Investasi Keluarga Hartono di Luar Negeri Disorot, Grup Djarum Jelaskan Strategi Bisnis dan Pembiayaannya
- account_circle Tim EkspresPost
- calendar_month
- visibility 12
- print Cetak

Grup Djarum menyebut ekspansi investasi luar negeri bukan capital flight, melainkan bagian dari strategi diversifikasi dan pengembangan bisnis global.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
-
Keluarga Hartono melalui Grup Djarum disebut berinvestasi sedikitnya Dolar AS 1,4 miliar di luar negeri.
-
Grup Djarum menegaskan sekitar 90% investasi keluarga Hartono masih berada di Indonesia.
-
Manajemen menyebut ekspansi luar negeri sebagai diversifikasi bisnis, bukan aksi capital flight dari Indonesia.
EKSPRESPOST.COM – Mengapa keluarga Hartono memperbesar investasi di luar negeri ketika sebagian besar bisnisnya masih berada di Indonesia?
Apakah ekspansi global ini menandai perubahan strategi Grup Djarum?
Dan mengapa akuisisi bisnis kertas menjadi pintu masuk penting untuk memahami arah baru korporasi tersebut?
Grup Djarum Memperluas Portofolio Saat Bisnis Domestik Tetap Dominan
Keluarga Hartono memperluas portofolio investasi melalui sejumlah entitas di Singapura dan London dengan nilai sedikitnya Dolar AS 1,4 miliar.
Investasi tersebut dilakukan sejak akhir 2023 dan mencakup sektor kertas serta perangkat lunak jasa keuangan di Singapura.
Dua transaksi kertas terbesar dilakukan melalui Evergreen Hill Enterprise Pte Ltd di Amerika Serikat dan Austria.
Akuisisi bisnis kertas khusus Amerika Serikat bernilai Dolar AS 669 juta, sedangkan transaksi Austria mencapai 360 juta euro.
Secara keseluruhan, nilai dua transaksi tersebut telah melampaui Dolar AS 1 miliar.
Namun, manajemen Grup Djarum menegaskan mayoritas investasi keluarga Hartono masih berada di Indonesia.
Djarum Menilai Ekspansi Global Sebagai Langkah Normal Korporasi
Corporate Communications Manager PT Djarum Budi Darmawan mengatakan sekitar 90 persen investasi keluarga Hartono masih berada di Indonesia.
Budi menyebut ekspansi internasional merupakan strategi untuk memperluas portofolio dan mendukung keberlanjutan usaha.
“Hal normal ketika mengembangkan bisnis di luar negeri, ada beberapa perusahaan kemarin beli aset di negara lain.”
“Apakah itu capital flow? Menurut saya enggak lah gitu, itu bagian dari upaya mengembangkan bisnis,” ujar Budi.
Ia menilai ekspansi tersebut tidak dapat langsung disebut sebagai pemindahan dana dari Indonesia.
Menurut Budi, keluarga Hartono tetap memiliki komitmen membangun usaha dan ekonomi nasional melalui aktivitas bisnis domestik.
“Kapan pun 90% di Indonesia,” tegas Budi ketika menjelaskan posisi investasi keluarga Hartono.
Bisnis Kertas Menjadi Bagian Penting dari Strategi Industri Tembakau
Ekspansi Evergreen Hill ke sektor kertas memiliki hubungan dengan kebutuhan industri hasil tembakau Grup Djarum.
Investasi tersebut mencakup bisnis kertas khusus dan produsen kertas rokok yang menghasilkan bahan untuk kebutuhan industri terkait.
“Ini bagian dari langkah strategis industri hasil tembakau Djarum untuk memperkuat lini kita,” kata Budi.
Investasi tersebut dilakukan pada 2023–2024 ketika Joko Widodo masih menjabat sebagai Presiden Indonesia.
Kronologi tersebut menjadi konteks penting karena sebagian pemberitaan mengaitkan ekspansi luar negeri keluarga Hartono dengan kondisi ekonomi dan iklim usaha terkini.
Budi menegaskan keputusan tersebut merupakan strategi bisnis yang sudah berjalan sebelum pemerintahan Prabowo Subianto.
Ekspansi Domestik Berjalan Bersamaan dengan Investasi Internasional
Di Indonesia, Grup Djarum juga memperluas portofolio bisnisnya di luar industri rokok.
Budi menyebut Grup Djarum menambah bisnis teh, mengembangkan usaha bakmi, serta membangun peternakan sapi perah di Brebes, Jawa Tengah.
“Zaman Prabowo nambah lini bisnis teh produk lokal kembali ke tangan nasional. Dulu terjual, kita alhamdulillah bisa beli [jadi kembali nasional],” ujar Budi.
Investasi domestik tersebut menjadi bagian dari strategi Grup Djarum untuk terus menambah lini usaha.
Pada saat bersamaan, keluarga Hartono mengembangkan bisnis internasional melalui entitas yang berbasis di luar Indonesia.
Pola tersebut menunjukkan ekspansi global tidak serta-merta berarti pengurangan investasi domestik.
Ekonom Menilai Belum Ada Dasar Menyebutnya Capital Flight
Ekonom Indef M Rizal Taufikurahman menilai ekspansi luar negeri Grup Djarum masih berada dalam kategori strategi bisnis normal.
“Secara ekonomi, ekspansi perusahaan Indonesia ke luar negeri adalah strategi normal untuk diversifikasi pasar, aset, dan sumber pendapatan,” ujar Rizal.
Menurut Rizal, investasi langsung ke Indonesia yang masih berlangsung menjadi alasan kasus tersebut belum cukup disebut capital flight.
“Kasus seperti Djarum belum cukup untuk disebut capital flight atau bukti naiknya political risk,” katanya.
Dari sisi pembiayaan, Budi juga menyatakan akuisisi bisnis kertas menggunakan pinjaman atau pembiayaan asing.
Karena itu, angka Dolar AS 1,4 miliar tidak dapat langsung diperlakukan sebagai uang tunai yang seluruhnya dipindahkan dari Indonesia.
Dengan fakta tersebut, ekspansi Grup Djarum lebih tepat dibaca sebagai diversifikasi portofolio global.
Sementara itu, porsi sekitar 90 persen investasi di Indonesia menunjukkan pasar domestik tetap menjadi basis utama keluarga Hartono.****
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.
01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Investasi Keluarga Hartono di Luar Negeri Disorot, Grup Djarum Jelaskan Strategi Bisnis dan Pembiayaannya”?
Menurut Budi, keluarga Hartono tetap memiliki komitmen membangun usaha dan ekonomi nasional melalui aktivitas bisnis domestik. “Kapan pun 90% di Indonesia,” tegas Budi ketika menjelaskan posisi investasi keluarga Hartono.
02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Investasi Keluarga Hartono di Luar Negeri Disorot, Grup Djarum Jelaskan Strategi Bisnis dan Pembiayaannya”?
Investasi tersebut dilakukan pada 2023–2024 ketika Joko Widodo masih menjabat sebagai Presiden Indonesia.
03Di mana peristiwa dalam “Investasi Keluarga Hartono di Luar Negeri Disorot, Grup Djarum Jelaskan Strategi Bisnis dan Pembiayaannya” berlangsung?
Grup Djarum Memperluas Portofolio Saat Bisnis Domestik Tetap Dominan Keluarga Hartono memperluas portofolio investasi melalui sejumlah entitas di Singapura dan London dengan nilai sedikitnya Dolar AS 1,4 miliar.
04Mengapa perkembangan dalam “Investasi Keluarga Hartono di Luar Negeri Disorot, Grup Djarum Jelaskan Strategi Bisnis dan Pembiayaannya” terjadi?
Investasi tersebut mencakup bisnis kertas khusus dan produsen kertas rokok yang menghasilkan bahan untuk kebutuhan industri terkait. “Ini bagian dari langkah strategis industri hasil tembakau Djarum untuk memperkuat lini kita,” kata Budi.
05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Investasi Keluarga Hartono di Luar Negeri Disorot, Grup Djarum Jelaskan Strategi Bisnis dan Pembiayaannya” berlangsung?
Investasi tersebut dilakukan sejak akhir 2023 dan mencakup sektor kertas serta perangkat lunak jasa keuangan di Singapura.
06Apa dampak yang disebutkan dalam “Investasi Keluarga Hartono di Luar Negeri Disorot, Grup Djarum Jelaskan Strategi Bisnis dan Pembiayaannya”?
Bisnis Kertas Menjadi Bagian Penting dari Strategi Industri Tembakau Ekspansi Evergreen Hill ke sektor kertas memiliki hubungan dengan kebutuhan industri hasil tembakau Grup Djarum.
07Angka penting apa yang disebut dalam “Investasi Keluarga Hartono di Luar Negeri Disorot, Grup Djarum Jelaskan Strategi Bisnis dan Pembiayaannya”?
Akuisisi bisnis kertas khusus Amerika Serikat bernilai Dolar AS 669 juta, sedangkan transaksi Austria mencapai 360 juta euro.
Penulis Tim EkspresPost
Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.
