Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau Selat Sunda, PFI Jakarta Bersama Insan Pers Gelar Doa
- account_circle Tim EkspresPost
- calendar_month
- visibility 15
- print Cetak

Ratusan insan pers mengikuti doa bersama PFI Jakarta di Balai Pewarta Foto, Menteng, untuk mendoakan keselamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
-
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau menjadi konteks penting dalam pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal.
-
Erupsi sebelumnya menghasilkan abu vulkanik dan berdampak terhadap operasional sejumlah bandar udara di Indonesia.
-
Pemerintah mengingatkan masyarakat menghindari kawasan Gunung Anak Krakatau tanpa kepentingan yang mendesak.
EKSPRESPOST.COM – Bagaimana perjalanan lima jurnalis berubah menjadi operasi pencarian besar di perairan Selat Sunda?
Di mana posisi terakhir rombongan sebelum komunikasi terputus?
Mengapa pencarian delapan orang tersebut masih belum menemukan titik terang setelah beberapa hari operasi?
Perjalanan Peliputan Berubah Menjadi Operasi Pencarian
Lima jurnalis bersama tiga awak kapal berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Mereka menggunakan speedboat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik yang sedang berlangsung.
Sekitar 42 menit setelah keberangkatan, komunikasi masih berlangsung dan salah satu jurnalis mengirimkan titik lokasi kepada rekan PFI di Lampung.
Dalam kronologi yang disampaikan PFI, komunikasi terakhir tersebut tercatat pukul 14.42 WIB dengan posisi di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.
Rombongan kemudian kehilangan komunikasi hingga akhirnya dinyatakan hilang kontak sepenuhnya pada pukul 18.13 WIB.
Tim SAR gabungan sejak itu mengerahkan berbagai unsur untuk mencari delapan orang yang berada dalam speedboat tersebut.
Lima Jurnalis Berasal dari Berbagai Media Nasional
Kelima jurnalis yang berada dalam rombongan memiliki latar belakang dari sejumlah organisasi media nasional dan internasional.
Mereka adalah M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Kantor Berita Antara, serta Ari Basuki, pewarta foto Merdeka.com.
Selanjutnya terdapat Yudistiro Pranoto dari iNews.id, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.
Tiga orang lainnya merupakan awak kapal dan pemandu yang ikut dalam perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Hilangnya rombongan tersebut kemudian memicu perhatian luas karena mereka menjalankan tugas jurnalistik di tengah aktivitas vulkanik Anak Krakatau.
Pewarta Foto Indonesia atau PFI Jakarta pada Jumat (11/9/2026) menggelar doa bersama sebagai bentuk solidaritas terhadap para jurnalis, awak kapal, dan keluarga mereka.
PFI Jakarta Ajak Insan Pers Mendoakan Keselamatan Rombongan
Doa bersama digelar di Balai Pewarta Foto, Jalan Prof Muhammad Yamin, Menteng, Jakarta Pusat, dan diikuti ratusan insan jurnalis.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari doa bersama PFI secara serentak di berbagai daerah Indonesia.
Ketua PFI Dwi Pambudo berharap kerja keras tim pencarian dan doa masyarakat menghasilkan kabar terbaik bagi seluruh rombongan.
“Semoga segala upaya yang telah dilakukan tim pencari, serta panjatan doa dari semuanya dapat berbuah kabar yang terbaik,” ujar Dwi Pambudo, Ketua PFI.
Sekjen PFI Jakarta Eusebio Chrysnamurti menyampaikan apresiasi kepada jurnalis dan masyarakat yang ikut memberikan dukungan.
“Kami berharap dengan doa-doa ini, tim pencari mendapatkan kemudahan, keselamatan dan menemukan 5 rekan kami beserta 3 awak kapal yang menyertai,” ujar Eusebio Chrysnamurti, Sekjen PFI Jakarta.
Pencarian Diperluas dengan Kapal dan Penyisiran Darat
Memasuki hari keempat pada Jumat (11/9/2026), Tim SAR memusatkan pencarian pada empat sektor dan satu sektor khusus.
Sektor khusus diarahkan ke pulau-pulau yang berada sekitar tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau, termasuk Rakata, Sertung, dan Panjang.
KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten dikerahkan untuk menyisir perairan serta wilayah daratan pulau-pulau tersebut.
Operasi pencarian juga diperkuat 13 kapal dengan cakupan hingga empat sektor perairan Lampung.
Pada Kamis (10/9/2026), tim menemukan sebuah pelampung berwarna oranye yang kemudian dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Namun, hingga Jumat, tim masih mendalami apakah pelampung tersebut memiliki keterkaitan dengan rombongan jurnalis yang dicari.
Aktivitas Anak Krakatau Membayangi Proses Pencarian
Operasi berlangsung ketika Gunung Anak Krakatau masih mengalami aktivitas vulkanik setelah erupsi yang berlangsung sekitar 25 jam.
Aktivitas tersebut sebelumnya menghasilkan abu vulkanik dan berdampak terhadap operasional sejumlah bandar udara di Indonesia.
Situasi itu menjadi salah satu konteks penting dalam pencarian karena tim harus mempertimbangkan keselamatan personel sekaligus kondisi kawasan.
Hingga Jumat (11/9/2026), belum ada informasi yang memastikan keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut.
PFI Jakarta bersama komunitas pers berharap pencarian segera membuahkan hasil dan seluruh rombongan dapat ditemukan dalam kondisi selamat.****
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.
01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau Selat Sunda, PFI Jakarta Bersama Insan…”?
Mereka menggunakan speedboat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik yang sedang berlangsung.
02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau Selat Sunda, PFI Jakarta Bersama Insan…”?
Lima Jurnalis Berasal dari Berbagai Media Nasional Kelima jurnalis yang berada dalam rombongan memiliki latar belakang dari sejumlah organisasi media nasional dan internasional.
03Kapan peristiwa dalam “Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau Selat Sunda, PFI Jakarta Bersama Insan…” terjadi?
Perjalanan Peliputan Berubah Menjadi Operasi Pencarian Lima jurnalis bersama tiga awak kapal berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
04Di mana peristiwa dalam “Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau Selat Sunda, PFI Jakarta Bersama Insan…” berlangsung?
Sekitar 42 menit setelah keberangkatan, komunikasi masih berlangsung dan salah satu jurnalis mengirimkan titik lokasi kepada rekan PFI di Lampung.
05Mengapa perkembangan dalam “Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau Selat Sunda, PFI Jakarta Bersama Insan…” terjadi?
Hilangnya rombongan tersebut kemudian memicu perhatian luas karena mereka menjalankan tugas jurnalistik di tengah aktivitas vulkanik Anak Krakatau.
06Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau Selat Sunda, PFI Jakarta Bersama Insan…” berlangsung?
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari doa bersama PFI secara serentak di berbagai daerah Indonesia.
07Apa dampak yang disebutkan dalam “Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau Selat Sunda, PFI Jakarta Bersama Insan…”?
PFI Jakarta bersama komunitas pers berharap pencarian segera membuahkan hasil dan seluruh rombongan dapat ditemukan dalam kondisi selamat.****.
08Angka penting apa yang disebut dalam “Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau Selat Sunda, PFI Jakarta Bersama Insan…”?
Dalam kronologi yang disampaikan PFI, komunikasi terakhir tersebut tercatat pukul 14.42 WIB dengan posisi di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.
Penulis Tim EkspresPost
Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.
