Memuat tanggal... Kirim Rilis
Selasa, 13 Okt 2026
Trending
Beranda » Ekonomi » PROPAMI Gelar Sarasehan Nasional Bahas Masa Depan Profesi Pasar Modal Indonesia

PROPAMI Gelar Sarasehan Nasional Bahas Masa Depan Profesi Pasar Modal Indonesia

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
  • visibility 27
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Telegraf – Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI) mendorong penguatan kompetensi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan untuk membangun ekosistem profesi pasar modal Indonesia yang modern, digital, dan berkelanjutan. Upaya tersebut dibahas dalam Sarasehan PROPAMI 2026 yang digelar Jumat, 7 Agustus 2026, di Le Meridien Hotel Jakarta.

Mengusung tema “Kolaborasi Nasional Membangun Ekosistem Profesi Pasar Modal Indonesia yang Modern, Digital, dan Berkelanjutan”, sarasehan tersebut mempertemukan perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal (LSP-PM), serta pengurus dan anggota PROPAMI dari berbagai wilayah Indonesia.

Ketua Umum PROPAMI, N.S. Aji Martono, mengatakan transformasi industri pasar modal harus diikuti peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan standar kompetensi profesi.

Menurut Martono, perkembangan teknologi dan dinamika industri menuntut para profesional pasar modal untuk terus meningkatkan kemampuan, memahami regulasi, serta beradaptasi dengan perubahan.

“Industri pasar modal terus berubah. Karena itu, profesi juga harus terus berkembang, baik dari sisi kompetensi, pemahaman regulasi maupun kemampuan beradaptasi terhadap teknologi,” ujar Martono.

Ia mengatakan PROPAMI terus mendorong kolaborasi dengan regulator, lembaga sertifikasi, bursa, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat profesionalisme praktisi pasar modal.

OJK Dorong Penyederhanaan Regulasi Perizinan

Dalam sarasehan tersebut, Ridwan, Kepala Departemen Perizinan, Kelembagaan, dan Profesi Pelaku OJK, menyampaikan langkah OJK dalam menyederhanakan dan menyinkronkan regulasi terkait perizinan wakil perusahaan efek.

OJK, kata Ridwan, berencana mengintegrasikan sejumlah Peraturan OJK (POJK) terkait menjadi satu regulasi yang lebih komprehensif. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan menciptakan sinkronisasi dalam proses perizinan di ekosistem pasar modal.

Selain penyederhanaan regulasi, OJK juga mendorong digitalisasi dan otomasi proses perizinan melalui integrasi data dari berbagai pihak.

Integrasi tersebut mencakup data kependudukan, lembaga sertifikasi, dan asosiasi profesi. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, proses perizinan diharapkan menjadi lebih efisien dan mengurangi proses administrasi yang berulang.

Menurut Ridwan, transformasi digital dalam proses perizinan perlu berjalan sejalan dengan perkembangan industri dan kebutuhan profesional pasar modal.

BEI Soroti Kualitas Emiten Baru

Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia, menyoroti pentingnya peningkatan kualitas perusahaan yang melakukan Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO).

Ia menilai pasar modal Indonesia masih menunjukkan resiliensi yang baik. Namun, kualitas perusahaan yang masuk ke bursa tetap menjadi perhatian agar mampu memberikan nilai jangka panjang bagi investor.

Karena itu, diperlukan kolaborasi antara Self-Regulatory Organization (SRO) dan profesi pasar modal, khususnya penjamin emisi efek atau underwriter, dalam memastikan kesiapan perusahaan sebelum melakukan IPO.

Kolaborasi tersebut mencakup aspek tata kelola, transparansi, kesiapan perusahaan menjadi perusahaan publik, serta kemampuan menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi investor.

Kualitas perusahaan yang masuk ke bursa dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kredibilitas dan daya tarik pasar modal Indonesia.

Kompetensi Profesi Perlu Diperkuat

Penguatan kompetensi sumber daya manusia juga menjadi salah satu pembahasan utama dalam Sarasehan PROPAMI 2026.

Dalam perkembangan industri yang semakin cepat, profesional pasar modal dituntut memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri, termasuk pemahaman terhadap teknologi, regulasi, manajemen risiko, dan perkembangan instrumen keuangan.

Sertifikasi profesi menjadi salah satu instrumen untuk memastikan standar kompetensi profesional. Namun, sertifikasi dinilai bukan sebagai akhir dari proses pengembangan kompetensi.

Profesional pasar modal tetap perlu mengikuti pembelajaran berkelanjutan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan regulasi, teknologi, produk investasi, dan perilaku investor.

Karena itu, PROPAMI mendorong budaya continuous learning di kalangan profesional pasar modal.

PROPAMI Dorong Pemanfaatan AI

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) juga menjadi bagian dari pembahasan sarasehan.

Haryajid Ramelan, Ketua II Bidang Pendidikan, Literasi, dan Digitalisasi PROPAMI, mendorong para profesional untuk memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk AI, sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja.

Menurutnya, teknologi dapat digunakan untuk membantu profesional dalam mengolah informasi, melakukan analisis, mempercepat pekerjaan, serta meningkatkan efektivitas kegiatan profesional.

Namun, penggunaan AI tetap membutuhkan pengawasan dan pertimbangan manusia. Hasil yang dihasilkan teknologi harus diverifikasi dan digunakan sesuai dengan ketentuan serta tanggung jawab profesi.

Karena itu, kemampuan digital menjadi bagian penting dari kompetensi profesional pasar modal di tengah perkembangan teknologi.

RKAT dan Pra-RUTA Bahas Arah Organisasi

Sarasehan PROPAMI 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian agenda organisasi berupa pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) serta Pra-RUTA.

Agenda tersebut digunakan untuk mengevaluasi program organisasi sekaligus mempersiapkan arah kegiatan PROPAMI dalam menghadapi perkembangan industri pasar modal.

Pembahasan mencakup penguatan kompetensi anggota, pengembangan organisasi, adaptasi terhadap teknologi, serta peningkatan kontribusi profesi terhadap industri pasar modal Indonesia.

PROPAMI menilai organisasi profesi perlu terus menyesuaikan program kerja dengan perubahan kebutuhan industri dan perkembangan regulasi.

Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Profesi

Sarasehan PROPAMI 2026 menegaskan pentingnya kolaborasi antara organisasi profesi, regulator, bursa, lembaga sertifikasi, dan pelaku industri dalam membangun ekosistem pasar modal yang sehat.

OJK memiliki peran dalam pengaturan dan pengawasan. BEI berperan dalam pengembangan pasar dan perusahaan tercatat. LSP-PM berperan dalam pengembangan serta sertifikasi kompetensi profesi, sementara PROPAMI menjadi wadah bagi para profesional pasar modal untuk meningkatkan kapasitas dan membangun jejaring.

Kolaborasi antarpemangku kepentingan diperlukan agar perkembangan teknologi dan pertumbuhan pasar modal dapat diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia.

Dengan kompetensi yang semakin kuat, regulasi yang adaptif, pemanfaatan teknologi yang tepat, dan koordinasi antarlembaga, ekosistem profesi pasar modal diharapkan mampu menghadapi perubahan industri secara lebih baik.

Sarasehan PROPAMI 2026 menjadi bagian dari upaya tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengembangan pasar modal Indonesia tidak hanya membutuhkan pertumbuhan transaksi dan investor, tetapi juga profesional yang kompeten, adaptif, dan berintegritas.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • 661,83 Hektare Terbakar di Kaltim, Kemenhut Tindak 3 Korporasi dan Perkuat Operasi Karhutla IKN Bersama Instansi

    661,83 Hektare Terbakar di Kaltim, Kemenhut Tindak 3 Korporasi dan Perkuat Operasi Karhutla IKN Bersama Instansi

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 25
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Pemulihan lingkungan menjadi bagian sanksi, sementara dugaan pidana diproses berdasarkan temuan aparat penegak hukum. 02 Raja Juli menegaskan korporasi memiliki tanggung jawab dalam menjaga dan mengendalikan kebakaran di areal konsesinya. 03 Penegakan hukum karhutla Kaltim berjalan bersamaan dengan upaya pemerintah melindungi […]

  • KPK Periksa 17 Orang dalam OTT BPN Bogor, Adrianto Pitojo Terjaring dan Uang Ratusan Miliar Jadi Barang Bukti

    KPK Periksa 17 Orang dalam OTT BPN Bogor, Adrianto Pitojo Terjaring dan Uang Ratusan Miliar Jadi Barang Bukti

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 33
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 KPK membenarkan Adrianto Pitojo termasuk 17 orang yang diamankan dalam OTT di lingkungan ATR/BPN. 02 Perkara yang didalami KPK berkaitan dengan dugaan korupsi dalam proses pengurusan Hak Guna Bangunan di Bogor. 03 Status para pihak masih dalam pemeriksaan dan KPK belum […]

  • Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?

    Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 29
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Pada penerbangan domestik, kelas Ekonomi Garuda memperoleh satu koli maksimal 23 kilogram berdasarkan ketentuan Piece Concept. 02 Kelas Bisnis dan First Class memperoleh dua koli dengan batas maksimal 32 kilogram untuk setiap koper. 03 Penerbangan internasional memiliki alokasi berbeda, sehingga penumpang […]

  • Mentan Amran Soroti Kelangkaan Beras Premium, Dugaan Mafia dan Harga Jadi Perhatian Pemerintah

    Mentan Amran Soroti Kelangkaan Beras Premium, Dugaan Mafia dan Harga Jadi Perhatian Pemerintah

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 30
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Kelangkaan beras premium di ritel menjadi sorotan karena pemerintah menyatakan persediaan beras nasional masih mencukupi. 02 Pemerintah kini menghadapi tantangan memastikan stok yang tersedia dapat terdistribusi secara merata hingga jaringan ritel. 03 Penelusuran tata niaga diperlukan untuk membedakan persoalan distribusi, harga, […]

  • Nusron Wahid Belum Tersangka, KPK Dalami 4 Orang Kepercayaan dan Aliran Uang Rp106,3 Miliar Kasus HGB

    Nusron Wahid Belum Tersangka, KPK Dalami 4 Orang Kepercayaan dan Aliran Uang Rp106,3 Miliar Kasus HGB

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 63
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Perkembangan status perkara tetap bergantung pada hasil penyidikan dan kecukupan alat bukti KPK. 02 Empat orang yang disebut orang kepercayaan Nusron sudah berstatus tersangka, tetapi Nusron belum tersangka. 03 Penyidikan KPK kini mencakup aliran dana, struktur komunikasi, pihak swasta, dan dugaan […]

  • Willgo Zainar Jadi Dirut Krakatau Steel, Penjualan Naik dan Laba Berbalik Positif Jadi Modal Kepemimpinan Baru

    Willgo Zainar Jadi Dirut Krakatau Steel, Penjualan Naik dan Laba Berbalik Positif Jadi Modal Kepemimpinan Baru

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 40
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Rekam jejak Willgo mencakup pengalaman politik, pengawasan keuangan negara, pemasaran, dan manajemen BUMN. 02 Willgo pernah menjadi anggota Komisi XI DPR RI periode 2014-2019 dari Fraksi Gerindra. 03 Ia juga pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara DPR RI. […]

expand_less