Memuat tanggal... Kirim Rilis
Rabu, 14 Okt 2026
Trending
Beranda » Hukum » KPK Geledah Kantor ATR/BPN Dalam Kasus HGB Bogor, Ruang Nusron Wahid Masih Belum Disentuh

KPK Geledah Kantor ATR/BPN Dalam Kasus HGB Bogor, Ruang Nusron Wahid Masih Belum Disentuh

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
  • visibility 35
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Tahapan berikutnya akan ditentukan berdasarkan analisis barang bukti dan perkembangan penyidikan KPK.

  2. Fokus penyidik mencakup dokumen, bukti elektronik, mekanisme layanan pertanahan, dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

  3. Penggeledahan terbaru menjadi bagian penting dalam upaya KPK memperjelas alur pengurusan HGB Summarecon di Kabupaten Bogor.

EKSPRESPOST.COM – Apa yang sebenarnya dicari KPK dari tiga ruang direktur jenderal ATR/BPN setelah OTT HGB Summarecon?

Mengapa ruang Nusron Wahid belum digeledah meski empat tersangka disebut sebagai orang kepercayaannya?

Dan sejauh mana dokumen serta barang bukti elektronik terbaru dapat memperjelas dugaan penerimaan dalam perkara tersebut?

Ruang Kerja Nusron Belum Masuk Lokasi Penggeledahan

Ruang Menteri ATR/BPN Nusron Wahid belum digeledah KPK dalam kegiatan penyidikan pada Kamis tersebut.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menyatakan penyidik masih menyesuaikan lokasi penggeledahan dengan kebutuhan pembuktian perkara.

“Ya, nanti kita tunggu perkembangan dari kebutuhan penyidikan,” kata Budi Prasetyo

Pernyataan tersebut menempatkan penggeledahan sebagai bagian dari proses pencarian bukti yang masih berlangsung.

Presiden Prabowo Serahkan Penanganan Perkara Kepada Penegak Hukum

Istana menyatakan Presiden Prabowo Subianto tidak akan mencampuri proses hukum terhadap pejabat yang tersangkut perkara.

“Bapak Presiden tidak akan mau ikut campur soal begitu-begitu,” ujar Bambang Eko Suhariyanto, Wakil Menteri Sekretaris Negara.

Dengan penggeledahan terbaru, KPK kini memiliki tambahan dokumen dan bukti elektronik untuk dianalisis sebelum menentukan langkah penyidikan berikutnya.

Penggeledahan Menjadi Tahap Baru Penyidikan Perkara HGB

KPK melakukan penggeledahan di Kementerian ATR/BPN pada Kamis, (17/September/2026), setelah menetapkan delapan tersangka perkara HGB Summarecon.

Penggeledahan menyasar ruang tiga direktur jenderal dan sejumlah ruangan direktorat yang berkaitan dengan layanan pertanahan.

Tiga dirjen tersebut ialah Lampri, Virgo Eresta Jaya, dan Asnaedi, dengan Lampri telah berstatus tersangka dalam perkara.

Barang Bukti Digital dan Dokumen Akan Diuji Penyidik KPK

KPK mengamankan dokumen serta barang bukti elektronik yang berkaitan dengan proses dan mekanisme layanan di Kementerian ATR/BPN.

Bukti tersebut menjadi bahan penyidik untuk menelusuri hubungan antara proses administrasi pertanahan dan dugaan tindak pidana yang disidik.

Budi menyebut pencarian dilakukan untuk melengkapi alat bukti dan memperjelas konstruksi perkara yang bermula dari OTT.

Delapan Tersangka dan Rp106,3 Miliar Menguatkan Konteks Perkara

Perkara tersebut telah menyeret delapan tersangka, termasuk pejabat ATR/BPN, pihak swasta, serta empat orang yang disebut diduga sebagai orang kepercayaan Nusron.

Empat nama tersebut adalah Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz, Erwin, dan Muhammad Fakhry.

KPK juga menyita uang sekitar Rp106,3 miliar dalam rangkaian OTT yang berkaitan dengan dugaan pengurusan HGB tersebut.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “KPK Geledah Kantor ATR/BPN Dalam Kasus HGB Bogor, Ruang Nusron Wahid Masih Belum Disentuh”?

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menyatakan penyidik masih menyesuaikan lokasi penggeledahan dengan kebutuhan pembuktian perkara. “Ya, nanti kita tunggu perkembangan dari kebutuhan penyidikan,” kata Budi Prasetyo Pernyataan tersebut menempatkan penggeledahan sebagai bagian dari proses pencarian bukti yang masih berlangsung.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “KPK Geledah Kantor ATR/BPN Dalam Kasus HGB Bogor, Ruang Nusron Wahid Masih Belum Disentuh”?

Ruang Kerja Nusron Belum Masuk Lokasi Penggeledahan Ruang Menteri ATR/BPN Nusron Wahid belum digeledah KPK dalam kegiatan penyidikan pada Kamis tersebut.

03Kapan peristiwa dalam “KPK Geledah Kantor ATR/BPN Dalam Kasus HGB Bogor, Ruang Nusron Wahid Masih Belum Disentuh” terjadi?

Penggeledahan Menjadi Tahap Baru Penyidikan Perkara HGB KPK melakukan penggeledahan di Kementerian ATR/BPN pada Kamis, (17/September/2026), setelah menetapkan delapan tersangka perkara HGB Summarecon.

04Di mana peristiwa dalam “KPK Geledah Kantor ATR/BPN Dalam Kasus HGB Bogor, Ruang Nusron Wahid Masih Belum Disentuh” berlangsung?

Barang Bukti Digital dan Dokumen Akan Diuji Penyidik KPK KPK mengamankan dokumen serta barang bukti elektronik yang berkaitan dengan proses dan mekanisme layanan di Kementerian ATR/BPN.

05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “KPK Geledah Kantor ATR/BPN Dalam Kasus HGB Bogor, Ruang Nusron Wahid Masih Belum Disentuh” berlangsung?

Presiden Prabowo Serahkan Penanganan Perkara Kepada Penegak Hukum Istana menyatakan Presiden Prabowo Subianto tidak akan mencampuri proses hukum terhadap pejabat yang tersangkut perkara. “Bapak Presiden tidak akan mau ikut campur soal begitu-begitu,” ujar Bambang Eko Suhariyanto, Wakil Menteri Sekretaris Negara.

06Angka penting apa yang disebut dalam “KPK Geledah Kantor ATR/BPN Dalam Kasus HGB Bogor, Ruang Nusron Wahid Masih Belum Disentuh”?

KPK juga menyita uang sekitar Rp106,3 miliar dalam rangkaian OTT yang berkaitan dengan dugaan pengurusan HGB tersebut.****.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekspres TV: Presiden Prabowo Tinjau Pengungsi Gempa Nagekeo dan Pastikan Bantuan

    Ekspres TV: Presiden Prabowo Tinjau Pengungsi Gempa Nagekeo dan Pastikan Bantuan

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Presiden Prabowo tinjau pengungsi gempa Nagekeo di NTT, menyampaikan duka cita, serta memastikan penyaluran bantuan logistik dan fasilitas kesehatan.

  • Purbaya Yudhi Sadewa Digantikan Suahasil Nazara, Isu Internal Kemenkeu dan Bea Cukai Mendapat Bantahan

    Purbaya Yudhi Sadewa Digantikan Suahasil Nazara, Isu Internal Kemenkeu dan Bea Cukai Mendapat Bantahan

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 64
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Perhatian kini beralih kepada kepemimpinan Suahasil dan kesinambungan pengelolaan keuangan negara. 02 Isu masalah internal Kemenkeu muncul setelah pergantian, tetapi belum memperoleh konfirmasi resmi sebagai penyebab perubahan Menkeu. 03 Pergantian Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara berlangsung cepat melalui pelantikan dan […]

  • Presiden Prabowo Ungkap Pendapatan Danantara Naik 400 Persen, Audit Resmi Disiapkan

    Presiden Prabowo Ungkap Pendapatan Danantara Naik 400 Persen, Audit Resmi Disiapkan

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Presiden Prabowo ungkap pendapatan Danantara naik 400 persen dalam setahun. Laporan keuangan konsolidasi akan diaudit BPK untuk jamin transparansi.

  • Sepuluh Hari Pencarian KM Arupadatu I Berakhir, Hinga Kini Lima Jurnalis dan Tiga Awak Belum Ditemukan

    Sepuluh Hari Pencarian KM Arupadatu I Berakhir, Hinga Kini Lima Jurnalis dan Tiga Awak Belum Ditemukan

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 29
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Pencarian kini memasuki fase pemantauan sambil menunggu hasil identifikasi dan informasi baru yang dapat diverifikasi. 02 Hingga hari terakhir, belum ditemukan objek yang dapat mengonfirmasi posisi kapal atau delapan orang di dalamnya. 03 Hilangnya KM Arupadatu I menjadi perhatian setelah kapal […]

  • Bayan Resources BYAN Ungkap Dampak Material RKAB 2026 Terhadap Kelangsungan Operasional Korporasi

    Bayan Resources BYAN Ungkap Dampak Material RKAB 2026 Terhadap Kelangsungan Operasional Korporasi

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 26
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 BYAN menghadapi risiko ketidakpastian produksi ketika persetujuan perubahan RKAB 2026 belum diterbitkan pemerintah. 02 Konsekuensi RKAB dapat merambat pada kemampuan memenuhi kontrak, produksi, penjualan, serta kesinambungan operasional. 03 nvestor perlu mencermati perkembangan persetujuan RKAB dan dampaknya terhadap kegiatan usaha Bayan Resources. […]

  • PWI dan AFPI Perkuat Literasi Pindar, Pers Didorong Jadi Garda Terdepan Edukasi Publik Lawan Pinjol Ilegal

    PWI dan AFPI Perkuat Literasi Pindar, Pers Didorong Jadi Garda Terdepan Edukasi Publik Lawan Pinjol Ilegal

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 25
    • 0Komentar

    JAKARTA, eksprespost.com/ – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggelar Workshop Jurnalistik bertajuk "Pindar untuk Inklusi Keuangan, Jurnalisme Berkualitas untuk Perlindungan Masyarakat". Kegiatan ini sebagai upaya memperkuat literasi keuangan digital serta meningkatkan kapasitas insan pers dalam mengedukasi masyarakat mengenai Pendanaan Daring (Pindar) yang legal dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan […]

expand_less