Memuat tanggal... Kirim Rilis
Rabu, 14 Okt 2026
Trending
Beranda » Hukum » Pemeriksaan Bos Tempo Scan Buka Pendalaman Baru KPK dalam Kasus Silmy Karim dan Dugaan Tawaran Jet Pribadi

Pemeriksaan Bos Tempo Scan Buka Pendalaman Baru KPK dalam Kasus Silmy Karim dan Dugaan Tawaran Jet Pribadi

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
  • visibility 22
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Hasil pemeriksaan dan pendalaman berikutnya akan menentukan fakta hukum terkait dugaan pemberian tersebut.

  2. KPK masih menguji bukti mengenai dugaan aliran uang dan penawaran fasilitas jet pribadi kepada Silmy Karim.

  3. Pemeriksaan bos Tempo Scan menambah perkembangan baru dalam penyidikan perkara dugaan pemerasan layanan keimigrasian.

EKSPRESPOST.COM – Seberapa jauh aliran uang dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA menyeret pihak swasta?

Mengapa KPK kini memeriksa bos Tempo Scan terkait dugaan pemberian hingga Rp500 juta?

Apakah tawaran jet pribadi kepada Silmy Karim menjadi bagian lain yang sedang ditelusuri penyidik?

KPK memperluas pendalaman perkara dugaan pemerasan pengurusan izin tinggal WNA dengan memeriksa Executive Chairman Tempo Scan Group Handojo S Muljadi.

Handojo diperiksa sebagai saksi pada Selasa, 22 September 2026, setelah sebelumnya KPK menetapkan Silmy Karim dan tujuh orang lain sebagai tersangka.

Pemeriksaan itu kemudian mengungkap materi baru berupa dugaan pemberian uang Rp50 juta hingga Rp500 juta serta penawaran fasilitas jet pribadi kepada Silmy.

Dugaan Pemberian Uang Hingga Rp500 Juta Kini Didalami KPK Bersama Tawaran Jet Pribadi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan dugaan pemberian uang tersebut menjadi bagian dari pendalaman penyidik setelah memeriksa Handojo.

“Penyidik masih terus mendalami,” ujar Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK, ketika ditanya mengenai dugaan penawaran fasilitas jet pribadi kepada Silmy.

KPK belum menyatakan bahwa uang tersebut merupakan suap atau memastikan fasilitas jet pribadi telah diterima Silmy karena proses penyidikan masih berlangsung.

Perkara Utama Berkaitan Dengan Dugaan Pungutan Pengurusan Izin Tinggal WNA

Kasus ini berawal dari OTT KPK pada Juni 2026 yang mengungkap dugaan praktik pemerasan dalam pengurusan izin tinggal WNA di lingkungan Imipas.

KPK kemudian menetapkan delapan tersangka pada 4 Juni 2026, termasuk Silmy yang pernah menjabat Dirjen Imigrasi periode 2023–2024.

Dalam konstruksi perkara, KPK menduga uang yang terkumpul selama 2022–2026 mencapai sedikitnya Rp145,5 miliar dan diterima melalui tunai, transfer, serta mekanisme layering atau perantara.

KPK Sebut Rp145,5 Miliar Dikumpulkan Dan Didistribusikan Secara Berkala

Ketua KPK Setyo Budiyanto menyatakan, “Sekurang-kurangnya nilai atau nominalnya adalah Rp145,5 miliar.”

Setyo juga menjelaskan bahwa uang tersebut kemudian dibagikan secara mingguan, termasuk kepada Silmy Karim berdasarkan konstruksi perkara yang disampaikan KPK.

“Salah satunya kepada saudara SK ini, yang diperkirakan menerima jatah sekitar Rp100 juta per minggu,” ujar Setyo Budiyanto, Ketua KPK.

Pemeriksaan Handojo Menambah Arah Baru dalam Pengembangan Kasus Silmy Karim

Handojo diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi sehingga status tersebut perlu dibedakan dari status tersangka dalam perkara yang sedang ditangani KPK.

Penyidik kini harus mengurai hubungan antara dugaan pemberian uang, penawaran jet pribadi, pihak yang menjadi perantara, serta perkara pengurusan izin tinggal WNA.

Hingga Rabu, 23 September 2026, KPK masih menyatakan pendalaman berlangsung dan belum menyampaikan kesimpulan final mengenai dugaan fasilitas jet pribadi maupun pemberian uang tersebut.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Pemeriksaan Bos Tempo Scan Buka Pendalaman Baru KPK dalam Kasus Silmy Karim dan Dugaan…”?

Handojo diperiksa sebagai saksi pada Selasa, 22 September 2026, setelah sebelumnya KPK menetapkan Silmy Karim dan tujuh orang lain sebagai tersangka.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Pemeriksaan Bos Tempo Scan Buka Pendalaman Baru KPK dalam Kasus Silmy Karim dan Dugaan…”?

Dugaan Pemberian Uang Hingga Rp500 Juta Kini Didalami KPK Bersama Tawaran Jet Pribadi Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan dugaan pemberian uang tersebut menjadi bagian dari pendalaman penyidik setelah memeriksa Handojo. “Penyidik masih terus mendalami,” ujar Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK, ketika ditanya mengenai dugaan penawaran fasilitas jet pribadi kepada Silmy.

03Kapan peristiwa dalam “Pemeriksaan Bos Tempo Scan Buka Pendalaman Baru KPK dalam Kasus Silmy Karim dan Dugaan…” terjadi?

Perkara Utama Berkaitan Dengan Dugaan Pungutan Pengurusan Izin Tinggal WNA Kasus ini berawal dari OTT KPK pada Juni 2026 yang mengungkap dugaan praktik pemerasan dalam pengurusan izin tinggal WNA di lingkungan Imipas.

04Mengapa perkembangan dalam “Pemeriksaan Bos Tempo Scan Buka Pendalaman Baru KPK dalam Kasus Silmy Karim dan Dugaan…” terjadi?

KPK belum menyatakan bahwa uang tersebut merupakan suap atau memastikan fasilitas jet pribadi telah diterima Silmy karena proses penyidikan masih berlangsung.

05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Pemeriksaan Bos Tempo Scan Buka Pendalaman Baru KPK dalam Kasus Silmy Karim dan Dugaan…” berlangsung?

Dalam konstruksi perkara, KPK menduga uang yang terkumpul selama 2022–2026 mencapai sedikitnya Rp145,5 miliar dan diterima melalui tunai, transfer, serta mekanisme layering atau perantara.

06Angka penting apa yang disebut dalam “Pemeriksaan Bos Tempo Scan Buka Pendalaman Baru KPK dalam Kasus Silmy Karim dan Dugaan…”?

KPK kemudian menetapkan delapan tersangka pada 4 Juni 2026, termasuk Silmy yang pernah menjabat Dirjen Imigrasi periode 2023–2024.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Kembali Tahan Pejabat Bea Cukai, BCW Desak Evaluasi Reformasi DJBC Menjelang Deadline September 2026

    KPK Kembali Tahan Pejabat Bea Cukai, BCW Desak Evaluasi Reformasi DJBC Menjelang Deadline September 2026

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 67
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Kasus Baru Pejabat DJBC Membuka Kembali Evaluasi Reformasi KPK menahan Kepala Kantor Bea dan Cukai Kediri Gatot Heroe Hernanda pada Rabu, (26/8/2026) dalam pengembangan perkara dugaan korupsi. 02 Apa yang sebenarnya harus berubah di Bea Cukai setelah kembali muncul kasus korupsi […]

  • Isu Pita Cukai Rokok Menyeret Nama Misbakhun, Begini Penjelasan Soal Kewenangan Bea Cukai dan Tenaga Ahli

    Isu Pita Cukai Rokok Menyeret Nama Misbakhun, Begini Penjelasan Soal Kewenangan Bea Cukai dan Tenaga Ahli

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 33
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Fokus persoalan kini berada pada pembuktian fakta, klarifikasi pihak terkait, dan kewenangan DJBC dalam investigasi. 02 Misbakhun menolak tudingan tersebut dan menyatakan tidak mempunyai kewenangan dalam pemesanan maupun investigasi pita cukai. 03 Polemik pita cukai rokok menyeret nama Mukhamad Misbakhun setelah […]

  • Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Warga Pesisir Selat Sunda Diminta Waspada Tanpa Panik dan Tetap Tenang

    Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Warga Pesisir Selat Sunda Diminta Waspada Tanpa Panik dan Tetap Tenang

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 43
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Masyarakat diminta waspada tanpa panik dan menjadikan kanal resmi pemerintah sebagai rujukan utama. 02 Pemantauan tetap diperketat karena aktivitas vulkanik, sebaran abu, kondisi laut, dan keselamatan penerbangan saling berkaitan. 03 Aktivitas terbaru Gunung Anak Krakatau belum menunjukkan indikasi tsunami berdasarkan evaluasi […]

  • Purbaya Ungkap Kepercayaan Investor Global Tetap Terjaga, Modal Asing Capai Rp140,6 Triliun Hingga Agustus 2026

    Purbaya Ungkap Kepercayaan Investor Global Tetap Terjaga, Modal Asing Capai Rp140,6 Triliun Hingga Agustus 2026

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 87
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Aliran Modal Asing Menjadi Indikator Kepercayaan Investor Global Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut aliran modal asing menjadi salah satu indikator terjaganya kepercayaan investor terhadap Indonesia. 02 EKPRESPOST.COM – Mengapa aliran modal asing Rp140,6 triliun dan yield SBN sekitar tujuh persen […]

  • PROPAMI Gelar Sarasehan Nasional Bahas Masa Depan Profesi Pasar Modal Indonesia

    PROPAMI Gelar Sarasehan Nasional Bahas Masa Depan Profesi Pasar Modal Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Telegraf – Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI) mendorong penguatan kompetensi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan untuk membangun ekosistem profesi pasar modal Indonesia yang modern, digital, dan berkelanjutan. Upaya tersebut dibahas dalam Sarasehan PROPAMI 2026 yang digelar Jumat, 7 Agustus 2026, di Le Meridien Hotel Jakarta. Mengusung tema “Kolaborasi Nasional Membangun Ekosistem Profesi Pasar Modal Indonesia […]

  • Beda Pilihan Politik Haruskah Putus Pertemanan? Gen Z Dihadapkan Dilema Cut Off

    Beda Pilihan Politik Haruskah Putus Pertemanan? Gen Z Dihadapkan Dilema Cut Off

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 77
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Beda pilihan politik tak harus berujung cut off. Gen Z perlu membedakan perbedaan pandangan dengan perilaku yang benar-benar merusak hubungan. 02 Polarisasi bisa makin tajam jika perbedaan politik dianggap sebagai konflik personal. Kondisi ini berisiko menciptakan jarak sosial dan konflik laten. […]

expand_less