Memuat tanggal... Kirim Rilis
Headline
Trending
Beranda » Bisnis » Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing Pangan Nasional

Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing Pangan Nasional

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 11
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Biaya Produksi Beras Indonesia Tiga Kali Lipat Menjadi Tantangan Daya Saing Perbandingan Rp12.000 dengan Rp3.800 menunjukkan biaya produksi Indonesia lebih dari tiga kali lipat dibandingkan angka yang disebut Zulhas.

  2. Dalam Book Lunch Pangan Indonesia di JCC, Jakarta, Jumat, (04/09/2026), Zulhas menyebut biaya produksi satu kilogram beras Indonesia sekitar Rp12.000.

  3. Kesenjangan tersebut menjadi persoalan strategis karena beras merupakan komoditas utama dalam sistem pangan nasional.

  4. Teknologi Dan Varietas Menjadi Kunci Menekan Ongkos Produksi Pertanian Nasional Menurut Zulhas, kesenjangan biaya produksi dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk teknologi, varietas baru, dan manajemen pengolahan lahan sawah.

  5. "Kalau biaya produksi kita jauh lebih tinggi, kita akan terus tertinggal," ujar Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia.

EKSPRESPOST.COM – Mengapa ongkos menghasilkan beras di Indonesia disebut mencapai Rp12.000 per kilogram?

Apa yang membuat Thailand dan Vietnam mampu menghasilkan beras dengan biaya sekitar Rp3.800?

Dan apakah teknologi pertanian dapat menjadi jalan keluar untuk mengejar ketertinggalan tersebut?

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti persoalan efisiensi produksi beras Indonesia yang dinilai masih tertinggal dari Thailand dan Vietnam.

Dalam Book Lunch Pangan Indonesia di JCC, Jakarta, Jumat, (04/09/2026), Zulhas menyebut biaya produksi satu kilogram beras Indonesia sekitar Rp12.000.

Sebaliknya, biaya produksi satu kilogram beras di Thailand dan Vietnam disebut hanya sekitar Rp3.800.

“Kalau biaya produksi kita jauh lebih tinggi, kita akan terus tertinggal,” ujar Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia.

Teknologi Dan Varietas Menjadi Kunci Menekan Ongkos Produksi Pertanian Nasional

Menurut Zulhas, kesenjangan biaya produksi dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk teknologi, varietas baru, dan manajemen pengolahan lahan sawah.

Faktor tersebut menunjukkan peningkatan produksi tidak hanya membutuhkan perluasan kapasitas, tetapi juga efisiensi setiap tahapan pertanian.

Dengan biaya lebih rendah, sektor pertanian memiliki peluang memperkuat daya saing tanpa mengabaikan keberlanjutan pendapatan petani.

Biaya Produksi Beras Indonesia Tiga Kali Lipat Menjadi Tantangan Daya Saing

Perbandingan Rp12.000 dengan Rp3.800 menunjukkan biaya produksi Indonesia lebih dari tiga kali lipat dibandingkan angka yang disebut Zulhas.

Kesenjangan tersebut menjadi persoalan strategis karena beras merupakan komoditas utama dalam sistem pangan nasional.

Zulhas menilai persoalan pangan harus dipahami lebih luas karena menyangkut ekonomi sekaligus ketahanan negara.

Produksi Beras Meningkat Namun Efisiensi Tetap Menjadi Pekerjaan Rumah Pemerintah

BPS mencatat produksi beras Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 34,69 juta ton, naik 13,29 persen dibandingkan 2024.

Pada Januari-Juni 2026, produksi beras diperkirakan 19,31 juta ton atau meningkat 0,26 persen secara tahunan.

Kenaikan produksi tersebut menjadi modal penting, namun tantangan efisiensi tetap perlu diperhatikan untuk memperkuat daya saing sektor pertanian.

Kemandirian Pangan Tak Cukup Hanya Mengandalkan Ketersediaan Beras Nasional Semata

Pemerintah sebelumnya menetapkan HPP GKP Rp6.500 per kilogram sebagai bagian dari upaya menjaga insentif produksi petani.

Kebijakan harga tersebut berjalan berdampingan dengan kebutuhan meningkatkan produktivitas dan efisiensi agar produksi pangan semakin kompetitif.

“Tidak ada negara yang maju tetapi pangannya terus bergantung kepada negara lain,” tegas Zulkifli Hasan.****

 

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing…”?

Kemandirian Pangan Tak Cukup Hanya Mengandalkan Ketersediaan Beras Nasional Semata Pemerintah sebelumnya menetapkan HPP GKP Rp6.500 per kilogram sebagai bagian dari upaya menjaga insentif produksi petani.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing…”?

Sebaliknya, biaya produksi satu kilogram beras di Thailand dan Vietnam disebut hanya sekitar Rp3.800. "Kalau biaya produksi kita jauh lebih tinggi, kita akan terus tertinggal," ujar Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia.

03Kapan peristiwa dalam “Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing…” terjadi?

Dalam Book Lunch Pangan Indonesia di JCC, Jakarta, Jumat, (04/09/2026), Zulhas menyebut biaya produksi satu kilogram beras Indonesia sekitar Rp12.000.

04Mengapa perkembangan dalam “Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing…” terjadi?

Kesenjangan tersebut menjadi persoalan strategis karena beras merupakan komoditas utama dalam sistem pangan nasional.

05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing…” berlangsung?

Faktor tersebut menunjukkan peningkatan produksi tidak hanya membutuhkan perluasan kapasitas, tetapi juga efisiensi setiap tahapan pertanian.

06Apa dampak yang disebutkan dalam “Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing…”?

Dengan biaya lebih rendah, sektor pertanian memiliki peluang memperkuat daya saing tanpa mengabaikan keberlanjutan pendapatan petani.

07Angka penting apa yang disebut dalam “Menko Pangan Zulhas Sebut Biaya Produksi Beras Indonesia Tertinggal, Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing…”?

Biaya Produksi Beras Indonesia Tiga Kali Lipat Menjadi Tantangan Daya Saing Perbandingan Rp12.000 dengan Rp3.800 menunjukkan biaya produksi Indonesia lebih dari tiga kali lipat dibandingkan angka yang disebut Zulhas.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Kembali Tahan Pejabat Bea Cukai, BCW Desak Evaluasi Reformasi DJBC Menjelang Deadline September 2026

    KPK Kembali Tahan Pejabat Bea Cukai, BCW Desak Evaluasi Reformasi DJBC Menjelang Deadline September 2026

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 25
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Kasus Baru Pejabat DJBC Membuka Kembali Evaluasi Reformasi KPK menahan Kepala Kantor Bea dan Cukai Kediri Gatot Heroe Hernanda pada Rabu, (26/8/2026) dalam pengembangan perkara dugaan korupsi. 02 Apa yang sebenarnya harus berubah di Bea Cukai setelah kembali muncul kasus korupsi […]

  • Kasus Salah Transfer BCA Rp7,96 Juta Menjadi Perhatian, CBA Soroti Mekanisme Perlindungan Nasabah oleh OJK

    Kasus Salah Transfer BCA Rp7,96 Juta Menjadi Perhatian, CBA Soroti Mekanisme Perlindungan Nasabah oleh OJK

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 8
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Putusan sengketa salah transfer Rp7,96 juta menempatkan perlindungan hak nasabah sebagai isu utama dalam perkara Yuliana Febriani. 02 CBA mendorong OJK memperkuat pengawasan agar persoalan perbankan dapat diselesaikan lebih cepat tanpa proses hukum panjang. 03 OJK telah memperkuat instrumen perlindungan konsumen […]

  • Dorong Hilirisasi Inovasi Ilmiah, Kemendiktisaintek Dukung Universitas Bentuk Sentra Kekayaan Intelektual

    Dorong Hilirisasi Inovasi Ilmiah, Kemendiktisaintek Dukung Universitas Bentuk Sentra Kekayaan Intelektual

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 10
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Direktur Penelitian dan Publikasi UNU Jogja Irwan Novianto menambahkan, Sentra KI akan memberi sumbangsih penting bagi penguatan ekosistem intelektual kampus… EKSPRESPOST.COM – Pemerintah mendorong perguruan tinggi memberi perlindungan hukum dan melakukan hilirisasi hasil riset dan karya ilmiah melalui pembentukan Sentra Kekayaan […]

  • Bank Jakarta Tinggalkan Pola Sponsor, Bangun Ekosistem Digital Bersama Persija

    Bank Jakarta Tinggalkan Pola Sponsor, Bangun Ekosistem Digital Bersama Persija

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 11
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Bank Jakarta memperluas kemitraannya dengan Persija Jakarta dari sekadar sponsor menjadi mitra strategis dengan mengintegrasikan layanan keuangan digital ke seluruh ekosistem klub. 02 Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo mengatakan kerja sama tersebut merupakan bentuk kemitraan jangka panjang yang tidak […]

  • Trump Ancam Hentikan Perdagangan Jika The Fed Tak Pangkas Suku Bunga, Pasar Global Hadapi Ketidakpastian

    Trump Ancam Hentikan Perdagangan Jika The Fed Tak Pangkas Suku Bunga, Pasar Global Hadapi Ketidakpastian

    • calendar_month 2 jam yang lalu
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 3
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Pasar global kini mencermati hubungan antara suku bunga, perdagangan, dan kebijakan ekonomi AS. 02 The Fed menghadapi tuntutan politik ketika harus menentukan kebijakan berdasarkan kondisi ekonomi dan inflasi. 03 Ancaman perdagangan Trump menambah dimensi baru dalam perdebatan mengenai kebijakan moneter Amerika […]

  • Sengketa Emas 2,2 Kg BJB Syariah Kembali Viral, Ini Perbedaan Klaim yjang Dilakukan Nasabah dan Perbankan

    Sengketa Emas 2,2 Kg BJB Syariah Kembali Viral, Ini Perbedaan Klaim yjang Dilakukan Nasabah dan Perbankan

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 21
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 “Deposito emas saya di Bank BJB Syariah total 2,2 Kg atau sekarang bernilai sekitar Rp6,8 miliar,” kata William Gunawan, nasabah BJB Syariah. 02 Seberapa kuat perlindungan nasabah ketika aset emas bernilai miliaran rupiah dipersoalkan setelah bertahun-tahun? 03 Dan apakah dokumen transaksi […]

expand_less