Memuat tanggal... Kirim Rilis
Senin, 26 Okt 2026
Trending
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Ekonomi » KPK Kembali Tahan Pejabat Bea Cukai, BCW Desak Evaluasi Reformasi DJBC Menjelang Deadline September 2026

KPK Kembali Tahan Pejabat Bea Cukai, BCW Desak Evaluasi Reformasi DJBC Menjelang Deadline September 2026

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • visibility 76
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Kasus Baru Pejabat DJBC Membuka Kembali Evaluasi Reformasi KPK menahan Kepala Kantor Bea dan Cukai Kediri Gatot Heroe Hernanda pada Rabu, (26/8/2026) dalam pengembangan perkara dugaan korupsi.

  2. Apa yang sebenarnya harus berubah di Bea Cukai setelah kembali muncul kasus korupsi yang melibatkan pejabat DJBC?

  3. Sejumlah pejabat DJBC telah terseret dalam perkara sebelumnya sehingga BCW meminta pemerintah memperdalam evaluasi kelembagaan.

EKSPRESPOST.COM – Apa yang sebenarnya harus berubah di Bea Cukai setelah kembali muncul kasus korupsi yang melibatkan pejabat DJBC?

Bisakah pemerintah menjadikan September 2026 sebagai pembuktian bahwa reformasi tidak berhenti pada penindakan dan pergantian kebijakan?

Seperti apa rapor yang harus dibuka kepada publik agar keberhasilan reformasi Bea Cukai dapat dinilai secara objektif?

Kasus Baru Pejabat DJBC Membuka Kembali Evaluasi Reformasi

KPK menahan Kepala Kantor Bea dan Cukai Kediri Gatot Heroe Hernanda pada Rabu, (26/8/2026) dalam pengembangan perkara dugaan korupsi.

Gatot diduga menerima Rp3,25 miliar dan perkara tersebut berkaitan dengan rangkaian kasus kepabeanan sebelumnya.

Sejumlah pejabat DJBC telah terseret dalam perkara sebelumnya sehingga BCW meminta pemerintah memperdalam evaluasi kelembagaan.

Sekretaris Eksekutif BCW, Eko Teguh Wiyono, menyebut September 2026 harus menjadi momentum evaluasi serius.

“September sudah di depan mata, publik berhak mengetahui ukuran keberhasilan pembenahan yang selama ini dijanjikan,” ujar Eko TW.

Menurut BCW, persoalan tersebut tidak cukup dijawab dengan pernyataan bahwa pembenahan internal masih berlangsung.

Pemerintah Diminta Membuktikan Perubahan Melalui Indikator

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan perbaikan DJBC dan Direktorat Jenderal Pajak masih terus dilakukan.

Purbaya berharap penyelewengan semakin berkurang menuju nol di tengah proses pembenahan dua institusi tersebut.

BCW menghargai sikap pemerintah, tetapi menilai komitmen harus diterjemahkan menjadi indikator yang bisa diuji masyarakat.

Eko mengatakan ukuran reformasi tidak boleh semata-mata menggunakan jumlah penindakan sebagai indikator keberhasilan.

“Kalau dikatakan sudah membaik, buka indikator dan datanya kepada publik,” kata Eko TW.

Pemerintah sebelumnya juga memperkuat penindakan terhadap impor ilegal sebagai bagian dari pengawasan kepabeanan.

Penindakan Barang Ilegal Harus Berjalan Bersama Pencegahan

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama menyatakan pada Selasa, (11/8/2026), pembenahan institusi mulai menunjukkan hasil.

Salah satu perkembangan yang disampaikan adalah peningkatan penindakan terhadap barang ilegal menjelang tenggat evaluasi September 2026.

Namun BCW meminta pemerintah melihat persoalan dari sisi pencegahan, bukan hanya hasil penindakan setelah pelanggaran terjadi.

Eko mempertanyakan apakah pengawasan internal mampu mencegah keterlibatan aparat dalam praktik penyimpangan kepabeanan.

“Pertanyaannya juga harus dibalik: mengapa pelanggaran masih terjadi, apakah ada keterlibatan orang dalam,” ujar Eko TW.

Digitalisasi menjadi salah satu aspek yang terus diperkuat DJBC, termasuk penerapan penuh CEISA 4.0 melalui tahapan terbaru.

Rapor September Harus Mengukur Fungsi dan Risiko DJBC

BCW meminta evaluasi September mencakup efektivitas pengawasan impor-ekspor dan pemberantasan penyelundupan secara menyeluruh.

Aspek lain yang perlu diukur adalah integritas SDM, pencegahan korupsi, under-invoicing, barang kena cukai ilegal, pelayanan, dan kontribusi penerimaan.

Mekanisme distribusi target penerimaan juga telah diperbarui untuk memperkuat monitoring dan evaluasi pencapaian target kepabeanan serta cukai.

“September jangan hanya menjadi deadline politik yang kemudian lewat begitu saja,” tegas Eko TW.

Menurut BCW, kasus terbaru tidak otomatis berarti seluruh pegawai Bea Cukai bermasalah.

Namun kasus berulang dinilai perlu dibaca sebagai alarm untuk menguji kelemahan sistem yang memungkinkan penyimpangan terjadi.

BCW juga menilai pilihan membubarkan atau mempertahankan DJBC tidak boleh diputuskan tanpa kajian objektif.

Fungsi kepabeanan tetap diperlukan untuk menjaga perbatasan ekonomi, mengawasi arus barang, dan mengamankan penerimaan negara.

Evaluasi Independen Disiapkan untuk Menguji Reformasi Bea Cukai

BCW akan menyiapkan kajian independen menggunakan data penerimaan, penindakan, kasus korupsi, impor-ekspor, barang ilegal, pengendalian internal, dan digitalisasi.

Organisasi tersebut juga mendorong KPK melanjutkan pengembangan perkara kepabeanan berdasarkan alat bukti dan fakta hukum.

Eko mengatakan pemerintah harus melihat apakah kasus terbaru merupakan persoalan individu atau menunjukkan kelemahan sistemik.

“Kalau persoalannya sistemik, jawabannya juga harus sistemik,” kata Eko TW.

BCW menegaskan tidak memiliki kepentingan untuk membubarkan maupun mempertahankan DJBC tanpa dasar objektif.

Fokus utama BCW adalah memastikan fungsi kepabeanan dan cukai berjalan bersih, profesional, transparan, serta mampu menjaga uang negara.

“Kalau reformasi berhasil, tunjukkan datanya; kalau tidak berhasil, pemerintah jangan takut melakukan perubahan yang fundamental,” tutup Eko TW.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa fakta paling penting dari “KPK Kembali Tahan Pejabat Bea Cukai, BCW Desak Evaluasi Reformasi DJBC Menjelang Deadline September…” yang perlu diketahui pembaca?

Kasus Baru Pejabat DJBC Membuka Kembali Evaluasi Reformasi KPK menahan Kepala Kantor Bea dan Cukai Kediri Gatot Heroe Hernanda pada Rabu, (26/8/2026) dalam pengembangan perkara dugaan korupsi.

02Siapa pihak utama di balik peristiwa dalam “KPK Kembali Tahan Pejabat Bea Cukai, BCW Desak Evaluasi Reformasi DJBC Menjelang Deadline September…”, dan apa perannya?

Pemerintah Diminta Membuktikan Perubahan Melalui Indikator Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan perbaikan DJBC dan Direktorat Jenderal Pajak masih terus dilakukan.

03Kapan peristiwa penting dalam “KPK Kembali Tahan Pejabat Bea Cukai, BCW Desak Evaluasi Reformasi DJBC Menjelang Deadline September…” terjadi atau dijadwalkan?

Bisakah pemerintah menjadikan September 2026 sebagai pembuktian bahwa reformasi tidak berhenti pada penindakan dan pergantian kebijakan?

04Mengapa perkembangan dalam “KPK Kembali Tahan Pejabat Bea Cukai, BCW Desak Evaluasi Reformasi DJBC Menjelang Deadline September…” terjadi dan apa alasan yang disebutkan?

Seperti apa rapor yang harus dibuka kepada publik agar keberhasilan reformasi Bea Cukai dapat dinilai secara objektif?

05Bagaimana peristiwa atau proses dalam “KPK Kembali Tahan Pejabat Bea Cukai, BCW Desak Evaluasi Reformasi DJBC Menjelang Deadline September…” berlangsung?

Purbaya berharap penyelewengan semakin berkurang menuju nol di tengah proses pembenahan dua institusi tersebut.

06Apa dampak utama “KPK Kembali Tahan Pejabat Bea Cukai, BCW Desak Evaluasi Reformasi DJBC Menjelang Deadline September…” bagi publik atau pihak terkait?

Pemerintah sebelumnya juga memperkuat penindakan terhadap impor ilegal sebagai bagian dari pengawasan kepabeanan.

07Berapa angka penting dalam “KPK Kembali Tahan Pejabat Bea Cukai, BCW Desak Evaluasi Reformasi DJBC Menjelang Deadline September…” yang membantu memahami skala peristiwa?

Sekretaris Eksekutif BCW, Eko Teguh Wiyono, menyebut September 2026 harus menjadi momentum evaluasi serius. “September sudah di depan mata, publik berhak mengetahui ukuran keberhasilan pembenahan yang selama ini dijanjikan,” ujar Eko TW.

08Apa konteks penting dari “KPK Kembali Tahan Pejabat Bea Cukai, BCW Desak Evaluasi Reformasi DJBC Menjelang Deadline September…” yang perlu dipahami pembaca?

Penindakan Barang Ilegal Harus Berjalan Bersama Pencegahan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama menyatakan pada Selasa, (11/8/2026), pembenahan institusi mulai menunjukkan hasil.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Emas 2,2 Kg BJB Syariah Kembali Mencuat, William Gunawan Klaim Aset Dicairkan Pihak Ketiga Tanpa Persetujuan

    Kasus Emas 2,2 Kg BJB Syariah Kembali Mencuat, William Gunawan Klaim Aset Dicairkan Pihak Ketiga Tanpa Persetujuan

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 46
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 BJB Syariah mengungkap transaksi William bermula dari pembukaan rekening dan fasilitas gadai emas pada 2012. 02 William tetap menyatakan dirinya tidak menerima emas setelah proses pencairan yang disebut dilakukan kepada pihak ketiga. 03 Bank menyebut dokumen penjualan dan kuasa pelunasan menjadi […]

  • Dugaan Isi SDB Hilang di MNC Bank, DPR dan CBA Dorong OJK Ungkap Fakta Melalui Pemeriksaan Menyeluruh

    Dugaan Isi SDB Hilang di MNC Bank, DPR dan CBA Dorong OJK Ungkap Fakta Melalui Pemeriksaan Menyeluruh

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 45
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Komisi XI DPR meminta OJK memeriksa MNC Bank terkait dugaan hilangnya surat berharga dalam Safe Deposit Box. 02 Harris Turino menilai dugaan tersebut menyangkut kepentingan konsumen dan kepercayaan nasabah terhadap keamanan perbankan. 03 Pemeriksaan diminta mencakup akses SDB, CCTV, kunci, sistem […]

  • Produk Art Toys Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Korea Selatan

    Produk Art Toys Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Korea Selatan

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 62
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Produk art toys dan jasa kekayaan intelektual (IP) karya kreator Indonesia mencatatkan potensi transaksi hingga USD 1 juta atau sekitar Rp17 miliar dalam ajang URBAN BREAK & TOY CON SEOUL 2026 di Korea Selatan. Angka ini melonjak dua kali lipat dibandingkan […]

  • Final Turnamen Free Fire: Prestasi E-Sport RI Mendunia, Pemain Sebut Tetap Utamakan Sekolah

    Final Turnamen Free Fire: Prestasi E-Sport RI Mendunia, Pemain Sebut Tetap Utamakan Sekolah

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 49
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Hari ini, FreeFire tidak hanya mencari juara nasional, tetapi juga merayakan perjalanan para pemain, komunitas, dan talenta lokal Yogyakarta yang membuat… EKSPRESPOST.COM – Ajang turnamen e-sport menjadi pintu masuk generasi Z untuk tampil dan berprestasi hingga tingkat dunia. Para pegiatnya menyatakan […]

  • Kuasai 24% Pangsa Pasar KPR Subsidi, Bank BSN Permudah Pengemudi Ojol Hingga Pedagang Kelontong Miliki Rumah Impian

    Kuasai 24% Pangsa Pasar KPR Subsidi, Bank BSN Permudah Pengemudi Ojol Hingga Pedagang Kelontong Miliki Rumah Impian

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Telegraf – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) terus memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi. Hingga Juli 2026, perseroan menguasai sekitar 24 persen pangsa pasar KPR Subsidi nasional dan menegaskan komitmennya menghadirkan pembiayaan yang inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pekerja formal, pelaku usaha mikro, […]

  • Polemik Uang Rp40 Miliar, Kuasa Hukum Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Ungkap Keterangan Tan Kian

    Polemik Uang Rp40 Miliar, Kuasa Hukum Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Ungkap Keterangan Tan Kian

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 74
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Ia meminta fakta, asumsi, dan spekulasi tidak dicampuradukkan dalam perkara tersebut. 02 Febri Diansyah menyebut nama Febrie tidak disebut eksplisit sebagai penerima dana dalam keterangan tersebut. 03 Kubu Febrie menilai pemberitaan mengenai uang Rp40 miliar perlu merujuk langsung pada isi BAP […]

expand_less