Memuat tanggal... Kirim Rilis
Rabu, 14 Okt 2026
Trending
Beranda » Nasional » Sepuluh Hari Pencarian KM Arupadatu I Berakhir, Hinga Kini Lima Jurnalis dan Tiga Awak Belum Ditemukan

Sepuluh Hari Pencarian KM Arupadatu I Berakhir, Hinga Kini Lima Jurnalis dan Tiga Awak Belum Ditemukan

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
  • visibility 30
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Pencarian kini memasuki fase pemantauan sambil menunggu hasil identifikasi dan informasi baru yang dapat diverifikasi.

  2. Hingga hari terakhir, belum ditemukan objek yang dapat mengonfirmasi posisi kapal atau delapan orang di dalamnya.

  3. Hilangnya KM Arupadatu I menjadi perhatian setelah kapal membawa jurnalis untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

EKSPRESPOST.COM – Seberapa luas sebenarnya wilayah yang sudah disisir untuk menemukan KM Arupadatu I setelah kapal itu hilang kontak di Selat Sunda?

Mengapa pengerahan 523 personel dan 24 kapal belum menghasilkan titik keberadaan kapal?

Dan apa langkah berikutnya setelah operasi pencarian resmi dihentikan pada Kamis, 17/09/2026?

Area Pencarian KM Arupadatu I Meluas Hingga Ribuan Mil Persegi

Basarnas memperluas area pencarian KM Arupadatu I hingga 8.509 nautical mile persegi pada hari ke-10 operasi.

Wilayah tersebut dibagi menjadi 10 sektor untuk memperbesar peluang menemukan kapal dan delapan orang yang hilang kontak.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto mengatakan perluasan dilakukan pada hari ketiga masa perpanjangan operasi pencarian.

“Diperluas hingga 8.509 NM persegi dengan menyiagakan total 24 unit kapal gabungan di 10 sektor,” kata Rizky Dwianto.

Ratusan Personel dan Puluhan Kapal Dikerahkan dalam Pencarian

Armada pencarian melibatkan empat kapal negara milik Basarnas dari Banten, Lampung, Jakarta, dan Bengkulu.

Unsur lainnya terdiri atas kapal TNI AL, kapal Polairud, serta kapal patroli KPLP yang disebar berdasarkan sektor pencarian.

Secara keseluruhan, 523 personel SAR gabungan ikut menyisir wilayah darat, laut, dan udara selama operasi berlangsung.

Namun, hingga hari terakhir, tidak ditemukan tanda keberadaan KM Arupadatu I maupun penumpang dan awak kapal tersebut.

Tiga Belas Temuan Benda Terapung Tidak Mengarah Kapal

Tim SAR sempat menemukan 13 objek terapung selama proses pencarian di wilayah Selat Sunda.

Objek tersebut antara lain life jacket, terpal, helm, dan galon yang kemudian diperiksa untuk memastikan keterkaitannya dengan kapal yang hilang.

“Bahwa kemudian ada beberapa temuan material atau objek dicatat ada 13 objek yang ditemukan selama operasi,” kata Andra Soni.

Setelah diperiksa dan dikonfirmasi Polairud Polda Banten, seluruh objek tersebut dinyatakan tidak terhubung dengan KM Arupadatu I.

Operasi Dihentikan Karena Pencarian Dinilai Tidak Efektif Lagi

Gubernur Banten Andra Soni mengumumkan penghentian operasi SAR gabungan di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita.

Keputusan tersebut diambil setelah pencarian berlangsung 10 hari, termasuk masa perpanjangan selama tiga hari.

“Sudah tidak efektif maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan ini dinyatakan dihentikan,” ujar Andra Soni.

Penghentian operasi aktif dilakukan setelah seluruh sektor pencarian tidak menghasilkan temuan yang dapat mengarahkan tim kepada keberadaan kapal.

Pemantauan Selat Sunda Tetap Dibuka untuk Petunjuk Baru

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad memastikan pemantauan tetap berlangsung setelah operasi pencarian dihentikan.

Pemantauan melibatkan sistem pelaporan pelayaran, Lanal, Polairud, serta kapal yang melintas di Selat Sunda.

“Termasuk aktivitas kapal yang melintas di Selat Sunda yang akan menjadi ujung tombak apabila menemukan informasi lebih lanjut,” ujar Al Amrad.

Jika muncul informasi atau tanda keberadaan KM Arupadatu I yang dapat diverifikasi, operasi SAR dapat dibuka kembali.

Sementara itu, proses pencocokan DNA jenazah tanpa identitas di Pulau Enggano dengan keluarga rombongan masih berlangsung dan belum menghasilkan kepastian identitas.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Sepuluh Hari Pencarian KM Arupadatu I Berakhir, Hinga Kini Lima Jurnalis dan Tiga Awak…”?

523 personel SAR gabungan ikut menyisir wilayah darat, laut, dan udara selama operasi berlangsung.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Sepuluh Hari Pencarian KM Arupadatu I Berakhir, Hinga Kini Lima Jurnalis dan Tiga Awak…”?

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto mengatakan perluasan dilakukan pada hari ketiga masa perpanjangan operasi pencarian. “Diperluas hingga 8.509 NM persegi dengan menyiagakan total 24 unit kapal gabungan di 10 sektor,” kata Rizky Dwianto.

03Di mana peristiwa dalam “Sepuluh Hari Pencarian KM Arupadatu I Berakhir, Hinga Kini Lima Jurnalis dan Tiga Awak…” berlangsung?

Tiga Belas Temuan Benda Terapung Tidak Mengarah Kapal Tim SAR sempat menemukan 13 objek terapung selama proses pencarian di wilayah Selat Sunda.

04Mengapa perkembangan dalam “Sepuluh Hari Pencarian KM Arupadatu I Berakhir, Hinga Kini Lima Jurnalis dan Tiga Awak…” terjadi?

Objek tersebut antara lain life jacket, terpal, helm, dan galon yang kemudian diperiksa untuk memastikan keterkaitannya dengan kapal yang hilang. “Bahwa kemudian ada beberapa temuan material atau objek dicatat ada 13 objek yang ditemukan selama operasi,” kata Andra Soni.

05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Sepuluh Hari Pencarian KM Arupadatu I Berakhir, Hinga Kini Lima Jurnalis dan Tiga Awak…” berlangsung?

Penghentian operasi aktif dilakukan setelah seluruh sektor pencarian tidak menghasilkan temuan yang dapat mengarahkan tim kepada keberadaan kapal.

06Angka penting apa yang disebut dalam “Sepuluh Hari Pencarian KM Arupadatu I Berakhir, Hinga Kini Lima Jurnalis dan Tiga Awak…”?

Area Pencarian KM Arupadatu I Meluas Hingga Ribuan Mil Persegi Basarnas memperluas area pencarian KM Arupadatu I hingga 8.509 nautical mile persegi pada hari ke-10 operasi.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekspres TV: Kisah Andre Kawaru Mewujudkan Impian Rumah Subsidi FLPP di Samarinda

    Ekspres TV: Kisah Andre Kawaru Mewujudkan Impian Rumah Subsidi FLPP di Samarinda

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 56
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Andre Kawaru (31), seorang kepala keluarga asal Samarinda, Kalimantan Timur, berhasil mewujudkan impian memiliki hunian sendiri melalui program Rumah Subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari pemerintah. Keberhasilan ini menjadi titik balik berharga bagi Andre dan istrinya, Elisa Hendriati, setelah sebelumnya […]

  • Independensi Media dan Demonstrasi: Mengapa Kepentingan Bisnis Bisa Memengaruhi Pemberitaan Pers

    Independensi Media dan Demonstrasi: Mengapa Kepentingan Bisnis Bisa Memengaruhi Pemberitaan Pers

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Satrio Arismunandar, Mantan Jurnalis Harian KOMPAS dan Divisi News TRANS TV.
    • visibility 70
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Setiap kali terjadi demonstrasi besar, terutama jika melibatkan ribuan orang dan berpotensi menimbulkan kerusuhan, selalu muncul pertanyaan: mengapa media tidak memberitakannya lebih besar? 02 Media Butuh Berita, Tetapi Tidak Butuh Kekacauan Ada sesuatu yang agak paradoks dalam hubungan media dengan demonstrasi. […]

  • BPS Ungkap Mengapa Angka Kemiskinan Indonesia Versi Bank Dunia Mencapai 64,2 Persen, Berbeda Jauh

    BPS Ungkap Mengapa Angka Kemiskinan Indonesia Versi Bank Dunia Mencapai 64,2 Persen, Berbeda Jauh

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 20
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Garis kemiskinan nasional BPS mencapai Rp669.235 per kapita per bulan pada Maret 2026. 02 Garis kemiskinan makanan tercatat Rp499.886, sedangkan komponen bukan makanan sebesar Rp169.349 per kapita. 03 BPS menggunakan data Susenas untuk mengukur pengeluaran dan pola konsumsi rumah tangga masyarakat […]

  • Dana Asing Serbu Pasar Saham RI Rp110,9 Triliun, IHSG Punya Peluang Terbang Lebih Tinggi

    Dana Asing Serbu Pasar Saham RI Rp110,9 Triliun, IHSG Punya Peluang Terbang Lebih Tinggi

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 54
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Investor asing mencatatkan transaksi pembelian saham di BEI hingga Rp110,9 triliun, memberi peluang bagi IHSG untuk menguat lebih tinggi. 02 Saham sektor perbankan dan komoditas seperti BBRI, BBCA, BMRI, dan AMMN menjadi magnet utama perburuan dana investor global. 03 Analis menilai […]

  • Menakar 34 Agenda Transformasi Prabowo, Dari Kemandirian Pertahanan hingga Pangan, Energi dan Ekonomi

    Menakar 34 Agenda Transformasi Prabowo, Dari Kemandirian Pertahanan hingga Pangan, Energi dan Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 28
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Berbagai program masih memiliki target dan tahapan implementasi sehingga capaian perlu terus dievaluasi secara objektif. 02 Pemerintah menempatkan kemandirian ekonomi sebagai benang merah berbagai kebijakan strategis nasional. 03 Agenda transformasi Prabowo mencakup pertahanan, fiskal, pangan, energi, kesehatan, pendidikan dan ekonomi rakyat. […]

  • Bayan Resources BYAN Ungkap Dampak Material RKAB 2026 Terhadap Kelangsungan Operasional Korporasi

    Bayan Resources BYAN Ungkap Dampak Material RKAB 2026 Terhadap Kelangsungan Operasional Korporasi

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 26
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 BYAN menghadapi risiko ketidakpastian produksi ketika persetujuan perubahan RKAB 2026 belum diterbitkan pemerintah. 02 Konsekuensi RKAB dapat merambat pada kemampuan memenuhi kontrak, produksi, penjualan, serta kesinambungan operasional. 03 nvestor perlu mencermati perkembangan persetujuan RKAB dan dampaknya terhadap kegiatan usaha Bayan Resources. […]

expand_less