Memuat tanggal... Kirim Rilis
Selasa, 13 Okt 2026
Trending
Beranda » Ekonomi » Ketum Asbanda: KUB BPD Bukan Sekadar Penuhi Modal, Kunci Efisiensi Teknologi dan SDM Perbankan Daerah

Ketum Asbanda: KUB BPD Bukan Sekadar Penuhi Modal, Kunci Efisiensi Teknologi dan SDM Perbankan Daerah

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
  • visibility 27
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Telegraf-Ketua Umum Asbanda sekaligus Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menilai masa depan Bank Pembangunan Daerah (BPD) sangat ditentukan oleh kemampuan berkolaborasi, bukan berjalan sendiri-sendiri.

Menurut Agus, fokus utama pembentukan KUB pada tahap awal bukan mengejar keuntungan maupun ekspansi bisnis, melainkan membangun fondasi organisasi yang kuat agar kolaborasi dapat berjalan secara berkelanjutan.

“KUB ini merupakan platform kolaborasi yang baik, tidak sekadar dalam rangka pemenuhan modal. Pada tahap awal yang harus dibangun adalah fundamental KUB itu sendiri, mulai dari tata kelola, manajemen risiko, sistem, cyber security, hingga people atau SDM,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8/2026).

Ia menegaskan, penyamaan standar operasional antaranggota menjadi langkah awal sebelum KUB berkembang menjadi kerja sama bisnis yang lebih luas.

Menurut Agus, kolaborasi tersebut akan memberikan manfaat besar, terutama bagi BPD yang selama ini menghadapi tingginya biaya investasi digital. Dengan membangun teknologi secara bersama, biaya pengembangan sistem dapat ditekan sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Membangun teknologi sendiri membutuhkan biaya besar. Begitu juga membangun SDM yang unggul. Kalau itu dikerjakan bersama, akan tercipta efisiensi. Di situlah nilai utama kolaborasi KUB,” ujarnya.

Agus menjelaskan, kerja sama dalam KUB dapat diwujudkan melalui berbagai program, mulai dari pengembangan platform teknologi bersama, penguatan sistem keamanan siber, hingga pelatihan SDM secara kolektif.

Namun demikian, ia mengakui pembentukan KUB bukan tanpa tantangan. Salah satunya adalah perbedaan visi di antara para pemegang saham masing-masing BPD, selain kesiapan modal, teknologi, dan kualitas SDM yang masih beragam.

Selain itu, masih terdapat kekhawatiran sebagian BPD terhadap kemungkinan hilangnya identitas sebagai bank daerah ketika terlibat dalam kolaborasi yang lebih erat. Tantangan lainnya adalah penentuan skema pembagian biaya (cost sharing) pada tahap awal pelaksanaan.

Karena itu, Agus menekankan pentingnya membangun tata kelola yang seragam dan menyelesaikan proyek-proyek awal yang mampu menghasilkan value creation sebagai bukti nyata manfaat KUB.

“Yang terpenting adalah membangun fondasi yang kuat terlebih dahulu. Kalau tata kelola dan proyek awal berhasil menciptakan value, kolaborasi yang lebih luas akan jauh lebih mudah dikembangkan,” katanya.

Agus optimistis, apabila KUB mampu berjalan sesuai tujuan awal, kolaborasi tersebut akan menjadi strategi efektif untuk meningkatkan daya saing BPD di tengah percepatan transformasi digital industri perbankan nasional.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Salah Transfer BCA Rp7,96 Juta Menjadi Perhatian, CBA Soroti Mekanisme Perlindungan Nasabah oleh OJK

    Kasus Salah Transfer BCA Rp7,96 Juta Menjadi Perhatian, CBA Soroti Mekanisme Perlindungan Nasabah oleh OJK

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 27
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Putusan sengketa salah transfer Rp7,96 juta menempatkan perlindungan hak nasabah sebagai isu utama dalam perkara Yuliana Febriani. 02 CBA mendorong OJK memperkuat pengawasan agar persoalan perbankan dapat diselesaikan lebih cepat tanpa proses hukum panjang. 03 OJK telah memperkuat instrumen perlindungan konsumen […]

  • OJK Bentuk Working Group Pembiayaan UMKM, Total Penyaluran Tembus Rp1.948,72 Triliun

    OJK Bentuk Working Group Pembiayaan UMKM, Total Penyaluran Tembus Rp1.948,72 Triliun

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Telegraf – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan membentuk Working Group Akselerasi dan Peningkatan Efektivitas Pembiayaan UMKM bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian UMKM, serta kementerian/lembaga dan industri jasa keuangan untuk mempercepat penyaluran pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah tersebut diumumkan dalam pembukaan UMKM Finance Summit 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026), sebagai […]

  • Beras Kita Gantikan Beras SPHP, Bulog Perbarui Kemasan untuk Perkuat Daya Saing dan Pelayanan Masyarakat

    Beras Kita Gantikan Beras SPHP, Bulog Perbarui Kemasan untuk Perkuat Daya Saing dan Pelayanan Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 22
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Pergantian nama menjadi Beras Kita tidak mengubah posisi beras tersebut sebagai bagian program stabilisasi pangan pemerintah. 02 Bulog mempertahankan tulisan SPHP pada kemasan baru agar masyarakat tetap mengenali fungsi programnya. 03 Selain desain, Bulog menjadikan perubahan ini sebagai momentum meningkatkan mutu […]

  • SMRA Setelah OTT KPK: Saham Anjlok, Kasus HGB Bergulir, dan Investor Menunggu Kejelasan Korporasi

    SMRA Setelah OTT KPK: Saham Anjlok, Kasus HGB Bergulir, dan Investor Menunggu Kejelasan Korporasi

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 34
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Perkembangan penyidikan KPK dan informasi resmi korporasi menjadi faktor penting yang perlu dipantau. 02 Penurunan 13,25% sehari sebelumnya belum cukup untuk menyimpulkan dampak jangka panjang terhadap fundamental SMRA. 03 Reaksi pasar terhadap kasus SMRA berlangsung cepat, tetapi saham kembali menguat pada […]

  • Dorong Hilirisasi Inovasi Ilmiah, Kemendiktisaintek Dukung Universitas Bentuk Sentra Kekayaan Intelektual

    Dorong Hilirisasi Inovasi Ilmiah, Kemendiktisaintek Dukung Universitas Bentuk Sentra Kekayaan Intelektual

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 39
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Direktur Penelitian dan Publikasi UNU Jogja Irwan Novianto menambahkan, Sentra KI akan memberi sumbangsih penting bagi penguatan ekosistem intelektual kampus… EKSPRESPOST.COM – Pemerintah mendorong perguruan tinggi memberi perlindungan hukum dan melakukan hilirisasi hasil riset dan karya ilmiah melalui pembentukan Sentra Kekayaan […]

  • SOKSI Dorong Reformasi Pengawasan Pita Cukai Setelah Nama Misbakhun Disebut dalam Pemberitaan

    SOKSI Dorong Reformasi Pengawasan Pita Cukai Setelah Nama Misbakhun Disebut dalam Pemberitaan

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 22
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Fokus akhirnya bukan sekadar nama yang disebut, melainkan praktik ilegal, keuntungan ekonomi, jaringan, dan potensi kerugian negara. 02 Informasi media dapat menjadi radar awal, sedangkan data pemerintah dan penegak hukum menjadi dasar verifikasi serta pembuktian. 03 Azis melihat polemik pita cukai […]

expand_less