Memuat tanggal... Kirim Rilis
Sabtu, 7 Nov 2026
Trending
Beranda » Hukum » Rumah Dirjen Lampri Digeledah KPK, Bukti Chat Dan Rp106,3 Miliar Jadi Kunci Pengembangan Perkara

Rumah Dirjen Lampri Digeledah KPK, Bukti Chat Dan Rp106,3 Miliar Jadi Kunci Pengembangan Perkara

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
  • visibility 43
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Penelusuran sumber, tujuan, dan penerima dana masih menjadi bagian dari proses penyidikan KPK.

  2. Nominal tersebut tidak sama dengan nilai suap HGB Summarecon yang telah diungkap dalam konstruksi awal perkara.

  3. Status Rp106,3 miliar dalam perkara ini adalah barang bukti yang diamankan KPK dalam rangkaian OTT.

EKSPRESPOST.COM – Mengapa uang Rp106,3 miliar muncul dalam perkara ATR/BPN ketika transaksi awal HGB Summarecon hanya Rp1,5 miliar?

Siapa yang diduga mengumpulkan dana dari berbagai layanan pertanahan, dan ke mana uang itu selanjutnya bergerak?

Apakah bukti elektronik dari rumah Lampri dapat membantu KPK menghubungkan transaksi-transaksi tersebut dengan penerima yang masih ditelusuri?

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN setelah menyita uang sekitar Rp106,3 miliar.

Kasus tersebut bermula dari dugaan suap pengurusan pembukaan blokir dan pemecahan HGB Summarecon di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Namun, penyidikan kemudian berkembang karena KPK menemukan dugaan penerimaan lain yang berkaitan dengan berbagai layanan pertanahan.

Rumah Lampri Menjadi Sumber Bukti Elektronik Terbaru KPK

Pada Jumat, (18/09/2026), penyidik KPK menggeledah rumah Lampri di kawasan Jatiwaringin, Kota Bekasi.

Lampri merupakan Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang ATR/BPN sekaligus salah satu tersangka dalam perkara tersebut.

Dari penggeledahan itu, penyidik menyita sejumlah dokumen serta barang bukti elektronik yang memuat petunjuk dugaan aliran uang.

“Dalam penggeledahan di wilayah Bekasi tersebut, penyidik menyita diantaranya sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik soal petunjuk dugaan aliran uang,” ujar Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK.

Bukti elektronik tersebut kini menjadi bagian dari proses penyidikan untuk mencocokkan komunikasi dengan transaksi serta dokumen yang telah diperoleh.

Temuan itu belum dapat dimaknai sebagai bukti bahwa seluruh Rp106,3 miliar mengalir kepada satu penerima tertentu.

Rp106,3 Miliar Belum Seluruhnya Terpetaka dalam Perkara

Angka Rp106,3 miliar merupakan nilai uang dan barang bukti yang disita KPK dalam rangkaian OTT serta pengembangan perkara ATR/BPN.

Sementara itu, transaksi yang telah diungkap dalam konstruksi perkara memiliki nilai berbeda dan berkaitan dengan sejumlah pihak serta layanan.

Kondisi tersebut membuat penelusuran sumber dan tujuan setiap uang menjadi bagian penting dalam penyidikan KPK.

Bukti chat dan perangkat elektronik yang ditemukan di rumah Lampri dapat membantu penyidik menguji hubungan antara komunikasi, transaksi, dan pihak-pihak yang disebut dalam perkara.

Namun, sampai Sabtu, (19/09/2026), KPK belum menyatakan seluruh aliran Rp106,3 miliar telah terpetakan hingga penerima akhirnya.

Penyidik masih mendalami asal dana, pihak yang menerima, serta keterkaitan masing-masing transaksi dengan dugaan korupsi di lingkungan ATR/BPN.

Transaksi HGB Summarecon Menjadi Pintu Masuk Perkara

Dalam konstruksi perkara KPK, pihak Summarecon diduga menyerahkan Rp1,5 miliar kepada Erwin melalui Yaser dan Rizal.

Penyerahan tersebut diduga berkaitan dengan pengurusan pembukaan blokir serta pemecahan HGB Summarecon di Kabupaten Bogor.

Erwin kemudian diduga menyerahkan Rp200 juta kepada Sontang Coin Manurung, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I.

“Selanjutnya, ERW menyerahkan sebagian dari uang tersebut yaitu senilai Rp200 juta kepada SON,” ujar Achmad Taufik Husein, Plt Direktur Penyidikan KPK.

KPK juga menyebut pihak Summarecon sebelumnya memberikan Rp300 juta kepada pihak di lingkungan ATR/BPN sebelum operasi tangkap tangan.

Rangkaian transaksi tersebut menjadi bagian awal yang kemudian membawa penyidik menelusuri dugaan penerimaan lain.

KPK Menemukan Dugaan Pengumpulan Dana dari Layanan Pertanahan

Dalam pengembangan perkara, KPK menduga terdapat penerimaan dari pengurusan HGB tanah yang dikelola PT Bela Parahyangan Investindo.

Erwin diduga menerima Rp2,1 miliar dari pengurusan tersebut dan kemudian memberikan Rp1,8 miliar kepada Arif Sugiyanto.

KPK menduga Arif berperan mengumpulkan uang dari Erwin dan Muhammad Fakhry terkait berbagai layanan pertanahan.

Layanan tersebut disebut mencakup pengurusan pada Kantor Pertanahan, Kantor Wilayah, hingga Kementerian ATR/BPN.

Dana yang dikumpulkan Arif kemudian diduga akan diserahkan kepada Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq.

Dengan konstruksi tersebut, penyidikan KPK tidak hanya berfokus pada satu transaksi HGB, tetapi juga dugaan pola penerimaan dari layanan pertanahan lainnya.

Setoran Rp10 Miliar Masih Dicari Asal dan Tujuannya

Selain transaksi yang telah disebutkan, KPK mendalami mutasi rekening Arif yang menunjukkan setoran Rp10 miliar.

Setoran tersebut tercatat pada Senin, (07/09/2026), atau beberapa hari sebelum operasi tangkap tangan KPK.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik masih menelusuri pihak yang memberikan uang tersebut.

“Ini masih kami dalami dari pihak siapa,” kata Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK.

KPK juga menduga Arif bersama Lampri menerima sekitar Rp8 miliar yang ditemukan dalam sembilan koper merah bertuliskan nama Lampri.

Selain dugaan penerimaan dari layanan pertanahan, KPK mengaitkan Arif dengan dugaan transaksi terkait rotasi, promosi, dan mutasi jabatan.

Rincian transaksi tersebut belum seluruhnya dibuka KPK karena penyidikan masih berlangsung.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Rumah Dirjen Lampri Digeledah KPK, Bukti Chat Dan Rp106,3 Miliar Jadi Kunci Pengembangan Perkara”?

Rincian transaksi tersebut belum seluruhnya dibuka KPK karena penyidikan masih berlangsung.****.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Rumah Dirjen Lampri Digeledah KPK, Bukti Chat Dan Rp106,3 Miliar Jadi Kunci Pengembangan Perkara”?

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN setelah menyita uang sekitar Rp106,3 miliar.

03Kapan peristiwa dalam “Rumah Dirjen Lampri Digeledah KPK, Bukti Chat Dan Rp106,3 Miliar Jadi Kunci Pengembangan Perkara” terjadi?

Rumah Lampri Menjadi Sumber Bukti Elektronik Terbaru KPK Pada Jumat, (18/09/2026), penyidik KPK menggeledah rumah Lampri di kawasan Jatiwaringin, Kota Bekasi.

04Di mana peristiwa dalam “Rumah Dirjen Lampri Digeledah KPK, Bukti Chat Dan Rp106,3 Miliar Jadi Kunci Pengembangan Perkara” berlangsung?

Dari penggeledahan itu, penyidik menyita sejumlah dokumen serta barang bukti elektronik yang memuat petunjuk dugaan aliran uang. “Dalam penggeledahan di wilayah Bekasi tersebut, penyidik menyita diantaranya sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik soal petunjuk dugaan aliran uang,” ujar Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK.

05Mengapa perkembangan dalam “Rumah Dirjen Lampri Digeledah KPK, Bukti Chat Dan Rp106,3 Miliar Jadi Kunci Pengembangan Perkara” terjadi?

Namun, penyidikan kemudian berkembang karena KPK menemukan dugaan penerimaan lain yang berkaitan dengan berbagai layanan pertanahan.

06Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Rumah Dirjen Lampri Digeledah KPK, Bukti Chat Dan Rp106,3 Miliar Jadi Kunci Pengembangan Perkara” berlangsung?

Bukti elektronik tersebut kini menjadi bagian dari proses penyidikan untuk mencocokkan komunikasi dengan transaksi serta dokumen yang telah diperoleh.

07Apa dampak yang disebutkan dalam “Rumah Dirjen Lampri Digeledah KPK, Bukti Chat Dan Rp106,3 Miliar Jadi Kunci Pengembangan Perkara”?

Bukti chat dan perangkat elektronik yang ditemukan di rumah Lampri dapat membantu penyidik menguji hubungan antara komunikasi, transaksi, dan pihak-pihak yang disebut dalam perkara.

08Angka penting apa yang disebut dalam “Rumah Dirjen Lampri Digeledah KPK, Bukti Chat Dan Rp106,3 Miliar Jadi Kunci Pengembangan Perkara”?

Temuan itu belum dapat dimaknai sebagai bukti bahwa seluruh Rp106,3 miliar mengalir kepada satu penerima tertentu.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sengketa Pendidikan Gibran di MK, Dalil Pemohon, Dokumen Penyetaraan, dan Agenda Sidang Berikutnya

    Sengketa Pendidikan Gibran di MK, Dalil Pemohon, Dokumen Penyetaraan, dan Agenda Sidang Berikutnya

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 43
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Perkembangan sidang akan menentukan bagaimana dalil pemohon ditanggapi dalam proses pemeriksaan MK. 02 KPU dijadwalkan memberikan jawaban, sedangkan Bawaslu dan Pihak Terkait akan menyampaikan keterangan. 03 Agenda sidang Rabu, (23/9/2026) menjadi tahapan berikutnya dalam perkara sengketa syarat pendidikan Gibran. EKSPRESPOST.COM – […]

  • Menakar 34 Agenda Transformasi Prabowo, Dari Kemandirian Pertahanan hingga Pangan, Energi dan Ekonomi

    Menakar 34 Agenda Transformasi Prabowo, Dari Kemandirian Pertahanan hingga Pangan, Energi dan Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 51
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Berbagai program masih memiliki target dan tahapan implementasi sehingga capaian perlu terus dievaluasi secara objektif. 02 Pemerintah menempatkan kemandirian ekonomi sebagai benang merah berbagai kebijakan strategis nasional. 03 Agenda transformasi Prabowo mencakup pertahanan, fiskal, pangan, energi, kesehatan, pendidikan dan ekonomi rakyat. […]

  • Press Release Korporasi Jadi Strategi Bangun Reputasi dan Perluas Jangkauan Informasi Bisnis di Media Digital

    Press Release Korporasi Jadi Strategi Bangun Reputasi dan Perluas Jangkauan Informasi Bisnis di Media Digital

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 35
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Press Release sebagai Strategi Manajemen Reputasi Publikasi press release korporasi di media ekonomi dan bisnis, dapat menjadi salah satu instrumen komunikasi strategis untuk menyampaikan informasi perusahaan kepada publik secara terstruktur dan terarah. 02 Daftar media juga dapat dilihat secara langsung melalui […]

  • Profil Nusron Wahid Disorot KPK, 4 Orang Kepercayaannya Jadi Tersangka Kasus Dugaan Suap HGB Summarecon

    Profil Nusron Wahid Disorot KPK, 4 Orang Kepercayaannya Jadi Tersangka Kasus Dugaan Suap HGB Summarecon

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 64
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Karier Nusron Berawal dari Kampus dan Dunia Jurnalistik Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid lahir di Kudus pada 12 Oktober 1973 dan menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di wilayah tersebut. 02 "KPK menduga empat dari delapan tersangka merupakan orang kepercayaan Menteri ATR/BPN […]

  • Rusal Siapkan Investasi Hilirisasi Bauksit Kalimantan, Pemerintah Tunggu FS Sebelum Buka Nilai Proyek

    Rusal Siapkan Investasi Hilirisasi Bauksit Kalimantan, Pemerintah Tunggu FS Sebelum Buka Nilai Proyek

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 73
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Perizinan proyek hilirisasi bauksit korporasi Rusia Rusal di Kalimantan disebut hampir memasuki tahap final. 02 Rusal akan mengolah bauksit menjadi alumina melalui kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha dalam negeri. 03 Nilai investasi serta mitra lokal belum diungkap karena pemerintah masih menunggu […]

  • Kasus Emas 2,2 Kg BJB Syariah Kembali Mencuat, William Gunawan Klaim Aset Dicairkan Pihak Ketiga Tanpa Persetujuan

    Kasus Emas 2,2 Kg BJB Syariah Kembali Mencuat, William Gunawan Klaim Aset Dicairkan Pihak Ketiga Tanpa Persetujuan

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 53
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 BJB Syariah mengungkap transaksi William bermula dari pembukaan rekening dan fasilitas gadai emas pada 2012. 02 William tetap menyatakan dirinya tidak menerima emas setelah proses pencairan yang disebut dilakukan kepada pihak ketiga. 03 Bank menyebut dokumen penjualan dan kuasa pelunasan menjadi […]

expand_less