BPK Mulai Audit Laporan Danantara 2025, Ini Tahapan Pemeriksaan dan Risiko yang Menjadi Perhatian
- account_circle Tim EkspresPost
- calendar_month
- visibility 18
- print Cetak

Kepala Badan Pelaksana BPI Danantara Rosan Roeslani hadir saat BPK memulai pemeriksaan untuk menilai kewajaran laporan keuangan Danantara Tahun 2025.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
-
Fokus pemeriksaan saat ini adalah pengujian laporan dan risiko, bukan penetapan adanya fraud atau penyalahgunaan.
-
Integritas, independensi, dan profesionalisme menjadi prinsip yang ditekankan BPK dalam proses pemeriksaan.
-
BPK meminta seluruh pihak menjaga kerja sama dan komunikasi selama pemeriksaan laporan keuangan Danantara berlangsung.
EKSPRESPOST.COM – Mengapa audit laporan keuangan Danantara 2025 menjadi pemeriksaan strategis bagi BPK?
Bagaimana auditor memeriksa laporan konsolidasian ketika ekosistem Danantara mencakup lebih dari 1.000 korporasi?
Dan sejauh mana pemeriksaan berbasis risiko dapat memastikan potensi kesalahan penyajian, fraud, ketidakpatuhan, serta kelemahan pengendalian teridentifikasi?
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memulai pemeriksaan atas Laporan Keuangan Konsolidasian BPI Danantara Tahun 2025 dengan cakupan yang melibatkan berbagai entitas dalam ekosistem Danantara.
BPK menyebut pemeriksaan mencakup BPI Danantara, PT DAM, PT DIM, dan seluruh BUMN yang berada dalam struktur BPI Danantara.
Skala tersebut sebelumnya dijelaskan Rosan Roeslani ketika menyampaikan bahwa penyusunan laporan Danantara memiliki kompleksitas karena mengonsolidasikan lebih dari 1.000 korporasi.
Pemeriksaan Dimulai Setelah Laporan Keuangan Unaudited Disampaikan ke BPK
BPI Danantara menyerahkan laporan keuangan konsolidasian Tahun 2025 dalam kondisi unaudited kepada BPK pada Senin, (20/07/2026).
Setelah itu, BPK menerbitkan Surat Tugas Pemeriksaan pada Jumat, (14/08/2026), sebelum pemeriksaan resmi dimulai pada September.
BPK menjelaskan jeda tersebut menjadi bagian dari persiapan audit grup untuk memperbarui penilaian risiko, materialitas, serta strategi pemeriksaan.
Pemeriksaan resmi kemudian ditandai Grand Entry Meeting dan penyerahan surat tugas kepada Rosan pada Kamis, (17/09/2026).
BPK Menggunakan Pendekatan Risiko Untuk Memetakan Area Bermasalah
Pendekatan risk-based audit digunakan untuk menentukan risiko yang perlu diidentifikasi dan direspons auditor dalam pemeriksaan laporan konsolidasian.
BPK memasukkan kesalahan penyajian material, fraud, abuse, ketidakpatuhan, serta kelemahan pengendalian intern sebagai risiko yang menjadi bagian dari pemeriksaan.
Namun, daftar risiko tersebut belum menunjukkan bahwa BPK telah menemukan pelanggaran tertentu dalam laporan keuangan Danantara.
BPK justru akan menguji risiko tersebut melalui pemeriksaan terhadap kewajaran laporan, standar akuntansi, pengungkapan, kepatuhan, dan sistem pengendalian intern.
Slamet Tegaskan Akses Data Menjadi Kunci Pemeriksaan Auditor Grup
Anggota VII BPK Slamet Edy Purnomo mengatakan pemeriksaan Danantara merupakan bagian dari upaya mengawal tata kelola dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.
“BPK berkomitmen mengawal tata kelola dan akuntabilitas BPI Danantara sebagai fondasi pelaporan keuangan yang berkualitas,” ujar Slamet Edy Purnomo, Anggota VII BPK.
Slamet juga menekankan kebutuhan auditor terhadap akses data, informasi, dan individu yang relevan selama pemeriksaan berbasis risiko.
“Kami ingin menggarisbawahi bahwa dalam pemeriksaan berbasis risiko, auditor grup hanya dapat memenuhi tanggung jawabnya.”
“Untuk mengidentifikasi dan merespons risiko material apabila memperoleh akses yang memadai terhadap data, informasi, dan individu yang relevan,” jelasnya.
Menurut Slamet, dukungan BPI Danantara, jajaran BUMN, dan KAP komponen diperlukan untuk menjaga kelancaran serta kualitas hasil pemeriksaan.
Opini BPK Akan Menentukan Penilaian Atas Laporan Danantara
Pemeriksaan bertujuan memberikan opini atas kewajaran laporan keuangan konsolidasian Danantara Tahun 2025.
Penilaian mencakup kesesuaian dengan standar akuntansi, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan, serta efektivitas sistem pengendalian intern.
Dalam konteks lebih luas, BPK sebelumnya juga melakukan pemeriksaan terhadap BUMN dengan perhatian pada tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, dan pengendalian internal.
BPK pada 2025 melaporkan 212 temuan dari 26 laporan hasil pemeriksaan terhadap 22 BUMN untuk periode 2024 hingga semester I 2025, termasuk 80 temuan signifikan.
Meski demikian, temuan tersebut merupakan hasil pemeriksaan periode dan entitas berbeda sehingga tidak dapat dianggap sebagai temuan dalam audit Danantara 2025.
Pemeriksaan Danantara kini memasuki tahap audit, sementara hasil dan opini BPK atas laporan keuangan konsolidasian 2025 belum diumumkan.****
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.
01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “BPK Mulai Audit Laporan Danantara 2025, Ini Tahapan Pemeriksaan dan Risiko yang Menjadi Perhatian”?
Skala tersebut sebelumnya dijelaskan Rosan Roeslani ketika menyampaikan bahwa penyusunan laporan Danantara memiliki kompleksitas karena mengonsolidasikan lebih dari 1.000 korporasi.
02Siapa pihak utama yang disebut dalam “BPK Mulai Audit Laporan Danantara 2025, Ini Tahapan Pemeriksaan dan Risiko yang Menjadi Perhatian”?
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memulai pemeriksaan atas Laporan Keuangan Konsolidasian BPI Danantara Tahun 2025 dengan cakupan yang melibatkan berbagai entitas dalam ekosistem Danantara.
03Kapan peristiwa dalam “BPK Mulai Audit Laporan Danantara 2025, Ini Tahapan Pemeriksaan dan Risiko yang Menjadi Perhatian” terjadi?
Pemeriksaan Dimulai Setelah Laporan Keuangan Unaudited Disampaikan ke BPK BPI Danantara menyerahkan laporan keuangan konsolidasian Tahun 2025 dalam kondisi unaudited kepada BPK pada Senin, (20/07/2026).
04Mengapa perkembangan dalam “BPK Mulai Audit Laporan Danantara 2025, Ini Tahapan Pemeriksaan dan Risiko yang Menjadi Perhatian” terjadi?
Opini BPK Akan Menentukan Penilaian Atas Laporan Danantara Pemeriksaan bertujuan memberikan opini atas kewajaran laporan keuangan konsolidasian Danantara Tahun 2025.
05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “BPK Mulai Audit Laporan Danantara 2025, Ini Tahapan Pemeriksaan dan Risiko yang Menjadi Perhatian” berlangsung?
BPK menjelaskan jeda tersebut menjadi bagian dari persiapan audit grup untuk memperbarui penilaian risiko, materialitas, serta strategi pemeriksaan.
06Apa dampak yang disebutkan dalam “BPK Mulai Audit Laporan Danantara 2025, Ini Tahapan Pemeriksaan dan Risiko yang Menjadi Perhatian”?
Menurut Slamet, dukungan BPI Danantara, jajaran BUMN, dan KAP komponen diperlukan untuk menjaga kelancaran serta kualitas hasil pemeriksaan.
07Angka penting apa yang disebut dalam “BPK Mulai Audit Laporan Danantara 2025, Ini Tahapan Pemeriksaan dan Risiko yang Menjadi Perhatian”?
Setelah itu, BPK menerbitkan Surat Tugas Pemeriksaan pada Jumat, (14/08/2026), sebelum pemeriksaan resmi dimulai pada September.
Penulis Tim EkspresPost
Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.
