Memuat tanggal... Kirim Rilis
Langsung ke konten
Rabu, 23 Sep 2026
Trending
Beranda » Bisnis » Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?

Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month
  • visibility 13
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Pada penerbangan domestik, kelas Ekonomi Garuda memperoleh satu koli maksimal 23 kilogram berdasarkan ketentuan Piece Concept.

  2. Kelas Bisnis dan First Class memperoleh dua koli dengan batas maksimal 32 kilogram untuk setiap koper.

  3. Penerbangan internasional memiliki alokasi berbeda, sehingga penumpang perlu memeriksa ketentuan pada tiket masing-masing.

EKSPRESPOST.COM – Apakah jatah bagasi Garuda Indonesia masih cukup dihitung berdasarkan total kilogram seperti sebelumnya?

Mengapa dua koper dengan berat gabungan sama kini bisa diperlakukan berbeda?

Dan apakah perubahan sistem bagasi ini akan membuat penumpang harus lebih cermat sebelum berangkat agar terhindar dari biaya tambahan di bandara?

Perubahan Bagasi Garuda Mengubah Cara Penumpang Menyiapkan Koper Sebelum Terbang

Garuda Indonesia menerapkan Piece Concept untuk tiket yang dibeli atau diterbitkan mulai Selasa, 01/09/2026.

Sistem baru tersebut menghitung bagasi berdasarkan jumlah koli serta batas berat maksimum setiap koper.

Sebelumnya, bagasi tercatat Garuda menggunakan Weight Concept yang berfokus pada total berat seluruh barang bawaan.

Jumlah Koli Kini Menjadi Bagian Penting dalam Perhitungan Bagasi Garuda

Dalam sistem baru, satu piece dengan batas 23 kilogram berarti satu koper maksimal 23 kilogram.

Penumpang tidak dapat membagi jatah tersebut menjadi dua koper meskipun berat gabungannya tetap 23 kilogram.

Sebaliknya, dua pieces masing-masing 23 kilogram berarti dua koper dapat dibawa dengan batas 23 kilogram per koper.

Jatah Bagasi Garuda Berbeda Menurut Kelas dan Rute Penerbangan

Untuk penerbangan domestik kelas Ekonomi, Garuda memberikan satu koli dengan berat maksimal 23 kilogram.

Kelas Bisnis dan First Class memperoleh dua koli dengan batas masing-masing 32 kilogram atau total maksimal 64 kilogram.

Pada penerbangan internasional, kelas Ekonomi memperoleh dua koli masing-masing maksimal 23 kilogram, sedangkan Bisnis dan First Class dua koli masing-masing 32 kilogram.

Garuda Siapkan Edukasi dan Area Repacking Selama Masa Transisi

Direktur Transformasi Garuda Indonesia Neil Raymond Mills mengatakan perubahan tersebut ditujukan untuk memberikan kepastian lebih jelas kepada penumpang.

“Yang ingin kami dorong adalah agar pelanggan memiliki informasi yang semakin jelas sejak merencanakan perjalanan berapa jumlah bagasi yang dapat dibawa dan berapa batas berat setiap bagasi,” ujar Mills.

Garuda menyatakan informasi regulasi, tarif kelebihan koli, serta ketentuan teknis telah disampaikan melalui kanal komunikasi resmi.

“Informasi tersebut menjadi bagian dari edukasi selama masa transisi, terutama agar penumpang memahami perbedaan antara penambahan jumlah koli dan kelebihan berat per koli sebelum keberangkatan,” kata Mills.

Untuk mengantisipasi persoalan di bandara, Garuda menyiagakan petugas asistensi dan menyediakan repacking area bagi penumpang.

“Prioritas kami adalah memastikan transisi ini berlangsung sejelas dan semudah mungkin,” ujar Mills.

Sementara itu, perkembangan terbaru menunjukkan adanya perhatian dari Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia terhadap perubahan sistem tersebut.

APJAPI pada Rabu, 09/09/2026 menyatakan telah menyampaikan hasil kajiannya kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa perubahan sistem bagasi tidak hanya menyangkut teknis pengemasan, tetapi juga aspek perlindungan konsumen.

Bagi penumpang, Garuda menegaskan e-ticket menjadi acuan utama karena jatah bagasi dapat berbeda berdasarkan rute, kelas penerbangan, dan jenis tiket.

Penumpang juga disarankan menimbang setiap koper secara terpisah sebelum keberangkatan untuk memastikan tidak melampaui batas yang ditentukan.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?”?

Untuk mengantisipasi persoalan di bandara, Garuda menyiagakan petugas asistensi dan menyediakan repacking area bagi penumpang. “Prioritas kami adalah memastikan transisi ini berlangsung sejelas dan semudah mungkin,” ujar Mills.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?”?

Garuda Siapkan Edukasi dan Area Repacking Selama Masa Transisi Direktur Transformasi Garuda Indonesia Neil Raymond Mills mengatakan perubahan tersebut ditujukan untuk memberikan kepastian lebih jelas kepada penumpang. “Yang ingin kami dorong adalah agar pelanggan memiliki informasi yang semakin jelas sejak merencanakan perjalanan berapa jumlah bagasi yang dapat dibawa dan berapa batas berat setiap bagasi,” ujar Mills.

03Kapan peristiwa dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?” terjadi?

Perubahan Bagasi Garuda Mengubah Cara Penumpang Menyiapkan Koper Sebelum Terbang Garuda Indonesia menerapkan Piece Concept untuk tiket yang dibeli atau diterbitkan mulai Selasa, 01/09/2026.

04Mengapa perkembangan dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?” terjadi?

Garuda menyatakan informasi regulasi, tarif kelebihan koli, serta ketentuan teknis telah disampaikan melalui kanal komunikasi resmi. “Informasi tersebut menjadi bagian dari edukasi selama masa transisi, terutama agar penumpang memahami perbedaan antara penambahan jumlah koli dan kelebihan berat per koli sebelum keberangkatan,” kata Mills.

05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?” berlangsung?

Sebelumnya, bagasi tercatat Garuda menggunakan Weight Concept yang berfokus pada total berat seluruh barang bawaan.

06Apa dampak yang disebutkan dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?”?

APJAPI pada Rabu, 09/09/2026 menyatakan telah menyampaikan hasil kajiannya kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

07Angka penting apa yang disebut dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?”?

Jumlah Koli Kini Menjadi Bagian Penting dalam Perhitungan Bagasi Garuda Dalam sistem baru, satu piece dengan batas 23 kilogram berarti satu koper maksimal 23 kilogram.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Massa di Belitung Timur Ganggu Operasional, PT Timah Aktifkan Emergency Response

    Aksi Massa di Belitung Timur Ganggu Operasional, PT Timah Aktifkan Emergency Response

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Telegraf – PT Timah (Persero) Tbk mengaktifkan Rencana Tanggap Darurat (Emergency Response Plan) setelah aksi massa yang terjadi di Kabupaten Belitung Timur mengganggu aktivitas operasional perusahaan. Hingga kini, sebagian kegiatan operasional di wilayah Belitung masih belum berjalan normal. Corporate Secretary PT Timah Ruddy Nursalam mengatakan perusahaan telah melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur, mulai dari evakuasi […]

  • Kehilangan Saldo Rp6 Juta di BCA, Dua Transaksi Misterius Picu Sorotan Keamanan Perbankan Digital

    Kehilangan Saldo Rp6 Juta di BCA, Dua Transaksi Misterius Picu Sorotan Keamanan Perbankan Digital

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 8
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Nasabah tetap memperjuangkan dana Rp6 juta dan membuka opsi penyelesaian sengketa melalui mekanisme sektor jasa keuangan. 02 BCA mempertahankan posisi bahwa transaksi sah berdasarkan penggunaan BCA ID dan PIN yang benar. 03 Kasus Bambang mempertemukan tiga isu utama: keamanan transaksi QRIS, […]

  • BPS Ungkap Mengapa Angka Kemiskinan Indonesia Versi Bank Dunia Mencapai 64,2 Persen, Berbeda Jauh

    BPS Ungkap Mengapa Angka Kemiskinan Indonesia Versi Bank Dunia Mencapai 64,2 Persen, Berbeda Jauh

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 15
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Garis kemiskinan nasional BPS mencapai Rp669.235 per kapita per bulan pada Maret 2026. 02 Garis kemiskinan makanan tercatat Rp499.886, sedangkan komponen bukan makanan sebesar Rp169.349 per kapita. 03 BPS menggunakan data Susenas untuk mengukur pengeluaran dan pola konsumsi rumah tangga masyarakat […]

  • Buya Anwar Abbas memperingatkan hilangnya kepercayaan publik terhadap bank berpotensi memicu rush money

    Buya Anwar Abbas memperingatkan hilangnya kepercayaan publik terhadap bank berpotensi memicu rush money

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 39
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Wakil Ketua Umum MUI Buya Anwar Abbas menilai pemblokiran rekening aktivis menjelang aksi demonstrasi masyarakat Pati oleh Bank Mandiri bukan sekadar masalah perbankan, melainkan berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap keamanan simpanan nasabah akibat intervensi kekuasaan. 02 Anwar menjelaskan bahwa industri perbankan […]

  • Kasus Vilmei Rp1,28 Miliar: Polisi Tetapkan Tiga Tersangka, Alur Penggelapan Saldo TikTok Masih Didalami

    Kasus Vilmei Rp1,28 Miliar: Polisi Tetapkan Tiga Tersangka, Alur Penggelapan Saldo TikTok Masih Didalami

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 18
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Perkara dugaan penggelapan saldo TikTok Vilmei kini memasuki tahap penyidikan dengan tiga tersangka telah ditahan. 02 Polisi masih menguji keterangan para pihak dengan bukti transaksi untuk memastikan peran masing-masing tersangka. 03 Perkembangan penyidikan akan menentukan apakah perkara melibatkan aliran dana atau […]

  • Investasi Keluarga Hartono di Luar Negeri Disorot, Grup Djarum Jelaskan Strategi Bisnis dan Pembiayaannya

    Investasi Keluarga Hartono di Luar Negeri Disorot, Grup Djarum Jelaskan Strategi Bisnis dan Pembiayaannya

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 10
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Keluarga Hartono melalui Grup Djarum disebut berinvestasi sedikitnya Dolar AS 1,4 miliar di luar negeri. 02 Grup Djarum menegaskan sekitar 90% investasi keluarga Hartono masih berada di Indonesia. 03 Manajemen menyebut ekspansi luar negeri sebagai diversifikasi bisnis, bukan aksi capital flight […]

expand_less