Memuat tanggal... Kirim Rilis
Selasa, 6 Okt 2026
Trending
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Bisnis » Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

  • account_circle Idris Daulat
  • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
  • visibility 35
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK yang juga Ketua Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS), Dian Ediana Rae, menegaskan OJK akan terus memperkuat…

EKSPRESPOST.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) 2025 yang menggambarkan perkembangan industri keuangan syariah nasional sepanjang tahun lalu.

Mengusung tema “Penguatan Daya Saing Industri Keuangan Syariah dalam Mendukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional”, laporan tersebut menjadi acuan strategis bagi regulator dan pelaku industri dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan industri keuangan syariah terus menunjukkan perkembangan positif, baik dari sisi pertumbuhan maupun kualitas industri.

“Sejalan dengan implementasi berbagai arah kebijakan yang telah ditetapkan, industri keuangan syariah nasional terus melangkah ke arah yang lebih baik, tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga semakin meningkat dari sisi kualitas dan daya saing. Pencapaian ini perlu terus dijaga untuk memastikan sektor jasa keuangan tetap stabil di tengah tingginya ketidakpastian perekonomian global,” kata Friderica dalam keterangan resmi, Kamis (6/8/2026).

Dalam laporan tersebut, total aset industri keuangan syariah nasional pada 2025 mencapai Rp3.131,02 triliun, meningkat 8,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kontributor terbesar berasal dari sektor perbankan syariah yang membukukan aset Rp1.067,73 triliun, tumbuh 8,92 persen secara tahunan.

Sementara itu, aset pasar modal syariah di luar kapitalisasi saham syariah mencapai Rp1.875,25 triliun, atau meningkat 8,18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) syariah, aset perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun syariah tercatat Rp74,27 triliun, tumbuh 10,59 persen. Adapun aset lembaga pembiayaan, modal ventura, lembaga keuangan mikro, dan lembaga jasa keuangan lainnya mencapai Rp124,51 triliun, naik 10,29 persen.

OJK menilai pencapaian tersebut tidak terlepas dari tetap terjaganya fundamental ekonomi Indonesia. Sepanjang 2025, ekonomi nasional tumbuh 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya sebesar 5,03 persen, sehingga memberikan ruang bagi industri keuangan syariah untuk terus berkembang.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK yang juga Ketua Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS), Dian Ediana Rae, menegaskan OJK akan terus memperkuat pengembangan industri melalui regulasi yang adaptif dan kolaborasi lintas sektor.

Menurut Dian, pembentukan KPKS pada Juni 2025 menjadi langkah strategis untuk mempercepat koordinasi antarpemangku kepentingan, memperkuat sinkronisasi kebijakan, serta meningkatkan daya saing industri keuangan syariah nasional.

“KPKS menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi, mempercepat pertukaran informasi, serta mendorong penyusunan kebijakan yang lebih terintegrasi. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat daya saing industri keuangan syariah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan,” ujar Dian.

Melalui penerbitan LPKSI 2025, OJK berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari regulator, pelaku industri, akademisi, investor, hingga masyarakat, memiliki referensi yang komprehensif mengenai perkembangan, tantangan, dan prospek industri keuangan syariah.

Ke depan, OJK menegaskan akan terus memperkuat sinergi untuk membangun ekosistem keuangan syariah yang lebih inklusif, inovatif, dan berdaya saing guna mendukung target Indonesia menjadi salah satu pusat keuangan syariah dunia.

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa fakta paling penting dari “Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah” yang perlu diketahui pembaca?

EKSPRESPOST.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) 2025 yang menggambarkan perkembangan industri keuangan syariah nasional sepanjang tahun lalu.

02Siapa pihak utama di balik peristiwa dalam “Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah”, dan apa perannya?

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan industri keuangan syariah terus menunjukkan perkembangan positif, baik dari sisi pertumbuhan maupun kualitas industri. "Sejalan dengan implementasi berbagai arah kebijakan yang telah ditetapkan, industri keuangan syariah nasional terus melangkah ke arah yang lebih baik, tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga semakin meningkat dari sisi kualitas dan daya saing.

03Kapan peristiwa penting dalam “Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah” terjadi atau dijadwalkan?

Pencapaian ini perlu terus dijaga untuk memastikan sektor jasa keuangan tetap stabil di tengah tingginya ketidakpastian perekonomian global," kata Friderica dalam keterangan resmi, Kamis (6/8/2026).

04Mengapa perkembangan dalam “Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah” terjadi dan apa alasan yang disebutkan?

Menurut Dian, pembentukan KPKS pada Juni 2025 menjadi langkah strategis untuk mempercepat koordinasi antarpemangku kepentingan, memperkuat sinkronisasi kebijakan, serta meningkatkan daya saing industri keuangan syariah nasional. "KPKS menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi, mempercepat pertukaran informasi, serta mendorong penyusunan kebijakan yang lebih terintegrasi.

05Bagaimana peristiwa atau proses dalam “Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah” berlangsung?

Kontributor terbesar berasal dari sektor perbankan syariah yang membukukan aset Rp1.067,73 triliun, tumbuh 8,92 persen secara tahunan.

06Apa dampak utama “Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah” bagi publik atau pihak terkait?

Mengusung tema "Penguatan Daya Saing Industri Keuangan Syariah dalam Mendukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional", laporan tersebut menjadi acuan strategis bagi regulator dan pelaku industri dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

07Berapa angka penting dalam “Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah” yang membantu memahami skala peristiwa?

Dalam laporan tersebut, total aset industri keuangan syariah nasional pada 2025 mencapai Rp3.131,02 triliun, meningkat 8,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

08Apa konteks penting dari “Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah” yang perlu dipahami pembaca?

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK yang juga Ketua Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS), Dian Ediana Rae, menegaskan OJK akan terus memperkuat pengembangan industri melalui regulasi yang adaptif dan kolaborasi lintas sektor.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Building Media, Narrative & Digital Authority Multi-platform media ecosystem SEO • GEO • AI Search Visibility 📍 Kawat Berita Indonesian - KBI | Hallo Network | AMDI | Matra Magazine | Eksekutif Magazine

Rekomendasi Untuk Anda

  • Willgo Zainar Jadi Dirut Krakatau Steel, Penjualan Naik dan Laba Berbalik Positif Jadi Modal Kepemimpinan Baru

    Willgo Zainar Jadi Dirut Krakatau Steel, Penjualan Naik dan Laba Berbalik Positif Jadi Modal Kepemimpinan Baru

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 36
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Rekam jejak Willgo mencakup pengalaman politik, pengawasan keuangan negara, pemasaran, dan manajemen BUMN. 02 Willgo pernah menjadi anggota Komisi XI DPR RI periode 2014-2019 dari Fraksi Gerindra. 03 Ia juga pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara DPR RI. […]

  • MBG Capai Realisasi Anggaran Rp139,77 Triliun, BGN Jelaskan Target Penerima dan Pembenahan Tata Kelola

    MBG Capai Realisasi Anggaran Rp139,77 Triliun, BGN Jelaskan Target Penerima dan Pembenahan Tata Kelola

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 26
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Perkembangan berikutnya akan menunjukkan bagaimana sisa anggaran digunakan dalam keberlanjutan program MBG. 02 Sisa anggaran tersebut berada di tengah proses perluasan penerima, pemutakhiran data, dan pengetatan standar SPPG. 03 Program MBG masih memiliki sekitar Rp79 triliun anggaran belum terealisasi hingga 16 […]

  • Tata Kelola Ekspor DSI Diperkuat, Pelaku Usaha Tetap Pemilik Barang dan Kontrak Komersial Tetap Berjalan

    Tata Kelola Ekspor DSI Diperkuat, Pelaku Usaha Tetap Pemilik Barang dan Kontrak Komersial Tetap Berjalan

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 20
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 DSI menyatakan temuan anomali tidak otomatis mengubah hubungan bisnis eksportir dengan pembeli luar negeri. 02 Mekanisme pemeriksaan mencakup data PEB, sertifikat surveyor, referensi harga, beneficial ownership, hingga jejak kapal. 03 Pengawasan ekspor DSI diarahkan memperkuat transparansi transaksi komoditas SDA sekaligus meningkatkan […]

  • PWI dan AFPI Perkuat Literasi Pindar, Pers Didorong Jadi Garda Terdepan Edukasi Publik Lawan Pinjol Ilegal

    PWI dan AFPI Perkuat Literasi Pindar, Pers Didorong Jadi Garda Terdepan Edukasi Publik Lawan Pinjol Ilegal

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, eksprespost.com/ – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggelar Workshop Jurnalistik bertajuk "Pindar untuk Inklusi Keuangan, Jurnalisme Berkualitas untuk Perlindungan Masyarakat". Kegiatan ini sebagai upaya memperkuat literasi keuangan digital serta meningkatkan kapasitas insan pers dalam mengedukasi masyarakat mengenai Pendanaan Daring (Pindar) yang legal dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan […]

  • OJK Siapkan Payung Regulasi Baru untuk Modal Minimum dan Likuiditas Konglomerasi Keuangan Terintegrasi

    OJK Siapkan Payung Regulasi Baru untuk Modal Minimum dan Likuiditas Konglomerasi Keuangan Terintegrasi

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 23
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 OJK menempatkan penguatan konglomerasi keuangan sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pengawasan sektor jasa keuangan. 02 Rancangan POJK modal dan likuiditas terintegrasi akan melengkapi kerangka regulasi konglomerasi yang sudah tersedia. 03 Bagi industri, perubahan aturan dapat memperjelas kewajiban PIKK dalam mengelola […]

  • Laba Pupuk Indonesia Tumbuh 252,8 Persen, Transformasi Danantara Perkuat Efisiensi dan Ketahanan Pangan Nasional

    Laba Pupuk Indonesia Tumbuh 252,8 Persen, Transformasi Danantara Perkuat Efisiensi dan Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 44
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Pupuk Indonesia mencatat laba bersih Rp8,51 triliun pada semester I 2026, naik 252,8 persen secara tahunan. 02 Pendapatan Pupuk Indonesia tumbuh 51 persen menjadi Rp59,67 triliun, sementara EBITDA naik 140 persen menjadi Rp14,28 triliun. 03 Kinerja tersebut dicapai bersamaan dengan penurunan […]

expand_less