Memuat tanggal... Kirim Rilis
Senin, 12 Okt 2026
Trending
Beranda » Bisnis » Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

  • account_circle Idris Daulat
  • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
  • visibility 37
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK yang juga Ketua Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS), Dian Ediana Rae, menegaskan OJK akan terus memperkuat…

EKSPRESPOST.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) 2025 yang menggambarkan perkembangan industri keuangan syariah nasional sepanjang tahun lalu.

Mengusung tema “Penguatan Daya Saing Industri Keuangan Syariah dalam Mendukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional”, laporan tersebut menjadi acuan strategis bagi regulator dan pelaku industri dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan industri keuangan syariah terus menunjukkan perkembangan positif, baik dari sisi pertumbuhan maupun kualitas industri.

“Sejalan dengan implementasi berbagai arah kebijakan yang telah ditetapkan, industri keuangan syariah nasional terus melangkah ke arah yang lebih baik, tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga semakin meningkat dari sisi kualitas dan daya saing. Pencapaian ini perlu terus dijaga untuk memastikan sektor jasa keuangan tetap stabil di tengah tingginya ketidakpastian perekonomian global,” kata Friderica dalam keterangan resmi, Kamis (6/8/2026).

Dalam laporan tersebut, total aset industri keuangan syariah nasional pada 2025 mencapai Rp3.131,02 triliun, meningkat 8,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kontributor terbesar berasal dari sektor perbankan syariah yang membukukan aset Rp1.067,73 triliun, tumbuh 8,92 persen secara tahunan.

Sementara itu, aset pasar modal syariah di luar kapitalisasi saham syariah mencapai Rp1.875,25 triliun, atau meningkat 8,18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) syariah, aset perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun syariah tercatat Rp74,27 triliun, tumbuh 10,59 persen. Adapun aset lembaga pembiayaan, modal ventura, lembaga keuangan mikro, dan lembaga jasa keuangan lainnya mencapai Rp124,51 triliun, naik 10,29 persen.

OJK menilai pencapaian tersebut tidak terlepas dari tetap terjaganya fundamental ekonomi Indonesia. Sepanjang 2025, ekonomi nasional tumbuh 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya sebesar 5,03 persen, sehingga memberikan ruang bagi industri keuangan syariah untuk terus berkembang.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK yang juga Ketua Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS), Dian Ediana Rae, menegaskan OJK akan terus memperkuat pengembangan industri melalui regulasi yang adaptif dan kolaborasi lintas sektor.

Menurut Dian, pembentukan KPKS pada Juni 2025 menjadi langkah strategis untuk mempercepat koordinasi antarpemangku kepentingan, memperkuat sinkronisasi kebijakan, serta meningkatkan daya saing industri keuangan syariah nasional.

“KPKS menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi, mempercepat pertukaran informasi, serta mendorong penyusunan kebijakan yang lebih terintegrasi. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat daya saing industri keuangan syariah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan,” ujar Dian.

Melalui penerbitan LPKSI 2025, OJK berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari regulator, pelaku industri, akademisi, investor, hingga masyarakat, memiliki referensi yang komprehensif mengenai perkembangan, tantangan, dan prospek industri keuangan syariah.

Ke depan, OJK menegaskan akan terus memperkuat sinergi untuk membangun ekosistem keuangan syariah yang lebih inklusif, inovatif, dan berdaya saing guna mendukung target Indonesia menjadi salah satu pusat keuangan syariah dunia.

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa fakta paling penting dari “Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah” yang perlu diketahui pembaca?

EKSPRESPOST.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) 2025 yang menggambarkan perkembangan industri keuangan syariah nasional sepanjang tahun lalu.

02Siapa pihak utama di balik peristiwa dalam “Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah”, dan apa perannya?

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan industri keuangan syariah terus menunjukkan perkembangan positif, baik dari sisi pertumbuhan maupun kualitas industri. "Sejalan dengan implementasi berbagai arah kebijakan yang telah ditetapkan, industri keuangan syariah nasional terus melangkah ke arah yang lebih baik, tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga semakin meningkat dari sisi kualitas dan daya saing.

03Kapan peristiwa penting dalam “Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah” terjadi atau dijadwalkan?

Pencapaian ini perlu terus dijaga untuk memastikan sektor jasa keuangan tetap stabil di tengah tingginya ketidakpastian perekonomian global," kata Friderica dalam keterangan resmi, Kamis (6/8/2026).

04Mengapa perkembangan dalam “Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah” terjadi dan apa alasan yang disebutkan?

Menurut Dian, pembentukan KPKS pada Juni 2025 menjadi langkah strategis untuk mempercepat koordinasi antarpemangku kepentingan, memperkuat sinkronisasi kebijakan, serta meningkatkan daya saing industri keuangan syariah nasional. "KPKS menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi, mempercepat pertukaran informasi, serta mendorong penyusunan kebijakan yang lebih terintegrasi.

05Bagaimana peristiwa atau proses dalam “Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah” berlangsung?

Kontributor terbesar berasal dari sektor perbankan syariah yang membukukan aset Rp1.067,73 triliun, tumbuh 8,92 persen secara tahunan.

06Apa dampak utama “Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah” bagi publik atau pihak terkait?

Mengusung tema "Penguatan Daya Saing Industri Keuangan Syariah dalam Mendukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional", laporan tersebut menjadi acuan strategis bagi regulator dan pelaku industri dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

07Berapa angka penting dalam “Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah” yang membantu memahami skala peristiwa?

Dalam laporan tersebut, total aset industri keuangan syariah nasional pada 2025 mencapai Rp3.131,02 triliun, meningkat 8,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

08Apa konteks penting dari “Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah” yang perlu dipahami pembaca?

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK yang juga Ketua Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS), Dian Ediana Rae, menegaskan OJK akan terus memperkuat pengembangan industri melalui regulasi yang adaptif dan kolaborasi lintas sektor.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Building Media, Narrative & Digital Authority Multi-platform media ecosystem SEO • GEO • AI Search Visibility 📍 Kawat Berita Indonesian - KBI | Hallo Network | AMDI | Matra Magazine | Eksekutif Magazine

Rekomendasi Untuk Anda

  • PROPAMI Gelar Sarasehan Nasional Bahas Masa Depan Profesi Pasar Modal Indonesia

    PROPAMI Gelar Sarasehan Nasional Bahas Masa Depan Profesi Pasar Modal Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Telegraf – Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI) mendorong penguatan kompetensi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan untuk membangun ekosistem profesi pasar modal Indonesia yang modern, digital, dan berkelanjutan. Upaya tersebut dibahas dalam Sarasehan PROPAMI 2026 yang digelar Jumat, 7 Agustus 2026, di Le Meridien Hotel Jakarta. Mengusung tema “Kolaborasi Nasional Membangun Ekosistem Profesi Pasar Modal Indonesia […]

  • Prabowo Buka Muktamar Ke-35 NU, Tokoh Nasional hingga Pimpinan Ormas Hadir di Jombang

    Prabowo Buka Muktamar Ke-35 NU, Tokoh Nasional hingga Pimpinan Ormas Hadir di Jombang

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 73
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). 02 Dalam prosesi pembukaan, Prabowo didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Rais Aam Pengurus […]

  • Jejak Kasus INRU Selama 17 Tahun, Dari Dugaan Under-Invoicing Hingga Jadu Tersangka Korporasi Kejaksaan Agung

    Jejak Kasus INRU Selama 17 Tahun, Dari Dugaan Under-Invoicing Hingga Jadu Tersangka Korporasi Kejaksaan Agung

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 32
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Kejagung menetapkan PT Toba Pulp Lestari Tbk atau INRU sebagai tersangka korporasi dalam dugaan korupsi ekspor periode 2008-2025. 02 Penyidik menduga transfer pricing dan under-invoicing dilakukan melalui manipulasi transaksi pulp, dengan estimasi kerugian negara sekitar Rp2 triliun. 03 INRU menyatakan menghormati […]

  • Sepuluh Hari Pencarian KM Arupadatu I Berakhir, Hinga Kini Lima Jurnalis dan Tiga Awak Belum Ditemukan

    Sepuluh Hari Pencarian KM Arupadatu I Berakhir, Hinga Kini Lima Jurnalis dan Tiga Awak Belum Ditemukan

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 26
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Pencarian kini memasuki fase pemantauan sambil menunggu hasil identifikasi dan informasi baru yang dapat diverifikasi. 02 Hingga hari terakhir, belum ditemukan objek yang dapat mengonfirmasi posisi kapal atau delapan orang di dalamnya. 03 Hilangnya KM Arupadatu I menjadi perhatian setelah kapal […]

  • Willgo Zainar Jadi Dirut Krakatau Steel, Penjualan Naik dan Laba Berbalik Positif Jadi Modal Kepemimpinan Baru

    Willgo Zainar Jadi Dirut Krakatau Steel, Penjualan Naik dan Laba Berbalik Positif Jadi Modal Kepemimpinan Baru

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 38
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Rekam jejak Willgo mencakup pengalaman politik, pengawasan keuangan negara, pemasaran, dan manajemen BUMN. 02 Willgo pernah menjadi anggota Komisi XI DPR RI periode 2014-2019 dari Fraksi Gerindra. 03 Ia juga pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara DPR RI. […]

  • BAP Tan Kian Sebut 4 Nama Pejabat Kejagung, Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Bantah Aliran Rp40 Miliar TPPU

    BAP Tan Kian Sebut 4 Nama Pejabat Kejagung, Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Bantah Aliran Rp40 Miliar TPPU

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 26
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Fakta mengenai tujuan dan penerima dana masih harus diuji berdasarkan keseluruhan alat bukti perkara. 02 Penyebutan empat pejabat Kejagung belum dapat dimaknai sebagai bukti penerimaan uang oleh mereka. 03 Inti persoalan kini berada pada konteks BAP, dugaan aliran dana, serta pembuktian […]

expand_less