Memuat tanggal... Kirim Rilis
Rabu, 14 Okt 2026
Trending
Beranda » Bisnis » Mentan Amran Soroti Kelangkaan Beras Premium, Dugaan Mafia dan Harga Jadi Perhatian Pemerintah

Mentan Amran Soroti Kelangkaan Beras Premium, Dugaan Mafia dan Harga Jadi Perhatian Pemerintah

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • visibility 34
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Kelangkaan beras premium di ritel menjadi sorotan karena pemerintah menyatakan persediaan beras nasional masih mencukupi.

  2. Pemerintah kini menghadapi tantangan memastikan stok yang tersedia dapat terdistribusi secara merata hingga jaringan ritel.

  3. Penelusuran tata niaga diperlukan untuk membedakan persoalan distribusi, harga, dan dugaan pelanggaran perdagangan beras.

EKSPRESPOST.COM – Mengapa harga beras bisa tetap menjadi persoalan ketika stok pemerintah masih berada pada level jutaan ton?

Bagaimana selisih harga beras dari sekitar Rp13.000 menjadi Rp57.000 per kilogram dijelaskan pemerintah?

Dan mengapa Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaitkannya dengan dugaan praktik mafia?

Dari Rp13.000 Ke Rp57.000 Per Kilogram, Pemerintah Soroti Selisih Harga Beras

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menyoroti kenaikan harga dan kelangkaan beras premium di sejumlah ritel pada Senin, 21/9/2026.

Menurut Amran, kondisi tersebut tidak sejalan dengan ketersediaan beras nasional yang dinilai masih melimpah, sehingga pemerintah perlu menelusuri persoalan distribusi dan tata niaga.

“Beras kenapa naik? Kenapa naik padahal stok banyak? Ada mafia. Ini yang bikin ribut,” ujar Amran dalam konferensi pers di Jakarta.

BPS sebelumnya mencatat harga beras premium di tingkat penggilingan pada Agustus 2026 rata-rata Rp15.062 per kilogram, naik 1,22 persen dibandingkan Juli 2026.

Angka Rp89 Triliun Dikaitkan Dengan Temuan Beras Fortifikasi Pemerintah

Sorotan Amran terhadap dugaan permainan beras muncul setelah pemerintah mengungkap temuan terhadap 25 merek beras fortifikasi yang diduga tidak memenuhi standar serta kandungan yang tercantum pada label.

Amran menyebut dugaan praktik tersebut dapat menimbulkan kerugian konsumen hingga Rp89 triliun, sementara pemerintah telah memerintahkan penarikan produk dan menyiapkan langkah penindakan.

“Lah, sebut saja besar-besar di media. Ada mafia yang membuat persoalan ini menjadi ribut. Tahu tidak, Rp89 triliun itu diambil dari hak rakyat,” kata Amran.

Amran juga menyoroti contoh produk yang menurut perhitungannya memiliki harga sekitar Rp13.000 per kilogram tetapi dipasarkan hingga Rp57.000 per kilogram.

Kelangkaan Ritel Tidak Dianggap Sebagai Gambaran Stok Nasional

Di sisi pasokan, Bapanas menyatakan stok Cadangan Beras Pemerintah sekitar 4,6 juta ton per 18 September 2026, dengan penyaluran sekitar 2,3 juta ton sepanjang 2026 hingga pertengahan September.

Angka tersebut menjadi dasar pemerintah untuk menyatakan bahwa persoalan beras di ritel perlu dilihat secara lebih spesifik, terutama dari sisi distribusi dan ketersediaan produk pada jaringan penjualan tertentu.

Amran kemudian meminta Bulog memperkuat pasokan beras premium ke jaringan ritel dan menyatakan volume penyaluran dapat ditingkatkan apabila kondisi di lapangan membutuhkan tambahan pasokan.

Pemerintah Siapkan Penarikan Produk, Pencabutan Izin dan Proses Hukum

Pemerintah sebelumnya menyatakan penertiban beras fortifikasi mencakup penarikan produk, pencabutan izin dan proses hukum terhadap pihak yang terbukti melanggar.

“Yang melanggar kita tindak. Ada tiga proses: izinnya dicabut, dimoratorium, dan diproses secara hukum,” tegas Amran.

Bapanas juga tengah memproses tambahan SPHP beras sebesar 1 juta ton untuk wilayah yang menghadapi tekanan harga dan pasokan.

Dengan stok pemerintah masih berada pada jutaan ton, pemerintah kini menghadapi tantangan memastikan pasokan tersebut benar-benar sampai ke titik penjualan, sementara dugaan pelanggaran tata niaga harus dibuktikan melalui pemeriksaan.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Mentan Amran Soroti Kelangkaan Beras Premium, Dugaan Mafia dan Harga Jadi Perhatian Pemerintah”?

Dari Rp13.000 Ke Rp57.000 Per Kilogram, Pemerintah Soroti Selisih Harga Beras Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menyoroti kenaikan harga dan kelangkaan beras premium di sejumlah ritel pada Senin, 21/9/2026.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Mentan Amran Soroti Kelangkaan Beras Premium, Dugaan Mafia dan Harga Jadi Perhatian Pemerintah”?

Kelangkaan Ritel Tidak Dianggap Sebagai Gambaran Stok Nasional Di sisi pasokan, Bapanas menyatakan stok Cadangan Beras Pemerintah sekitar 4,6 juta ton per 18 September 2026, dengan penyaluran sekitar 2,3 juta ton sepanjang 2026 hingga pertengahan September.

03Kapan peristiwa dalam “Mentan Amran Soroti Kelangkaan Beras Premium, Dugaan Mafia dan Harga Jadi Perhatian Pemerintah” terjadi?

BPS sebelumnya mencatat harga beras premium di tingkat penggilingan pada Agustus 2026 rata-rata Rp15.062 per kilogram, naik 1,22 persen dibandingkan Juli 2026.

04Di mana peristiwa dalam “Mentan Amran Soroti Kelangkaan Beras Premium, Dugaan Mafia dan Harga Jadi Perhatian Pemerintah” berlangsung?

Ini yang bikin ribut,” ujar Amran dalam konferensi pers di Jakarta.

05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Mentan Amran Soroti Kelangkaan Beras Premium, Dugaan Mafia dan Harga Jadi Perhatian Pemerintah” berlangsung?

Angka tersebut menjadi dasar pemerintah untuk menyatakan bahwa persoalan beras di ritel perlu dilihat secara lebih spesifik, terutama dari sisi distribusi dan ketersediaan produk pada jaringan penjualan tertentu.

06Apa dampak yang disebutkan dalam “Mentan Amran Soroti Kelangkaan Beras Premium, Dugaan Mafia dan Harga Jadi Perhatian Pemerintah”?

Amran kemudian meminta Bulog memperkuat pasokan beras premium ke jaringan ritel dan menyatakan volume penyaluran dapat ditingkatkan apabila kondisi di lapangan membutuhkan tambahan pasokan.

07Angka penting apa yang disebut dalam “Mentan Amran Soroti Kelangkaan Beras Premium, Dugaan Mafia dan Harga Jadi Perhatian Pemerintah”?

Amran juga menyoroti contoh produk yang menurut perhitungannya memiliki harga sekitar Rp13.000 per kilogram tetapi dipasarkan hingga Rp57.000 per kilogram.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggaran Podcast Rp103 Miliar Belum Final, Kemenkop Jelaskan Posisi Dana dalam Rencana Anggaran 2027

    Anggaran Podcast Rp103 Miliar Belum Final, Kemenkop Jelaskan Posisi Dana dalam Rencana Anggaran 2027

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 33
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Kemenkop memberikan klarifikasi setelah Rp103 miliar disebut sebagai anggaran podcast untuk tahun 2027. 02 Ahmad Zabadi memastikan podcast hanya satu bagian dari kebutuhan komunikasi dan informasi publik Kementerian Koperasi. 03 Status Rp103 miliar masih usulan sehingga belum dapat disebut sebagai anggaran […]

  • Pasar Modal Indonesia: Ketika Pertumbuhan Belum Cukup

    Pasar Modal Indonesia: Ketika Pertumbuhan Belum Cukup

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 29
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Seminar bertema “Masa Depan Pasar Modal Indonesia: Sinergi Kebijakan, Industri, dan Profesi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan” tersebut mempertemukan pelaku profesi pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), legislator, lembaga penjaminan, dan akademisi. 02 Sebab pasar modal bukan hanya tempat […]

  • Independensi Media dan Demonstrasi: Mengapa Kepentingan Bisnis Bisa Memengaruhi Pemberitaan Pers

    Independensi Media dan Demonstrasi: Mengapa Kepentingan Bisnis Bisa Memengaruhi Pemberitaan Pers

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Satrio Arismunandar, Mantan Jurnalis Harian KOMPAS dan Divisi News TRANS TV.
    • visibility 70
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Setiap kali terjadi demonstrasi besar, terutama jika melibatkan ribuan orang dan berpotensi menimbulkan kerusuhan, selalu muncul pertanyaan: mengapa media tidak memberitakannya lebih besar? 02 Media Butuh Berita, Tetapi Tidak Butuh Kekacauan Ada sesuatu yang agak paradoks dalam hubungan media dengan demonstrasi. […]

  • Ketua Umum PBNU Gus Kikin Bantah Isu Nahdlatul Ulama Dijadikan Tunggangan Politik

    Ketua Umum PBNU Gus Kikin Bantah Isu Nahdlatul Ulama Dijadikan Tunggangan Politik

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Gus Kikin PBNU — Ketua Umum PBNU Gus Kikin membantah isu Nahdlatul Ulama menjadi tunggangan politik dan menegaskan organisasi memiliki manhaj.

  • Prabowo Buka Muktamar Ke-35 NU, Tokoh Nasional hingga Pimpinan Ormas Hadir di Jombang

    Prabowo Buka Muktamar Ke-35 NU, Tokoh Nasional hingga Pimpinan Ormas Hadir di Jombang

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 77
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). 02 Dalam prosesi pembukaan, Prabowo didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Rais Aam Pengurus […]

  • KPK Geledah Korporasi Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Wajib Pajak dalam Pemeriksaan Jadi Sorotan

    KPK Geledah Korporasi Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Wajib Pajak dalam Pemeriksaan Jadi Sorotan

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 52
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Dalam pengembangan perkara, KPK menyita 680 ribu Dolar AS dari sejumlah lokasi maupun pengembalian saksi. 02 Penyidik juga menyita 1,3 kilogram emas dan Rp100 juta dalam pengembangan kasus tersebut. 03 Barang bukti itu menjadi bagian dari penelusuran dugaan korupsi di KPP […]

expand_less