Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?
- account_circle Tim EkspresPost
- calendar_month
- visibility 14
- print Cetak

Penumpang kelas Ekonomi, Bisnis, dan First Class Garuda Indonesia memiliki ketentuan jatah bagasi berbeda sesuai rute dan kelas penerbangan. (Dok. Instagram.com @garuda.indonesia)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
-
Pada penerbangan domestik, kelas Ekonomi Garuda memperoleh satu koli maksimal 23 kilogram berdasarkan ketentuan Piece Concept.
-
Kelas Bisnis dan First Class memperoleh dua koli dengan batas maksimal 32 kilogram untuk setiap koper.
-
Penerbangan internasional memiliki alokasi berbeda, sehingga penumpang perlu memeriksa ketentuan pada tiket masing-masing.
EKSPRESPOST.COM – Apakah jatah bagasi Garuda Indonesia masih cukup dihitung berdasarkan total kilogram seperti sebelumnya?
Mengapa dua koper dengan berat gabungan sama kini bisa diperlakukan berbeda?
Dan apakah perubahan sistem bagasi ini akan membuat penumpang harus lebih cermat sebelum berangkat agar terhindar dari biaya tambahan di bandara?
Perubahan Bagasi Garuda Mengubah Cara Penumpang Menyiapkan Koper Sebelum Terbang
Garuda Indonesia menerapkan Piece Concept untuk tiket yang dibeli atau diterbitkan mulai Selasa, 01/09/2026.
Sistem baru tersebut menghitung bagasi berdasarkan jumlah koli serta batas berat maksimum setiap koper.
Sebelumnya, bagasi tercatat Garuda menggunakan Weight Concept yang berfokus pada total berat seluruh barang bawaan.
Jumlah Koli Kini Menjadi Bagian Penting dalam Perhitungan Bagasi Garuda
Dalam sistem baru, satu piece dengan batas 23 kilogram berarti satu koper maksimal 23 kilogram.
Penumpang tidak dapat membagi jatah tersebut menjadi dua koper meskipun berat gabungannya tetap 23 kilogram.
Sebaliknya, dua pieces masing-masing 23 kilogram berarti dua koper dapat dibawa dengan batas 23 kilogram per koper.
Jatah Bagasi Garuda Berbeda Menurut Kelas dan Rute Penerbangan
Untuk penerbangan domestik kelas Ekonomi, Garuda memberikan satu koli dengan berat maksimal 23 kilogram.
Kelas Bisnis dan First Class memperoleh dua koli dengan batas masing-masing 32 kilogram atau total maksimal 64 kilogram.
Pada penerbangan internasional, kelas Ekonomi memperoleh dua koli masing-masing maksimal 23 kilogram, sedangkan Bisnis dan First Class dua koli masing-masing 32 kilogram.
Garuda Siapkan Edukasi dan Area Repacking Selama Masa Transisi
Direktur Transformasi Garuda Indonesia Neil Raymond Mills mengatakan perubahan tersebut ditujukan untuk memberikan kepastian lebih jelas kepada penumpang.
“Yang ingin kami dorong adalah agar pelanggan memiliki informasi yang semakin jelas sejak merencanakan perjalanan berapa jumlah bagasi yang dapat dibawa dan berapa batas berat setiap bagasi,” ujar Mills.
Garuda menyatakan informasi regulasi, tarif kelebihan koli, serta ketentuan teknis telah disampaikan melalui kanal komunikasi resmi.
“Informasi tersebut menjadi bagian dari edukasi selama masa transisi, terutama agar penumpang memahami perbedaan antara penambahan jumlah koli dan kelebihan berat per koli sebelum keberangkatan,” kata Mills.
Untuk mengantisipasi persoalan di bandara, Garuda menyiagakan petugas asistensi dan menyediakan repacking area bagi penumpang.
“Prioritas kami adalah memastikan transisi ini berlangsung sejelas dan semudah mungkin,” ujar Mills.
Sementara itu, perkembangan terbaru menunjukkan adanya perhatian dari Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia terhadap perubahan sistem tersebut.
APJAPI pada Rabu, 09/09/2026 menyatakan telah menyampaikan hasil kajiannya kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.
Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa perubahan sistem bagasi tidak hanya menyangkut teknis pengemasan, tetapi juga aspek perlindungan konsumen.
Bagi penumpang, Garuda menegaskan e-ticket menjadi acuan utama karena jatah bagasi dapat berbeda berdasarkan rute, kelas penerbangan, dan jenis tiket.
Penumpang juga disarankan menimbang setiap koper secara terpisah sebelum keberangkatan untuk memastikan tidak melampaui batas yang ditentukan.****
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.
01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?”?
Untuk mengantisipasi persoalan di bandara, Garuda menyiagakan petugas asistensi dan menyediakan repacking area bagi penumpang. “Prioritas kami adalah memastikan transisi ini berlangsung sejelas dan semudah mungkin,” ujar Mills.
02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?”?
Garuda Siapkan Edukasi dan Area Repacking Selama Masa Transisi Direktur Transformasi Garuda Indonesia Neil Raymond Mills mengatakan perubahan tersebut ditujukan untuk memberikan kepastian lebih jelas kepada penumpang. “Yang ingin kami dorong adalah agar pelanggan memiliki informasi yang semakin jelas sejak merencanakan perjalanan berapa jumlah bagasi yang dapat dibawa dan berapa batas berat setiap bagasi,” ujar Mills.
03Kapan peristiwa dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?” terjadi?
Perubahan Bagasi Garuda Mengubah Cara Penumpang Menyiapkan Koper Sebelum Terbang Garuda Indonesia menerapkan Piece Concept untuk tiket yang dibeli atau diterbitkan mulai Selasa, 01/09/2026.
04Mengapa perkembangan dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?” terjadi?
Garuda menyatakan informasi regulasi, tarif kelebihan koli, serta ketentuan teknis telah disampaikan melalui kanal komunikasi resmi. “Informasi tersebut menjadi bagian dari edukasi selama masa transisi, terutama agar penumpang memahami perbedaan antara penambahan jumlah koli dan kelebihan berat per koli sebelum keberangkatan,” kata Mills.
05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?” berlangsung?
Sebelumnya, bagasi tercatat Garuda menggunakan Weight Concept yang berfokus pada total berat seluruh barang bawaan.
06Apa dampak yang disebutkan dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?”?
APJAPI pada Rabu, 09/09/2026 menyatakan telah menyampaikan hasil kajiannya kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.
07Angka penting apa yang disebut dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?”?
Jumlah Koli Kini Menjadi Bagian Penting dalam Perhitungan Bagasi Garuda Dalam sistem baru, satu piece dengan batas 23 kilogram berarti satu koper maksimal 23 kilogram.
Penulis Tim EkspresPost
Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.
