Memuat tanggal... Kirim Rilis
Langsung ke konten
Rabu, 23 Sep 2026
Trending
Beranda » Bisnis » Haji Isam Masuk Bayan Resources, Saham BYAN Tembus ARA, RKAB Tiga Anak Usaha Disetujui Pemerintah

Haji Isam Masuk Bayan Resources, Saham BYAN Tembus ARA, RKAB Tiga Anak Usaha Disetujui Pemerintah

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month
  • visibility 16
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Investor juga mencermati dampak kuota produksi terhadap volume, kinerja keuangan, dan prospek Bayan Resources.

  2. Masuknya Haji Isam mengubah struktur calon pemegang saham tanpa berarti mengambil alih mayoritas BYAN.

  3. Babak baru BYAN ditentukan oleh penyelesaian CSPA dan realisasi operasional setelah persetujuan RKAB.

EKSPRESPOST.COM – Mengapa saham BYAN langsung melesat ketika Haji Isam baru menyepakati pembelian 30 persen sahamnya?

Mengapa persoalan RKAB tetap menjadi perhatian meski tiga anak usaha memasuki fase persetujuan?

Dan apakah masuknya pemegang saham baru cukup untuk menghapus tekanan produksi serta risiko yang disoroti lembaga pemeringkat?

Bayan Resources memasuki fase baru setelah PT Jhonlin Baratama sepakat mengambil 10.000.000.500 saham BYAN atau sekitar 30 persen saham beredar.

Kesepakatan tersebut ditandai penandatanganan CSPA pada Rabu, (16/09/2026), antara Jhonlin Baratama dengan Low Tuck Kwong dan Elaine Low.

Namun, transaksi belum sepenuhnya selesai karena masih menunggu pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan.

Force Majeure Muncul Ketika Persetujuan RKAB Belum Terbit

Persoalan utama BYAN sebelumnya berasal dari tertundanya persetujuan perubahan RKAB 2026 bagi tiga anak usaha.

PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya, dan PT Fajar Sakti Prima kemudian menyampaikan pemberitahuan force majeure terkait kewajiban pasokan batu bara kepada pelanggan.

Bayan menyatakan kondisi tersebut berdampak terhadap kemampuan memenuhi kewajiban kepada pelanggan dan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional.

Pada Rabu, (16/09/2026), Tri Winarno menyatakan proses evaluasi perubahan RKAB masih berlangsung dan sejumlah aspek masih perlu dicermati.

“Karena kan lagi evaluasi, mungkin ada beberapa hal yang perlu dilakukan pencermatan atau evaluasi. Yang lain kan juga sudah kelar,” kata Tri Winarno, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM.

Perkembangan sesudahnya menunjukkan perubahan RKAB tiga anak usaha tersebut dilaporkan memperoleh persetujuan, sehingga persoalan produksi memasuki fase berbeda.

Moody’s Tetap Soroti Ketidakpastian Kuota Produksi BYAN

Di tengah kabar positif tersebut, Moody’s justru mengubah outlook BYAN menjadi negatif dari sebelumnya stabil.

Moody’s tetap mempertahankan Corporate Family Rating BYAN pada Ba1, tetapi menyoroti ketidakpastian regulasi mengenai alokasi kuota produksi.

Anthony Prayugo dari Moody’s menyebut ketidakpastian kuota dapat membatasi produksi dan menekan laba apabila tidak segera terselesaikan.

Dalam laporan Moody’s yang dikutip media, kondisi tersebut berkaitan dengan keputusan Bayan menyatakan force majeure akibat persoalan persetujuan kuota RKAB.

Situasi itu menunjukkan bahwa masuknya investor strategis dan penyelesaian administrasi RKAB belum otomatis menghapus seluruh perhatian terhadap kinerja operasional.

Masuknya Haji Isam Mengubah Konstelasi Pemegang Saham BYAN

Kesepakatan tersebut menempatkan Jhonlin Baratama sebagai calon pemegang sekitar 30 persen saham BYAN setelah seluruh persyaratan transaksi terpenuhi.

Porsi itu berbeda dari spekulasi sebelumnya yang menyebut Haji Isam berpotensi mengambil sekitar 62,25 persen saham BYAN.

Media mencatat spekulasi tersebut sebelumnya mengarah pada sekitar 20,79 miliar saham, sedangkan transaksi aktual mencakup 10.000.000.500 saham.

Direktur BYAN Jenny Quantero menegaskan penyelesaian transaksi tetap bergantung pada pemenuhan kondisi pendahuluan.

“Setelah penyelesaian transaksi, dan terpenuhinya atau seluruh syarat pendahuluan, PT Jhonlin Baratama akan memiliki 10 miliar saham biasa perseroan,” ujar Jenny Quantero.

Besaran nilai transaksi tidak diungkapkan dalam laporan tersebut, sehingga estimasi sekitar Rp114,5 triliun berdasarkan harga BYAN Rp11.450 bukan merupakan nilai pembelian resmi.

Saham Melonjak, Tetapi Investor Masih Menghadapi Dua Sinyal

Saham BYAN melonjak 19,96 persen menjadi Rp13.825 pada Jumat, (18/09/2026), dan mencapai ARA.

Pergerakan tersebut muncul setelah kesepakatan Jhonlin Baratama sekaligus perkembangan persetujuan RKAB menjadi perhatian utama pasar.

Namun, pada hari yang sama, perubahan outlook Moody’s menjadi negatif memberikan sinyal berbeda mengenai risiko produksi dan ketidakpastian regulasi.

Jenny Quantero menyatakan transaksi tidak menimbulkan dampak material negatif terhadap operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha.

“Kejadian tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perseroan,” ujar Jenny Quantero.

Dengan demikian, babak baru BYAN tidak hanya ditentukan oleh perubahan pemegang saham, tetapi juga oleh realisasi produksi setelah RKAB disetujui.

Fokus berikutnya berada pada penyelesaian CSPA, pelaksanaan kuota produksi, pemulihan kewajiban pasokan, dan kemampuan Bayan mempertahankan kinerja operasionalnya.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Haji Isam Masuk Bayan Resources, Saham BYAN Tembus ARA, RKAB Tiga Anak Usaha Disetujui…”?

PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya, dan PT Fajar Sakti Prima kemudian menyampaikan pemberitahuan force majeure terkait kewajiban pasokan batu bara kepada pelanggan.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Haji Isam Masuk Bayan Resources, Saham BYAN Tembus ARA, RKAB Tiga Anak Usaha Disetujui…”?

Yang lain kan juga sudah kelar,” kata Tri Winarno, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM.

03Kapan peristiwa dalam “Haji Isam Masuk Bayan Resources, Saham BYAN Tembus ARA, RKAB Tiga Anak Usaha Disetujui…” terjadi?

Kesepakatan tersebut ditandai penandatanganan CSPA pada Rabu, (16/09/2026), antara Jhonlin Baratama dengan Low Tuck Kwong dan Elaine Low.

04Mengapa perkembangan dalam “Haji Isam Masuk Bayan Resources, Saham BYAN Tembus ARA, RKAB Tiga Anak Usaha Disetujui…” terjadi?

Namun, transaksi belum sepenuhnya selesai karena masih menunggu pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan.

05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Haji Isam Masuk Bayan Resources, Saham BYAN Tembus ARA, RKAB Tiga Anak Usaha Disetujui…” berlangsung?

Pada Rabu, (16/09/2026), Tri Winarno menyatakan proses evaluasi perubahan RKAB masih berlangsung dan sejumlah aspek masih perlu dicermati. "Karena kan lagi evaluasi, mungkin ada beberapa hal yang perlu dilakukan pencermatan atau evaluasi.

06Apa dampak yang disebutkan dalam “Haji Isam Masuk Bayan Resources, Saham BYAN Tembus ARA, RKAB Tiga Anak Usaha Disetujui…”?

Bayan menyatakan kondisi tersebut berdampak terhadap kemampuan memenuhi kewajiban kepada pelanggan dan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional.

07Angka penting apa yang disebut dalam “Haji Isam Masuk Bayan Resources, Saham BYAN Tembus ARA, RKAB Tiga Anak Usaha Disetujui…”?

Bayan Resources memasuki fase baru setelah PT Jhonlin Baratama sepakat mengambil 10.000.000.500 saham BYAN atau sekitar 30 persen saham beredar.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bareskrim Geledah Toko Emas Cikini, Bongkar Dugaan Jaringan Penyelundupan Emas Ilegal Menuju Tiongkok

    Bareskrim Geledah Toko Emas Cikini, Bongkar Dugaan Jaringan Penyelundupan Emas Ilegal Menuju Tiongkok

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 22
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Bareskrim Polri menggeledah toko emas di Cikini terkait dugaan jaringan penyelundupan emas ilegal ke Tiongkok. 02 Lokasi tersebut diduga berkaitan dengan kegiatan produksi dan pemurnian emas sebelum diselundupkan ke luar negeri. 03 Penyidik masih memburu sejumlah pihak, termasuk GCZ yang diduga […]

  • Hendri Subiakto Minta UOB Jelaskan Dasar Tagihan, Mengaku Tak Pernah Menjadi Nasabah atau Berutang

    Hendri Subiakto Minta UOB Jelaskan Dasar Tagihan, Mengaku Tak Pernah Menjadi Nasabah atau Berutang

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 40
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Kasus tagihan UOB menjadi perhatian karena Hendri mengaku tidak pernah memiliki akad kredit atau transaksi dengan bank tersebut. 02 Riwayat kartu kredit Citibank selama lebih dari 25 tahun disebut telah berakhir setelah penutupan pada 2022. 03 Klarifikasi UOB diperlukan untuk menjelaskan […]

  • Conquest of the Summit: Essential Safety Protocols and Physical Preparation for Climbing Indonesia’s Second-Highest Peak

    Conquest of the Summit: Essential Safety Protocols and Physical Preparation for Climbing Indonesia’s Second-Highest Peak

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 16
    • 0Komentar

    NORTH LOMBOK, INDONESIA — Scaling Mount Rinjani is widely regarded by international mountaineers as one of the most physically demanding yet visually stunning non-technical ascents in Southeast Asia. Standing tall at 3,726 meters on the island of Lombok, this active stratovolcano requires hikers to tackle over 3,000 meters of cumulative elevation gain across a dramatic variety […]

  • Independensi Media dan Demonstrasi: Mengapa Kepentingan Bisnis Bisa Memengaruhi Pemberitaan Pers

    Independensi Media dan Demonstrasi: Mengapa Kepentingan Bisnis Bisa Memengaruhi Pemberitaan Pers

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Satrio Arismunandar, Mantan Jurnalis Harian KOMPAS dan Divisi News TRANS TV.
    • visibility 52
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Setiap kali terjadi demonstrasi besar, terutama jika melibatkan ribuan orang dan berpotensi menimbulkan kerusuhan, selalu muncul pertanyaan: mengapa media tidak memberitakannya lebih besar? 02 Media Butuh Berita, Tetapi Tidak Butuh Kekacauan Ada sesuatu yang agak paradoks dalam hubungan media dengan demonstrasi. […]

  • Sengketa Emas 2,2 Kg BJB Syariah Kembali Viral, Ini Perbedaan Klaim yjang Dilakukan Nasabah dan Perbankan

    Sengketa Emas 2,2 Kg BJB Syariah Kembali Viral, Ini Perbedaan Klaim yjang Dilakukan Nasabah dan Perbankan

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 30
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 “Deposito emas saya di Bank BJB Syariah total 2,2 Kg atau sekarang bernilai sekitar Rp6,8 miliar,” kata William Gunawan, nasabah BJB Syariah. 02 Seberapa kuat perlindungan nasabah ketika aset emas bernilai miliaran rupiah dipersoalkan setelah bertahun-tahun? 03 Dan apakah dokumen transaksi […]

  • Ekspres TV: Presiden Prabowo Tinjau Pengungsi Gempa Nagekeo dan Pastikan Bantuan

    Ekspres TV: Presiden Prabowo Tinjau Pengungsi Gempa Nagekeo dan Pastikan Bantuan

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Presiden Prabowo tinjau pengungsi gempa Nagekeo di NTT, menyampaikan duka cita, serta memastikan penyaluran bantuan logistik dan fasilitas kesehatan.

expand_less