Memuat tanggal... Kirim Rilis
Minggu, 8 Nov 2026
Trending
Beranda » Ekonomi » Data BPS Ungkap Makin Banyak Daerah Tumbuh 6 Persen, Seberapa Realistis Target Ekonomi Indonesia 2027?

Data BPS Ungkap Makin Banyak Daerah Tumbuh 6 Persen, Seberapa Realistis Target Ekonomi Indonesia 2027?

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • visibility 44
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Tantangan berikutnya memastikan pertumbuhan berkelanjutan menciptakan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di setiap daerah.

  2. Namun, pertumbuhan tinggi daerah belum otomatis membuktikan pemerataan kesejahteraan atau keberhasilan seluruh program pemerintah.

  3. Data pertumbuhan daerah memberi sinyal bahwa angka 6 persen mulai tercapai di semakin banyak wilayah Indonesia.

EKSPRESPOST.COM – Bisakah target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada 2027 benar-benar dicapai ketika pertumbuhan nasional masih berada di kisaran 5 persen?

Apakah kenaikan jumlah provinsi dan kabupaten/kota yang tumbuh minimal 6 persen menunjukkan mesin ekonomi mulai bekerja lebih merata di berbagai wilayah?

Dan mampukah pemerintah mengubah pertumbuhan tinggi di daerah menjadi investasi, lapangan kerja, daya beli, serta kesejahteraan yang lebih luas?

Data Daerah Membuka Jalan Menuju Target Pertumbuhan Ekonomi Enam Persen

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan semakin banyak daerah mencatat pertumbuhan ekonomi minimal 6 persen dalam dua tahun terakhir.

Pada triwulan I-2025, terdapat empat provinsi yang tumbuh 6 persen atau lebih, kemudian meningkat menjadi delapan provinsi pada triwulan I-2026.

Untuk periode semester I, jumlah provinsi yang tumbuh minimal 6 persen naik dari empat provinsi pada 2025 menjadi tujuh provinsi pada 2026.

Perkembangan lebih mencolok terlihat pada tingkat kabupaten/kota, dengan jumlah daerah tumbuh minimal 6 persen mencapai 118 pada triwulan I-2026.

Angka tersebut meningkat dari 101 daerah pada triwulan I-2025 dan 80 daerah pada triwulan I-2024.

Pada semester I, jumlah kabupaten/kota yang mencapai pertumbuhan minimal 6 persen juga naik dari 76 daerah pada 2025 menjadi 99 daerah pada 2026.

Sejumlah Provinsi Menunjukkan Tren Pertumbuhan Semakin Konsisten

Beberapa provinsi memperlihatkan kenaikan pertumbuhan triwulanan secara berkelanjutan sepanjang periode 2024 hingga 2026.

Gorontalo mencatat pertumbuhan 4,37 persen pada 2024, kemudian 6,08 persen pada 2025 dan meningkat menjadi 7,68 persen pada 2026.

Kepulauan Riau bergerak dari 5,00 persen menjadi 5,16 persen, lalu mencapai 7,04 persen pada triwulan I-2026.

Sulawesi Selatan juga meningkat dari 4,82 persen menjadi 5,79 persen dan kemudian 6,88 persen pada periode yang sama.

Kalimantan Barat mencatat pola serupa, dari 4,98 persen menjadi 5,00 persen dan akhirnya 6,14 persen.

Data tersebut menunjukkan pertumbuhan tinggi tidak hanya muncul di satu kawasan, meski belum otomatis membuktikan pemerataan kesejahteraan.

BPS sebelumnya mencatat ekonomi nasional triwulan I-2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan, sementara kontribusi Jawa masih mencapai 57,24 persen.

Kabupaten Kota Menjadi Penggerak Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Kenaikan jumlah daerah dengan pertumbuhan minimal 6 persen juga terlihat dari sejumlah kabupaten dan kota dengan lonjakan sangat tinggi.

Halmahera Timur meningkat dari 5,64 persen pada 2024 menjadi 26,25 persen pada 2025 dan 32,87 persen pada 2026.

Rote Ndao naik dari 2,71 persen menjadi 6,19 persen, kemudian mencapai 15,68 persen pada triwulan I-2026.

Sinjai tumbuh dari 5,02 persen menjadi 5,32 persen dan kemudian 11,14 persen, sedangkan Pohuwato meningkat hingga 10,48 persen.

Gowa mencapai 9,05 persen, Tana Toraja 8,29 persen, Mempawah 8,25 persen, dan Kendal 7,86 persen pada triwulan I-2026.

Secara keseluruhan, jumlah kabupaten/kota yang tumbuh minimal 6 persen meningkat 47,5 persen dalam dua tahun berdasarkan perbandingan 2024 dan 2026.

Sebanyak 358 dari 514 kabupaten/kota atau hampir 70 persen juga mencatat pertumbuhan lebih tinggi pada triwulan I-2026 dibandingkan triwulan I-2024.

Target Prabowo Enam Persen Menuntut Pemerataan dan Produktivitas

Presiden Prabowo Subianto menetapkan pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6 persen, lebih tinggi dibandingkan target APBN 2026 sebesar 5,4 persen.

“Pertumbuhan ekonomi tahun 2027 ditargetkan mencapai 6 persen, lebih tinggi dari target APBN 2026 sebesar 5,4 persen,” kata Presiden Prabowo Subianto.

Sebelumnya, Prabowo juga menyatakan keyakinan ekonomi Indonesia dapat tumbuh 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027 menuju target 8 persen pada 2029.

“Dengan strategi ekonomi yang tepat, kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan, saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen,” ujar Prabowo.

Pemerintah juga menempatkan hilirisasi, industrialisasi, pembangunan desa, ekonomi kerakyatan, infrastruktur, perumahan, pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas RAPBN 2027.

Dalam konteks tersebut, MBG dan Koperasi Desa Merah Putih diposisikan pemerintah sebagai bagian dari upaya menggerakkan ekonomi rakyat hingga tingkat desa.

Namun, kenaikan pertumbuhan daerah belum dengan sendirinya membuktikan pemerataan kesejahteraan atau membuktikan seluruh program pemerintah menjadi penyebabnya.

Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tinggi tersebut bertahan, ditopang investasi dan industrialisasi, sekaligus menciptakan pekerjaan serta meningkatkan daya beli masyarakat.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Data BPS Ungkap Makin Banyak Daerah Tumbuh 6 Persen, Seberapa Realistis Target Ekonomi Indonesia…”?

Data Daerah Membuka Jalan Menuju Target Pertumbuhan Ekonomi Enam Persen Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan semakin banyak daerah mencatat pertumbuhan ekonomi minimal 6 persen dalam dua tahun terakhir.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Data BPS Ungkap Makin Banyak Daerah Tumbuh 6 Persen, Seberapa Realistis Target Ekonomi Indonesia…”?

Target Prabowo Enam Persen Menuntut Pemerataan dan Produktivitas Presiden Prabowo Subianto menetapkan pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6 persen, lebih tinggi dibandingkan target APBN 2026 sebesar 5,4 persen. “Pertumbuhan ekonomi tahun 2027 ditargetkan mencapai 6 persen, lebih tinggi dari target APBN 2026 sebesar 5,4 persen,” kata Presiden Prabowo Subianto.

03Kapan peristiwa dalam “Data BPS Ungkap Makin Banyak Daerah Tumbuh 6 Persen, Seberapa Realistis Target Ekonomi Indonesia…” terjadi?

jumlah kabupaten/kota yang tumbuh minimal 6 persen meningkat 47,5 persen dalam dua tahun berdasarkan perbandingan 2024 dan 2026.

04Di mana peristiwa dalam “Data BPS Ungkap Makin Banyak Daerah Tumbuh 6 Persen, Seberapa Realistis Target Ekonomi Indonesia…” berlangsung?

Pada triwulan I-2025, terdapat empat provinsi yang tumbuh 6 persen atau lebih, kemudian meningkat menjadi delapan provinsi pada triwulan I-2026.

05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Data BPS Ungkap Makin Banyak Daerah Tumbuh 6 Persen, Seberapa Realistis Target Ekonomi Indonesia…” berlangsung?

Sejumlah Provinsi Menunjukkan Tren Pertumbuhan Semakin Konsisten Beberapa provinsi memperlihatkan kenaikan pertumbuhan triwulanan secara berkelanjutan sepanjang periode 2024 hingga 2026.

06Apa dampak yang disebutkan dalam “Data BPS Ungkap Makin Banyak Daerah Tumbuh 6 Persen, Seberapa Realistis Target Ekonomi Indonesia…”?

Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tinggi tersebut bertahan, ditopang investasi dan industrialisasi, sekaligus menciptakan pekerjaan serta meningkatkan daya beli masyarakat.****.

07Angka penting apa yang disebut dalam “Data BPS Ungkap Makin Banyak Daerah Tumbuh 6 Persen, Seberapa Realistis Target Ekonomi Indonesia…”?

Untuk periode semester I, jumlah provinsi yang tumbuh minimal 6 persen naik dari empat provinsi pada 2025 menjadi tujuh provinsi pada 2026.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cadev Indonesia Tembus Dolar AS 146 Miliar, Dana Asing Dolar AS 10-11 Miliar Mengalir ke SBN dan SRBI

    Cadev Indonesia Tembus Dolar AS 146 Miliar, Dana Asing Dolar AS 10-11 Miliar Mengalir ke SBN dan SRBI

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 93
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Posisi cadangan devisa Indonesia naik tipis Dolar AS 700 juta sepanjang Agustus 2026. 02 Investor asing mengalirkan sekitar Dolar AS 10-11 miliar ke SBN dan SRBI secara year to date. 03 Bank Indonesia terus mencari cara menarik dana asing tanpa mengubah […]

  • Impor Kedelai Masih Diperlukan, Menko Zulhas Ungkap Alasan Harga Produksi Lokal Sulit Bersaing Secara Global

    Impor Kedelai Masih Diperlukan, Menko Zulhas Ungkap Alasan Harga Produksi Lokal Sulit Bersaing Secara Global

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 63
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Kedelai Menjadi Salah Satu Pekerjaan Rumah Swasembada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan Indonesia masih mengandalkan impor kedelai untuk memenuhi kebutuhan nasional. 02 Untuk kedelai, Zulhas menyebut Indonesia mengimpor sekitar empat juta dalam konteks kebutuhan yang disampaikannya. 03 Pemerintah pada […]

  • OJK Jatuhkan Ribuan sanksi OJK pasar modal Senilai Ratusan Miliar Rupiah

    OJK Jatuhkan Ribuan sanksi OJK pasar modal Senilai Ratusan Miliar Rupiah

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 53
    • 0Komentar

    OJK jatuhkan ribuan sanksi OJK pasar modal senilai ratusan miliar rupiah. Langkah tegas ini untuk emiten dan profesi penunjang.

  • Kemendag Pertimbangkan Usulan Bulog Untuk DMO MinyaKita 100 Persen, Realisasi BUMN Hampir Separuh Nasional

    Kemendag Pertimbangkan Usulan Bulog Untuk DMO MinyaKita 100 Persen, Realisasi BUMN Hampir Separuh Nasional

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 59
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Usulan tersebut meminta porsi penyaluran melalui BUMN Pangan ditingkatkan menjadi 100 persen dari realisasi DMO MinyaKita. 02 Kemendag mencatat realisasi distribusi BUMN bahkan telah mencapai sekitar 49,45 persen pada 10 April 2026. 03 Hampir Separuh DMO MinyaKita Sudah Melalui BUMN Pangan […]

  • Wilianto Tanta Kembali Terpilih Ketua Umum PSMTI 2026–2030 dalam Munas VIII Secara Aklamasi di Jakarta Hari Ini

    Wilianto Tanta Kembali Terpilih Ketua Umum PSMTI 2026–2030 dalam Munas VIII Secara Aklamasi di Jakarta Hari Ini

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 75
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Munas VIII PSMTI menetapkan Wilianto Tanta sebagai Ketua Umum 2026–2030 melalui keputusan aklamasi seluruh peserta forum. 02 Wilianto menyebut PSMTI sebagai organisasi independen yang tidak memperoleh anggaran pemerintah untuk operasional organisasi. 03 Menurut Wilianto, kekuatan PSMTI bergantung pada kekompakan dan kontribusi […]

  • Anggaran Podcast Rp103 Miliar Belum Final, Kemenkop Jelaskan Posisi Dana dalam Rencana Anggaran 2027

    Anggaran Podcast Rp103 Miliar Belum Final, Kemenkop Jelaskan Posisi Dana dalam Rencana Anggaran 2027

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 57
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Kemenkop memberikan klarifikasi setelah Rp103 miliar disebut sebagai anggaran podcast untuk tahun 2027. 02 Ahmad Zabadi memastikan podcast hanya satu bagian dari kebutuhan komunikasi dan informasi publik Kementerian Koperasi. 03 Status Rp103 miliar masih usulan sehingga belum dapat disebut sebagai anggaran […]

expand_less