Memuat tanggal... Kirim Rilis
Langsung ke konten
Selasa, 22 Sep 2026
Trending
Beranda » Ekonomi » Skema Tadpole Pinjaman Daring Dibahas DPR dan Celios, Transparansi Cicilan Jadi Kunci Perlindungan Konsumen

Skema Tadpole Pinjaman Daring Dibahas DPR dan Celios, Transparansi Cicilan Jadi Kunci Perlindungan Konsumen

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month
  • visibility 24
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Cicilan besar pada awal pinjaman dapat mengurangi dana efektif yang tersedia bagi konsumen untuk memenuhi kebutuhannya.

  2. Skema pembayaran lebih merata dinilai dapat menjadi alternatif tanpa menghilangkan kebutuhan industri mengelola risiko kredit.

  3. Konsumen perlu mendapat informasi lengkap sebelum memutuskan menerima tawaran pinjaman daring.

EKSPRESPOST.COM – Mengapa konsumen harus menerima cicilan besar di awal ketika tujuan utama pinjaman daring adalah memperoleh dana saat membutuhkan?

Apakah pembayaran besar sejak awal harus menjadi kewajiban atau seharusnya pilihan peminjam?

Bagaimana industri dapat menjaga kesehatan bisnis sekaligus memastikan konsumen memahami bunga, biaya, dan konsekuensi pinjaman?

Hak Konsumen Memilih Skema Pembayaran Jadi Sorotan Utama

Skema Tadpole menjadi perhatian karena membuat cicilan pinjaman daring lebih besar pada awal periode dan menurun setelahnya.

Direktur Ekonomi Digital Celios Nailul Huda menilai pola tersebut dapat membebani konsumen yang sedang membutuhkan dana.

“Borrower ketika meminjam ya sudah pasti karena tidak mempunyai uang di awal,” ujar Nailul Huda.

Karena itu, menurut Nailul, kemampuan membayar lebih besar pada awal periode seharusnya diberikan sebagai pilihan, bukan kewajiban.

Skema Tadpole Berbeda dengan Cicilan Merata Bagi Peminjam

Nailul memberikan ilustrasi pinjaman Rp1 juta dengan bunga Rp300 ribu yang dibayar dalam tiga kali angsuran.

Dalam skema Tadpole, pembayaran dapat dibuat Rp700 ribu pada awal periode, kemudian Rp400 ribu dan Rp200 ribu.

Pola tersebut membantu penyelenggara mempercepat pembayaran pokok, tetapi membuat beban peminjam lebih berat ketika pinjaman baru diterima.

Nailul menilai alternatifnya dapat berupa cicilan lebih merata atau mekanisme deposit yang digunakan ketika konsumen membutuhkan.

Transparansi Bunga dan Biaya Harus Mengikuti Perlindungan Konsumen

Nailul juga menekankan pentingnya transparansi bunga serta seluruh biaya pinjaman agar tidak ada komponen biaya yang tidak dipahami konsumen.

“AFPI harus searah dengan regulator. AFPI tentu tidak boleh bertindak melebihi regulator,” kata Nailul Huda.

Ia meminta konsumen memperoleh informasi jelas sekaligus hak memilih apakah akan melanjutkan atau menolak skema pinjaman yang ditawarkan.

Kebutuhan transparansi semakin relevan karena OJK mencatat total pembiayaan Pindar mencapai Rp105,14 triliun pada Juni 2026.

Pertumbuhan Industri Harus Berjalan Bersama Perlindungan Konsumen

Harris Turino menilai persoalan Tadpole berkaitan dengan perlindungan konsumen dan integritas industri jasa keuangan.

“Menurut saya persoalan ini bukan semata-mata soal pinjaman online saja, tetapi persoalan ini adalah persoalan perlindungan konsumen dan integritas dari industri jasa keuangan,” tegas Harris Turino.

OJK mencatat pembiayaan Pindar kepada UMKM mencapai Rp35,12 triliun pada Juni 2026 atau sekitar 33,41 persen dari total pembiayaan.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan pentingnya menjaga akses pembiayaan sekaligus memastikan produk tetap transparan, adil, dan mudah dipahami.

OJK juga mengimbau masyarakat menggunakan penyelenggara Pindar yang telah berizin sebagai bagian dari perlindungan konsumen.

Dengan informasi lengkap dan pilihan yang jelas, konsumen dapat menilai kemampuan membayar sebelum mengambil keputusan finansial.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Skema Tadpole Pinjaman Daring Dibahas DPR dan Celios, Transparansi Cicilan Jadi Kunci Perlindungan Konsumen”?

Hak Konsumen Memilih Skema Pembayaran Jadi Sorotan Utama Skema Tadpole menjadi perhatian karena membuat cicilan pinjaman daring lebih besar pada awal periode dan menurun setelahnya.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Skema Tadpole Pinjaman Daring Dibahas DPR dan Celios, Transparansi Cicilan Jadi Kunci Perlindungan Konsumen”?

Direktur Ekonomi Digital Celios Nailul Huda menilai pola tersebut dapat membebani konsumen yang sedang membutuhkan dana. "Borrower ketika meminjam ya sudah pasti karena tidak mempunyai uang di awal," ujar Nailul Huda.

03Kapan peristiwa dalam “Skema Tadpole Pinjaman Daring Dibahas DPR dan Celios, Transparansi Cicilan Jadi Kunci Perlindungan Konsumen” terjadi?

Kebutuhan transparansi semakin relevan karena OJK mencatat total pembiayaan Pindar mencapai Rp105,14 triliun pada Juni 2026.

04Mengapa perkembangan dalam “Skema Tadpole Pinjaman Daring Dibahas DPR dan Celios, Transparansi Cicilan Jadi Kunci Perlindungan Konsumen” terjadi?

Karena itu, menurut Nailul, kemampuan membayar lebih besar pada awal periode seharusnya diberikan sebagai pilihan, bukan kewajiban.

05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Skema Tadpole Pinjaman Daring Dibahas DPR dan Celios, Transparansi Cicilan Jadi Kunci Perlindungan Konsumen” berlangsung?

Nailul menilai alternatifnya dapat berupa cicilan lebih merata atau mekanisme deposit yang digunakan ketika konsumen membutuhkan.

06Apa dampak yang disebutkan dalam “Skema Tadpole Pinjaman Daring Dibahas DPR dan Celios, Transparansi Cicilan Jadi Kunci Perlindungan Konsumen”?

Pola tersebut membantu penyelenggara mempercepat pembayaran pokok, tetapi membuat beban peminjam lebih berat ketika pinjaman baru diterima.

07Angka penting apa yang disebut dalam “Skema Tadpole Pinjaman Daring Dibahas DPR dan Celios, Transparansi Cicilan Jadi Kunci Perlindungan Konsumen”?

OJK mencatat pembiayaan Pindar kepada UMKM mencapai Rp35,12 triliun pada Juni 2026 atau sekitar 33,41 persen dari total pembiayaan.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggaran Podcast Rp103 Miliar Belum Final, Kemenkop Jelaskan Posisi Dana dalam Rencana Anggaran 2027

    Anggaran Podcast Rp103 Miliar Belum Final, Kemenkop Jelaskan Posisi Dana dalam Rencana Anggaran 2027

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 19
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Kemenkop memberikan klarifikasi setelah Rp103 miliar disebut sebagai anggaran podcast untuk tahun 2027. 02 Ahmad Zabadi memastikan podcast hanya satu bagian dari kebutuhan komunikasi dan informasi publik Kementerian Koperasi. 03 Status Rp103 miliar masih usulan sehingga belum dapat disebut sebagai anggaran […]

  • Mengapa Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bahaya bagi Mesin Jet dan Penerbangan Komersial di Udara?

    Mengapa Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bahaya bagi Mesin Jet dan Penerbangan Komersial di Udara?

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 19
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Erupsi gunung berapi seperti Anak Krakatau baru-baru ini selalu menyajikan pemandangan spektakuler sekaligus mencekam. 02 Ketika kolom abu membumbung puluhan kilometer ke stratosfer, ancaman tak kasat mata mulai mengintai koridor penerbangan internasional. 03 Dampak debu vulkanik terhadap mesin jet pesawat komersial […]

  • Manajemen Summarecon Hormati Proses Hukum KPK Setelah Adrianto Pitojo Adhi Jadi Tersangka Kasus HGB

    Manajemen Summarecon Hormati Proses Hukum KPK Setelah Adrianto Pitojo Adhi Jadi Tersangka Kasus HGB

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 11
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Perkembangan berikutnya akan ditentukan hasil penyidikan KPK mengenai aliran dana, manfaat, serta peran pihak terkait. 02 Respons resmi manajemen menekankan penghormatan terhadap proses hukum dan kesiapan bekerja sama dengan aparat penegak hukum. 03 Kasus Dirut Summarecon menjadi sorotan setelah KPK mengungkap […]

  • Purbaya Ungkap Kepercayaan Investor Global Tetap Terjaga, Modal Asing Capai Rp140,6 Triliun Hingga Agustus 2026

    Purbaya Ungkap Kepercayaan Investor Global Tetap Terjaga, Modal Asing Capai Rp140,6 Triliun Hingga Agustus 2026

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 72
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Aliran Modal Asing Menjadi Indikator Kepercayaan Investor Global Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut aliran modal asing menjadi salah satu indikator terjaganya kepercayaan investor terhadap Indonesia. 02 EKPRESPOST.COM – Mengapa aliran modal asing Rp140,6 triliun dan yield SBN sekitar tujuh persen […]

  • Haji Isam Masuk Bayan Resources, Saham BYAN Tembus ARA, RKAB Tiga Anak Usaha Disetujui Pemerintah

    Haji Isam Masuk Bayan Resources, Saham BYAN Tembus ARA, RKAB Tiga Anak Usaha Disetujui Pemerintah

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 14
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Investor juga mencermati dampak kuota produksi terhadap volume, kinerja keuangan, dan prospek Bayan Resources. 02 Masuknya Haji Isam mengubah struktur calon pemegang saham tanpa berarti mengambil alih mayoritas BYAN. 03 Babak baru BYAN ditentukan oleh penyelesaian CSPA dan realisasi operasional setelah […]

  • Dana Asing Serbu Pasar Saham RI Rp110,9 Triliun, IHSG Punya Peluang Terbang Lebih Tinggi

    Dana Asing Serbu Pasar Saham RI Rp110,9 Triliun, IHSG Punya Peluang Terbang Lebih Tinggi

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 41
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Investor asing mencatatkan transaksi pembelian saham di BEI hingga Rp110,9 triliun, memberi peluang bagi IHSG untuk menguat lebih tinggi. 02 Saham sektor perbankan dan komoditas seperti BBRI, BBCA, BMRI, dan AMMN menjadi magnet utama perburuan dana investor global. 03 Analis menilai […]

expand_less