Bahlil Lahadalia Ajak Investor Bangun Data Center di Indonesia dengan Dukungan Energi dan Listrik Kompetitif
- account_circle Tim EkspresPost
- calendar_month
- visibility 3
- print Cetak

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menawarkan kemudahan investasi dan harga listrik kompetitif bagi pengembangan data center.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
-
Pemerintah menyatakan akan memberikan kemudahan bagi investor yang mengembangkan data center di Indonesia.
-
Bahlil menyebut kebutuhan energi data center meningkat bersamaan dengan kebutuhan energi terbarukan.
-
Indonesia menawarkan kombinasi wilayah luas, sumber energi beragam, dan harga listrik kompetitif untuk investasi data center.
EKSPRESPOST.COM – Mengapa harga listrik menjadi perhatian penting ketika investor memilih lokasi pembangunan data center?
Apakah Indonesia dapat menawarkan biaya energi yang kompetitif sekaligus menyediakan pasokan listrik sesuai kebutuhan pusat data?
Di tengah pertumbuhan industri digital Asia Tenggara, apakah potensi energi Indonesia cukup kuat untuk menarik lebih banyak investasi data center?
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia memiliki peluang menarik investasi data center melalui kombinasi wilayah yang luas, sumber energi beragam, dan harga listrik yang diklaim lebih kompetitif dibandingkan negara lain.
Bahlil menyampaikan hal tersebut saat Electricity Connect 2026 di ICE BSD, Tangerang, Selasa, (22/09/2026), ketika pemerintah mendorong pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan untuk mendukung pertumbuhan industri digital.
Bahlil Menawarkan Harga Listrik Kompetitif Sebagai Pertimbangan Investor Data Center
Menurut Bahlil, meningkatnya kebutuhan data center di berbagai negara membuat kebutuhan energi, termasuk energi terbarukan, ikut berkembang.
“Dan saya ingin beritahu kepada teman-teman bahwa harga kita akan jauh lebih kompetitif ketimbang produksi listrik dari negara-negara yang lain,” kata Bahlil Lahadalia.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari ajakan pemerintah kepada investor untuk mempertimbangkan Indonesia sebagai lokasi pembangunan data center.
Energi dari Panas Bumi, Angin, Air dan Sumber Lain Menjadi Modal Pengembangan Pusat Data
Bahlil menyebut Indonesia memiliki banyak wilayah dan sumber energi yang dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan listrik pusat data.
“Bapak-Ibu semua tidak perlu ragu. Para investor kalau mau data center di Indonesia, wilayah kami ini wilayah terbesar di kawasan Asia Tenggara,” ungkap Bahlil Lahadalia.
Ia juga menyebut energi Indonesia tidak hanya berasal dari satu sumber, melainkan mencakup panas bumi, angin, serta sumber energi lainnya.
PLN Siap Menyesuaikan Pasokan Listrik dengan Kapasitas yang Dibutuhkan Investor Data Center
Ketersediaan listrik menjadi aspek penting karena operasional data center membutuhkan pasokan yang andal dan sesuai kapasitas yang diperlukan.
“Begitu mereka menyampaikan keinginannya, terus ditambah berapa kapasitas kebutuhan listrik yang dibutuhkan, pasti PLN akan menyiapkan,” ujar Bahlil Lahadalia.
Kementerian ESDM juga menempatkan pengembangan kapasitas pembangkit dan infrastruktur listrik sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan energi nasional.
Pasar Data Center Indonesia Tumbuh Hingga 2031 dan Membuka Peluang Investasi Infrastruktur Energi
Data BKPM dari Mordor Intelligence menunjukkan pasar data center Indonesia diperkirakan mencapai Dolar AS 1,83 miliar pada 2026, naik dari sekitar Dolar AS 1,44 miliar pada 2025.
Nilai pasar tersebut diproyeksikan mencapai Dolar AS 3,48 miliar pada 2031 dengan CAGR 13,71 persen, menunjukkan ruang pertumbuhan yang sekaligus membutuhkan dukungan infrastruktur energi.
Pemerintah pada saat yang sama mendorong peningkatan kapasitas kelistrikan hingga 100 GW serta peningkatan porsi EBT dalam RUPTL.
Harga listrik kompetitif menjadi salah satu tawaran pemerintah untuk investor data center, sementara kemampuan menyediakan pasokan sesuai kebutuhan menjadi faktor pendukung realisasi investasi.****
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.
01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Bahlil Lahadalia Ajak Investor Bangun Data Center di Indonesia dengan Dukungan Energi dan Listrik…”?
Bahlil menyampaikan hal tersebut saat Electricity Connect 2026 di ICE BSD, Tangerang, Selasa, (22/09/2026), ketika pemerintah mendorong pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan untuk mendukung pertumbuhan industri digital.
02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Bahlil Lahadalia Ajak Investor Bangun Data Center di Indonesia dengan Dukungan Energi dan Listrik…”?
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia memiliki peluang menarik investasi data center melalui kombinasi wilayah yang luas, sumber energi beragam, dan harga listrik yang diklaim lebih kompetitif dibandingkan negara lain.
03Di mana peristiwa dalam “Bahlil Lahadalia Ajak Investor Bangun Data Center di Indonesia dengan Dukungan Energi dan Listrik…” berlangsung?
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari ajakan pemerintah kepada investor untuk mempertimbangkan Indonesia sebagai lokasi pembangunan data center.
04Mengapa perkembangan dalam “Bahlil Lahadalia Ajak Investor Bangun Data Center di Indonesia dengan Dukungan Energi dan Listrik…” terjadi?
PLN Siap Menyesuaikan Pasokan Listrik dengan Kapasitas yang Dibutuhkan Investor Data Center Ketersediaan listrik menjadi aspek penting karena operasional data center membutuhkan pasokan yang andal dan sesuai kapasitas yang diperlukan. "Begitu mereka menyampaikan keinginannya, terus ditambah berapa kapasitas kebutuhan listrik yang dibutuhkan, pasti PLN akan menyiapkan," ujar Bahlil Lahadalia.
05Apa dampak yang disebutkan dalam “Bahlil Lahadalia Ajak Investor Bangun Data Center di Indonesia dengan Dukungan Energi dan Listrik…”?
Pemerintah pada saat yang sama mendorong peningkatan kapasitas kelistrikan hingga 100 GW serta peningkatan porsi EBT dalam RUPTL.
06Angka penting apa yang disebut dalam “Bahlil Lahadalia Ajak Investor Bangun Data Center di Indonesia dengan Dukungan Energi dan Listrik…”?
Pasar Data Center Indonesia Tumbuh Hingga 2031 dan Membuka Peluang Investasi Infrastruktur Energi Data BKPM dari Mordor Intelligence menunjukkan pasar data center Indonesia diperkirakan mencapai Dolar AS 1,83 miliar pada 2026, naik dari sekitar Dolar AS 1,44 miliar pada 2025.
Penulis Tim EkspresPost
Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.
