110 Juta Ton Bijih Jabal Sayid Madinah, Apa Arti Temuan Rare Earth dan Uranium bagi Arab Saudi?
- account_circle Tim EkspresPost
- calendar_month
- visibility 10
- print Cetak

Arab Saudi mengumumkan temuan sekitar 110 juta ton bijih di Jabal Sayid Madinah, dengan rare earth dan uranium menjadi dua sumber daya yang mendapat perhatian.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
-
Jabal Sayid mempertemukan agenda pertambangan, hilirisasi mineral, teknologi maju, dan energi nuklir Saudi.
-
Temuan ini memperkuat perhatian terhadap peran Arab Saudi dalam rantai pasok mineral strategis global.
-
Tahap eksplorasi dan pengembangan berikutnya akan menentukan nilai ekonomi sebenarnya dari sumber daya tersebut.
EKSPRESPOST.COM – Apakah uranium Jabal Sayid dapat menjadi bagian penting rantai bahan bakar nuklir Arab Saudi?
Seberapa besar sumber daya yang sebenarnya terkandung di balik 110 juta ton bijih tersebut?
Dan bagaimana temuan ini berkaitan dengan kerja sama nuklir Riyadh bersama Washington?
Arab Saudi mengungkap temuan sekitar 110 juta ton bijih di Jabal Sayid, Madinah, dengan konsentrasi rare earth tinggi serta kandungan uranium yang disebut menjanjikan.
Temuan tersebut diumumkan Pangeran Abdulaziz bin Salman dalam konferensi umum IAEA ketika Riyadh tengah memperluas agenda energi nuklir sipilnya.
Reuters menyebut penemuan tersebut sebagai perkembangan penting bagi prospek sumber daya energi Saudi dan rencana jangka panjang industri nuklir sipil.
Kandungan Uranium Menambah Dimensi psda Temuan Mineral
Pangeran Abdulaziz menyatakan eksplorasi Jabal Sayid menghasilkan estimasi sekitar 110 juta ton bijih dengan konsentrasi tinggi mineral tanah jarang.
“Terutama unsur-unsur berat, disertai konsentrasi uranium yang menjanjikan,” ujar Pangeran Abdulaziz bin Salman mengenai hasil kajian geologi tersebut.
Namun, angka 110 juta ton tidak boleh dibaca sebagai jumlah uranium yang ditemukan karena angka tersebut mengacu pada total bijih.
Data terpisah dari CSIS memperkirakan Jabal Sayid memiliki sekitar 31.000 ton sumber daya uranium berdasarkan informasi pemerintah Saudi dan Maaden.
Saudi Mulai Membayangkan Rantai Bahan Bakar Nuklir
CSIS menilai keberadaan uranium tersebut berpotensi memberi Saudi sumber daya domestik untuk mendukung pengembangan siklus bahan bakar nuklir.
Riyadh sendiri menyatakan program nuklirnya diarahkan untuk penggunaan damai dan dikembangkan bersama mitra internasional.
Pangeran Abdulaziz mengatakan Saudi tidak membangun program nuklirnya secara terpisah dari komunitas internasional atau melalui fasilitas tersembunyi.
Pernyataan tersebut menempatkan temuan uranium Jabal Sayid dalam konteks kebijakan energi, keselamatan nuklir, serta komitmen nonproliferasi.
Kesepakatan Washington Riyadh Hadir Sebelum Temuan Diumumkan
Amerika Serikat dan Arab Saudi menandatangani kesepakatan kerja sama nuklir sipil pada Rabu, 22 Juli 2026.
Departemen Energi AS menyebut perjanjian tersebut menjadi landasan hukum kemitraan bernilai miliaran dolar selama beberapa dekade.
Kesepakatan tersebut juga memberikan akses lebih besar bagi korporasi Amerika Serikat ke program energi nuklir Saudi.
“Kesepakatan ini menyediakan akses lebih besar bagi korporasi Amerika dalam program energi nuklir Saudi,” demikian keterangan Departemen Energi AS.
Rare Earth Membuat Jabal Sayid Semakin Strategis
Uranium bukan satu-satunya sumber daya yang membuat Jabal Sayid mendapat perhatian karena deposit rare earth juga diperkirakan sangat besar.
CSIS memperkirakan kawasan tersebut mengandung 552.000 ton rare earth berat dan 355.000 ton rare earth ringan.
Rare earth berat mencakup disprosium dan terbium, sedangkan rare earth ringan mencakup neodimium dan praseodimium.
Material tersebut digunakan dalam teknologi modern, termasuk magnet permanen, kendaraan listrik, elektronik, energi terbarukan, dan sejumlah aplikasi pertahanan.
Kombinasi uranium dan rare earth menjadikan proyek tersebut relevan bagi dua agenda sekaligus, yakni keamanan energi dan rantai pasok teknologi.
Namun, sumber daya yang teridentifikasi tetap harus melalui tahapan teknis dan ekonomi sebelum dapat disamakan dengan cadangan siap produksi.
Dengan demikian, nilai strategis Jabal Sayid saat ini terletak pada potensi sumber dayanya serta peluang membangun industri hilir berbasis mineral dan energi nuklir.****
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.
01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “110 Juta Ton Bijih Jabal Sayid Madinah, Apa Arti Temuan Rare Earth dan Uranium…”?
Arab Saudi mengungkap temuan sekitar 110 juta ton bijih di Jabal Sayid, Madinah, dengan konsentrasi rare earth tinggi serta kandungan uranium yang disebut menjanjikan.
02Siapa pihak utama yang disebut dalam “110 Juta Ton Bijih Jabal Sayid Madinah, Apa Arti Temuan Rare Earth dan Uranium…”?
Kandungan Uranium Menambah Dimensi psda Temuan Mineral Pangeran Abdulaziz menyatakan eksplorasi Jabal Sayid menghasilkan estimasi sekitar 110 juta ton bijih dengan konsentrasi tinggi mineral tanah jarang. “Terutama unsur-unsur berat, disertai konsentrasi uranium yang menjanjikan,” ujar Pangeran Abdulaziz bin Salman mengenai hasil kajian geologi tersebut.
03Kapan peristiwa dalam “110 Juta Ton Bijih Jabal Sayid Madinah, Apa Arti Temuan Rare Earth dan Uranium…” terjadi?
Kesepakatan Washington Riyadh Hadir Sebelum Temuan Diumumkan Amerika Serikat dan Arab Saudi menandatangani kesepakatan kerja sama nuklir sipil pada Rabu, 22 Juli 2026.
04Mengapa perkembangan dalam “110 Juta Ton Bijih Jabal Sayid Madinah, Apa Arti Temuan Rare Earth dan Uranium…” terjadi?
Namun, angka 110 juta ton tidak boleh dibaca sebagai jumlah uranium yang ditemukan karena angka tersebut mengacu pada total bijih.
05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “110 Juta Ton Bijih Jabal Sayid Madinah, Apa Arti Temuan Rare Earth dan Uranium…” berlangsung?
Pangeran Abdulaziz mengatakan Saudi tidak membangun program nuklirnya secara terpisah dari komunitas internasional atau melalui fasilitas tersembunyi.
06Angka penting apa yang disebut dalam “110 Juta Ton Bijih Jabal Sayid Madinah, Apa Arti Temuan Rare Earth dan Uranium…”?
Data terpisah dari CSIS memperkirakan Jabal Sayid memiliki sekitar 31.000 ton sumber daya uranium berdasarkan informasi pemerintah Saudi dan Maaden.
Penulis Tim EkspresPost
Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.
