Memuat tanggal... Kirim Rilis
Rabu, 14 Okt 2026
Trending
Beranda » Ekonomi » BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235 Triliun hingga Triwulan II 2026, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Kerakyatan Indonesia?

BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235 Triliun hingga Triwulan II 2026, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Kerakyatan Indonesia?

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • visibility 43
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Dalam paparan Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Jakarta, Senin (31/8), tercatat bahwa portofolio kredit UMKM BRI tumbuh 8,6% secara year-on-year (YoY) mEkonomi Kerakyatan menjadi Rp1.235,4 triliun.

  2. Hingga Triwulan II 2026, total aset BRI Group mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7% YoY, sementara penyaluran kredit tumbuh 16,2% YoY menjadi Rp1.646 triliun.

  3. Sebagai bank yang memiliki core business UMKM dan memiliki fokus utama pada ekonomi kerakyatan, BRI tetap mempertahankan dominasi UMKM dalam portofolio kredit BRI.

EKSPRESPOST.COM – Jakarta, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menjaga fokus pertumbuhan bisnis pada penguatan ekonomi kerakyatan.

Di tengah ekspansi bisnis yang semakin luas, segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap menjadi core business sekaligus fondasi utama pertumbuhan BRI.

Hal tersebut tercermin dari kinerja hingga akhir Triwulan II 2026.

Dalam paparan Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Jakarta, Senin (31/8), tercatat bahwa portofolio kredit UMKM BRI tumbuh 8,6% secara year-on-year (YoY) mEkonomi Kerakyatan menjadi Rp1.235,4 triliun.

Sebagai bank yang memiliki core business UMKM dan memiliki fokus utama pada ekonomi kerakyatan, BRI tetap mempertahankan dominasi UMKM dalam portofolio kredit BRI.

Ini menunjukkan bahwa di tengah ekspansi bisnis ke berbagai segmen, UMKM tetap menjadi fondasi utama pertumbuhan BRI.

Pada kesempatan yang tersebut, Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto mengungkapkan besarnya porsi pembiayaan kepada UMKM tersebut berjalan beriringan dengan upaya BRI untuk mendorong pelaku usaha terus tumbuh dan naik kelas.

“Dukungan tersebut dibangun melalui pendekatan pemberdayaan secara end-to-end, mulai dari tingkat desa, komunitas usaha, hingga pelaku usaha individu.

Melalui Desa BRILiaN, BRI telah memberdayakan lebih dari 5.700 desa dengan fokus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal sekaligus memperkuat kapasitas dan kelembagaan desa,” ujar Aquarius.

Pada level komunitas usaha, BRI mengembangkan program Klasterku Hidupku yang kini telah menjangkau lebih dari 44 ribu klaster usaha.

Jangkauan pemberdayaan juga diperluas melalui platform digital LinkUMKM yang telah menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM.

Selain melalui platform digital, BRI turut memberikan pendampingan secara langsung melalui Rumah BUMN. Hingga Juni 2026, sekitar 596 ribu pelaku UMKM telah bergabung dalam ekosistem tersebut.

Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya BRI untuk menjalankan peran yang lebih luas, tidak hanya sebagai financial intermediary, tetapi juga sebagai enabler bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Pendekatan ini diarahkan untuk membangun siklus pemberdayaan yang berkelanjutan, sehingga UMKM dapat terus berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha, naik kelas, dan semakin terintegrasi ke dalam ekosistem ekonomi yang lebih luas.

“Pada akhirnya, pertumbuhan usaha tersebut diharapkan turut mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pelaku UMKM,” ujar Aquarius.

Komitmen BRI dalam mendorong pertumbuhan UMKM tersebut sejalan dengan kinerja Perseroan yang tetap solid. Hingga Triwulan II 2026, total aset BRI Group mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7% YoY, sementara penyaluran kredit tumbuh 16,2% YoY menjadi Rp1.646 triliun.

Pada periode yang sama, laba bersih konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp31,2 triliun atau meningkat 17,5% YoY.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa fakta paling penting dari “BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235 Triliun hingga Triwulan II 2026, Apa Dampaknya bagi Ekonomi…” yang perlu diketahui pembaca?

EKSPRESPOST.COM – Jakarta, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menjaga fokus pertumbuhan bisnis pada penguatan ekonomi kerakyatan.

02Siapa pihak utama di balik peristiwa dalam “BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235 Triliun hingga Triwulan II 2026, Apa Dampaknya bagi Ekonomi…”, dan apa perannya?

Pada kesempatan yang tersebut, Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto mengungkapkan besarnya porsi pembiayaan kepada UMKM tersebut berjalan beriringan dengan upaya BRI untuk mendorong pelaku usaha terus tumbuh dan naik kelas. “Dukungan tersebut dibangun melalui pendekatan pemberdayaan secara end-to-end, mulai dari tingkat desa, komunitas usaha, hingga pelaku usaha individu.

03Kapan peristiwa penting dalam “BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235 Triliun hingga Triwulan II 2026, Apa Dampaknya bagi Ekonomi…” terjadi atau dijadwalkan?

Dalam paparan Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Jakarta, Senin (31/8), tercatat bahwa portofolio kredit UMKM BRI tumbuh 8,6% secara year-on-year (YoY) mEkonomi Kerakyatan menjadi Rp1.235,4 triliun.

04Di mana peristiwa dalam “BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235 Triliun hingga Triwulan II 2026, Apa Dampaknya bagi Ekonomi…” berlangsung dan mengapa lokasinya relevan?

Melalui Desa BRILiaN, BRI telah memberdayakan lebih dari 5.700 desa dengan fokus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal sekaligus memperkuat kapasitas dan kelembagaan desa,” ujar Aquarius.

05Bagaimana peristiwa atau proses dalam “BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235 Triliun hingga Triwulan II 2026, Apa Dampaknya bagi Ekonomi…” berlangsung?

Jangkauan pemberdayaan juga diperluas melalui platform digital LinkUMKM yang telah menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM.

06Apa dampak utama “BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235 Triliun hingga Triwulan II 2026, Apa Dampaknya bagi Ekonomi…” bagi publik atau pihak terkait?

Pendekatan ini diarahkan untuk membangun siklus pemberdayaan yang berkelanjutan, sehingga UMKM dapat terus berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha, naik kelas, dan semakin terintegrasi ke dalam ekosistem ekonomi yang lebih luas. “Pada akhirnya, pertumbuhan usaha tersebut diharapkan turut mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pelaku UMKM,” ujar Aquarius.

07Berapa angka penting dalam “BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235 Triliun hingga Triwulan II 2026, Apa Dampaknya bagi Ekonomi…” yang membantu memahami skala peristiwa?

Hal tersebut tercermin dari kinerja hingga akhir Triwulan II 2026.

08Apa konteks penting dari “BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235 Triliun hingga Triwulan II 2026, Apa Dampaknya bagi Ekonomi…” yang perlu dipahami pembaca?

Ini menunjukkan bahwa di tengah ekspansi bisnis ke berbagai segmen, UMKM tetap menjadi fondasi utama pertumbuhan BRI.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iran Ancam Balas AS Usai Sanksi Diperluas, Selat Hormuz Kembali Jadi Sorotan

    Iran Ancam Balas AS Usai Sanksi Diperluas, Selat Hormuz Kembali Jadi Sorotan

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Iran mengancam membalas Amerika Serikat setelah Washington memperluas sanksi ekonomi. Ketegangan juga membayangi perdagangan minyak dan Selat Hormuz.

  • Rekening Aktivis Pati Dibuka Bank Mandiri, CBA Desak OJK Periksa Kebijakan Penundaan Transaksi Nasabah Supriyono

    Rekening Aktivis Pati Dibuka Bank Mandiri, CBA Desak OJK Periksa Kebijakan Penundaan Transaksi Nasabah Supriyono

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Rekening aktivis Pati Supriyono alias Botok kembali aktif setelah Bank Mandiri mencabut penundaan transaksi. CBA mendesak OJK

  • 5 Izin Korporasi Dibekukan Akibat Karhutla Kalimantan Barat, Pemerintah Buka Kemungkinan Proses Pidana

    5 Izin Korporasi Dibekukan Akibat Karhutla Kalimantan Barat, Pemerintah Buka Kemungkinan Proses Pidana

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 24
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Pemerintah membuka ruang proses pidana apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi pelanggaran hukum. 02 Penegakan hukum kini dipadukan dengan pemulihan lingkungan untuk menangani dampak kebakaran di kawasan konsesi. 03 Pembekuan izin lima korporasi mempertegas pengawasan pemerintah terhadap kewajiban pemegang konsesi menangani […]

  • RUU Pemilu dan Ambang Batas Parlemen 5 Persen, Apa Tahapan Berikutnya Setelah Pertemuan Ketum Partai?

    RUU Pemilu dan Ambang Batas Parlemen 5 Persen, Apa Tahapan Berikutnya Setelah Pertemuan Ketum Partai?

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 26
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Publik masih menunggu rumusan final DPR yang harus memperhatikan putusan MK serta aspirasi masyarakat. 02 Status angka tersebut masih berbeda antara kesepakatan internal partai dan keputusan formal dalam proses legislasi. 03 Angka 5 persen kini menjadi salah satu opsi yang menonjol […]

  • Bayan Resources BYAN Ungkap Dampak Material RKAB 2026 Terhadap Kelangsungan Operasional Korporasi

    Bayan Resources BYAN Ungkap Dampak Material RKAB 2026 Terhadap Kelangsungan Operasional Korporasi

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 26
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 BYAN menghadapi risiko ketidakpastian produksi ketika persetujuan perubahan RKAB 2026 belum diterbitkan pemerintah. 02 Konsekuensi RKAB dapat merambat pada kemampuan memenuhi kontrak, produksi, penjualan, serta kesinambungan operasional. 03 nvestor perlu mencermati perkembangan persetujuan RKAB dan dampaknya terhadap kegiatan usaha Bayan Resources. […]

  • Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

    Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 40
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK yang juga Ketua Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS), Dian Ediana Rae, menegaskan OJK akan terus memperkuat… EKSPRESPOST.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) 2025 yang menggambarkan perkembangan industri keuangan […]

expand_less