Memuat tanggal... Kirim Rilis
Langsung ke konten
Rabu, 23 Sep 2026
Trending
Beranda » Ekonomi » Tata Kelola Ekspor DSI Diperkuat, Pelaku Usaha Tetap Pemilik Barang dan Kontrak Komersial Tetap Berjalan

Tata Kelola Ekspor DSI Diperkuat, Pelaku Usaha Tetap Pemilik Barang dan Kontrak Komersial Tetap Berjalan

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month
  • visibility 10
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. DSI menyatakan temuan anomali tidak otomatis mengubah hubungan bisnis eksportir dengan pembeli luar negeri.

  2. Mekanisme pemeriksaan mencakup data PEB, sertifikat surveyor, referensi harga, beneficial ownership, hingga jejak kapal.

  3. Pengawasan ekspor DSI diarahkan memperkuat transparansi transaksi komoditas SDA sekaligus meningkatkan visibilitas data perdagangan.

EKSPRESPOST.COM – Bagaimana DSI mengetahui sebuah transaksi ekspor layak ditinjau lebih lanjut?

Apakah cukup dengan melihat harga dalam dokumen ekspor?

Atau justru jejak kapal, kualitas barang, pihak pembeli, hingga pembayaran harus dicocokkan sekaligus?

PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menyiapkan pengawasan ekspor berbasis rekonsiliasi data untuk mengidentifikasi potensi underinvoicing, transfer pricing, dan ketidaksesuaian DHE.

Direktur Legal dan Kepatuhan DSI Ivan Ferdiansyah Baely menjelaskan sistem tersebut bekerja dengan membandingkan sejumlah indikator transaksi, bukan hanya satu data.

Pendekatan ini penting karena DSI sejak awal dirancang memperkuat visibilitas transaksi ekspor komoditas strategis melalui integrasi data lintas lembaga.

Harga Ekspor Dibandingkan dengan Referensi Pasar Internasional

Salah satu sasaran pengawasan adalah underinvoicing, ketika harga yang dideklarasikan lebih rendah daripada harga pasar wajar.

DSI akan mencocokkan harga deklarasi pada PEB dengan referensi pemerintah dan referensi internasional.

“Untuk memitigasinya, DSI akan memvalidasi nilai transaksi, yakni membandingkan dokumen ekspor dengan acuan pasar dan merekonsiliasi harga, kuantitas, dan kualitas,” ujar Ivan.

Tonase dan Kualitas Barang Ikut Diverifikasi DSI

Pengawasan tidak berhenti pada angka harga karena volume dan kualitas juga dapat memengaruhi nilai transaksi ekspor.

DSI akan membandingkan tonase dengan sertifikat surveyor serta settlement tujuan untuk memastikan kuantitas yang dilaporkan konsisten.

Untuk kualitas, grade deklarasi akan dibandingkan dengan sertifikat surveyor dan hasil settlement di negara tujuan.

Jejak Kapal dan Afiliasi Menjadi Petunjuk Transfer Pricing

Potensi transfer pricing diperiksa ketika transaksi ekspor kepada pihak terafiliasi menggunakan harga di bawah nilai pasar wajar.

“Mitigasi yang kami lakukan adalah pemeriksaan harga transaksi pihak terafiliasi, mengidentifikasi transaksi pihak berelasi, dan membandingkan harga terhadap acuan pasar,” kata Ivan.

DSI juga membandingkan consignee dalam PEB dengan data beneficial ownership serta tujuan ekspor dengan jejak kapal aktual.

Nilai Faktur dan DHE Direkonsiliasi Untuk Mendeteksi Anomali

DHE menjadi indikator berikutnya yang diperiksa untuk mengetahui konsistensi antara nilai ekspor akhir dan pembayaran yang diterima.

“Pendekatan mitigasi yang DSI lakukan adalah merekonsiliasi nilai faktur akhir terhadap DHE dan catatan pembayaran serta mengidentifikasi anomali yang terjadi,” ujar Ivan.

Mekanisme tersebut menempatkan integrasi data sebagai fondasi pengawasan, dengan platform DSI terhubung ke tujuh kementerian dan lembaga.

Tiga Komoditas Strategis Menjadi Fokus Tahap Awal DSI

Pada tahap awal, pengawasan DSI mencakup batu bara, CPO, dan ferroalloy dengan nilai ekspor gabungan hampir Dolar AS70 miliar.

DSI sebelumnya menargetkan platform tata kelola ekspor mulai beroperasi pada 1 September 2026 untuk mengonsolidasikan data ekspor dan kontrak komersial.

Penguatan tersebut berlangsung dalam konteks kebijakan ekspor satu pintu yang diarahkan untuk meningkatkan transparansi dan mendeteksi pelaporan nilai ekspor di bawah nilai sebenarnya.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Tata Kelola Ekspor DSI Diperkuat, Pelaku Usaha Tetap Pemilik Barang dan Kontrak Komersial Tetap…”?

Direktur Legal dan Kepatuhan DSI Ivan Ferdiansyah Baely menjelaskan sistem tersebut bekerja dengan membandingkan sejumlah indikator transaksi, bukan hanya satu data.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Tata Kelola Ekspor DSI Diperkuat, Pelaku Usaha Tetap Pemilik Barang dan Kontrak Komersial Tetap…”?

Pendekatan ini penting karena DSI sejak awal dirancang memperkuat visibilitas transaksi ekspor komoditas strategis melalui integrasi data lintas lembaga.

03Kapan peristiwa dalam “Tata Kelola Ekspor DSI Diperkuat, Pelaku Usaha Tetap Pemilik Barang dan Kontrak Komersial Tetap…” terjadi?

DSI sebelumnya menargetkan platform tata kelola ekspor mulai beroperasi pada 1 September 2026 untuk mengonsolidasikan data ekspor dan kontrak komersial.

04Mengapa perkembangan dalam “Tata Kelola Ekspor DSI Diperkuat, Pelaku Usaha Tetap Pemilik Barang dan Kontrak Komersial Tetap…” terjadi?

Tonase dan Kualitas Barang Ikut Diverifikasi DSI Pengawasan tidak berhenti pada angka harga karena volume dan kualitas juga dapat memengaruhi nilai transaksi ekspor.

05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Tata Kelola Ekspor DSI Diperkuat, Pelaku Usaha Tetap Pemilik Barang dan Kontrak Komersial Tetap…” berlangsung?

Jejak Kapal dan Afiliasi Menjadi Petunjuk Transfer Pricing Potensi transfer pricing diperiksa ketika transaksi ekspor kepada pihak terafiliasi menggunakan harga di bawah nilai pasar wajar. "Mitigasi yang kami lakukan adalah pemeriksaan harga transaksi pihak terafiliasi, mengidentifikasi transaksi pihak berelasi, dan membandingkan harga terhadap acuan pasar," kata Ivan.

06Apa dampak yang disebutkan dalam “Tata Kelola Ekspor DSI Diperkuat, Pelaku Usaha Tetap Pemilik Barang dan Kontrak Komersial Tetap…”?

Untuk kualitas, grade deklarasi akan dibandingkan dengan sertifikat surveyor dan hasil settlement di negara tujuan.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • CWIG Investigasi VIMA, Sejumlah Nama Founder dan Leader Ditelusuri Bersama Jejak Bisnis ShortPro Sebelumnya

    CWIG Investigasi VIMA, Sejumlah Nama Founder dan Leader Ditelusuri Bersama Jejak Bisnis ShortPro Sebelumnya

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 41
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 VIMA sebelumnya memperkenalkan diri sebagai platform drama pendek digital dengan program Reward Coin dan sejumlah paket premium. 02 Pemberitaan sebelumnya menyebut fitur VIMA mencakup reward, komisi, bonus jaringan, dan program apresiasi bagi pengguna. 03 Model tersebut membuat aspek sumber pendapatan dan […]

  • Sinergi LMK, RESCUE, dan RSU Andhika Perkuat Edukasi Kesehatan Warga Jagakarsa

    Sinergi LMK, RESCUE, dan RSU Andhika Perkuat Edukasi Kesehatan Warga Jagakarsa

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Telegraf – Forum Komunikasi Lembaga Musyawarah Kelurahan (FK-LMK) Kecamatan Jagakarsa menggelar kegiatan Silaturahmi & Bakti Sosial di Villa 3 A, Ciganjur, Selasa (8/7). Dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah yang didukung oleh RSU Andhika, dihadiri jajaran tokoh masyarakat, RESCUE, pengurus LMK se-Kecamatan Jagakarsa, perwakilan Palang Merah Indonesia (PMI), serta instansi kesehatan setempat, sebagai bagian […]

  • Rp120 T Danantara Masuk APBN 2026, Menkeu Purbaya Ungkap Rencana Pemerintah di Tengah Perbedaan Keterangan

    Rp120 T Danantara Masuk APBN 2026, Menkeu Purbaya Ungkap Rencana Pemerintah di Tengah Perbedaan Keterangan

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 12
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Rp120 Triliun Danantara Diproyeksikan Menambah Penerimaan Negara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Danantara akan memberikan sekitar Rp120 triliun untuk APBN 2026. 02 Namun, perbedaan posisi dengan Danantara membuat status Rp120 triliun perlu dibedakan antara target pemerintah dan penerimaan yang sudah […]

  • Karhutla Kalimantan Jadi Perhatian, Kemenhut Bekukan Izin 26 Korporasi dan Proses Puluhan Kasus

    Karhutla Kalimantan Jadi Perhatian, Kemenhut Bekukan Izin 26 Korporasi dan Proses Puluhan Kasus

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 16
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Pembekuan izin 26 korporasi menjadi bagian dari rangkaian penegakan hukum saat pengendalian karhutla diperketat. 02 Pemerintah mengimbau masyarakat, petani, dan korporasi meningkatkan kewaspadaan selama periode kondisi kering. 03 Risiko karhutla masih menjadi perhatian Kemenhut hingga akhir Oktober atau awal November 2026. […]

  • HPN 2027 Berpotensi Memiliki Format Baru, Dewan Pers Libatkan Seluruh Konstituen Termasuk PWI dalam Pembahasan

    HPN 2027 Berpotensi Memiliki Format Baru, Dewan Pers Libatkan Seluruh Konstituen Termasuk PWI dalam Pembahasan

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 63
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Apakah Hari Pers Nasional akan memiliki format baru mulai 2027 setelah muncul usulan dari sejumlah konstituen Dewan Pers? 02 Dewan Pers Ingin HPN Menjadi Milik Bersama Semua Insan Pers Dewan Pers akan mengumpulkan seluruh konstituennya untuk mencari kesepahaman mengenai penyelenggaraan Hari […]

  • Impor Kedelai Masih Diperlukan, Menko Zulhas Ungkap Alasan Harga Produksi Lokal Sulit Bersaing Secara Global

    Impor Kedelai Masih Diperlukan, Menko Zulhas Ungkap Alasan Harga Produksi Lokal Sulit Bersaing Secara Global

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 20
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Kedelai Menjadi Salah Satu Pekerjaan Rumah Swasembada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan Indonesia masih mengandalkan impor kedelai untuk memenuhi kebutuhan nasional. 02 Untuk kedelai, Zulhas menyebut Indonesia mengimpor sekitar empat juta dalam konteks kebutuhan yang disampaikannya. 03 Pemerintah pada […]

expand_less