Memuat tanggal... Kirim Rilis
Rabu, 14 Okt 2026
Trending
Beranda » Bisnis » Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing Pangan Nasional

Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing Pangan Nasional

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 46
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Biaya Produksi Beras Indonesia Tiga Kali Lipat Menjadi Tantangan Daya Saing Perbandingan Rp12.000 dengan Rp3.800 menunjukkan biaya produksi Indonesia lebih dari tiga kali lipat dibandingkan angka yang disebut Zulhas.

  2. Dalam Book Lunch Pangan Indonesia di JCC, Jakarta, Jumat, (04/09/2026), Zulhas menyebut biaya produksi satu kilogram beras Indonesia sekitar Rp12.000.

  3. Kesenjangan tersebut menjadi persoalan strategis karena beras merupakan komoditas utama dalam sistem pangan nasional.

  4. Teknologi Dan Varietas Menjadi Kunci Menekan Ongkos Produksi Pertanian Nasional Menurut Zulhas, kesenjangan biaya produksi dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk teknologi, varietas baru, dan manajemen pengolahan lahan sawah.

  5. "Kalau biaya produksi kita jauh lebih tinggi, kita akan terus tertinggal," ujar Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia.

EKSPRESPOST.COM – Mengapa ongkos menghasilkan beras di Indonesia disebut mencapai Rp12.000 per kilogram?

Apa yang membuat Thailand dan Vietnam mampu menghasilkan beras dengan biaya sekitar Rp3.800?

Dan apakah teknologi pertanian dapat menjadi jalan keluar untuk mengejar ketertinggalan tersebut?

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti persoalan efisiensi produksi beras Indonesia yang dinilai masih tertinggal dari Thailand dan Vietnam.

Dalam Book Lunch Pangan Indonesia di JCC, Jakarta, Jumat, (04/09/2026), Zulhas menyebut biaya produksi satu kilogram beras Indonesia sekitar Rp12.000.

Sebaliknya, biaya produksi satu kilogram beras di Thailand dan Vietnam disebut hanya sekitar Rp3.800.

“Kalau biaya produksi kita jauh lebih tinggi, kita akan terus tertinggal,” ujar Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia.

Teknologi Dan Varietas Menjadi Kunci Menekan Ongkos Produksi Pertanian Nasional

Menurut Zulhas, kesenjangan biaya produksi dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk teknologi, varietas baru, dan manajemen pengolahan lahan sawah.

Faktor tersebut menunjukkan peningkatan produksi tidak hanya membutuhkan perluasan kapasitas, tetapi juga efisiensi setiap tahapan pertanian.

Dengan biaya lebih rendah, sektor pertanian memiliki peluang memperkuat daya saing tanpa mengabaikan keberlanjutan pendapatan petani.

Biaya Produksi Beras Indonesia Tiga Kali Lipat Menjadi Tantangan Daya Saing

Perbandingan Rp12.000 dengan Rp3.800 menunjukkan biaya produksi Indonesia lebih dari tiga kali lipat dibandingkan angka yang disebut Zulhas.

Kesenjangan tersebut menjadi persoalan strategis karena beras merupakan komoditas utama dalam sistem pangan nasional.

Zulhas menilai persoalan pangan harus dipahami lebih luas karena menyangkut ekonomi sekaligus ketahanan negara.

Produksi Beras Meningkat Namun Efisiensi Tetap Menjadi Pekerjaan Rumah Pemerintah

BPS mencatat produksi beras Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 34,69 juta ton, naik 13,29 persen dibandingkan 2024.

Pada Januari-Juni 2026, produksi beras diperkirakan 19,31 juta ton atau meningkat 0,26 persen secara tahunan.

Kenaikan produksi tersebut menjadi modal penting, namun tantangan efisiensi tetap perlu diperhatikan untuk memperkuat daya saing sektor pertanian.

Kemandirian Pangan Tak Cukup Hanya Mengandalkan Ketersediaan Beras Nasional Semata

Pemerintah sebelumnya menetapkan HPP GKP Rp6.500 per kilogram sebagai bagian dari upaya menjaga insentif produksi petani.

Kebijakan harga tersebut berjalan berdampingan dengan kebutuhan meningkatkan produktivitas dan efisiensi agar produksi pangan semakin kompetitif.

“Tidak ada negara yang maju tetapi pangannya terus bergantung kepada negara lain,” tegas Zulkifli Hasan.****

 

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing…”?

Kemandirian Pangan Tak Cukup Hanya Mengandalkan Ketersediaan Beras Nasional Semata Pemerintah sebelumnya menetapkan HPP GKP Rp6.500 per kilogram sebagai bagian dari upaya menjaga insentif produksi petani.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing…”?

Sebaliknya, biaya produksi satu kilogram beras di Thailand dan Vietnam disebut hanya sekitar Rp3.800. "Kalau biaya produksi kita jauh lebih tinggi, kita akan terus tertinggal," ujar Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia.

03Kapan peristiwa dalam “Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing…” terjadi?

Dalam Book Lunch Pangan Indonesia di JCC, Jakarta, Jumat, (04/09/2026), Zulhas menyebut biaya produksi satu kilogram beras Indonesia sekitar Rp12.000.

04Mengapa perkembangan dalam “Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing…” terjadi?

Kesenjangan tersebut menjadi persoalan strategis karena beras merupakan komoditas utama dalam sistem pangan nasional.

05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing…” berlangsung?

Faktor tersebut menunjukkan peningkatan produksi tidak hanya membutuhkan perluasan kapasitas, tetapi juga efisiensi setiap tahapan pertanian.

06Apa dampak yang disebutkan dalam “Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing…”?

Dengan biaya lebih rendah, sektor pertanian memiliki peluang memperkuat daya saing tanpa mengabaikan keberlanjutan pendapatan petani.

07Angka penting apa yang disebut dalam “Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing…”?

Biaya Produksi Beras Indonesia Tiga Kali Lipat Menjadi Tantangan Daya Saing Perbandingan Rp12.000 dengan Rp3.800 menunjukkan biaya produksi Indonesia lebih dari tiga kali lipat dibandingkan angka yang disebut Zulhas.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Impor Kedelai Masih Diperlukan, Menko Zulhas Ungkap Alasan Harga Produksi Lokal Sulit Bersaing Secara Global

    Impor Kedelai Masih Diperlukan, Menko Zulhas Ungkap Alasan Harga Produksi Lokal Sulit Bersaing Secara Global

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 35
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Kedelai Menjadi Salah Satu Pekerjaan Rumah Swasembada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan Indonesia masih mengandalkan impor kedelai untuk memenuhi kebutuhan nasional. 02 Untuk kedelai, Zulhas menyebut Indonesia mengimpor sekitar empat juta dalam konteks kebutuhan yang disampaikannya. 03 Pemerintah pada […]

  • Audi Marissa Gugat Cerai Anthony Xie, Babak Baru Dimulai Setelah Keduanya Memilih Jalan Kehidupan Berbeda

    Audi Marissa Gugat Cerai Anthony Xie, Babak Baru Dimulai Setelah Keduanya Memilih Jalan Kehidupan Berbeda

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 33
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Perkara masih berlanjut di PN Jakarta Selatan setelah sidang perdana ditunda pada 3 September 2026. 02 Anthony Xie menegaskan perubahan hubungan sebagai pasangan tidak mengubah komitmen mereka menjadi orang tua bagi Anzel. 03 Gugatan cerai Audi Marissa menjadi sorotan setelah keduanya […]

  • PWI dan AFPI Perkuat Literasi Pindar, Pers Didorong Jadi Garda Terdepan Edukasi Publik Lawan Pinjol Ilegal

    PWI dan AFPI Perkuat Literasi Pindar, Pers Didorong Jadi Garda Terdepan Edukasi Publik Lawan Pinjol Ilegal

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 25
    • 0Komentar

    JAKARTA, eksprespost.com/ – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggelar Workshop Jurnalistik bertajuk "Pindar untuk Inklusi Keuangan, Jurnalisme Berkualitas untuk Perlindungan Masyarakat". Kegiatan ini sebagai upaya memperkuat literasi keuangan digital serta meningkatkan kapasitas insan pers dalam mengedukasi masyarakat mengenai Pendanaan Daring (Pindar) yang legal dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan […]

  • Purbaya Ungkap Kepercayaan Investor Global Tetap Terjaga, Modal Asing Capai Rp140,6 Triliun Hingga Agustus 2026

    Purbaya Ungkap Kepercayaan Investor Global Tetap Terjaga, Modal Asing Capai Rp140,6 Triliun Hingga Agustus 2026

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 87
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Aliran Modal Asing Menjadi Indikator Kepercayaan Investor Global Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut aliran modal asing menjadi salah satu indikator terjaganya kepercayaan investor terhadap Indonesia. 02 EKPRESPOST.COM – Mengapa aliran modal asing Rp140,6 triliun dan yield SBN sekitar tujuh persen […]

  • Korporasi Tambang Berpiutang Tifak Bisa Urus RKAB, ESDM Perketat Persetujuan Produksi Minerba 2026

    Korporasi Tambang Berpiutang Tifak Bisa Urus RKAB, ESDM Perketat Persetujuan Produksi Minerba 2026

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 32
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Bahlil mengatakan distribusi kesempatan produksi ingin dibuat lebih merata agar tidak terjadi monopoli pengelolaan sumber daya mineral. 02 Kebijakan tersebut disebut sebagai implementasi amanat Pasal 33 UUD 1945 tentang kemakmuran rakyat. 03 Pemerintah mengakui kebijakan pemerataan dapat menimbulkan keberatan dari sebagian […]

  • Willgo Zainar Jadi Dirut Krakatau Steel, Penjualan Naik dan Laba Berbalik Positif Jadi Modal Kepemimpinan Baru

    Willgo Zainar Jadi Dirut Krakatau Steel, Penjualan Naik dan Laba Berbalik Positif Jadi Modal Kepemimpinan Baru

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 41
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Rekam jejak Willgo mencakup pengalaman politik, pengawasan keuangan negara, pemasaran, dan manajemen BUMN. 02 Willgo pernah menjadi anggota Komisi XI DPR RI periode 2014-2019 dari Fraksi Gerindra. 03 Ia juga pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara DPR RI. […]

expand_less