Memuat tanggal... Kirim Rilis
Selasa, 13 Okt 2026
Trending
Beranda » Internasional » Iran Ancam Balas AS Usai Sanksi Diperluas, Selat Hormuz Kembali Jadi Sorotan

Iran Ancam Balas AS Usai Sanksi Diperluas, Selat Hormuz Kembali Jadi Sorotan

  • account_circle Idris Daulat
  • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
  • visibility 81
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

WASHINGTON/TEHERAN — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Pemerintah Iran menegaskan siap mengambil langkah balasan setelah Washington memperluas sanksi ekonomi yang ditujukan untuk mempersempit ruang gerak Teheran dalam perdagangan global.

Pemerintah Amerika Serikat memperingatkan negara maupun perusahaan yang tetap melakukan bisnis dengan Iran berisiko kehilangan akses terhadap sistem keuangan berbasis dolar AS.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Washington ingin meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran. Namun, AS belum langsung menjatuhkan langkah paling keras terhadap seluruh mitra dagang Teheran.

Departemen Keuangan AS sejauh ini memasukkan sekitar 60 individu, perusahaan, entitas, dan kapal ke dalam daftar sanksi terbaru. Sejumlah institusi keuangan utama China yang diduga berhubungan dengan perdagangan minyak Iran belum termasuk dalam daftar tersebut.

Iran: Kami Sudah Siap Hadapi Sanksi AS

Teheran merespons kebijakan Washington dengan nada keras.

Menteri Ekonomi Iran Ali Madanizadeh menyatakan negaranya telah mempersiapkan diri menghadapi tekanan ekonomi baru dari Amerika Serikat.

Iran juga mengisyaratkan bahwa respons mereka tidak hanya akan bertumpu pada strategi bertahan. Pemerintah Teheran mengklaim memiliki instrumen untuk merespons tekanan Washington.

Di sisi lain, seorang pejabat Korps Garda Revolusi Islam Iran memperingatkan kepentingan strategis Amerika Serikat dapat menjadi sasaran apabila infrastruktur Iran mendapat serangan.

Ancaman tersebut membuat situasi keamanan di kawasan Teluk kembali menjadi perhatian, terutama karena Iran masih memiliki kemampuan rudal dan drone yang dapat menjangkau sejumlah lokasi strategis di kawasan.

Selat Hormuz Jadi Titik Krusial

Salah satu titik yang paling diperhatikan dunia adalah Selat Hormuz.

Jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab itu memiliki posisi strategis bagi perdagangan energi dunia. Sebelum konflik meningkat, sekitar seperlima aliran minyak mentah dan gas alam cair global melewati kawasan tersebut.

Aktivitas kapal di Selat Hormuz belakangan mengalami penurunan tajam.

Data pelayaran yang dikutip Reuters menunjukkan hanya dua kapal komoditas melintasi jalur strategis tersebut pada Senin, angka harian terendah sejak awal Mei 2026.

Kondisi ini membuat setiap eskalasi baru antara Iran dan Amerika Serikat berpotensi membawa konsekuensi jauh lebih luas.

Bukan hanya keamanan Timur Tengah yang dipertaruhkan. Pergerakan harga minyak, ongkos pengiriman, hingga rantai pasok global juga dapat terdampak jika lalu lintas di Selat Hormuz kembali terganggu.

AS Pilih Tekanan Ekonomi

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump tampaknya masih mengandalkan tekanan ekonomi sebagai salah satu instrumen utama menghadapi Iran.

Washington sebelumnya memperingatkan negara-negara yang tetap mempertahankan hubungan ekonomi dengan Teheran mengenai kemungkinan penerapan secondary sanctions atau sanksi sekunder.

Dalam skema tersebut, perusahaan maupun lembaga keuangan dari negara lain dapat menghadapi pembatasan ketika tetap melakukan transaksi tertentu dengan Iran.

Namun, Washington juga harus memperhitungkan dampaknya terhadap sistem perdagangan dan keuangan internasional.

AS sejauh ini belum menjatuhkan sanksi langsung terhadap sejumlah bank besar China yang disebut berkaitan dengan perdagangan minyak Iran. Langkah tersebut dipandang sensitif di tengah hubungan ekonomi Washington dan Beijing yang juga memiliki banyak kepentingan strategis.

China Kritik Kebijakan Sanksi

China menjadi salah satu negara yang paling mendapat sorotan karena selama beberapa tahun tercatat sebagai pembeli terbesar minyak Iran.

Beijing menilai tekanan melalui sanksi bukan jalan efektif untuk menyelesaikan konflik.

Pemerintah China juga menegaskan akan melindungi kepentingan sah perusahaan dan negaranya ketika menghadapi kebijakan ekonomi eksternal yang dinilai merugikan.

Situasi tersebut menempatkan Washington pada posisi yang tidak sederhana. Menekan perdagangan minyak Iran terlalu agresif berpotensi memicu gesekan baru dengan China.

Pada saat bersamaan, membiarkan jaringan perdagangan Iran terus berjalan dapat mengurangi efektivitas kampanye tekanan ekonomi AS terhadap Teheran.

Pakistan Coba Redam Eskalasi

Di tengah ketegangan tersebut, Pakistan berupaya memainkan peran sebagai mediator.

Militer Pakistan menyebut terdapat perkembangan dalam pembicaraan terbaru dengan Teheran. Salah satu fokus utama dialog adalah mencegah konflik berkembang semakin luas sekaligus mencari jalan untuk memulihkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

Meski begitu, hingga Selasa, 25 Agustus 2026, belum terlihat tanda kuat bahwa Iran dan Amerika Serikat semakin dekat dengan kesepakatan diplomatik permanen.

Kesepakatan sementara yang pernah dicapai pada Juni 2026 juga belum mampu membawa stabilitas jangka panjang.

Pasar Minyak Tetap Waspada

Menariknya, pasar minyak tidak langsung merespons sanksi terbaru AS dengan lonjakan besar.

Harga minyak justru sempat melemah karena investor menilai langkah Washington belum sekeras skenario yang sebelumnya dikhawatirkan pasar.

Minyak Brent tercatat bergerak di kisaran US$91 per barel, sementara West Texas Intermediate berada sekitar US$84 per barel dalam perdagangan Selasa.

Namun, pelaku pasar masih memperhatikan perkembangan di Selat Hormuz.

Gangguan besar terhadap jalur tersebut dapat mengubah sentimen dengan cepat karena kawasan itu tetap menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.

Konflik Iran-AS Belum Menunjukkan Jalan Keluar

Sanksi terbaru menunjukkan konflik Amerika Serikat dan Iran kini tidak hanya berlangsung dalam arena militer dan diplomasi.

Perdagangan minyak, sistem keuangan internasional, jalur pelayaran, hingga hubungan Washington-Beijing ikut menjadi bagian dari pertarungan geopolitik yang semakin kompleks.

Iran mencoba menunjukkan bahwa tekanan ekonomi tidak akan membuatnya mundur dengan mudah. Sementara Amerika Serikat berharap pembatasan akses perdagangan dan keuangan dapat memaksa Teheran mengubah arah kebijakannya.

Persoalannya, semakin panjang konflik berlangsung, semakin besar pula risiko efeknya merembet keluar Timur Tengah.

Selat Hormuz akan tetap menjadi indikator penting.

Selama lalu lintas energi di kawasan tersebut belum kembali normal dan jalur diplomasi belum menghasilkan kesepakatan yang bertahan lama, dunia masih harus bersiap menghadapi ketidakpastian baru dari konflik Iran-Amerika Serikat.

Sumber fakta: Reuters, 25 Agustus 2026. Artikel telah ditulis ulang dan dikembangkan secara editorial dengan struktur, narasi, dan diksi baru.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Profil Adrianto Pitojo Adhi Terjaring OTT KPK, Fakta HGB Bogor, Summarecon dan Pergerakan Saham SMRA

    Profil Adrianto Pitojo Adhi Terjaring OTT KPK, Fakta HGB Bogor, Summarecon dan Pergerakan Saham SMRA

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 29
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status pihak-pihak yang diamankan dalam OTT sesuai ketentuan hukum acara pidana. 02 Hingga pemeriksaan selesai, Adrianto berstatus sebagai pihak yang diamankan dan belum dapat disebut bersalah. 03 Penetapan status hukum, aliran uang, […]

  • Manajer KDKMP dan KNMP Ditugaskan 2 Tahun, Dony Oskaria Jelaskan Hubungan dengan Agrinas

    Manajer KDKMP dan KNMP Ditugaskan 2 Tahun, Dony Oskaria Jelaskan Hubungan dengan Agrinas

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 70
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Rincian struktur hubungan kerja akan dijelaskan lebih lanjut oleh PT Agrinas Pangan Nusantara. 02 Dony Oskaria menegaskan status manajer bukan pegawai BUMN meski penempatan dilakukan melalui korporasi BUMN. 03 Perbedaan istilah antara pegawai BUMN dan tenaga penugasan menjadi perhatian dalam skema […]

  • SOKSI Dorong Reformasi Pengawasan Pita Cukai Setelah Nama Misbakhun Disebut dalam Pemberitaan

    SOKSI Dorong Reformasi Pengawasan Pita Cukai Setelah Nama Misbakhun Disebut dalam Pemberitaan

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 22
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Fokus akhirnya bukan sekadar nama yang disebut, melainkan praktik ilegal, keuntungan ekonomi, jaringan, dan potensi kerugian negara. 02 Informasi media dapat menjadi radar awal, sedangkan data pemerintah dan penegak hukum menjadi dasar verifikasi serta pembuktian. 03 Azis melihat polemik pita cukai […]

  • Perang Iran Berdampak ke Asia, AS Batalkan Latihan Militer Ssangyong Bersama Korea Selatan

    Perang Iran Berdampak ke Asia, AS Batalkan Latihan Militer Ssangyong Bersama Korea Selatan

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Amerika Serikat membatalkan latihan militer Ssangyong bersama Korea Selatan akibat keterbatasan pasukan terkait perang Iran. Simak dampaknya bagi Asia.

  • Suap HGB Bogor Seret Dirut Summarecon, KPK Dalami Aliran Rp1,5 Miliar dan Jejak Pertanggungjawaban Korporasi

    Suap HGB Bogor Seret Dirut Summarecon, KPK Dalami Aliran Rp1,5 Miliar dan Jejak Pertanggungjawaban Korporasi

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 27
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 KPK masih mendalami kemungkinan manfaat dugaan suap bagi korporasi dan pertanggungjawaban pidananya. 02 Dirut Summarecon Adrianto Pitojo Adhi menjadi tersangka dalam perkara dugaan pemberian uang Rp1,5 miliar. 03 KPK menetapkan delapan tersangka dalam dugaan suap pengurusan HGB Summarecon di Kabupaten Bogor. […]

  • Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing Pangan Nasional

    Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing Pangan Nasional

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 45
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Biaya Produksi Beras Indonesia Tiga Kali Lipat Menjadi Tantangan Daya Saing Perbandingan Rp12.000 dengan Rp3.800 menunjukkan biaya produksi Indonesia lebih dari tiga kali lipat dibandingkan angka yang disebut Zulhas. 02 Dalam Book Lunch Pangan Indonesia di JCC, Jakarta, Jumat, (04/09/2026), Zulhas […]

expand_less