Memuat tanggal... Kirim Rilis
Headline
Trending
Beranda » Headline » Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

  • account_circle Atti K.
  • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Telegraf-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) 2025 yang menggambarkan perkembangan industri keuangan syariah nasional sepanjang tahun lalu.

Mengusung tema “Penguatan Daya Saing Industri Keuangan Syariah dalam Mendukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional”, laporan tersebut menjadi acuan strategis bagi regulator dan pelaku industri dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan industri keuangan syariah terus menunjukkan perkembangan positif, baik dari sisi pertumbuhan maupun kualitas industri.

“Sejalan dengan implementasi berbagai arah kebijakan yang telah ditetapkan, industri keuangan syariah nasional terus melangkah ke arah yang lebih baik, tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga semakin meningkat dari sisi kualitas dan daya saing. Pencapaian ini perlu terus dijaga untuk memastikan sektor jasa keuangan tetap stabil di tengah tingginya ketidakpastian perekonomian global,” kata Friderica dalam keterangan resmi, Kamis (6/8/2026).

Dalam laporan tersebut, total aset industri keuangan syariah nasional pada 2025 mencapai Rp3.131,02 triliun, meningkat 8,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kontributor terbesar berasal dari sektor perbankan syariah yang membukukan aset Rp1.067,73 triliun, tumbuh 8,92 persen secara tahunan.

Sementara itu, aset pasar modal syariah di luar kapitalisasi saham syariah mencapai Rp1.875,25 triliun, atau meningkat 8,18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) syariah, aset perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun syariah tercatat Rp74,27 triliun, tumbuh 10,59 persen. Adapun aset lembaga pembiayaan, modal ventura, lembaga keuangan mikro, dan lembaga jasa keuangan lainnya mencapai Rp124,51 triliun, naik 10,29 persen.

OJK menilai pencapaian tersebut tidak terlepas dari tetap terjaganya fundamental ekonomi Indonesia. Sepanjang 2025, ekonomi nasional tumbuh 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya sebesar 5,03 persen, sehingga memberikan ruang bagi industri keuangan syariah untuk terus berkembang.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK yang juga Ketua Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS), Dian Ediana Rae, menegaskan OJK akan terus memperkuat pengembangan industri melalui regulasi yang adaptif dan kolaborasi lintas sektor.

Menurut Dian, pembentukan KPKS pada Juni 2025 menjadi langkah strategis untuk mempercepat koordinasi antarpemangku kepentingan, memperkuat sinkronisasi kebijakan, serta meningkatkan daya saing industri keuangan syariah nasional.

“KPKS menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi, mempercepat pertukaran informasi, serta mendorong penyusunan kebijakan yang lebih terintegrasi. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat daya saing industri keuangan syariah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan,” ujar Dian.

Melalui penerbitan LPKSI 2025, OJK berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari regulator, pelaku industri, akademisi, investor, hingga masyarakat, memiliki referensi yang komprehensif mengenai perkembangan, tantangan, dan prospek industri keuangan syariah.

Ke depan, OJK menegaskan akan terus memperkuat sinergi untuk membangun ekosistem keuangan syariah yang lebih inklusif, inovatif, dan berdaya saing guna mendukung target Indonesia menjadi salah satu pusat keuangan syariah dunia.

  • Penulis: Atti K.

Rekomendasi Untuk Anda

  • “NI NO KUNI: CROSS WORLDS” HADIRKAN LAYANAN GLOBAL TERPADU

    “NI NO KUNI: CROSS WORLDS” HADIRKAN LAYANAN GLOBAL TERPADU

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Pemain Dapat Memulai Petualangan Baru Melalui Beragam Program Dukungan Migrasi SEOUL, Korea Selatan, 23 Juli 2026 /PRNewswire/ — Netmarble, perusahaan terkemuka yang mengembangkan dan menerbitkan gim bermutu tinggi, meluncurkan layanan global terpadu untuk gim RPG mobile Ni no Kuni: Cross Worlds. Mengusung tema "One Universe, One Journey", layanan ini menyatukan pemain dari seluruh dunia dalam satu ekosistem permainan. Melalui layanan […]

  • nubia Neo 5 GT Special Edition Meluncur dengan Sistem Pendingin Aktif Berbasis Cairan dan Udara yang Pertama di Kelasnya

    nubia Neo 5 GT Special Edition Meluncur dengan Sistem Pendingin Aktif Berbasis Cairan dan Udara yang Pertama di Kelasnya

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 5
    • 0Komentar

    SHENZHEN, Tiongkok, 17 Juli, 2026 /PRNewswire/ — nubia, merek smartphone yang mengedepankan personalisasi dan gaya hidup, meluncurkan nubia Neo 5 GT Special Edition, produk terbaru dari lini Neo yang menghadirkan pengalaman gaming kelas profesional kepada lebih banyak pengguna. Menargetkan gamer muda dan generasi Z yang akrab dengan teknologi, smartphone ini menawarkan performa tinggi yang tetap […]

  • Literasi Keuangan Indonesia Naik Jadi 69,57%, Inklusi Tembus 93,61% Lampaui Target RPJMN

    Literasi Keuangan Indonesia Naik Jadi 69,57%, Inklusi Tembus 93,61% Lampaui Target RPJMN

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Telegraf– Tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia kembali mencatatkan peningkatan pada 2026. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan indeks literasi keuangan mencapai 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen, melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang ditetapkan untuk 2029. Hasil survei tersebut diumumkan bersama oleh […]

  • FLIN Rilis Layanan Mediasi Utang, Jadi Platform Credit Wellness Pertama di Indonesia

    FLIN Rilis Layanan Mediasi Utang, Jadi Platform Credit Wellness Pertama di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 3
    • 0Komentar

    JAKARTA, Indonesia, 21 Juli 2026 /PRNewswire/ — FLIN, konsultan keuangan asal Indonesia yang dikenal lewat program Dana Talangan, meluncurkan layanan baru Mediasi Utang. Dengan tambahan ini, FLIN menyebut dirinya sebagai platform credit wellness pertama di Indonesia, yakni perusahaan yang bisa membantu orang menyelesaikan masalah utang. Sampai saat ini, FLIN sudah membantu lebih dari 800 orang Indonesia […]

  • GUGATAN PERWAKILAN KELOMPOK TERKAIT SEKURITAS TRQ DI KANADA — PEMBERITAHUAN TENTANG USULAN PENYELESAIAN

    GUGATAN PERWAKILAN KELOMPOK TERKAIT SEKURITAS TRQ DI KANADA — PEMBERITAHUAN TENTANG USULAN PENYELESAIAN

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Apakah Anda membeli sekuritas Turquoise Hill Resources Ltd. antara 31 Juli 2018 dan 31 Juli 2019? TORONTO, 29 Juli 2026 /PRNewswire/ — Pemberitahuan ini berkaitan dengan usulan gugatan perwakilan kelompok di Kanada ("Gugatan Perwakilan Kelompok") yang diajukan terhadap para Termohon: Turquoise Hill Resources Ltd. ("TRQ"), Rio Tinto plc, Rio Tinto Limited, Rio Tinto International Holdings […]

  • NABR: Untuk Kedua Kalinya, Dinas Perikanan dan Satwa Liar A.S. Tolak Petisi Aktivis Untuk Mencantumkan Monyet Ekor Panjang Ke Dalam Undang-Undang Spesies Terancam Punah

    NABR: Untuk Kedua Kalinya, Dinas Perikanan dan Satwa Liar A.S. Tolak Petisi Aktivis Untuk Mencantumkan Monyet Ekor Panjang Ke Dalam Undang-Undang Spesies Terancam Punah

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 4
    • 0Komentar

    WASHINGTON, 15 Juli 2026 /PRNewswire/ — Tanggal14 Juli 2026, untuk kedua kalinya Dinas Perikanan dan Satwa Liar A.S. ("USFWS" atau "Dinas") menolak petisi People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) dan kelompok aktivis lainnya yang meminta mencantumkan monyet ekor panjang (long-tailed monkeys/"LTM") (Macaca fascicularis) ke dalam Undang-Undang Spesies Terancam Punah (Endangered Species Act/ESA) A.S. […]

expand_less