Haji Isam Tawar Saham Mayoritas Bayan Resources, Negosiasi dan Pendanaan Himbara Menjadi Perhatian Investor
- account_circle Tim EkspresPost
- calendar_month
- visibility 14
- print Cetak

Andi Syamsuddin Arsyad atau yang biasa dikenal Haji Isam disebut menawar sekitar 62% saham Bayan Resources dengan nilai Dolar AS3 miliar.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
-
Hingga kini, rencana akuisisi tetap berstatus negosiasi dan belum menjadi transaksi final.
-
Transaksi tersebut berpotensi selesai sebelum akhir 2026 apabila seluruh pihak mencapai kesepakatan.
-
Akuisisi Bayan Resources kembali menjadi perhatian setelah Haji Isam disebut mengajukan tawaran untuk 62% saham.
EKSPRESPOST.COM – Apakah tawaran Haji Isam untuk mengambil alih saham mayoritas Bayan Resources dapat menjadi salah satu transaksi terbesar sektor batu bara Indonesia?
Mengapa sekitar 62,2% saham BYAN yang dikuasai keluarga Low Tuck Kwong menjadi pusat perhatian dalam negosiasi yang belum mencapai kesepakatan?
Jika transaksi benar-benar terealisasi sebelum akhir 2026, bagaimana perubahan kepemilikan tersebut dapat memengaruhi peta bisnis batu bara nasional dan emiten terkait?
Negosiasi Akuisisi Bayan Resources Kembali Menjadi Perhatian Investor
Rencana akuisisi PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh konsorsium yang dipimpin Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam kembali menjadi perhatian pasar.
Laporan Bloomberg menyebut Haji Isam tengah bernegosiasi untuk mengambil alih saham mayoritas Bayan Resources dari pemegang saham pengendalinya.
Pembicaraan tersebut masih berlangsung dan belum menghasilkan kesepakatan final antara pihak-pihak yang berkepentingan.
Jika seluruh pihak mencapai kesepakatan, transaksi berpotensi rampung sebelum akhir 2026.
Bloomberg menyebut nilai Bayan Resources sekitar Dolar AS28 miliar dalam konteks pembicaraan tersebut.
Namun, angka tersebut tidak dapat disamakan dengan nilai transaksi final karena harga dan struktur akuisisi belum disepakati.
Blok Saham Low Tuck Kwong Menjadi Fokus Rencana Pengambilalihan
Rumor sebelumnya menyebut Haji Isam membidik sekitar 62,2% saham BYAN yang dikuasai Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low.
Berdasarkan data kepemilikan per 31 Juli 2026, Low Tuck Kwong menguasai sekitar 40,251% saham BYAN.
Sementara Elaine Low tercatat memiliki sekitar 22,002% saham Bayan Resources.
Dengan demikian, kepemilikan gabungan keduanya mencapai sekitar 62,253% saham BYAN.
Pada harga Rp17.275 per saham pada Selasa, (18/08/2026), nilai matematis blok tersebut mencapai sekitar Rp358,17 triliun.
Namun, angka Rp358,17 triliun merupakan estimasi berdasarkan harga pasar dan bukan nilai transaksi akuisisi yang telah disepakati.
Sebelumnya, beredar pula angka sekitar Dolar AS5,5 miliar untuk nilai akuisisi sehingga besaran transaksi masih belum dapat dipastikan.
Klarifikasi BYAN Dan JARR Menjadi Konteks Penting Bagi Pasar
Ketika rumor pengambilalihan pertama mencuat, manajemen Bayan Resources menyatakan tidak mengetahui rencana akuisisi sekitar 62,2% saham oleh Haji Isam.
“Perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan dan/atau akuisisi sekitar 62,2% saham Perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam,” kata Jenny Quantero.
Jenny Quantero merupakan Sekretaris Perusahaan Bayan Resources yang menyampaikan pernyataan melalui keterbukaan informasi.
Bayan juga menyatakan pemegang saham pengendali dapat mempertimbangkan berbagai peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di perseroan.
Di sisi lain, Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) juga sebelumnya membantah memiliki rencana mengakuisisi saham BYAN.
“Perseroan maupun Grup tidak memiliki rencana untuk melakukan akuisisi atas saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN),” kata Indra Irawan.
Indra Irawan merupakan Direktur Utama Jhonlin Agro Raya yang memberikan klarifikasi terkait rumor tersebut.
Saham JARR Dan TEBE Ikut Bergerak Di Tengah Isu Akuisisi
Perkembangan isu akuisisi tidak hanya membuat saham BYAN menjadi perhatian investor, tetapi juga emiten yang dikaitkan dengan kelompok usaha Haji Isam.
Pada Rabu, (09/09/2026), saham JARR berbalik menguat 1,18%.
Pada perdagangan yang sama, saham PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) juga naik 1,11%.
Sebelumnya, saham BYAN melonjak 19,97% menjadi Rp17.275 pada Selasa, (18/08/2026), ketika rumor akuisisi menyebar luas.
Namun, pergerakan saham JARR dan TEBE tidak dapat dijadikan bukti bahwa transaksi BYAN telah mencapai kesepakatan.
Investor masih menunggu informasi resmi mengenai harga pembelian, struktur transaksi, pihak pembeli, serta sumber pendanaan.
Pendanaan Himbara Disebut Berpotensi Mendukung Transaksi Akuisisi
Bloomberg juga menyebut Haji Isam kemungkinan memperoleh pendanaan dari bank-bank milik negara atau Himbara.
Informasi mengenai kemungkinan pendanaan tersebut belum dikonfirmasi oleh Haji Isam maupun bank-bank yang disebutkan.
Perwakilan Haji Isam, Bayan Resources, dan keluarga Low Tuck Kwong juga belum memberikan komentar atas laporan terbaru tersebut.
Karena itu, sumber pendanaan tersebut masih harus ditempatkan sebagai informasi yang belum mendapatkan konfirmasi langsung.
Jika negosiasi berakhir dengan kesepakatan, transaksi berpotensi selesai sebelum akhir 2026.
Hingga kesepakatan dan keterbukaan informasi resmi diterbitkan, akuisisi Bayan Resources masih berstatus negosiasi dan belum dapat dinyatakan sebagai transaksi final.****
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.
01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Haji Isam Tawar Saham Mayoritas Bayan Resources, Negosiasi dan Pendanaan Himbara Menjadi Perhatian Investor”?
Pembicaraan tersebut masih berlangsung dan belum menghasilkan kesepakatan final antara pihak-pihak yang berkepentingan.
02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Haji Isam Tawar Saham Mayoritas Bayan Resources, Negosiasi dan Pendanaan Himbara Menjadi Perhatian Investor”?
Jenny Quantero merupakan Sekretaris Perusahaan Bayan Resources yang menyampaikan pernyataan melalui keterbukaan informasi.
03Kapan peristiwa dalam “Haji Isam Tawar Saham Mayoritas Bayan Resources, Negosiasi dan Pendanaan Himbara Menjadi Perhatian Investor” terjadi?
Berdasarkan data kepemilikan per 31 Juli 2026, Low Tuck Kwong menguasai sekitar 40,251% saham BYAN.
04Mengapa perkembangan dalam “Haji Isam Tawar Saham Mayoritas Bayan Resources, Negosiasi dan Pendanaan Himbara Menjadi Perhatian Investor” terjadi?
Namun, angka tersebut tidak dapat disamakan dengan nilai transaksi final karena harga dan struktur akuisisi belum disepakati.
05Angka penting apa yang disebut dalam “Haji Isam Tawar Saham Mayoritas Bayan Resources, Negosiasi dan Pendanaan Himbara Menjadi Perhatian Investor”?
Jika seluruh pihak mencapai kesepakatan, transaksi berpotensi rampung sebelum akhir 2026.
Penulis Tim EkspresPost
Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.
