Memuat tanggal... Kirim Rilis
Rabu, 14 Okt 2026
Trending
Beranda » Ekonomi » Kasus Pailit PT Dua Kuda Indonesia Picu Kekhawatiran soal Kepastian Hukum Investasi

Kasus Pailit PT Dua Kuda Indonesia Picu Kekhawatiran soal Kepastian Hukum Investasi

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
  • visibility 38
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Telegraf – Kasus kepailitan yang menjerat PT Dua Kuda Indonesia, anak usaha perusahaan publik asal Tiongkok Zanyu Technology Group Co., Ltd., menjadi perhatian karena dinilai berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap kepastian hukum dan iklim investasi di Indonesia.

Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan produk turunan kelapa sawit itu sebelumnya diputus pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Namun, pihak perusahaan menilai kondisi operasional maupun keuangan masih sehat sehingga memilih menempuh berbagai upaya hukum.

Kuasa hukum PT Dua Kuda Indonesia dari ATS Law Firm, Achmad Taufan Soedirdjo, mengatakan perusahaan hingga kini masih memiliki kemampuan menjalankan kegiatan usaha, termasuk aktivitas produksi dan ekspor.

“Klien kami adalah perusahaan yang sehat, solvent, dan masih beroperasi secara normal. Kami memandang seluruh proses hukum harus memberikan kepastian dan perlindungan terhadap dunia usaha,” ujar Taufan dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, perkara tersebut bukan hanya menyangkut kepentingan satu perusahaan, tetapi juga menjadi perhatian investor asing yang menilai kepastian hukum sebagai salah satu faktor utama sebelum menanamkan modal di Indonesia.

Taufan menilai, apabila penyelesaian sengketa kepailitan tidak memberikan kepastian hukum, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi persepsi pelaku usaha internasional terhadap iklim investasi nasional.

“Jangan sampai hukum kita menjadi penilaian negatif bagi dunia internasional. Indonesia membutuhkan investasi asing untuk mendukung pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Ia juga menyebut putusan kepailitan tersebut sempat berdampak pada sentimen pasar terhadap induk usaha PT Dua Kuda Indonesia yang tercatat di bursa saham Tiongkok.

Selain berdampak pada aspek investasi, perkara tersebut juga dinilai menyangkut keberlangsungan operasional perusahaan dan nasib lebih dari 1.060 pekerja yang bergantung pada aktivitas pabrik.

Menurut pihak perusahaan, mekanisme going concern selama proses kepailitan menjadi penting agar kegiatan produksi tetap berjalan sehingga nilai perusahaan tidak menurun dan kepentingan seluruh pihak tetap terlindungi.

“Operasional perusahaan perlu tetap berjalan agar nilai aset tidak tergerus dan kepentingan pekerja maupun para kreditur dapat terlindungi,” ujar Taufan.

Sejumlah pekerja juga telah beberapa kali menggelar aksi damai di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Mereka berharap perusahaan tetap dapat beroperasi selama proses hukum berlangsung sehingga lapangan pekerjaan tetap terjaga.

Kalangan pelaku usaha menilai penyelesaian perkara kepailitan secara transparan dan berkeadilan menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap Indonesia sebagai tujuan investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI).

Hingga berita ini ditulis, proses hukum perkara kepailitan PT Dua Kuda Indonesia masih berlangsung dan belum berkekuatan hukum tetap. Seluruh pihak masih memiliki hak untuk menempuh upaya hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Profil Adrianto Pitojo Adhi Terjaring OTT KPK, Fakta HGB Bogor, Summarecon dan Pergerakan Saham SMRA

    Profil Adrianto Pitojo Adhi Terjaring OTT KPK, Fakta HGB Bogor, Summarecon dan Pergerakan Saham SMRA

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 30
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status pihak-pihak yang diamankan dalam OTT sesuai ketentuan hukum acara pidana. 02 Hingga pemeriksaan selesai, Adrianto berstatus sebagai pihak yang diamankan dan belum dapat disebut bersalah. 03 Penetapan status hukum, aliran uang, […]

  • Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih Bersyarat

    Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih Bersyarat

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 43
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Perubahan struktur kepemilikan tersebut masih berupa transaksi bersyarat sampai seluruh kondisi pendahuluan dipenuhi. 02 Kesepakatan melibatkan Low Tuck Kwong dan Elaine Low sebagai pihak yang mengalihkan 10.000.000.500 saham BYAN. 03 Haji Isam kini berencana memiliki sekitar 30 persen BYAN melalui PT […]

  • Korporasi Tambang Berpiutang Tifak Bisa Urus RKAB, ESDM Perketat Persetujuan Produksi Minerba 2026

    Korporasi Tambang Berpiutang Tifak Bisa Urus RKAB, ESDM Perketat Persetujuan Produksi Minerba 2026

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 33
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Bahlil mengatakan distribusi kesempatan produksi ingin dibuat lebih merata agar tidak terjadi monopoli pengelolaan sumber daya mineral. 02 Kebijakan tersebut disebut sebagai implementasi amanat Pasal 33 UUD 1945 tentang kemakmuran rakyat. 03 Pemerintah mengakui kebijakan pemerataan dapat menimbulkan keberatan dari sebagian […]

  • 25 Merek Beras Fortifikasi Disorot Menteri Pertanian Amran, Ini Daftar Produk dan Fakta Pemeriksaan Pemerintah

    25 Merek Beras Fortifikasi Disorot Menteri Pertanian Amran, Ini Daftar Produk dan Fakta Pemeriksaan Pemerintah

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 142
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Perkembangan terhadap 25 merek dapat berubah seiring verifikasi, pengujian laboratorium, dan proses penegakan hukum. 02 Pemerintah menempatkan kesesuaian standar, kandungan, label, harga, dan perlindungan konsumen sebagai fokus pengawasan. 03 Temuan 25 merek menjadi perkembangan terbaru pengawasan beras fortifikasi yang berlangsung sepanjang […]

  • Mentan Amran Soroti Kelangkaan Beras Premium, Dugaan Mafia dan Harga Jadi Perhatian Pemerintah

    Mentan Amran Soroti Kelangkaan Beras Premium, Dugaan Mafia dan Harga Jadi Perhatian Pemerintah

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 34
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Kelangkaan beras premium di ritel menjadi sorotan karena pemerintah menyatakan persediaan beras nasional masih mencukupi. 02 Pemerintah kini menghadapi tantangan memastikan stok yang tersedia dapat terdistribusi secara merata hingga jaringan ritel. 03 Penelusuran tata niaga diperlukan untuk membedakan persoalan distribusi, harga, […]

  • Poulindria Wulandari Gandeng Jaktive, Bawa Musik Indonesia Menembus Panggung Australia

    Poulindria Wulandari Gandeng Jaktive, Bawa Musik Indonesia Menembus Panggung Australia

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 82
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Musik, Diaspora dan Identitas Indonesia Kehidupan Poulindria di Australia turut… 02 Jaktive Perkuat Strategi Kreatif Poulindria Dalam mengembangkan karya dan memperluas… 03 Single “Pahit Manisnya Cinta” telah dirilis sejak April 2025 dan menjadi salah satu… EKSPRESPOST.COM – JAKARTA – Jarak ribuan […]

expand_less