Memuat tanggal... Kirim Rilis
Headline
Trending
Beranda » Nusantara » Ketua Umum PBNU Gus Kikin Bantah Isu Nahdlatul Ulama Dijadikan Tunggangan Politik

Ketua Umum PBNU Gus Kikin Bantah Isu Nahdlatul Ulama Dijadikan Tunggangan Politik

  • account_circle Idris Daulat
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
  • visibility 24
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama terpilih periode 2026-2030, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, dengan tegas membantah isu yang menyebutkan bahwa organisasi Islam tersebut berpotensi menjadi tunggangan kepentingan politik saat memberikan tanggapan di Jombang pada Senin, 31 Agustus 2026.

  2. Gus Kikin menjelaskan bahwa Nahdlatul Ulama memiliki metodologi atau manhaj dalam buku panduan yang berfungsi sebagai kompas organisasi untuk dijalankan secara konsisten sehingga arah perjalanan organisasi tidak semestinya ditentukan oleh kepentingan politik praktis dari pihak mana pun.

  3. Sebagai organisasi yang menaungi masyarakat dengan latar belakang serta pilihan yang beragam, Gus Kikin memandang keterbukaan dan kebersamaan sebagai elemen krusial yang harus dikedepankan melalui langkah proaktif merangkul seluruh elemen masyarakat agar organisasi tetap mampu menjalankan fungsi sosialnya secara luas.

EKSPRESPOST.COM – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih periode 2026-2030, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, dengan tegas membantah isu yang menyebutkan bahwa organisasi Islam tersebut berpotensi menjadi tunggangan kepentingan politik.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Kikin di Jombang pada Senin, 31 Agustus 2026, sebagai tanggapan atas sorotan publik mengenai hubungan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia itu dengan dinamika politik praktis.

Gus Kikin PBNU: Manhaj Sebagai Kompas Organisasi

Menurut Gus Kikin, organisasi Nahdlatul Ulama memiliki arah dan pedoman yang jelas dalam menjalankan seluruh agenda organisasinya. Ia menjelaskan bahwa NU dibekali metodologi atau manhaj yang berfungsi sebagai kompas bagi para pengurus dan warganya.

Dengan adanya pedoman tersebut, Gus Kikin menilai bahwa arah perjalanan organisasi tidak semestinya ditentukan oleh kepentingan politik praktis dari pihak mana pun. Ia menekankan bahwa manhaj yang tertuang dalam buku panduan harus dijalankan secara konsisten dalam menghadapi berbagai dinamika.

“Kita tegaskan, kita punya track, kita punya kompas, kita itu punya manhaj. Ada di buku itu, manhaj itu yang perlu dijalankan,” ujar Gus Kikin menjelaskan komitmen organisasi.

Menjaga Karakter Kebersamaan Umat

Sebagai organisasi yang menaungi masyarakat dengan latar belakang serta pilihan yang beragam, Gus Kikin memandang keterbukaan dan kebersamaan sebagai elemen krusial yang harus terus dikedepankan oleh seluruh jajaran pengurus.

Ia juga menekankan pentingnya langkah proaktif untuk merangkul seluruh elemen masyarakat. Sikap inklusif ini dinilai sangat diperlukan agar organisasi tidak terjebak dalam kepentingan kelompok tertentu dan tetap mampu menjalankan fungsi sosialnya secara luas.

Sorotan terhadap hubungan antara NU dan dunia politik sendiri kerap mengemuka mengingat basis warga organisasi ini tersebar sangat luas dan memiliki pengaruh sosial yang kuat di tengah masyarakat Indonesia.

Meski kedekatan sejumlah tokoh dengan dunia politik sering memicu perdebatan mengenai batas antara peran keumatan dan kepentingan politik, kepemimpinan PBNU memastikan bahwa organisasi tetap berpegang teguh pada pedoman internalnya.

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa fakta paling penting dari “Ketua Umum PBNU Gus Kikin Bantah Isu Nahdlatul Ulama Dijadikan Tunggangan Politik” yang perlu diketahui pembaca?

Ia menjelaskan bahwa NU dibekali metodologi atau manhaj yang berfungsi sebagai kompas bagi para pengurus dan warganya.

02Siapa pihak utama di balik peristiwa dalam “Ketua Umum PBNU Gus Kikin Bantah Isu Nahdlatul Ulama Dijadikan Tunggangan Politik”, dan apa perannya?

EKSPRESPOST.COM - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih periode 2026-2030, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, dengan tegas membantah isu yang menyebutkan bahwa organisasi Islam tersebut berpotensi menjadi tunggangan kepentingan politik.

03Kapan peristiwa penting dalam “Ketua Umum PBNU Gus Kikin Bantah Isu Nahdlatul Ulama Dijadikan Tunggangan Politik” terjadi atau dijadwalkan?

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Kikin di Jombang pada Senin, 31 Agustus 2026, sebagai tanggapan atas sorotan publik mengenai hubungan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia itu dengan dinamika politik praktis.

04Mengapa perkembangan dalam “Ketua Umum PBNU Gus Kikin Bantah Isu Nahdlatul Ulama Dijadikan Tunggangan Politik” terjadi dan apa alasan yang disebutkan?

Sikap inklusif ini dinilai sangat diperlukan agar organisasi tidak terjebak dalam kepentingan kelompok tertentu dan tetap mampu menjalankan fungsi sosialnya secara luas.

05Bagaimana peristiwa atau proses dalam “Ketua Umum PBNU Gus Kikin Bantah Isu Nahdlatul Ulama Dijadikan Tunggangan Politik” berlangsung?

Ia menekankan bahwa manhaj yang tertuang dalam buku panduan harus dijalankan secara konsisten dalam menghadapi berbagai dinamika. "Kita tegaskan, kita punya track, kita punya kompas, kita itu punya manhaj.

06Apa dampak utama “Ketua Umum PBNU Gus Kikin Bantah Isu Nahdlatul Ulama Dijadikan Tunggangan Politik” bagi publik atau pihak terkait?

Gus Kikin PBNU: Manhaj Sebagai Kompas Organisasi Menurut Gus Kikin, organisasi Nahdlatul Ulama memiliki arah dan pedoman yang jelas dalam menjalankan seluruh agenda organisasinya.

07Berapa angka penting dalam “Ketua Umum PBNU Gus Kikin Bantah Isu Nahdlatul Ulama Dijadikan Tunggangan Politik” yang membantu memahami skala peristiwa?

Dengan adanya pedoman tersebut, Gus Kikin menilai bahwa arah perjalanan organisasi tidak semestinya ditentukan oleh kepentingan politik praktis dari pihak mana pun.

08Apa konteks penting dari “Ketua Umum PBNU Gus Kikin Bantah Isu Nahdlatul Ulama Dijadikan Tunggangan Politik” yang perlu dipahami pembaca?

Ada di buku itu, manhaj itu yang perlu dijalankan," ujar Gus Kikin menjelaskan komitmen organisasi.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Building Media, Narrative & Digital Authority Multi-platform media ecosystem SEO • GEO • AI Search Visibility 📍 Kawat Berita Indonesian - KBI | Hallo Network | AMDI | Matra Magazine | Eksekutif Magazine

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing Pangan Nasional

    Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing Pangan Nasional

    • calendar_month 1 jam yang lalu
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 4
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Pemerintah menempatkan persoalan biaya pangan dalam konteks lebih luas, termasuk daya saing, ekonomi, dan ketahanan negara. 02 Biaya produksi Thailand dan Vietnam disebut sekitar Rp3.800 per kilogram, menciptakan kesenjangan yang menjadi perhatian pemerintah. 03 Menko Pangan Zulkifli Hasan menyebut biaya produksi […]

  • KPK Geledah Korporasi Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Wajib Pajak dalam Pemeriksaan Jadi Sorotan

    KPK Geledah Korporasi Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Wajib Pajak dalam Pemeriksaan Jadi Sorotan

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 12
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Dalam pengembangan perkara, KPK menyita 680 ribu Dolar AS dari sejumlah lokasi maupun pengembalian saksi. 02 Penyidik juga menyita 1,3 kilogram emas dan Rp100 juta dalam pengembangan kasus tersebut. 03 Barang bukti itu menjadi bagian dari penelusuran dugaan korupsi di KPP […]

  • Dana Asing Serbu Pasar Saham RI Rp110,9 Triliun, IHSG Punya Peluang Terbang Lebih Tinggi

    Dana Asing Serbu Pasar Saham RI Rp110,9 Triliun, IHSG Punya Peluang Terbang Lebih Tinggi

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 26
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Investor asing mencatatkan transaksi pembelian saham di BEI hingga Rp110,9 triliun, memberi peluang bagi IHSG untuk menguat lebih tinggi. 02 Saham sektor perbankan dan komoditas seperti BBRI, BBCA, BMRI, dan AMMN menjadi magnet utama perburuan dana investor global. 03 Analis menilai […]

  • Nikita Mirzani Menang Banding Lawan Reza Gladys, Putusan PN Jakarta Selatan Dibatalkan

    Nikita Mirzani Menang Banding Lawan Reza Gladys, Putusan PN Jakarta Selatan Dibatalkan

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 26
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Pengadilan Tinggi Jakarta membatalkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam… 02 Pada tingkat pertama, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Juni 2026 menolak gugatan… 03 Putusan Banding Disebut Bisa Pengaruhi PK Nikita Mirzani Selain perkara perdata EKSPRESPOST.COM – Nikita Mirzani mencatat kemenangan […]

  • Ekspres TV: Presiden Prabowo Tinjau Pengungsi Gempa Nagekeo dan Pastikan Bantuan

    Ekspres TV: Presiden Prabowo Tinjau Pengungsi Gempa Nagekeo dan Pastikan Bantuan

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Presiden Prabowo tinjau pengungsi gempa Nagekeo di NTT, menyampaikan duka cita, serta memastikan penyaluran bantuan logistik dan fasilitas kesehatan.

  • Setelah Dua Kali Jadi yang Terbaik di Dunia, The GlenAllachie Akhirnya Menginjakkan Kaki di Indonesia

    Setelah Dua Kali Jadi yang Terbaik di Dunia, The GlenAllachie Akhirnya Menginjakkan Kaki di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Telegraf — Ada peluncuran produk yang datang dan pergi tanpa banyak orang mengingatnya. Tapi ada juga yang terasa seperti kedatangan seseorang yang sudah lama ditunggu, meski belum pernah bertemu sebelumnya. Malam itu di The Concierge Bar, Jakarta, suasananya lebih dekat pada yang kedua. The GlenAllachie, single malt Scotch whisky independen dari Speyside yang dua kali […]

expand_less