Memuat tanggal... Kirim Rilis
Langsung ke konten
Selasa, 22 Sep 2026
Trending
Beranda » Ekonomi » Beras Kita Gantikan Beras SPHP, Bulog Perbarui Kemasan untuk Perkuat Daya Saing dan Pelayanan Masyarakat

Beras Kita Gantikan Beras SPHP, Bulog Perbarui Kemasan untuk Perkuat Daya Saing dan Pelayanan Masyarakat

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month
  • visibility 13
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Pergantian nama menjadi Beras Kita tidak mengubah posisi beras tersebut sebagai bagian program stabilisasi pangan pemerintah.

  2. Bulog mempertahankan tulisan SPHP pada kemasan baru agar masyarakat tetap mengenali fungsi programnya.

  3. Selain desain, Bulog menjadikan perubahan ini sebagai momentum meningkatkan mutu beras dan kualitas pelayanan.

EKSPRESPOST.COM – Mengapa perubahan nama SPHP menjadi Beras Kita dilakukan saat pemerintah justru memperbesar pasokan beras stabilisasi?

Seberapa penting kemasan baru bagi daya saing beras pemerintah?

Dan bagaimana Bulog memastikan perubahan identitas berjalan bersama peningkatan mutu serta distribusi kepada masyarakat?

Perum Bulog akan memperkenalkan Beras Kita Medium sebagai identitas baru beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP.

Perubahan tersebut datang bersamaan dengan penguatan pasokan SPHP, setelah pemerintah menyetujui tambahan 1 juta ton hingga Maret 2027.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut perubahan identitas tersebut tetap mempertahankan keterangan SPHP pada kemasan baru.

Beras Kita Menandai Babak Baru Identitas Beras Program Pemerintah

Menurut Rizal, nama Beras Kita dipilih dengan mengikuti pola penamaan produk pemerintah seperti Minyakita dan Gula Manis Kita.

Identitas tersebut membawa semangat Keluarga Indonesia Sejahtera sehingga produk pemerintah memiliki nama yang lebih mudah dikenali masyarakat.

“Namun bahasa SPHP-nya juga masih ada di bawah, yaitu Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, tapi dibuat yang lebih kecil,” kata Ahmad Rizal Ramdhani.

Dengan tetap mencantumkan SPHP, perubahan nama tidak menghilangkan hubungan Beras Kita dengan program stabilisasi pangan pemerintah.

Kemasan Beras Kita Ditargetkan Meningkatkan Daya Saing Produk

Bulog melihat pembaruan kemasan sebagai langkah untuk memperkuat daya saing beras pemerintah di pasar.

Kemasan baru diharapkan membuat produk lebih kompetitif tanpa mengubah fungsi dasarnya sebagai bagian dari program stabilisasi pangan.

Strategi tersebut sekaligus menempatkan identitas produk sebagai salah satu unsur penting dalam memperkuat penerimaan masyarakat.

Peningkatan Mutu Menjadi Bagian Penting Dalam Perubahan Produk

Rizal menegaskan pembaruan tidak hanya menyangkut tampilan kemasan, tetapi juga kualitas beras yang disalurkan kepada masyarakat.

Bulog menyatakan peningkatan mutu menjadi komitmen bersama jajaran perusahaan untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.

“Nah ini kami sudah komitmen dengan seluruh jajaran untuk meningkatkan mutu dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

Pernyataan tersebut mempertegas bahwa rebranding Beras Kita diarahkan berjalan bersamaan dengan peningkatan kualitas produk.

Peluncuran Kemasan Baru Beras Kita Dijadwalkan Oktober 2026

Beras Kita Medium dijadwalkan diluncurkan pada 20 Oktober 2026, sementara stok kemasan lama masih disalurkan secara bertahap.

Bulog menyiapkan masa transisi tersebut agar perubahan kemasan tidak mengganggu kelancaran distribusi beras kepada masyarakat.

Di sisi lain, jaringan distribusi SPHP diperluas melalui berbagai saluran untuk mempercepat penyerapan pasokan di lapangan.

Tambahan Pasokan Satu Juta Ton Menjaga Ketersediaan Hingga Panen

Pemerintah menyepakati tambahan 1 juta ton SPHP setelah Bulog sebelumnya mengajukan tambahan sekitar 400 ribu ton.

Kuota awal SPHP sebesar 828 ribu ton telah tersalurkan sekitar 92 persen, dengan stok tersisa sekitar 80 ribu ton.

Tambahan pasokan tersebut disiapkan menghadapi kebutuhan September hingga Desember 2026 serta periode Januari dan Februari sebelum panen Maret 2027.

Dengan demikian, kehadiran Beras Kita berlangsung dalam momentum penguatan pasokan sekaligus pembaruan identitas produk pemerintah untuk masyarakat.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Beras Kita Gantikan Beras SPHP, Bulog Perbarui Kemasan untuk Perkuat Daya Saing dan Pelayanan…”?

Dengan demikian, kehadiran Beras Kita berlangsung dalam momentum penguatan pasokan sekaligus pembaruan identitas produk pemerintah untuk masyarakat.****.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Beras Kita Gantikan Beras SPHP, Bulog Perbarui Kemasan untuk Perkuat Daya Saing dan Pelayanan…”?

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut perubahan identitas tersebut tetap mempertahankan keterangan SPHP pada kemasan baru.

03Kapan peristiwa dalam “Beras Kita Gantikan Beras SPHP, Bulog Perbarui Kemasan untuk Perkuat Daya Saing dan Pelayanan…” terjadi?

Perubahan tersebut datang bersamaan dengan penguatan pasokan SPHP, setelah pemerintah menyetujui tambahan 1 juta ton hingga Maret 2027.

04Mengapa perkembangan dalam “Beras Kita Gantikan Beras SPHP, Bulog Perbarui Kemasan untuk Perkuat Daya Saing dan Pelayanan…” terjadi?

Kemasan Beras Kita Ditargetkan Meningkatkan Daya Saing Produk Bulog melihat pembaruan kemasan sebagai langkah untuk memperkuat daya saing beras pemerintah di pasar.

05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Beras Kita Gantikan Beras SPHP, Bulog Perbarui Kemasan untuk Perkuat Daya Saing dan Pelayanan…” berlangsung?

Strategi tersebut sekaligus menempatkan identitas produk sebagai salah satu unsur penting dalam memperkuat penerimaan masyarakat.

06Apa dampak yang disebutkan dalam “Beras Kita Gantikan Beras SPHP, Bulog Perbarui Kemasan untuk Perkuat Daya Saing dan Pelayanan…”?

Bulog menyatakan peningkatan mutu menjadi komitmen bersama jajaran perusahaan untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat. "Nah ini kami sudah komitmen dengan seluruh jajaran untuk meningkatkan mutu dan pelayanan kepada masyarakat," ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

07Angka penting apa yang disebut dalam “Beras Kita Gantikan Beras SPHP, Bulog Perbarui Kemasan untuk Perkuat Daya Saing dan Pelayanan…”?

Peluncuran Kemasan Baru Beras Kita Dijadwalkan Oktober 2026 Beras Kita Medium dijadwalkan diluncurkan pada 20 Oktober 2026, sementara stok kemasan lama masih disalurkan secara bertahap.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • RUU Pemilu dan Ambang Batas Parlemen 5 Persen, Apa Tahapan Berikutnya Setelah Pertemuan Ketum Partai?

    RUU Pemilu dan Ambang Batas Parlemen 5 Persen, Apa Tahapan Berikutnya Setelah Pertemuan Ketum Partai?

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 11
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Publik masih menunggu rumusan final DPR yang harus memperhatikan putusan MK serta aspirasi masyarakat. 02 Status angka tersebut masih berbeda antara kesepakatan internal partai dan keputusan formal dalam proses legislasi. 03 Angka 5 persen kini menjadi salah satu opsi yang menonjol […]

  • Independensi Media dan Demonstrasi: Mengapa Kepentingan Bisnis Bisa Memengaruhi Pemberitaan Pers

    Independensi Media dan Demonstrasi: Mengapa Kepentingan Bisnis Bisa Memengaruhi Pemberitaan Pers

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Satrio Arismunandar, Mantan Jurnalis Harian KOMPAS dan Divisi News TRANS TV.
    • visibility 51
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Setiap kali terjadi demonstrasi besar, terutama jika melibatkan ribuan orang dan berpotensi menimbulkan kerusuhan, selalu muncul pertanyaan: mengapa media tidak memberitakannya lebih besar? 02 Media Butuh Berita, Tetapi Tidak Butuh Kekacauan Ada sesuatu yang agak paradoks dalam hubungan media dengan demonstrasi. […]

  • Suahasil Nazara Jadi Menkeu, IHSG dan Rupiah Melemah, Bagaimana Kondisi Fiskal Indonesia Terbaru?

    Suahasil Nazara Jadi Menkeu, IHSG dan Rupiah Melemah, Bagaimana Kondisi Fiskal Indonesia Terbaru?

    • calendar_month 23 menit yang lalu
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 3
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Pergerakan berikutnya menjadi perhatian untuk melihat respons pasar terhadap kebijakan fiskal Suahasil Nazara. 02 Namun, periode tersebut juga diwarnai ketidakpastian global, geopolitik, kebijakan bank sentral dan ekspektasi investor. 03 Data hingga 21 September menunjukkan IHSG dan rupiah melemah setelah pergantian Menteri […]

  • Haji Isam Tawar Saham Mayoritas Bayan Resources, Negosiasi dan Pendanaan Himbara Menjadi Perhatian Investor

    Haji Isam Tawar Saham Mayoritas Bayan Resources, Negosiasi dan Pendanaan Himbara Menjadi Perhatian Investor

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 13
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Hingga kini, rencana akuisisi tetap berstatus negosiasi dan belum menjadi transaksi final. 02 Transaksi tersebut berpotensi selesai sebelum akhir 2026 apabila seluruh pihak mencapai kesepakatan. 03 Akuisisi Bayan Resources kembali menjadi perhatian setelah Haji Isam disebut mengajukan tawaran untuk 62% saham. […]

  • Ketua Umum PBNU Gus Kikin Bantah Isu Nahdlatul Ulama Dijadikan Tunggangan Politik

    Ketua Umum PBNU Gus Kikin Bantah Isu Nahdlatul Ulama Dijadikan Tunggangan Politik

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Gus Kikin PBNU — Ketua Umum PBNU Gus Kikin membantah isu Nahdlatul Ulama menjadi tunggangan politik dan menegaskan organisasi memiliki manhaj.

  • KPK Periksa 17 Orang dalam OTT BPN Bogor, Adrianto Pitojo Terjaring dan Uang Ratusan Miliar Jadi Barang Bukti

    KPK Periksa 17 Orang dalam OTT BPN Bogor, Adrianto Pitojo Terjaring dan Uang Ratusan Miliar Jadi Barang Bukti

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 10
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 KPK membenarkan Adrianto Pitojo termasuk 17 orang yang diamankan dalam OTT di lingkungan ATR/BPN. 02 Perkara yang didalami KPK berkaitan dengan dugaan korupsi dalam proses pengurusan Hak Guna Bangunan di Bogor. 03 Status para pihak masih dalam pemeriksaan dan KPK belum […]

expand_less