Memuat tanggal... Kirim Rilis
Jumat, 23 Okt 2026
Trending
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Hukum » KPK Geledah Korporasi Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Wajib Pajak dalam Pemeriksaan Jadi Sorotan

KPK Geledah Korporasi Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Wajib Pajak dalam Pemeriksaan Jadi Sorotan

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
  • visibility 64
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Dalam pengembangan perkara, KPK menyita 680 ribu Dolar AS dari sejumlah lokasi maupun pengembalian saksi.

  2. Penyidik juga menyita 1,3 kilogram emas dan Rp100 juta dalam pengembangan kasus tersebut.

  3. Barang bukti itu menjadi bagian dari penelusuran dugaan korupsi di KPP Madya Banjarmasin.

EKSPRESPOST.COM – Bagaimana perkara restitusi PPN yang melibatkan tiga tersangka kini berkembang hingga menyentuh korporasi sektor pertambangan?

Apa hubungan proses pemeriksaan wajib pajak dengan pengembangan penyidikan yang dilakukan KPK di Banjarmasin dan Banjarbaru?

Apakah penyitaan Dolar AS, emas, dan rupiah menjadi bagian penting bagi penyidik dalam mengurai konstruksi perkara secara lebih luas?

KPK Telusuri Korporasi Tambang dalam Pengembangan Penyidikan Kasus Banjarmasin

KPK mengungkap penggeledahan korporasi sektor pertambangan dalam pengembangan kasus dugaan korupsi KPP Madya Banjarmasin.

Korporasi tersebut menjadi salah satu dari delapan lokasi yang digeledah penyidik pada 26–28 Agustus 2026.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik belum membuka identitas seluruh pihak yang menjadi sasaran penggeledahan.

“Salah satu di antaranya adalah perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan,” kata Budi Prasetyo, Rabu, (02/September/2026).

Proses Pemeriksaan Pajak Menjadi Titik Penting Pengembangan Perkara

Budi menyebut korporasi tambang tersebut merupakan wajib pajak di KPP Madya Banjarmasin.

“Wajib pajak ini ada proses pemeriksaan yang dilakukan di KPP Madya Banjarmasin,” ujar Budi Prasetyo.

Keterangan itu memperlihatkan pengembangan perkara berkaitan dengan proses pemeriksaan pajak yang berlangsung pada wajib pajak tersebut.

KPK sebelumnya menggeledah delapan lokasi dan menyita sejumlah dokumen untuk dianalisis berdasarkan relevansinya dengan konstruksi perkara.

Perkara Berawal dari Pengurusan Restitusi PPN Tahun Pajak 2024

Kasus dugaan korupsi ini bermula dari OTT KPK di lingkungan KPP Madya Banjarmasin pada 4 Februari 2026.

Pada 5 Februari 2026, KPK menetapkan Mulyono Purwo Wijoyo, Dian Jaya Demega, dan Venasius Jenarus Genggor sebagai tersangka.

Perkara tersebut terkait pengurusan restitusi PPN PT Buana Karya Bhakti untuk tahun pajak 2024 dengan status lebih bayar.

Rp1,5 Miliar Uang Apresiasi Dan Barang Bukti Hasil Pengembangan

Hasil pemeriksaan menunjukkan lebih bayar Rp49,47 miliar dengan koreksi fiskal Rp1,14 miliar sehingga restitusi ditetapkan Rp48,3 miliar.

Dalam proses pengurusan restitusi, para tersangka diduga menerima Rp1,5 miliar yang kemudian dibagi berdasarkan jatah masing-masing.

KPK pada 20 Juli 2026 mengumumkan pengembangan penyidikan perkara tersebut untuk menelusuri rangkaian dugaan korupsi lebih lanjut.

Dalam pengembangan itu, KPK menyita 680 ribu Dolar AS, 1,3 kilogram emas, dan Rp100 juta dari sejumlah lokasi serta pengembalian saksi.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “KPK Geledah Korporasi Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Wajib Pajak dalam Pemeriksaan Jadi Sorotan”?

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik belum membuka identitas seluruh pihak yang menjadi sasaran penggeledahan. "Salah satu di antaranya adalah perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan," kata Budi Prasetyo, Rabu, (02/September/2026).

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “KPK Geledah Korporasi Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Wajib Pajak dalam Pemeriksaan Jadi Sorotan”?

KPK Telusuri Korporasi Tambang dalam Pengembangan Penyidikan Kasus Banjarmasin KPK mengungkap penggeledahan korporasi sektor pertambangan dalam pengembangan kasus dugaan korupsi KPP Madya Banjarmasin.

03Kapan peristiwa dalam “KPK Geledah Korporasi Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Wajib Pajak dalam Pemeriksaan Jadi Sorotan” terjadi?

Korporasi tersebut menjadi salah satu dari delapan lokasi yang digeledah penyidik pada 26–28 Agustus 2026.

04Di mana peristiwa dalam “KPK Geledah Korporasi Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Wajib Pajak dalam Pemeriksaan Jadi Sorotan” berlangsung?

Proses Pemeriksaan Pajak Menjadi Titik Penting Pengembangan Perkara Budi menyebut korporasi tambang tersebut merupakan wajib pajak di KPP Madya Banjarmasin. "Wajib pajak ini ada proses pemeriksaan yang dilakukan di KPP Madya Banjarmasin," ujar Budi Prasetyo.

05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “KPK Geledah Korporasi Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Wajib Pajak dalam Pemeriksaan Jadi Sorotan” berlangsung?

Keterangan itu memperlihatkan pengembangan perkara berkaitan dengan proses pemeriksaan pajak yang berlangsung pada wajib pajak tersebut.

06Apa dampak yang disebutkan dalam “KPK Geledah Korporasi Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Wajib Pajak dalam Pemeriksaan Jadi Sorotan”?

Rp1,5 Miliar Uang Apresiasi Dan Barang Bukti Hasil Pengembangan Hasil pemeriksaan menunjukkan lebih bayar Rp49,47 miliar dengan koreksi fiskal Rp1,14 miliar sehingga restitusi ditetapkan Rp48,3 miliar.

07Angka penting apa yang disebut dalam “KPK Geledah Korporasi Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Wajib Pajak dalam Pemeriksaan Jadi Sorotan”?

Perkara Berawal dari Pengurusan Restitusi PPN Tahun Pajak 2024 Kasus dugaan korupsi ini bermula dari OTT KPK di lingkungan KPP Madya Banjarmasin pada 4 Februari 2026.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemendag Pertimbangkan Usulan Bulog Untuk DMO MinyaKita 100 Persen, Realisasi BUMN Hampir Separuh Nasional

    Kemendag Pertimbangkan Usulan Bulog Untuk DMO MinyaKita 100 Persen, Realisasi BUMN Hampir Separuh Nasional

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 43
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Usulan tersebut meminta porsi penyaluran melalui BUMN Pangan ditingkatkan menjadi 100 persen dari realisasi DMO MinyaKita. 02 Kemendag mencatat realisasi distribusi BUMN bahkan telah mencapai sekitar 49,45 persen pada 10 April 2026. 03 Hampir Separuh DMO MinyaKita Sudah Melalui BUMN Pangan […]

  • Purbaya Setelah Dicopot Jadi Menteri Keuangan: Pilih Pensiun, Mancing, dan Tak Cari Jabatan Baru

    Purbaya Setelah Dicopot Jadi Menteri Keuangan: Pilih Pensiun, Mancing, dan Tak Cari Jabatan Baru

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 24
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Perhatian publik selanjutnya tertuju pada arah APBN, perpajakan, likuiditas perbankan dan kepercayaan investor. 02 Ia memilih pensiun, beristirahat dan memancing, sementara Suahasil menghadapi tugas menjaga kesinambungan kebijakan fiskal. 03 Purbaya kini memasuki fase baru setelah sekitar satu tahun menjalankan tugas sebagai […]

  • Nusron Wahid Belum Tersangka, KPK Dalami 4 Orang Kepercayaan dan Aliran Uang Rp106,3 Miliar Kasus HGB

    Nusron Wahid Belum Tersangka, KPK Dalami 4 Orang Kepercayaan dan Aliran Uang Rp106,3 Miliar Kasus HGB

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 67
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Perkembangan status perkara tetap bergantung pada hasil penyidikan dan kecukupan alat bukti KPK. 02 Empat orang yang disebut orang kepercayaan Nusron sudah berstatus tersangka, tetapi Nusron belum tersangka. 03 Penyidikan KPK kini mencakup aliran dana, struktur komunikasi, pihak swasta, dan dugaan […]

  • Kehilangan Saldo Rp6 Juta di BCA, Dua Transaksi Misterius Picu Sorotan Keamanan Perbankan Digital

    Kehilangan Saldo Rp6 Juta di BCA, Dua Transaksi Misterius Picu Sorotan Keamanan Perbankan Digital

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 25
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Nasabah tetap memperjuangkan dana Rp6 juta dan membuka opsi penyelesaian sengketa melalui mekanisme sektor jasa keuangan. 02 BCA mempertahankan posisi bahwa transaksi sah berdasarkan penggunaan BCA ID dan PIN yang benar. 03 Kasus Bambang mempertemukan tiga isu utama: keamanan transaksi QRIS, […]

  • Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Memasuki Perkembangan Baru, Jaket Pelampung Menunggu Identifikasi

    Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Memasuki Perkembangan Baru, Jaket Pelampung Menunggu Identifikasi

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 38
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Operasi SAR tetap berlangsung dengan mengutamakan perluasan pencarian sekaligus keselamatan seluruh personel di lapangan. 02 Temuan jaket pelampung menjadi objek verifikasi, tetapi belum dapat disebut sebagai bukti keberadaan rombongan. 03 Hilangnya rombongan terjadi ketika mereka menuju Gunung Anak Krakatau untuk melakukan […]

  • PROPAMI Gelar Sarasehan Nasional Bahas Masa Depan Profesi Pasar Modal Indonesia

    PROPAMI Gelar Sarasehan Nasional Bahas Masa Depan Profesi Pasar Modal Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Telegraf – Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI) mendorong penguatan kompetensi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan untuk membangun ekosistem profesi pasar modal Indonesia yang modern, digital, dan berkelanjutan. Upaya tersebut dibahas dalam Sarasehan PROPAMI 2026 yang digelar Jumat, 7 Agustus 2026, di Le Meridien Hotel Jakarta. Mengusung tema “Kolaborasi Nasional Membangun Ekosistem Profesi Pasar Modal Indonesia […]

expand_less