Memuat tanggal... Kirim Rilis
Langsung ke konten
Rabu, 23 Sep 2026
Trending
Beranda » Bisnis » Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?

Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month
  • visibility 14
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Pada penerbangan domestik, kelas Ekonomi Garuda memperoleh satu koli maksimal 23 kilogram berdasarkan ketentuan Piece Concept.

  2. Kelas Bisnis dan First Class memperoleh dua koli dengan batas maksimal 32 kilogram untuk setiap koper.

  3. Penerbangan internasional memiliki alokasi berbeda, sehingga penumpang perlu memeriksa ketentuan pada tiket masing-masing.

EKSPRESPOST.COM – Apakah jatah bagasi Garuda Indonesia masih cukup dihitung berdasarkan total kilogram seperti sebelumnya?

Mengapa dua koper dengan berat gabungan sama kini bisa diperlakukan berbeda?

Dan apakah perubahan sistem bagasi ini akan membuat penumpang harus lebih cermat sebelum berangkat agar terhindar dari biaya tambahan di bandara?

Perubahan Bagasi Garuda Mengubah Cara Penumpang Menyiapkan Koper Sebelum Terbang

Garuda Indonesia menerapkan Piece Concept untuk tiket yang dibeli atau diterbitkan mulai Selasa, 01/09/2026.

Sistem baru tersebut menghitung bagasi berdasarkan jumlah koli serta batas berat maksimum setiap koper.

Sebelumnya, bagasi tercatat Garuda menggunakan Weight Concept yang berfokus pada total berat seluruh barang bawaan.

Jumlah Koli Kini Menjadi Bagian Penting dalam Perhitungan Bagasi Garuda

Dalam sistem baru, satu piece dengan batas 23 kilogram berarti satu koper maksimal 23 kilogram.

Penumpang tidak dapat membagi jatah tersebut menjadi dua koper meskipun berat gabungannya tetap 23 kilogram.

Sebaliknya, dua pieces masing-masing 23 kilogram berarti dua koper dapat dibawa dengan batas 23 kilogram per koper.

Jatah Bagasi Garuda Berbeda Menurut Kelas dan Rute Penerbangan

Untuk penerbangan domestik kelas Ekonomi, Garuda memberikan satu koli dengan berat maksimal 23 kilogram.

Kelas Bisnis dan First Class memperoleh dua koli dengan batas masing-masing 32 kilogram atau total maksimal 64 kilogram.

Pada penerbangan internasional, kelas Ekonomi memperoleh dua koli masing-masing maksimal 23 kilogram, sedangkan Bisnis dan First Class dua koli masing-masing 32 kilogram.

Garuda Siapkan Edukasi dan Area Repacking Selama Masa Transisi

Direktur Transformasi Garuda Indonesia Neil Raymond Mills mengatakan perubahan tersebut ditujukan untuk memberikan kepastian lebih jelas kepada penumpang.

“Yang ingin kami dorong adalah agar pelanggan memiliki informasi yang semakin jelas sejak merencanakan perjalanan berapa jumlah bagasi yang dapat dibawa dan berapa batas berat setiap bagasi,” ujar Mills.

Garuda menyatakan informasi regulasi, tarif kelebihan koli, serta ketentuan teknis telah disampaikan melalui kanal komunikasi resmi.

“Informasi tersebut menjadi bagian dari edukasi selama masa transisi, terutama agar penumpang memahami perbedaan antara penambahan jumlah koli dan kelebihan berat per koli sebelum keberangkatan,” kata Mills.

Untuk mengantisipasi persoalan di bandara, Garuda menyiagakan petugas asistensi dan menyediakan repacking area bagi penumpang.

“Prioritas kami adalah memastikan transisi ini berlangsung sejelas dan semudah mungkin,” ujar Mills.

Sementara itu, perkembangan terbaru menunjukkan adanya perhatian dari Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia terhadap perubahan sistem tersebut.

APJAPI pada Rabu, 09/09/2026 menyatakan telah menyampaikan hasil kajiannya kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa perubahan sistem bagasi tidak hanya menyangkut teknis pengemasan, tetapi juga aspek perlindungan konsumen.

Bagi penumpang, Garuda menegaskan e-ticket menjadi acuan utama karena jatah bagasi dapat berbeda berdasarkan rute, kelas penerbangan, dan jenis tiket.

Penumpang juga disarankan menimbang setiap koper secara terpisah sebelum keberangkatan untuk memastikan tidak melampaui batas yang ditentukan.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?”?

Untuk mengantisipasi persoalan di bandara, Garuda menyiagakan petugas asistensi dan menyediakan repacking area bagi penumpang. “Prioritas kami adalah memastikan transisi ini berlangsung sejelas dan semudah mungkin,” ujar Mills.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?”?

Garuda Siapkan Edukasi dan Area Repacking Selama Masa Transisi Direktur Transformasi Garuda Indonesia Neil Raymond Mills mengatakan perubahan tersebut ditujukan untuk memberikan kepastian lebih jelas kepada penumpang. “Yang ingin kami dorong adalah agar pelanggan memiliki informasi yang semakin jelas sejak merencanakan perjalanan berapa jumlah bagasi yang dapat dibawa dan berapa batas berat setiap bagasi,” ujar Mills.

03Kapan peristiwa dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?” terjadi?

Perubahan Bagasi Garuda Mengubah Cara Penumpang Menyiapkan Koper Sebelum Terbang Garuda Indonesia menerapkan Piece Concept untuk tiket yang dibeli atau diterbitkan mulai Selasa, 01/09/2026.

04Mengapa perkembangan dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?” terjadi?

Garuda menyatakan informasi regulasi, tarif kelebihan koli, serta ketentuan teknis telah disampaikan melalui kanal komunikasi resmi. “Informasi tersebut menjadi bagian dari edukasi selama masa transisi, terutama agar penumpang memahami perbedaan antara penambahan jumlah koli dan kelebihan berat per koli sebelum keberangkatan,” kata Mills.

05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?” berlangsung?

Sebelumnya, bagasi tercatat Garuda menggunakan Weight Concept yang berfokus pada total berat seluruh barang bawaan.

06Apa dampak yang disebutkan dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?”?

APJAPI pada Rabu, 09/09/2026 menyatakan telah menyampaikan hasil kajiannya kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

07Angka penting apa yang disebut dalam “Garuda Ganti Sistem Bagasi, Mengapa Berat Total Koper Kini Bukan Satu-Satunya Perhitungan Utama Penumpang?”?

Jumlah Koli Kini Menjadi Bagian Penting dalam Perhitungan Bagasi Garuda Dalam sistem baru, satu piece dengan batas 23 kilogram berarti satu koper maksimal 23 kilogram.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rp120 T Danantara Masuk APBN 2026, Menkeu Purbaya Ungkap Rencana Pemerintah di Tengah Perbedaan Keterangan

    Rp120 T Danantara Masuk APBN 2026, Menkeu Purbaya Ungkap Rencana Pemerintah di Tengah Perbedaan Keterangan

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 12
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Rp120 Triliun Danantara Diproyeksikan Menambah Penerimaan Negara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Danantara akan memberikan sekitar Rp120 triliun untuk APBN 2026. 02 Namun, perbedaan posisi dengan Danantara membuat status Rp120 triliun perlu dibedakan antara target pemerintah dan penerimaan yang sudah […]

  • Update KM Virgo Transport 8: 115 Dievakuasi, Dede Farandika Disebut oleh Keluarga Berhasil Diselamatkan Nelayan

    Update KM Virgo Transport 8: 115 Dievakuasi, Dede Farandika Disebut oleh Keluarga Berhasil Diselamatkan Nelayan

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 13
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Posko informasi disiapkan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. 02 Basarnas mengerahkan kapal SAR dan helikopter untuk memperluas jangkauan pencarian korban. 03 Operasi pencarian KM Virgo Transport 8 masih berlangsung setelah kapal dilaporkan menghadapi cuaca buruk di Laut […]

  • Aljazair Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA, Apa Dampaknya bagi Hubungan Politik dan Penerbangan Kedua Negara?

    Aljazair Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA, Apa Dampaknya bagi Hubungan Politik dan Penerbangan Kedua Negara?

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 15
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Respons UEA yang berharap hubungan hanya sementara membuka kemungkinan diplomasi kembali menjadi jalur penyelesaian. 02 Aljazair menyatakan keputusan diambil setelah seluruh cara mempertahankan hubungan bilateral dinilai telah ditempuh. 03 Pemutusan hubungan diplomatik Aljazair dan UEA menjadi perkembangan terbaru dari perselisihan yang […]

  • Kasus Salah Transfer BCA Rp7,96 Juta Menjadi Perhatian, CBA Soroti Mekanisme Perlindungan Nasabah oleh OJK

    Kasus Salah Transfer BCA Rp7,96 Juta Menjadi Perhatian, CBA Soroti Mekanisme Perlindungan Nasabah oleh OJK

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 23
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Putusan sengketa salah transfer Rp7,96 juta menempatkan perlindungan hak nasabah sebagai isu utama dalam perkara Yuliana Febriani. 02 CBA mendorong OJK memperkuat pengawasan agar persoalan perbankan dapat diselesaikan lebih cepat tanpa proses hukum panjang. 03 OJK telah memperkuat instrumen perlindungan konsumen […]

  • Purbaya Ungkap Kepercayaan Investor Global Tetap Terjaga, Modal Asing Capai Rp140,6 Triliun Hingga Agustus 2026

    Purbaya Ungkap Kepercayaan Investor Global Tetap Terjaga, Modal Asing Capai Rp140,6 Triliun Hingga Agustus 2026

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 72
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Aliran Modal Asing Menjadi Indikator Kepercayaan Investor Global Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut aliran modal asing menjadi salah satu indikator terjaganya kepercayaan investor terhadap Indonesia. 02 EKPRESPOST.COM – Mengapa aliran modal asing Rp140,6 triliun dan yield SBN sekitar tujuh persen […]

  • Sentimen Negatif Bank Mandiri Menguat, Rekening Rp80,9 Juta Dibuka Kembali Setelah Klarifikasi Polisi

    Sentimen Negatif Bank Mandiri Menguat, Rekening Rp80,9 Juta Dibuka Kembali Setelah Klarifikasi Polisi

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 48
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Sentimen negatif terhadap Bank Mandiri menguat setelah rekening milik Supriyono alias Botok, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), tidak dapat digunakan menjelang rencana aksi masyarakat di depan Gedung DPR RI. 02 Polda Metro Jaya memastikan penundaan transaksi telah dibuka, sementara Bank […]

expand_less