Memuat tanggal... Kirim Rilis
Langsung ke konten
Selasa, 22 Sep 2026
Trending
Beranda » Ekonomi » Purbaya Yudhi Sadewa Resmi Diganti, Ini Fakta Polemik Danantara, Himbara dan 17+8 Sebelum Reshuffle

Purbaya Yudhi Sadewa Resmi Diganti, Ini Fakta Polemik Danantara, Himbara dan 17+8 Sebelum Reshuffle

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month
  • visibility 15
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Transisi tersebut menandai babak baru pengelolaan APBN setelah pergantian Menteri Keuangan.

  2. Hingga pelantikan, Suahasil mengatakan belum berkomunikasi dengan Purbaya sebagai pendahulunya di Kementerian Keuangan.

  3. Suahasil Nazara menerima telepon dari Istana pada Senin pagi sebelum kemudian menghadap Presiden Prabowo dan dilantik sore harinya.

  4. Kebijakan Dana Himbara Menjadi Ujian Pengelolaan Likuiditas Purbaya kemudian mendorong kebijakan penempatan dana pemerintah pada bank-bank Himbara dengan nilai awal Rp200 triliun.

  5. “Bukan sebagian kecil,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa, ketika mengoreksi pernyataan sebelumnya di Istana Kepresidenan.

EKPRESPOST.COM – Bagaimana perjalanan Purbaya Yudhi Sadewa selama sekitar satu tahun menjadi Menteri Keuangan sebelum akhirnya digantikan?

Mengapa sejumlah kebijakan ekonominya berulang kali menjadi perdebatan publik dan pelaku pasar?

Dan apa yang berubah setelah Suahasil Nazara mengambil alih posisi bendahara negara?

Purbaya Yudhi Sadewa mengakhiri masa jabatan sebagai Menteri Keuangan pada Senin, (14/09/2026), setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara sebagai penggantinya.

Pergantian tersebut menjadi babak baru pengelolaan fiskal pemerintahan Prabowo sekaligus mengakhiri periode sekitar satu tahun Purbaya memimpin Kementerian Keuangan.

Selama periode tersebut, sejumlah pernyataan dan kebijakan Purbaya menjadi sorotan, mulai dari 17+8, dana Himbara, hingga polemik Danantara.

Awal Jabatan Purbaya Langsung Dihadapkan Kontroversi Publik

Purbaya mulai menghadapi sorotan hanya sehari setelah pelantikannya ketika komentarnya mengenai tuntutan 17+8 memicu kritik.

Purbaya kemudian meminta maaf dan menyatakan bahwa maksud sebenarnya adalah banyak masyarakat mengalami kesulitan ketika kondisi ekonomi tertekan.

“Bukan sebagian kecil,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa, ketika mengoreksi pernyataan sebelumnya di Istana Kepresidenan.

Ia kemudian menekankan pentingnya pemulihan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja untuk mengurangi tekanan masyarakat.

Polemik tersebut menjadi salah satu ujian komunikasi publik pertama Purbaya sebagai Menteri Keuangan.

Setelah itu, sorotan bergeser dari pernyataan pribadi menuju kebijakan fiskal dan moneter yang dijalankan pemerintah.

Kebijakan Dana Himbara Menjadi Ujian Pengelolaan Likuiditas

Purbaya kemudian mendorong kebijakan penempatan dana pemerintah pada bank-bank Himbara dengan nilai awal Rp200 triliun.

Pemerintah menjelaskan kebijakan tersebut bertujuan memperkuat likuiditas perbankan dan mendorong kredit agar aktivitas ekonomi meningkat.

Kebijakan tersebut memunculkan perdebatan mengenai mekanisme pengelolaan kas pemerintah dan penggunaan SAL.

Pada perkembangan berikutnya, penempatan dana pemerintah di Himbara kembali menjadi instrumen kebijakan fiskal Purbaya pada 2026.

Reuters menyebut kebijakan injeksi likuiditas Purbaya sebagai salah satu pendekatan yang tidak biasa dan sempat menimbulkan friksi dengan bank sentral.

Di sisi lain, pemerintah mempertahankan argumentasi bahwa kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas dan mendukung aktivitas ekonomi.

Danantara Menjadi Isu Strategis Menjelang Pergantian

Pada Jumat, (28/08/2026), Purbaya menyatakan Danantara akan menyetorkan sekitar Rp120 triliun kepada APBN 2026.

“Sekitar Rp120 triliun untuk tahun ini,” kata Purbaya Yudhi Sadewa, ketika menjelaskan rencana tersebut.

Purbaya menyebut dana tersebut akan masuk sebagai PNBP lainnya dan membandingkannya dengan penerimaan dividen sebelumnya sekitar Rp90 triliun.

Polemik mengenai rencana tersebut muncul menjelang pergantian Purbaya dan menjadi bagian dari perhatian terhadap koordinasi kebijakan fiskal pemerintah.

Reuters kemudian mencatat adanya perdebatan mengenai klaim transfer keuntungan sovereign wealth fund tersebut dalam periode menjelang pergantian Menteri Keuangan.

Namun, tidak terdapat keterangan resmi Presiden yang menyatakan isu Danantara sebagai penyebab tunggal pencopotan Purbaya.

Suahasil Mengambil Alih Dengan Mandat Menjaga APBN

Setelah Purbaya diganti, Suahasil Nazara mengambil alih posisi Menteri Keuangan dengan pesan utama menjaga kredibilitas dan kesehatan APBN.

Suahasil juga menegaskan pentingnya mempertahankan defisit anggaran di bawah batas 3 persen PDB sesuai ketentuan fiskal.

Purbaya sendiri mengatakan kepada Reuters bahwa dirinya kecewa, tetapi sebagian telah menduga akan diganti setelah muncul sejumlah perbedaan dengan pejabat lain.

Ia menyatakan tidak memiliki perbedaan kebijakan dengan Presiden Prabowo, meski mengakui adanya perbedaan dengan sejumlah pejabat lainnya.

Pergantian tersebut terjadi ketika Indonesia menghadapi tekanan fiskal dan perhatian investor, meskipun pertumbuhan ekonomi juga berada pada laju tercepat dalam sekitar tiga tahun.

Dengan demikian, perjalanan Purbaya sebagai Menteri Keuangan diwarnai kombinasi pertumbuhan ekonomi, kebijakan likuiditas, kontroversi komunikasi, serta perdebatan mengenai kredibilitas fiskal.

Rangkaian peristiwa tersebut menjadi latar belakang penting untuk memahami pergantian Purbaya, tanpa menyimpulkan bahwa salah satu kontroversi tertentu merupakan penyebab resmi reshuffle.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Purbaya Yudhi Sadewa Resmi Diganti, Ini Fakta Polemik Danantara, Himbara dan 17+8 Sebelum Reshuffle”?

Pemerintah menjelaskan kebijakan tersebut bertujuan memperkuat likuiditas perbankan dan mendorong kredit agar aktivitas ekonomi meningkat.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Purbaya Yudhi Sadewa Resmi Diganti, Ini Fakta Polemik Danantara, Himbara dan 17+8 Sebelum Reshuffle”?

Purbaya Yudhi Sadewa mengakhiri masa jabatan sebagai Menteri Keuangan pada Senin, (14/09/2026), setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara sebagai penggantinya.

03Kapan peristiwa dalam “Purbaya Yudhi Sadewa Resmi Diganti, Ini Fakta Polemik Danantara, Himbara dan 17+8 Sebelum Reshuffle” terjadi?

Pergantian tersebut menjadi babak baru pengelolaan fiskal pemerintahan Prabowo sekaligus mengakhiri periode sekitar satu tahun Purbaya memimpin Kementerian Keuangan.

04Di mana peristiwa dalam “Purbaya Yudhi Sadewa Resmi Diganti, Ini Fakta Polemik Danantara, Himbara dan 17+8 Sebelum Reshuffle” berlangsung?

Purbaya kemudian meminta maaf dan menyatakan bahwa maksud sebenarnya adalah banyak masyarakat mengalami kesulitan ketika kondisi ekonomi tertekan. “Bukan sebagian kecil,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa, ketika mengoreksi pernyataan sebelumnya di Istana Kepresidenan.

05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Purbaya Yudhi Sadewa Resmi Diganti, Ini Fakta Polemik Danantara, Himbara dan 17+8 Sebelum Reshuffle” berlangsung?

Kebijakan tersebut memunculkan perdebatan mengenai mekanisme pengelolaan kas pemerintah dan penggunaan SAL.

06Apa dampak yang disebutkan dalam “Purbaya Yudhi Sadewa Resmi Diganti, Ini Fakta Polemik Danantara, Himbara dan 17+8 Sebelum Reshuffle”?

Kebijakan Dana Himbara Menjadi Ujian Pengelolaan Likuiditas Purbaya kemudian mendorong kebijakan penempatan dana pemerintah pada bank-bank Himbara dengan nilai awal Rp200 triliun.

07Angka penting apa yang disebut dalam “Purbaya Yudhi Sadewa Resmi Diganti, Ini Fakta Polemik Danantara, Himbara dan 17+8 Sebelum Reshuffle”?

Selama periode tersebut, sejumlah pernyataan dan kebijakan Purbaya menjadi sorotan, mulai dari 17+8, dana Himbara, hingga polemik Danantara.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • DJP Tetapkan 230 Platform Digital Pemungut PPN, SPP-TDLN Mulai Berlaku Sejak 10 September 2026

    DJP Tetapkan 230 Platform Digital Pemungut PPN, SPP-TDLN Mulai Berlaku Sejak 10 September 2026

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 11
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 DJP telah menunjuk 230 platform digital global sebagai pemungut PPN PMSE di Indonesia hingga September 2026. 02 YouTube, YouTube Music, Spotify, dan platform digital internasional lainnya masuk dalam daftar pemungut PPN. 03 SPP-TDLN mulai diterapkan 10 September 2026 untuk memperluas basis […]

  • Hendri Subiakto Minta UOB Jelaskan Dasar Tagihan, Mengaku Tak Pernah Menjadi Nasabah atau Berutang

    Hendri Subiakto Minta UOB Jelaskan Dasar Tagihan, Mengaku Tak Pernah Menjadi Nasabah atau Berutang

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 39
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Kasus tagihan UOB menjadi perhatian karena Hendri mengaku tidak pernah memiliki akad kredit atau transaksi dengan bank tersebut. 02 Riwayat kartu kredit Citibank selama lebih dari 25 tahun disebut telah berakhir setelah penutupan pada 2022. 03 Klarifikasi UOB diperlukan untuk menjelaskan […]

  • BAP Tan Kian Sebut 4 Nama Pejabat Kejagung, Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Bantah Aliran Rp40 Miliar TPPU

    BAP Tan Kian Sebut 4 Nama Pejabat Kejagung, Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Bantah Aliran Rp40 Miliar TPPU

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 10
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Fakta mengenai tujuan dan penerima dana masih harus diuji berdasarkan keseluruhan alat bukti perkara. 02 Penyebutan empat pejabat Kejagung belum dapat dimaknai sebagai bukti penerimaan uang oleh mereka. 03 Inti persoalan kini berada pada konteks BAP, dugaan aliran dana, serta pembuktian […]

  • Hyundai-Plan Indonesia Libatkan 69 Relawan Muda, Perkuat Hubungan Indonesia-Korea Lewat Aksi Sosial

    Hyundai-Plan Indonesia Libatkan 69 Relawan Muda, Perkuat Hubungan Indonesia-Korea Lewat Aksi Sosial

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 60
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Melalui Happy Move Global Youth Volunteer, Hyundai Motor Group bersama Plan Indonesia dan Plan Korea berharap kolaborasi lintas negara semacam ini dapat terus diperluas untuk melahirkan generasi muda yang memiliki kepedulian sosial, kemampuan kepemimpinan, serta daya saing global, sekaligus memperkuat hubungan […]

  • TOK! Praperadilan Ditolak, Status Tersangka Eks Jampidsus Febrie Adriansyah SAH! Terungkap Adanya Aliran Dana Rp40 Miliar

    TOK! Praperadilan Ditolak, Status Tersangka Eks Jampidsus Febrie Adriansyah SAH! Terungkap Adanya Aliran Dana Rp40 Miliar

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Gugatan praperadilan bernomor perkara 134/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL yang melawan Polda Metro Jaya, Kortas Tipidkor Polri, dan Kejaksaan Agung ini harus kandas.

  • Suahasil Nazara Jadi Menkeu, IHSG dan Rupiah Melemah, Bagaimana Kondisi Fiskal Indonesia Terbaru?

    Suahasil Nazara Jadi Menkeu, IHSG dan Rupiah Melemah, Bagaimana Kondisi Fiskal Indonesia Terbaru?

    • calendar_month 1 jam yang lalu
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 5
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Pergerakan berikutnya menjadi perhatian untuk melihat respons pasar terhadap kebijakan fiskal Suahasil Nazara. 02 Namun, periode tersebut juga diwarnai ketidakpastian global, geopolitik, kebijakan bank sentral dan ekspektasi investor. 03 Data hingga 21 September menunjukkan IHSG dan rupiah melemah setelah pergantian Menteri […]

expand_less