Memuat tanggal... Kirim Rilis
Rabu, 14 Okt 2026
Trending
Beranda » Bisnis » Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?

Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • visibility 30
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Pada penerbangan domestik, kelas Ekonomi Garuda memperoleh satu koli maksimal 23 kilogram berdasarkan ketentuan Piece Concept.

  2. Kelas Bisnis dan First Class memperoleh dua koli dengan batas maksimal 32 kilogram untuk setiap koper.

  3. Penerbangan internasional memiliki alokasi berbeda, sehingga penumpang perlu memeriksa ketentuan pada tiket masing-masing.

EKSPRESPOST.COM – Apakah jatah bagasi Garuda Indonesia masih cukup dihitung berdasarkan total kilogram seperti sebelumnya?

Mengapa dua koper dengan berat gabungan sama kini bisa diperlakukan berbeda?

Dan apakah perubahan sistem bagasi ini akan membuat penumpang harus lebih cermat sebelum berangkat agar terhindar dari biaya tambahan di bandara?

Perubahan Bagasi Garuda Mengubah Cara Penumpang Menyiapkan Koper Sebelum Terbang

Garuda Indonesia menerapkan Piece Concept untuk tiket yang dibeli atau diterbitkan mulai Selasa, 01/09/2026.

Sistem baru tersebut menghitung bagasi berdasarkan jumlah koli serta batas berat maksimum setiap koper.

Sebelumnya, bagasi tercatat Garuda menggunakan Weight Concept yang berfokus pada total berat seluruh barang bawaan.

Jumlah Koli Kini Menjadi Bagian Penting dalam Perhitungan Bagasi Garuda

Dalam sistem baru, satu piece dengan batas 23 kilogram berarti satu koper maksimal 23 kilogram.

Penumpang tidak dapat membagi jatah tersebut menjadi dua koper meskipun berat gabungannya tetap 23 kilogram.

Sebaliknya, dua pieces masing-masing 23 kilogram berarti dua koper dapat dibawa dengan batas 23 kilogram per koper.

Jatah Bagasi Garuda Berbeda Menurut Kelas dan Rute Penerbangan

Untuk penerbangan domestik kelas Ekonomi, Garuda memberikan satu koli dengan berat maksimal 23 kilogram.

Kelas Bisnis dan First Class memperoleh dua koli dengan batas masing-masing 32 kilogram atau total maksimal 64 kilogram.

Pada penerbangan internasional, kelas Ekonomi memperoleh dua koli masing-masing maksimal 23 kilogram, sedangkan Bisnis dan First Class dua koli masing-masing 32 kilogram.

Garuda Siapkan Edukasi dan Area Repacking Selama Masa Transisi

Direktur Transformasi Garuda Indonesia Neil Raymond Mills mengatakan perubahan tersebut ditujukan untuk memberikan kepastian lebih jelas kepada penumpang.

“Yang ingin kami dorong adalah agar pelanggan memiliki informasi yang semakin jelas sejak merencanakan perjalanan berapa jumlah bagasi yang dapat dibawa dan berapa batas berat setiap bagasi,” ujar Mills.

Garuda menyatakan informasi regulasi, tarif kelebihan koli, serta ketentuan teknis telah disampaikan melalui kanal komunikasi resmi.

“Informasi tersebut menjadi bagian dari edukasi selama masa transisi, terutama agar penumpang memahami perbedaan antara penambahan jumlah koli dan kelebihan berat per koli sebelum keberangkatan,” kata Mills.

Untuk mengantisipasi persoalan di bandara, Garuda menyiagakan petugas asistensi dan menyediakan repacking area bagi penumpang.

“Prioritas kami adalah memastikan transisi ini berlangsung sejelas dan semudah mungkin,” ujar Mills.

Sementara itu, perkembangan terbaru menunjukkan adanya perhatian dari Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia terhadap perubahan sistem tersebut.

APJAPI pada Rabu, 09/09/2026 menyatakan telah menyampaikan hasil kajiannya kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa perubahan sistem bagasi tidak hanya menyangkut teknis pengemasan, tetapi juga aspek perlindungan konsumen.

Bagi penumpang, Garuda menegaskan e-ticket menjadi acuan utama karena jatah bagasi dapat berbeda berdasarkan rute, kelas penerbangan, dan jenis tiket.

Penumpang juga disarankan menimbang setiap koper secara terpisah sebelum keberangkatan untuk memastikan tidak melampaui batas yang ditentukan.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?”?

Untuk mengantisipasi persoalan di bandara, Garuda menyiagakan petugas asistensi dan menyediakan repacking area bagi penumpang. “Prioritas kami adalah memastikan transisi ini berlangsung sejelas dan semudah mungkin,” ujar Mills.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?”?

Garuda Siapkan Edukasi dan Area Repacking Selama Masa Transisi Direktur Transformasi Garuda Indonesia Neil Raymond Mills mengatakan perubahan tersebut ditujukan untuk memberikan kepastian lebih jelas kepada penumpang. “Yang ingin kami dorong adalah agar pelanggan memiliki informasi yang semakin jelas sejak merencanakan perjalanan berapa jumlah bagasi yang dapat dibawa dan berapa batas berat setiap bagasi,” ujar Mills.

03Kapan peristiwa dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?” terjadi?

Perubahan Bagasi Garuda Mengubah Cara Penumpang Menyiapkan Koper Sebelum Terbang Garuda Indonesia menerapkan Piece Concept untuk tiket yang dibeli atau diterbitkan mulai Selasa, 01/09/2026.

04Mengapa perkembangan dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?” terjadi?

Garuda menyatakan informasi regulasi, tarif kelebihan koli, serta ketentuan teknis telah disampaikan melalui kanal komunikasi resmi. “Informasi tersebut menjadi bagian dari edukasi selama masa transisi, terutama agar penumpang memahami perbedaan antara penambahan jumlah koli dan kelebihan berat per koli sebelum keberangkatan,” kata Mills.

05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?” berlangsung?

Sebelumnya, bagasi tercatat Garuda menggunakan Weight Concept yang berfokus pada total berat seluruh barang bawaan.

06Apa dampak yang disebutkan dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?”?

APJAPI pada Rabu, 09/09/2026 menyatakan telah menyampaikan hasil kajiannya kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

07Angka penting apa yang disebut dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?”?

Jumlah Koli Kini Menjadi Bagian Penting dalam Perhitungan Bagasi Garuda Dalam sistem baru, satu piece dengan batas 23 kilogram berarti satu koper maksimal 23 kilogram.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • RKAB Batu Bara Dan Pemadaman Listrik Disorot, Menteri Bahlil Ungkap Kondisi Pembangkit Kalimantan – Sulawesi

    RKAB Batu Bara Dan Pemadaman Listrik Disorot, Menteri Bahlil Ungkap Kondisi Pembangkit Kalimantan – Sulawesi

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 19
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Keandalan listrik bergantung pada kesiapan pembangkit, jaringan, energi primer, kondisi hidrologi, dan pengelolaan beban. 02 Pemerintah kini menggabungkan pengamanan pasokan batu bara dengan pemulihan pembangkit serta mitigasi risiko El Nino. 03 Pernyataan Bahlil menegaskan RKAB batu bara bukan penyebab pemadaman listrik […]

  • Willgo Zainar Jadi Dirut Krakatau Steel, Penjualan Naik dan Laba Berbalik Positif Jadi Modal Kepemimpinan Baru

    Willgo Zainar Jadi Dirut Krakatau Steel, Penjualan Naik dan Laba Berbalik Positif Jadi Modal Kepemimpinan Baru

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 41
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Rekam jejak Willgo mencakup pengalaman politik, pengawasan keuangan negara, pemasaran, dan manajemen BUMN. 02 Willgo pernah menjadi anggota Komisi XI DPR RI periode 2014-2019 dari Fraksi Gerindra. 03 Ia juga pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara DPR RI. […]

  • Sepuluh Hari Pencarian KM Arupadatu I Berakhir, Hinga Kini Lima Jurnalis dan Tiga Awak Belum Ditemukan

    Sepuluh Hari Pencarian KM Arupadatu I Berakhir, Hinga Kini Lima Jurnalis dan Tiga Awak Belum Ditemukan

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 29
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Pencarian kini memasuki fase pemantauan sambil menunggu hasil identifikasi dan informasi baru yang dapat diverifikasi. 02 Hingga hari terakhir, belum ditemukan objek yang dapat mengonfirmasi posisi kapal atau delapan orang di dalamnya. 03 Hilangnya KM Arupadatu I menjadi perhatian setelah kapal […]

  • PT Dua Kuda Indonesia Terhambat Beroperasi Meski Diizinkan Going Concern, Ekspor Masih Tersendat

    PT Dua Kuda Indonesia Terhambat Beroperasi Meski Diizinkan Going Concern, Ekspor Masih Tersendat

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 77
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Selanjutnya, pada 12 Mei 2026, Hakim Pengawas memberikan izin going concern agar perusahaan tetap beroperasi sehingga aset tetap produktif, lapangan kerja… EKSPRESPOST.COM – Serikat pekerja PT Dua Kuda Indonesia menilai implementasi izin going concern yang diberikan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat belum […]

  • Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau Selat Sunda, PFI Jakarta Bersama Insan Pers Gelar Doa

    Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau Selat Sunda, PFI Jakarta Bersama Insan Pers Gelar Doa

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 33
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau menjadi konteks penting dalam pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal. 02 Erupsi sebelumnya menghasilkan abu vulkanik dan berdampak terhadap operasional sejumlah bandar udara di Indonesia. 03 Pemerintah mengingatkan masyarakat menghindari kawasan Gunung Anak Krakatau tanpa […]

  • RUU Pemilu dan Ambang Batas Parlemen 5 Persen, Apa Tahapan Berikutnya Setelah Pertemuan Ketum Partai?

    RUU Pemilu dan Ambang Batas Parlemen 5 Persen, Apa Tahapan Berikutnya Setelah Pertemuan Ketum Partai?

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 26
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Publik masih menunggu rumusan final DPR yang harus memperhatikan putusan MK serta aspirasi masyarakat. 02 Status angka tersebut masih berbeda antara kesepakatan internal partai dan keputusan formal dalam proses legislasi. 03 Angka 5 persen kini menjadi salah satu opsi yang menonjol […]

expand_less