Memuat tanggal... Kirim Rilis
Minggu, 8 Nov 2026
Trending
Beranda » Ekonomi » Skema Tadpole Pinjaman Daring Dibahas DPR dan Celios, Transparansi Cicilan Jadi Kunci Perlindungan Konsumen

Skema Tadpole Pinjaman Daring Dibahas DPR dan Celios, Transparansi Cicilan Jadi Kunci Perlindungan Konsumen

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • visibility 58
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Cicilan besar pada awal pinjaman dapat mengurangi dana efektif yang tersedia bagi konsumen untuk memenuhi kebutuhannya.

  2. Skema pembayaran lebih merata dinilai dapat menjadi alternatif tanpa menghilangkan kebutuhan industri mengelola risiko kredit.

  3. Konsumen perlu mendapat informasi lengkap sebelum memutuskan menerima tawaran pinjaman daring.

EKSPRESPOST.COM – Mengapa konsumen harus menerima cicilan besar di awal ketika tujuan utama pinjaman daring adalah memperoleh dana saat membutuhkan?

Apakah pembayaran besar sejak awal harus menjadi kewajiban atau seharusnya pilihan peminjam?

Bagaimana industri dapat menjaga kesehatan bisnis sekaligus memastikan konsumen memahami bunga, biaya, dan konsekuensi pinjaman?

Hak Konsumen Memilih Skema Pembayaran Jadi Sorotan Utama

Skema Tadpole menjadi perhatian karena membuat cicilan pinjaman daring lebih besar pada awal periode dan menurun setelahnya.

Direktur Ekonomi Digital Celios Nailul Huda menilai pola tersebut dapat membebani konsumen yang sedang membutuhkan dana.

“Borrower ketika meminjam ya sudah pasti karena tidak mempunyai uang di awal,” ujar Nailul Huda.

Karena itu, menurut Nailul, kemampuan membayar lebih besar pada awal periode seharusnya diberikan sebagai pilihan, bukan kewajiban.

Skema Tadpole Berbeda dengan Cicilan Merata Bagi Peminjam

Nailul memberikan ilustrasi pinjaman Rp1 juta dengan bunga Rp300 ribu yang dibayar dalam tiga kali angsuran.

Dalam skema Tadpole, pembayaran dapat dibuat Rp700 ribu pada awal periode, kemudian Rp400 ribu dan Rp200 ribu.

Pola tersebut membantu penyelenggara mempercepat pembayaran pokok, tetapi membuat beban peminjam lebih berat ketika pinjaman baru diterima.

Nailul menilai alternatifnya dapat berupa cicilan lebih merata atau mekanisme deposit yang digunakan ketika konsumen membutuhkan.

Transparansi Bunga dan Biaya Harus Mengikuti Perlindungan Konsumen

Nailul juga menekankan pentingnya transparansi bunga serta seluruh biaya pinjaman agar tidak ada komponen biaya yang tidak dipahami konsumen.

“AFPI harus searah dengan regulator. AFPI tentu tidak boleh bertindak melebihi regulator,” kata Nailul Huda.

Ia meminta konsumen memperoleh informasi jelas sekaligus hak memilih apakah akan melanjutkan atau menolak skema pinjaman yang ditawarkan.

Kebutuhan transparansi semakin relevan karena OJK mencatat total pembiayaan Pindar mencapai Rp105,14 triliun pada Juni 2026.

Pertumbuhan Industri Harus Berjalan Bersama Perlindungan Konsumen

Harris Turino menilai persoalan Tadpole berkaitan dengan perlindungan konsumen dan integritas industri jasa keuangan.

“Menurut saya persoalan ini bukan semata-mata soal pinjaman online saja, tetapi persoalan ini adalah persoalan perlindungan konsumen dan integritas dari industri jasa keuangan,” tegas Harris Turino.

OJK mencatat pembiayaan Pindar kepada UMKM mencapai Rp35,12 triliun pada Juni 2026 atau sekitar 33,41 persen dari total pembiayaan.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan pentingnya menjaga akses pembiayaan sekaligus memastikan produk tetap transparan, adil, dan mudah dipahami.

OJK juga mengimbau masyarakat menggunakan penyelenggara Pindar yang telah berizin sebagai bagian dari perlindungan konsumen.

Dengan informasi lengkap dan pilihan yang jelas, konsumen dapat menilai kemampuan membayar sebelum mengambil keputusan finansial.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Skema Tadpole Pinjaman Daring Dibahas DPR dan Celios, Transparansi Cicilan Jadi Kunci Perlindungan Konsumen”?

Hak Konsumen Memilih Skema Pembayaran Jadi Sorotan Utama Skema Tadpole menjadi perhatian karena membuat cicilan pinjaman daring lebih besar pada awal periode dan menurun setelahnya.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Skema Tadpole Pinjaman Daring Dibahas DPR dan Celios, Transparansi Cicilan Jadi Kunci Perlindungan Konsumen”?

Direktur Ekonomi Digital Celios Nailul Huda menilai pola tersebut dapat membebani konsumen yang sedang membutuhkan dana. "Borrower ketika meminjam ya sudah pasti karena tidak mempunyai uang di awal," ujar Nailul Huda.

03Kapan peristiwa dalam “Skema Tadpole Pinjaman Daring Dibahas DPR dan Celios, Transparansi Cicilan Jadi Kunci Perlindungan Konsumen” terjadi?

Kebutuhan transparansi semakin relevan karena OJK mencatat total pembiayaan Pindar mencapai Rp105,14 triliun pada Juni 2026.

04Mengapa perkembangan dalam “Skema Tadpole Pinjaman Daring Dibahas DPR dan Celios, Transparansi Cicilan Jadi Kunci Perlindungan Konsumen” terjadi?

Karena itu, menurut Nailul, kemampuan membayar lebih besar pada awal periode seharusnya diberikan sebagai pilihan, bukan kewajiban.

05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Skema Tadpole Pinjaman Daring Dibahas DPR dan Celios, Transparansi Cicilan Jadi Kunci Perlindungan Konsumen” berlangsung?

Nailul menilai alternatifnya dapat berupa cicilan lebih merata atau mekanisme deposit yang digunakan ketika konsumen membutuhkan.

06Apa dampak yang disebutkan dalam “Skema Tadpole Pinjaman Daring Dibahas DPR dan Celios, Transparansi Cicilan Jadi Kunci Perlindungan Konsumen”?

Pola tersebut membantu penyelenggara mempercepat pembayaran pokok, tetapi membuat beban peminjam lebih berat ketika pinjaman baru diterima.

07Angka penting apa yang disebut dalam “Skema Tadpole Pinjaman Daring Dibahas DPR dan Celios, Transparansi Cicilan Jadi Kunci Perlindungan Konsumen”?

OJK mencatat pembiayaan Pindar kepada UMKM mencapai Rp35,12 triliun pada Juni 2026 atau sekitar 33,41 persen dari total pembiayaan.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemendag Pertimbangkan Usulan Bulog Untuk DMO MinyaKita 100 Persen, Realisasi BUMN Hampir Separuh Nasional

    Kemendag Pertimbangkan Usulan Bulog Untuk DMO MinyaKita 100 Persen, Realisasi BUMN Hampir Separuh Nasional

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 59
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Usulan tersebut meminta porsi penyaluran melalui BUMN Pangan ditingkatkan menjadi 100 persen dari realisasi DMO MinyaKita. 02 Kemendag mencatat realisasi distribusi BUMN bahkan telah mencapai sekitar 49,45 persen pada 10 April 2026. 03 Hampir Separuh DMO MinyaKita Sudah Melalui BUMN Pangan […]

  • Tak Hanya Lomba Siswa, FELISA 2026 Hadirkan Layanan Cek Kesehatan Gratis bagi Warga

    Tak Hanya Lomba Siswa, FELISA 2026 Hadirkan Layanan Cek Kesehatan Gratis bagi Warga

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 72
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 “FELISA dirancang agar literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk karakter siswa,” – Mochamad Sofian Hadi, Ketua Panitia FELISA 2026. 02 Pemeriksaan kesehatan gratis bagi orang tua siswa, karyawan, dan warga sekitar sekolah […]

  • Polemik Uang Rp40 Miliar, Kuasa Hukum Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Ungkap Keterangan Tan Kian

    Polemik Uang Rp40 Miliar, Kuasa Hukum Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Ungkap Keterangan Tan Kian

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 92
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Ia meminta fakta, asumsi, dan spekulasi tidak dicampuradukkan dalam perkara tersebut. 02 Febri Diansyah menyebut nama Febrie tidak disebut eksplisit sebagai penerima dana dalam keterangan tersebut. 03 Kubu Febrie menilai pemberitaan mengenai uang Rp40 miliar perlu merujuk langsung pada isi BAP […]

  • Kolaborasi Mahasiswa Tiga Prodi STAI Al-Anwar Sarang Berhasil Kembangkan Kurikulum Madin di Temanggung

    Kolaborasi Mahasiswa Tiga Prodi STAI Al-Anwar Sarang Berhasil Kembangkan Kurikulum Madin di Temanggung

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 136
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Mahasiswa dari tiga program studi STAI Al-Anwar Sarang, yakni IAT, PGMI, dan PM, melaksanakan program pemberdayaan dan pendampingan pendidikan Islam melalui pengembangan Madrasah Diniyah (Madin) di Desa Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. 02 Program yang diinisiasi berdasarkan temuan masalah kurikulum tradisional […]

  • 25 Merek Beras Fortifikasi Disorot Menteri Pertanian Amran, Ini Daftar Produk dan Fakta Pemeriksaan Pemerintah

    25 Merek Beras Fortifikasi Disorot Menteri Pertanian Amran, Ini Daftar Produk dan Fakta Pemeriksaan Pemerintah

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 340
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Perkembangan terhadap 25 merek dapat berubah seiring verifikasi, pengujian laboratorium, dan proses penegakan hukum. 02 Pemerintah menempatkan kesesuaian standar, kandungan, label, harga, dan perlindungan konsumen sebagai fokus pengawasan. 03 Temuan 25 merek menjadi perkembangan terbaru pengawasan beras fortifikasi yang berlangsung sepanjang […]

  • Manajer KDKMP dan KNMP Ditugaskan 2 Tahun, Dony Oskaria Jelaskan Hubungan dengan Agrinas

    Manajer KDKMP dan KNMP Ditugaskan 2 Tahun, Dony Oskaria Jelaskan Hubungan dengan Agrinas

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 102
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Rincian struktur hubungan kerja akan dijelaskan lebih lanjut oleh PT Agrinas Pangan Nusantara. 02 Dony Oskaria menegaskan status manajer bukan pegawai BUMN meski penempatan dilakukan melalui korporasi BUMN. 03 Perbedaan istilah antara pegawai BUMN dan tenaga penugasan menjadi perhatian dalam skema […]

expand_less