Memuat tanggal... Kirim Rilis
Jumat, 23 Okt 2026
Trending
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Bisnis » Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing Pangan Nasional

Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing Pangan Nasional

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 55
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Biaya Produksi Beras Indonesia Tiga Kali Lipat Menjadi Tantangan Daya Saing Perbandingan Rp12.000 dengan Rp3.800 menunjukkan biaya produksi Indonesia lebih dari tiga kali lipat dibandingkan angka yang disebut Zulhas.

  2. Dalam Book Lunch Pangan Indonesia di JCC, Jakarta, Jumat, (04/09/2026), Zulhas menyebut biaya produksi satu kilogram beras Indonesia sekitar Rp12.000.

  3. Kesenjangan tersebut menjadi persoalan strategis karena beras merupakan komoditas utama dalam sistem pangan nasional.

  4. Teknologi Dan Varietas Menjadi Kunci Menekan Ongkos Produksi Pertanian Nasional Menurut Zulhas, kesenjangan biaya produksi dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk teknologi, varietas baru, dan manajemen pengolahan lahan sawah.

  5. "Kalau biaya produksi kita jauh lebih tinggi, kita akan terus tertinggal," ujar Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia.

EKSPRESPOST.COM – Mengapa ongkos menghasilkan beras di Indonesia disebut mencapai Rp12.000 per kilogram?

Apa yang membuat Thailand dan Vietnam mampu menghasilkan beras dengan biaya sekitar Rp3.800?

Dan apakah teknologi pertanian dapat menjadi jalan keluar untuk mengejar ketertinggalan tersebut?

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti persoalan efisiensi produksi beras Indonesia yang dinilai masih tertinggal dari Thailand dan Vietnam.

Dalam Book Lunch Pangan Indonesia di JCC, Jakarta, Jumat, (04/09/2026), Zulhas menyebut biaya produksi satu kilogram beras Indonesia sekitar Rp12.000.

Sebaliknya, biaya produksi satu kilogram beras di Thailand dan Vietnam disebut hanya sekitar Rp3.800.

“Kalau biaya produksi kita jauh lebih tinggi, kita akan terus tertinggal,” ujar Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia.

Teknologi Dan Varietas Menjadi Kunci Menekan Ongkos Produksi Pertanian Nasional

Menurut Zulhas, kesenjangan biaya produksi dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk teknologi, varietas baru, dan manajemen pengolahan lahan sawah.

Faktor tersebut menunjukkan peningkatan produksi tidak hanya membutuhkan perluasan kapasitas, tetapi juga efisiensi setiap tahapan pertanian.

Dengan biaya lebih rendah, sektor pertanian memiliki peluang memperkuat daya saing tanpa mengabaikan keberlanjutan pendapatan petani.

Biaya Produksi Beras Indonesia Tiga Kali Lipat Menjadi Tantangan Daya Saing

Perbandingan Rp12.000 dengan Rp3.800 menunjukkan biaya produksi Indonesia lebih dari tiga kali lipat dibandingkan angka yang disebut Zulhas.

Kesenjangan tersebut menjadi persoalan strategis karena beras merupakan komoditas utama dalam sistem pangan nasional.

Zulhas menilai persoalan pangan harus dipahami lebih luas karena menyangkut ekonomi sekaligus ketahanan negara.

Produksi Beras Meningkat Namun Efisiensi Tetap Menjadi Pekerjaan Rumah Pemerintah

BPS mencatat produksi beras Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 34,69 juta ton, naik 13,29 persen dibandingkan 2024.

Pada Januari-Juni 2026, produksi beras diperkirakan 19,31 juta ton atau meningkat 0,26 persen secara tahunan.

Kenaikan produksi tersebut menjadi modal penting, namun tantangan efisiensi tetap perlu diperhatikan untuk memperkuat daya saing sektor pertanian.

Kemandirian Pangan Tak Cukup Hanya Mengandalkan Ketersediaan Beras Nasional Semata

Pemerintah sebelumnya menetapkan HPP GKP Rp6.500 per kilogram sebagai bagian dari upaya menjaga insentif produksi petani.

Kebijakan harga tersebut berjalan berdampingan dengan kebutuhan meningkatkan produktivitas dan efisiensi agar produksi pangan semakin kompetitif.

“Tidak ada negara yang maju tetapi pangannya terus bergantung kepada negara lain,” tegas Zulkifli Hasan.****

 

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing…”?

Kemandirian Pangan Tak Cukup Hanya Mengandalkan Ketersediaan Beras Nasional Semata Pemerintah sebelumnya menetapkan HPP GKP Rp6.500 per kilogram sebagai bagian dari upaya menjaga insentif produksi petani.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing…”?

Sebaliknya, biaya produksi satu kilogram beras di Thailand dan Vietnam disebut hanya sekitar Rp3.800. "Kalau biaya produksi kita jauh lebih tinggi, kita akan terus tertinggal," ujar Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia.

03Kapan peristiwa dalam “Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing…” terjadi?

Dalam Book Lunch Pangan Indonesia di JCC, Jakarta, Jumat, (04/09/2026), Zulhas menyebut biaya produksi satu kilogram beras Indonesia sekitar Rp12.000.

04Mengapa perkembangan dalam “Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing…” terjadi?

Kesenjangan tersebut menjadi persoalan strategis karena beras merupakan komoditas utama dalam sistem pangan nasional.

05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing…” berlangsung?

Faktor tersebut menunjukkan peningkatan produksi tidak hanya membutuhkan perluasan kapasitas, tetapi juga efisiensi setiap tahapan pertanian.

06Apa dampak yang disebutkan dalam “Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing…”?

Dengan biaya lebih rendah, sektor pertanian memiliki peluang memperkuat daya saing tanpa mengabaikan keberlanjutan pendapatan petani.

07Angka penting apa yang disebut dalam “Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing…”?

Biaya Produksi Beras Indonesia Tiga Kali Lipat Menjadi Tantangan Daya Saing Perbandingan Rp12.000 dengan Rp3.800 menunjukkan biaya produksi Indonesia lebih dari tiga kali lipat dibandingkan angka yang disebut Zulhas.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Haji Isam Masuk Bayan Resources, Saham BYAN Tembus ARA, RKAB Tiga Anak Usaha Disetujui Pemerintah

    Haji Isam Masuk Bayan Resources, Saham BYAN Tembus ARA, RKAB Tiga Anak Usaha Disetujui Pemerintah

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 39
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Investor juga mencermati dampak kuota produksi terhadap volume, kinerja keuangan, dan prospek Bayan Resources. 02 Masuknya Haji Isam mengubah struktur calon pemegang saham tanpa berarti mengambil alih mayoritas BYAN. 03 Babak baru BYAN ditentukan oleh penyelesaian CSPA dan realisasi operasional setelah […]

  • Kronologi Jule Ditangkap Polisi Terkait Vape Etomidate, Dari RR RN Hingga WN Tiongkok dan 99 Cartridge

    Kronologi Jule Ditangkap Polisi Terkait Vape Etomidate, Dari RR RN Hingga WN Tiongkok dan 99 Cartridge

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 77
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Status dan peran setiap orang tetap mengikuti hasil penyidikan serta proses hukum yang berlaku. 02 Polisi menyebut pengungkapan berawal dari dua perempuan hingga berkembang kepada seorang warga negara Tiongkok. 03 Perkara terbaru tidak hanya menyangkut temuan vape pada Jule, tetapi juga […]

  • Tak Hanya Lomba Siswa, FELISA 2026 Hadirkan Layanan Cek Kesehatan Gratis bagi Warga

    Tak Hanya Lomba Siswa, FELISA 2026 Hadirkan Layanan Cek Kesehatan Gratis bagi Warga

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 42
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 “FELISA dirancang agar literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk karakter siswa,” – Mochamad Sofian Hadi, Ketua Panitia FELISA 2026. 02 Pemeriksaan kesehatan gratis bagi orang tua siswa, karyawan, dan warga sekitar sekolah […]

  • TOK! Praperadilan Ditolak, Status Tersangka Eks Jampidsus Febrie Adriansyah SAH! Terungkap Adanya Aliran Dana Rp40 Miliar

    TOK! Praperadilan Ditolak, Status Tersangka Eks Jampidsus Febrie Adriansyah SAH! Terungkap Adanya Aliran Dana Rp40 Miliar

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Gugatan praperadilan bernomor perkara 134/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL yang melawan Polda Metro Jaya, Kortas Tipidkor Polri, dan Kejaksaan Agung ini harus kandas.

  • PROPAMI Cup VII 2026 Digelar, Profesional Pasar Modal Adu Sportivitas di Lapangan Hijau

    PROPAMI Cup VII 2026 Digelar, Profesional Pasar Modal Adu Sportivitas di Lapangan Hijau

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 33
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Frasa sederhana itu merangkum seluruh filosofi yang ingin dibangun PROPAMI—organisasi profesi yang sejak 9 Agustus 2010 terus memperkuat kolaborasi… EKSPRESPOST.COM – Tidak ada yang lebih menceritakan tentang ekosistem industri selain momen-momen di luar ruang sidang, ruang rapat, atau ruang dealing. Itulah […]

  • Purbaya Ungkap Kepercayaan Investor Global Tetap Terjaga, Modal Asing Capai Rp140,6 Triliun Hingga Agustus 2026

    Purbaya Ungkap Kepercayaan Investor Global Tetap Terjaga, Modal Asing Capai Rp140,6 Triliun Hingga Agustus 2026

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 104
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Aliran Modal Asing Menjadi Indikator Kepercayaan Investor Global Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut aliran modal asing menjadi salah satu indikator terjaganya kepercayaan investor terhadap Indonesia. 02 EKPRESPOST.COM – Mengapa aliran modal asing Rp140,6 triliun dan yield SBN sekitar tujuh persen […]

expand_less