Willgo Zainar Jadi Dirut Krakatau Steel, Penjualan Naik dan Laba Berbalik Positif Jadi Modal Kepemimpinan Baru
- account_circle Tim EkspresPost
- calendar_month
- visibility 21
- print Cetak

Willgo Zainar memasuki babak baru kariernya sebagai Dirut Krakatau Steel setelah memiliki pengalaman di parlemen, BUMN, serta jajaran komisaris KRAS. (Instagram.com @willgozainar)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
-
Rekam jejak Willgo mencakup pengalaman politik, pengawasan keuangan negara, pemasaran, dan manajemen BUMN.
-
Willgo pernah menjadi anggota Komisi XI DPR RI periode 2014-2019 dari Fraksi Gerindra.
-
Ia juga pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara DPR RI.
EKSPRESPOST.COM – Mengapa Krakatau Steel mengganti Direktur Utama ketika kinerja korporasi justru menunjukkan pemulihan?
Mengapa Willgo Zainar dipercaya memimpin KRAS pada fase penting transformasi dan restrukturisasi?
Mampukah mantan Komisaris Independen itu menjaga momentum pertumbuhan sekaligus menyelesaikan pekerjaan rumah keuangan dan operasional Krakatau Steel?
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau KRAS memasuki babak baru setelah RUPSLB pada Senin, (07/09/2026) menetapkan Willgo Zainar sebagai Direktur Utama.
Willgo menggantikan Muhammad Akbar Djohan, sementara Thomas Christian ditunjuk sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko menggantikan Daniel Fitzgerald Liman.
Pergantian tersebut berlangsung ketika Krakatau Steel mencatat pertumbuhan penjualan dan laba pada semester I 2026, setelah menjalankan restrukturisasi serta transformasi bisnis.
Pergantian Dirut Terjadi Saat Kinerja Krakatau Steel Menguat
Volume penjualan baja Krakatau Steel mencapai 614,26 ribu ton pada Januari-Juni 2026, meningkat 30,6 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Pendapatan usaha mencapai Dolar AS 622,74 juta atau sekitar Rp11,15 triliun, meningkat 35,1 persen secara tahunan.
Laba bruto tercatat Dolar AS 67,9 juta, sedangkan laba bersih mencapai Dolar AS 10,94 juta setelah sebelumnya membukukan rugi Dolar AS 105,38 juta.
Kinerja tersebut menunjukkan perbaikan, tetapi sebagian laba juga dipengaruhi penyelesaian kewajiban restrukturisasi dan optimalisasi aset.
KRAS mencatat keuntungan penyelesaian kewajiban dipercepat dengan keringanan utang restrukturisasi sebesar Dolar AS 27,19 juta.
Beban keuangan juga turun 32,7 persen menjadi Dolar AS 47,35 juta, sementara pendapatan divestasi entitas asosiasi dan aset keuangan mencapai Dolar AS 14,23 juta.
Danantara Menjadi Bagian Penting dalam Pemulihan Bisnis KRAS
Pemulihan Krakatau Steel tidak terlepas dari dukungan pendanaan modal kerja melalui Danantara sebagai pemegang saham Seri B.
Dana tersebut digunakan antara lain untuk mendukung kebutuhan bahan baku serta operasional fasilitas Hot Strip Mill dan Cold Rolling Mill.
Ketika masih menjadi Direktur Utama, Akbar Djohan menilai dukungan tersebut penting bagi keberlanjutan operasional dan penguatan likuiditas Krakatau Steel.
“Dukungan ini sangat penting untuk menjaga kelangsungan operasional, memperkuat likuiditas, serta mendukung implementasi program efisiensi.”
Pernyataan Akbar tersebut disampaikan dalam konteks agenda transformasi dan restrukturisasi Krakatau Steel menuju 2026.
Dengan perubahan kepemimpinan, keberlanjutan strategi tersebut kini menjadi salah satu agenda yang harus diteruskan Willgo bersama jajaran direksi baru.
Rekam Jejak Willgo Zainar Membawa Pengalaman Politik dan BUMN
Willgo sebelumnya bukan figur baru bagi Krakatau Steel karena pernah menjabat Komisaris Independen sejak Desember 2024.
Sebelum masuk ke KRAS, Willgo pernah menjadi anggota Komisi XI DPR RI periode 2014-2019 serta Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara DPR RI.
Ia kemudian berkarier di BUMN dengan menjabat Direktur Pemasaran PT PAL Indonesia periode 2021-2024 dan pernah menjadi Pelaksana Tugas Direktur Utama pada 2024.
Pengalaman tersebut membuat Willgo membawa latar belakang politik, pengawasan, pemasaran, dan manajemen BUMN ketika memasuki posisi puncak Krakatau Steel.
Susunan Baru Membawa Agenda Transformasi Krakatau Steel Berlanjut
RUPSLB juga menetapkan Hendro Martowardojo sebagai Komisaris Utama, bersama David Pajung dan Didik Hariyanto sebagai Komisaris Independen.
Setia Diarta dan Adityo Haryo Bimo ditetapkan sebagai Komisaris, sedangkan jajaran direksi lainnya tetap diisi Sidik Darusulistyo, Hernowo, dan Suryantoro Waluyo.
Manajemen menyatakan susunan baru tersebut diharapkan memperkuat transformasi dan meningkatkan kinerja operasional Krakatau Steel secara berkelanjutan.
“Dengan komposisi direksi yang semakin solid dan berpengalaman, perseroan optimistis mampu melanjutkan transformasi, meningkatkan kinerja operasional, serta memperkuat daya saing perusahaan secara berkelanjutan.”
Pernyataan manajemen KRAS tersebut menjadi gambaran arah yang hendak ditempuh setelah perubahan struktur kepemimpinan.
Kini, Willgo menghadapi tantangan menjaga peningkatan produksi, memperkuat keuangan, mengoptimalkan aset, dan memastikan restrukturisasi menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan.
Bagi Krakatau Steel, pergantian Dirut bukan sekadar perubahan jabatan, tetapi momentum untuk menguji keberlanjutan pemulihan yang mulai terlihat sepanjang 2026.****
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.
01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Willgo Zainar Jadi Dirut Krakatau Steel, Penjualan Naik dan Laba Berbalik Positif Jadi Modal…”?
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau KRAS memasuki babak baru setelah RUPSLB pada Senin, (07/09/2026) menetapkan Willgo Zainar sebagai Direktur Utama.
02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Willgo Zainar Jadi Dirut Krakatau Steel, Penjualan Naik dan Laba Berbalik Positif Jadi Modal…”?
Willgo menggantikan Muhammad Akbar Djohan, sementara Thomas Christian ditunjuk sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko menggantikan Daniel Fitzgerald Liman.
03Kapan peristiwa dalam “Willgo Zainar Jadi Dirut Krakatau Steel, Penjualan Naik dan Laba Berbalik Positif Jadi Modal…” terjadi?
Pergantian Dirut Terjadi Saat Kinerja Krakatau Steel Menguat Volume penjualan baja Krakatau Steel mencapai 614,26 ribu ton pada Januari-Juni 2026, meningkat 30,6 persen dibandingkan periode sebelumnya.
04Di mana peristiwa dalam “Willgo Zainar Jadi Dirut Krakatau Steel, Penjualan Naik dan Laba Berbalik Positif Jadi Modal…” berlangsung?
Ia kemudian berkarier di BUMN dengan menjabat Direktur Pemasaran PT PAL Indonesia periode 2021-2024 dan pernah menjadi Pelaksana Tugas Direktur Utama pada 2024.
05Mengapa perkembangan dalam “Willgo Zainar Jadi Dirut Krakatau Steel, Penjualan Naik dan Laba Berbalik Positif Jadi Modal…” terjadi?
Rekam Jejak Willgo Zainar Membawa Pengalaman Politik dan BUMN Willgo sebelumnya bukan figur baru bagi Krakatau Steel karena pernah menjabat Komisaris Independen sejak Desember 2024.
06Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Willgo Zainar Jadi Dirut Krakatau Steel, Penjualan Naik dan Laba Berbalik Positif Jadi Modal…” berlangsung?
Pendapatan usaha mencapai Dolar AS 622,74 juta atau sekitar Rp11,15 triliun, meningkat 35,1 persen secara tahunan.
07Apa dampak yang disebutkan dalam “Willgo Zainar Jadi Dirut Krakatau Steel, Penjualan Naik dan Laba Berbalik Positif Jadi Modal…”?
Ketika masih menjadi Direktur Utama, Akbar Djohan menilai dukungan tersebut penting bagi keberlanjutan operasional dan penguatan likuiditas Krakatau Steel. "Dukungan ini sangat penting untuk menjaga kelangsungan operasional, memperkuat likuiditas, serta mendukung implementasi program efisiensi.” Pernyataan Akbar tersebut disampaikan dalam konteks agenda transformasi dan restrukturisasi Krakatau Steel menuju 2026.
08Angka penting apa yang disebut dalam “Willgo Zainar Jadi Dirut Krakatau Steel, Penjualan Naik dan Laba Berbalik Positif Jadi Modal…”?
Pergantian tersebut berlangsung ketika Krakatau Steel mencatat pertumbuhan penjualan dan laba pada semester I 2026, setelah menjalankan restrukturisasi serta transformasi bisnis.
Penulis Tim EkspresPost
Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.
