Pemerintah Coret Sekolah Elite Dari Daftar Makan Bergizi Gratis
- account_circle Didik Fitrianto
- calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

Siswi makan dari program Makan Bergizi Gratis di sebuah sekolah di Jakarta, Indonesia, 6 Januari 2025. REUTERS/Willy Kurniawan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Telegraf — Langkah rasionalisasi besar-besaran tengah dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ratusan sekolah swasta kategori elite di berbagai daerah resmi dicoret dari daftar penerima manfaat setelah secara terbuka menyatakan tidak memerlukan intervensi gizi dari negara.
Langkah refocusing ini diambil demi memastikan alokasi anggaran dan penyaluran gizi nasional tepat sasaran, berfokus penuh pada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
Kesepakatan Bersama, Bukan Pemangkasan Hak, Tapi Keadilan Sosial
Keputusan menghapus sekolah-sekolah berbiaya tinggi dari skema bantuan ini bukan kebijakan sepihak. Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan buah dari dialog intensif antara pemerintah, jajaran kepala sekolah, komite, hingga para orang tua murid.
Dari komunikasi tersebut, ratusan sekolah swasta kelas atas sepakat bahwa peserta didik mereka sudah mandiri secara finansial dan kecukupan gizinya telah terpenuhi secara internal.
“Prinsipnya adalah demokratisasi gizi. Semua yang berhak menerima akan kita berikan, kecuali yang secara mandiri menyatakan tidak bersedia,” kata Sudaryono, Jumat (07/08/2026).
Pemerintah menegaskan bahwa koreksi data ini bukanlah bentuk diskriminasi atau pencabutan hak, melainkan bentuk efisiensi anggaran agar redistribusi gizi berjalan proporsional dan tidak berhamburan di tempat yang tidak presisi.
Potensi Pangkas 8 Juta Penerima Manfaat
Penataan ulang sasaran MBG diperkirakan memangkas angka penerima manfaat secara signifikan. Sebelumnya, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengindikasikan potensi pengurangan sasaran bisa menyentuh angka 8 juta jiwa. Evaluasi mendalam ini utamanya menyasar jenjang sekolah menengah atas (SMA) serta lembaga pendidikan swasta dengan mayoritas siswa berasal dari keluarga mampu.
Meskipun pendataan terus berjalan secara dinamis, BGN memilih untuk tidak terburu-buru membuka angka pasti ke publik. Pihak BGN mengisyaratkan bahwa estimasi final penerima manfaat dan penyesuaian anggarannya akan diumumkan secara resmi usai penyampaian Nota Keuangan RAPBN pertengahan Agustus mendatang.
Menuju Tata Kelola Gizi Tepat Sasaran
Langkah pencoretan sekolah elite menjadi sinyal kuat perbaikan tata kelola program MBG secara menyeluruh. Dengan mengalihkan fokus dari sekolah kaya ke wilayah rentan dan sekolah yang benar-benar membutuhkan, BGN berupaya menekan potensi pemborosan anggaran negara sekaligus memperkuat dampak riil intervensi gizi bagi anak-anak Indonesia.
- Penulis: Didik Fitrianto




