Memuat tanggal... Kirim Rilis
Sabtu, 24 Okt 2026
Trending
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Bisnis » Impor Kedelai Masih Diperlukan, Menko Zulhas Ungkap Alasan Harga Produksi Lokal Sulit Bersaing Secara Global

Impor Kedelai Masih Diperlukan, Menko Zulhas Ungkap Alasan Harga Produksi Lokal Sulit Bersaing Secara Global

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 42
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Kedelai Menjadi Salah Satu Pekerjaan Rumah Swasembada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan Indonesia masih mengandalkan impor kedelai untuk memenuhi kebutuhan nasional.

  2. Untuk kedelai, Zulhas menyebut Indonesia mengimpor sekitar empat juta dalam konteks kebutuhan yang disampaikannya.

  3. Pemerintah pada Juni 2026 juga telah menyiapkan subsidi kedelai Rp2.000 per kilogram untuk tahap awal sekitar 250.000 ton melalui Bulog.

  4. Ketergantungan tersebut menjadi tantangan tersendiri ketika pemerintah tengah mendorong swasembada pangan sebagai agenda strategis.

  5. Sementara itu, produktivitas kedelai di luar negeri dapat mencapai hingga sepuluh ton per hektare.

EKSPRESPOST.COM – Mengapa pemerintah tidak langsung mengejar swasembada kedelai meski Indonesia memiliki lahan pertanian dan pengalaman menanam komoditas tersebut?

Apa yang membuat kedelai menjadi salah satu komoditas paling sulit dilepaskan dari ketergantungan impor?

Dan apakah peningkatan produktivitas menjadi kunci agar swasembada kedelai tidak berujung pada lonjakan harga pangan?

Kedelai Menjadi Salah Satu Pekerjaan Rumah Swasembada

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan Indonesia masih mengandalkan impor kedelai untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Padahal, menurut Zulhas, Indonesia pernah berada dalam kondisi tidak perlu mengimpor kedelai.

“Kedelai itu kita pernah memang enggak impor. Saya dulu masih kecil menanam kedelai,” ujar Zulhas.

Ia mengatakan perubahan terjadi setelah negara-negara maju mengembangkan teknologi pertanian yang meningkatkan produktivitas kedelai.

Zulhas menyampaikan penjelasan tersebut dalam Peluncuran Buku Pangan Indonesia di JCC Senayan, Jakarta, Jumat, (04/09/2026).

Ketergantungan tersebut menjadi tantangan tersendiri ketika pemerintah tengah mendorong swasembada pangan sebagai agenda strategis.

Teknologi Pertanian Menjadi Pembeda Produktivitas Kedelai

Menurut Zulhas, salah satu titik balik persaingan kedelai terjadi ketika negara maju mengembangkan rekayasa genetika.

“Kita mulai kalah setelah negara-negara maju mengembangkan apa namanya tuh rekayasa genetik,” kata Zulhas.

Ia menyebut produktivitas bibit lokal Indonesia rata-rata hanya sekitar satu ton kedelai per hektare.

Sementara itu, produktivitas kedelai di luar negeri dapat mencapai hingga sepuluh ton per hektare.

“Kita tanam kedelai di sini, dengan bibit kita itu 1 hektar, 1 ton,” ujar Zulhas.

Perbedaan produktivitas tersebut membuat produksi domestik menghadapi tekanan biaya ketika harus bersaing dengan kedelai dari luar negeri.

Pemerintah Menghindari Risiko Harga Pangan Terlalu Tinggi

Zulhas mengatakan pemerintah harus memperhitungkan kemampuan masyarakat membeli pangan ketika menentukan strategi produksi domestik.

Menurutnya, penggunaan bibit lokal dengan produktivitas rendah berpotensi membuat harga kedelai domestik tiga hingga empat kali lebih tinggi.

“Jadi kalau kita tanam kedelai kita itu, harga kita bisa 3-4 kali lipat,” ujar Zulhas.

Ia menilai kondisi tersebut tidak realistis jika membuat masyarakat kehilangan kemampuan membeli produk pangan berbahan kedelai.

“Enggak makan tempe kita kalau begitu,” imbuhnya.

Pemerintah pada Juni 2026 juga telah menyiapkan subsidi kedelai Rp2.000 per kilogram untuk tahap awal sekitar 250.000 ton melalui Bulog.

Swasembada Pangan Diprioritaskan Berdasarkan Kemampuan Produksi

Zulhas menjelaskan pemerintah memilih pendekatan bertahap untuk mengurangi ketergantungan impor pangan.

Beras dan jagung menjadi prioritas sebelum kebijakan diperluas kepada gula, garam, ikan, serta komoditas lainnya.

Strategi tersebut sejalan dengan capaian pemerintah yang sebelumnya melaporkan surplus beras serta swasembada jagung dan garam konsumsi.

Pada awal 2026, pemerintah juga menyatakan produksi pangan strategis akan terus ditingkatkan setelah target swasembada beras tercapai.

Dengan strategi bertahap, pemerintah dapat mengarahkan sumber daya kepada komoditas yang paling siap terlebih dahulu.

Ketergantungan Impor Masih Menjadi Tantangan Pemerintah

Zulhas menggambarkan besarnya ketergantungan Indonesia terhadap impor melalui sejumlah komoditas pangan.

“Hampir semua makan kita ini impor kita ini,” kata Zulhas.

Ia menyebut impor beras Indonesia mencapai 4,5 juta ton pada 2024 dan kebutuhan daging sapi sekitar satu juta ekor per tahun.

Untuk kedelai, Zulhas menyebut Indonesia mengimpor sekitar empat juta dalam konteks kebutuhan yang disampaikannya.

Data tersebut memperlihatkan bahwa swasembada pangan membutuhkan proses panjang, bukan sekadar menghentikan impor.

Tantangan kedelai khususnya terletak pada peningkatan produktivitas, teknologi benih, efisiensi biaya, dan kemampuan menjaga harga tetap terjangkau.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Impor Kedelai Masih Diperlukan, Menko Zulhas Ungkap Alasan Harga Produksi Lokal Sulit Bersaing Secara…”?

Ia mengatakan perubahan terjadi setelah negara-negara maju mengembangkan teknologi pertanian yang meningkatkan produktivitas kedelai.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Impor Kedelai Masih Diperlukan, Menko Zulhas Ungkap Alasan Harga Produksi Lokal Sulit Bersaing Secara…”?

Kedelai Menjadi Salah Satu Pekerjaan Rumah Swasembada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan Indonesia masih mengandalkan impor kedelai untuk memenuhi kebutuhan nasional.

03Kapan peristiwa dalam “Impor Kedelai Masih Diperlukan, Menko Zulhas Ungkap Alasan Harga Produksi Lokal Sulit Bersaing Secara…” terjadi?

Zulhas menyampaikan penjelasan tersebut dalam Peluncuran Buku Pangan Indonesia di JCC Senayan, Jakarta, Jumat, (04/09/2026).

04Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Impor Kedelai Masih Diperlukan, Menko Zulhas Ungkap Alasan Harga Produksi Lokal Sulit Bersaing Secara…” berlangsung?

Pemerintah Menghindari Risiko Harga Pangan Terlalu Tinggi Zulhas mengatakan pemerintah harus memperhitungkan kemampuan masyarakat membeli pangan ketika menentukan strategi produksi domestik.

05Apa dampak yang disebutkan dalam “Impor Kedelai Masih Diperlukan, Menko Zulhas Ungkap Alasan Harga Produksi Lokal Sulit Bersaing Secara…”?

Ketergantungan tersebut menjadi tantangan tersendiri ketika pemerintah tengah mendorong swasembada pangan sebagai agenda strategis.

06Angka penting apa yang disebut dalam “Impor Kedelai Masih Diperlukan, Menko Zulhas Ungkap Alasan Harga Produksi Lokal Sulit Bersaing Secara…”?

Sementara itu, produktivitas kedelai di luar negeri dapat mencapai hingga sepuluh ton per hektare. "Kita tanam kedelai di sini, dengan bibit kita itu 1 hektar, 1 ton," ujar Zulhas.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akses Data Kripto DJP Semakin Terstruktur, SE-9/PJ/2026 Atur Permintaan Informasi dari PJAK Pelapor CARF

    Akses Data Kripto DJP Semakin Terstruktur, SE-9/PJ/2026 Atur Permintaan Informasi dari PJAK Pelapor CARF

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 70
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 SE-9/PJ/2026 memperjelas akses data sekaligus menekankan pentingnya perlindungan informasi keuangan. 02 Informasi yang diterima DJP dari PJAK Pelapor CARF wajib dijaga kerahasiaannya sesuai ketentuan perpajakan. 03 Pengelolaan data juga harus mengikuti standar pengamanan serta ketentuan dalam perjanjian internasional. EKSPRESPOST.COM – Mengapa […]

  • Nusron Wahid Belum Tersangka, KPK Dalami 4 Orang Kepercayaan dan Aliran Uang Rp106,3 Miliar Kasus HGB

    Nusron Wahid Belum Tersangka, KPK Dalami 4 Orang Kepercayaan dan Aliran Uang Rp106,3 Miliar Kasus HGB

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 67
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Perkembangan status perkara tetap bergantung pada hasil penyidikan dan kecukupan alat bukti KPK. 02 Empat orang yang disebut orang kepercayaan Nusron sudah berstatus tersangka, tetapi Nusron belum tersangka. 03 Penyidikan KPK kini mencakup aliran dana, struktur komunikasi, pihak swasta, dan dugaan […]

  • Profil Adrianto Pitojo Adhi Terjaring OTT KPK, Fakta HGB Bogor, Summarecon dan Pergerakan Saham SMRA

    Profil Adrianto Pitojo Adhi Terjaring OTT KPK, Fakta HGB Bogor, Summarecon dan Pergerakan Saham SMRA

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 34
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status pihak-pihak yang diamankan dalam OTT sesuai ketentuan hukum acara pidana. 02 Hingga pemeriksaan selesai, Adrianto berstatus sebagai pihak yang diamankan dan belum dapat disebut bersalah. 03 Penetapan status hukum, aliran uang, […]

  • SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup

    SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 171
    • 0Komentar

    SapuLangit Media Center memperluas ekosistem media digital dengan meluncurkan lima media baru yang diarahkan pada bidang kesehatan, pariwisata, dan lingkungan hidup.

  • Jejak Kasus INRU Selama 17 Tahun, Dari Dugaan Under-Invoicing Hingga Jadu Tersangka Korporasi Kejaksaan Agung

    Jejak Kasus INRU Selama 17 Tahun, Dari Dugaan Under-Invoicing Hingga Jadu Tersangka Korporasi Kejaksaan Agung

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 39
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Kejagung menetapkan PT Toba Pulp Lestari Tbk atau INRU sebagai tersangka korporasi dalam dugaan korupsi ekspor periode 2008-2025. 02 Penyidik menduga transfer pricing dan under-invoicing dilakukan melalui manipulasi transaksi pulp, dengan estimasi kerugian negara sekitar Rp2 triliun. 03 INRU menyatakan menghormati […]

  • Kacang Tanah India Masuk Melalui Dumai, 49,85 Ton Diamankan Polda Metro Sebelum Siap Diedarkan di Jakarta

    Kacang Tanah India Masuk Melalui Dumai, 49,85 Ton Diamankan Polda Metro Sebelum Siap Diedarkan di Jakarta

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 35
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Kasus bermula dari informasi dugaan impor ilegal kacang tanah yang kemudian ditindaklanjuti melalui penyelidikan Polda Metro Jaya. 02 Dari Dumai, komoditas tersebut dibawa menuju gudang di Jalan Kertajaya Raya, Penjaringan, Jakarta Utara. 03 Polisi kini berfokus mengurai siapa yang mengendalikan pemasukan, […]

expand_less