHSG Turun dan Rupiah Melemah Pada Pekan Pertama Masa Jabatan Pada Senin, (21/9/2026), IHSG ditutup di level 6.384,73 atau turun 0,88% dari posisi 6.441,16 pada Jumat, (18/9/2026).
04Di mana peristiwa dalam “Suahasil Nazara Jadi Menkeu, IHSG dan Rupiah Melemah, Bagaimana Kondisi Fiskal Indonesia Terbaru?” berlangsung?
Rupiah pada hari yang sama ditutup di Rp17.847 per Dolar AS, melemah 0,50% atau 89 poin dibandingkan posisi sebelumnya Rp17.758 per Dolar AS.
05Mengapa perkembangan dalam “Suahasil Nazara Jadi Menkeu, IHSG dan Rupiah Melemah, Bagaimana Kondisi Fiskal Indonesia Terbaru?” terjadi?
Namun, catatan perdagangan menunjukkan respons pasar tidak berlangsung seragam sejak hari pelantikan karena IHSG sempat berbalik arah dan mengakhiri perdagangan 14 September hanya turun 0,10%.
06Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Suahasil Nazara Jadi Menkeu, IHSG dan Rupiah Melemah, Bagaimana Kondisi Fiskal Indonesia Terbaru?” berlangsung?
Said Didu Soroti Hubungan Pergantian Menkeu dengan Pasar Muhammad Said Didu, eks Sekretaris Badan Usaha Milik Negara, menyampaikan pandangannya mengenai pergerakan pasar setelah pergantian Menteri Keuangan. “Sejak Menkeu Pak Suhasil diangkat jadi Menkeu Nilai Tukar Rupiah dan Harga saham terus melemah,” kata Muhammad Said Didu melalui unggahannya di X pada Senin, (21/9/2026).
07Angka penting apa yang disebut dalam “Suahasil Nazara Jadi Menkeu, IHSG dan Rupiah Melemah, Bagaimana Kondisi Fiskal Indonesia Terbaru?”?
Sebanyak 354 saham melemah, 280 saham menguat dan 156 saham stagnan berdasarkan data perdagangan yang tercantum dalam referensi utama.
Penulis Tim EkspresPost
Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.
