Memuat tanggal... Kirim Rilis
Langsung ke konten
Selasa, 22 Sep 2026
Trending
Beranda » Hukum » Profil Adrianto Pitojo Adhi Terjaring OTT KPK, Fakta HGB Bogor, Summarecon dan Pergerakan Saham SMRA

Profil Adrianto Pitojo Adhi Terjaring OTT KPK, Fakta HGB Bogor, Summarecon dan Pergerakan Saham SMRA

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month
  • visibility 12
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status pihak-pihak yang diamankan dalam OTT sesuai ketentuan hukum acara pidana.

  2. Hingga pemeriksaan selesai, Adrianto berstatus sebagai pihak yang diamankan dan belum dapat disebut bersalah.

  3. Penetapan status hukum, aliran uang, serta peran setiap pihak menjadi perkembangan penting berikutnya dalam perkara ini.

EKSPRESPOST.COM – Apa yang membuat OTT KPK di Bogor langsung mengguncang saham Summarecon Agung?

Bagaimana posisi Presiden Direktur Adrianto Pitojo Adhi dalam perkara pengurusan HGB tersebut?

Dan mengapa proses hukum ini menjadi perhatian investor ketika kinerja SMRA sebelumnya justru mencatat pertumbuhan?

Profil Adrianto dan Rekam Jejak di Summarecon

Adrianto bergabung dengan Summarecon pada 2005 setelah memiliki pengalaman di sejumlah korporasi properti.

Ia pernah menangani Summarecon Kelapa Gading dan Summarecon Bekasi sebelum menduduki posisi direktur pada 2013.

Pada Juni 2015, Adrianto diangkat menjadi Presiden Direktur dan kemudian kembali dipercaya menduduki posisi tersebut melalui RUPS 2025.

Karier panjang tersebut membuatnya menjadi salah satu figur utama dalam ekspansi bisnis Summarecon.

Namun, KPK belum menyampaikan apakah Adrianto memiliki peran tertentu dalam dugaan tindak pidana yang sedang diselidiki.

Kinerja SMRA Sebelumnya Justru Mencatat Hasil Positif

Sebelum OTT tersebut, Summarecon mencatat kinerja bisnis yang cukup kuat sepanjang 2025.

Pendapatan korporasi mencapai Rp8,77 triliun, sementara marketing sales meningkat 27 persen menjadi Rp5,53 triliun.

Laba bersih Summarecon juga mencapai sekitar Rp1,2 triliun pada tahun tersebut.

Adrianto ketika itu menyatakan capaian marketing sales melampaui target yang ditetapkan korporasi.

“Kami bersyukur di tahun 2025 kemarin kita mencapai sebuah marketing sales yang melampaui target kami Rp5 triliun,” kata Adrianto.

Kinerja tersebut membuat perkembangan kasus hukum terhadap pimpinan tertinggi SMRA menjadi perhatian pemegang saham.

Pada sesi I perdagangan Selasa (15/09/2026), saham SMRA tercatat turun 6,02 persen ke Rp312.

KPK Konfirmasi Presdir PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) Adrianto Pitojo Adhi Kena OTT

KPK mengonfirmasi Adrianto Pitojo Adhi menjadi salah satu dari 17 orang yang diamankan dalam OTT di wilayah Jabodetabek, Senin (14/09/2026).

Operasi tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengurusan HGB di Kabupaten Bogor.

Pihak pengembang yang disebut KPK terkait pengurusan HGB tersebut adalah Summarecon.

KPK Ungkap 17 Orang Diamankan dalam OTT Bogor

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan Adrianto termasuk pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.

“Benar,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (15/09/2026).

Selain Adrianto, KPK mengamankan pejabat ATR/BPN dan sejumlah pihak lainnya dalam operasi yang berlangsung di Jabodetabek.

Mereka antara lain Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang ATR/BPN Lampri, Sontang Coin Manurung, serta Kepala Kantah Kota Tangerang Tardi.

Politikus Golkar Fahd A Rafiq dan mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto juga disebut termasuk pihak yang diamankan KPK.

HGB Summarecon dan Uang Ratusan Miliar Diselidiki

KPK menyatakan perkara tersebut berkaitan dengan proses pengurusan HGB di Kabupaten Bogor.

“Di wilayah Kabupaten Bogor, ini pihaknya yaitu Summarecon,” ujar Budi Prasetyo mengenai pihak pengembang yang berkaitan dengan proses tersebut.

Selain 17 orang, penyidik mengamankan uang tunai rupiah dan valuta asing yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

Uang tersebut dikemas dalam sekitar 20 koper, boks, dan kardus, sementara jumlah pastinya masih dihitung KPK.

KPK belum menguraikan siapa pemilik uang tersebut maupun bagaimana kaitannya dengan dugaan proses pengurusan HGB.

Karena itu, hubungan antara barang bukti, pihak yang diamankan, dan dugaan tindak pidana masih menunggu konstruksi perkara resmi KPK.

KPK Masih Menentukan Status Hukum Para Pihak

KPK mempunyai waktu 1×24 jam untuk menentukan status pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.

Selama konstruksi perkara belum diumumkan, keterjaringan seseorang dalam OTT tidak dapat disamakan dengan penetapan bersalah.

KPK juga belum memerinci aliran uang, bentuk penerimaan, maupun tindakan spesifik yang diduga dilakukan masing-masing pihak.

Perkembangan perkara selanjutnya akan menentukan apakah kasus tersebut berkembang menjadi penyidikan dengan tersangka dan bagaimana posisi hukum setiap pihak.

Bagi SMRA, proses tersebut menjadi perhatian karena berlangsung ketika Adrianto masih memegang posisi Presiden Direktur dan saham korporasi mengalami tekanan di pasar.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Profil Adrianto Pitojo Adhi Terjaring OTT KPK, Fakta HGB Bogor, Summarecon dan Pergerakan Saham…”?

Namun, KPK belum menyampaikan apakah Adrianto memiliki peran tertentu dalam dugaan tindak pidana yang sedang diselidiki.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Profil Adrianto Pitojo Adhi Terjaring OTT KPK, Fakta HGB Bogor, Summarecon dan Pergerakan Saham…”?

Ia pernah menangani Summarecon Kelapa Gading dan Summarecon Bekasi sebelum menduduki posisi direktur pada 2013.

03Kapan peristiwa dalam “Profil Adrianto Pitojo Adhi Terjaring OTT KPK, Fakta HGB Bogor, Summarecon dan Pergerakan Saham…” terjadi?

Pada Juni 2015, Adrianto diangkat menjadi Presiden Direktur dan kemudian kembali dipercaya menduduki posisi tersebut melalui RUPS 2025.

04Di mana peristiwa dalam “Profil Adrianto Pitojo Adhi Terjaring OTT KPK, Fakta HGB Bogor, Summarecon dan Pergerakan Saham…” berlangsung?

Profil Adrianto dan Rekam Jejak di Summarecon Adrianto bergabung dengan Summarecon pada 2005 setelah memiliki pengalaman di sejumlah korporasi properti.

05Mengapa perkembangan dalam “Profil Adrianto Pitojo Adhi Terjaring OTT KPK, Fakta HGB Bogor, Summarecon dan Pergerakan Saham…” terjadi?

Karena itu, hubungan antara barang bukti, pihak yang diamankan, dan dugaan tindak pidana masih menunggu konstruksi perkara resmi KPK.

06Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Profil Adrianto Pitojo Adhi Terjaring OTT KPK, Fakta HGB Bogor, Summarecon dan Pergerakan Saham…” berlangsung?

HGB Summarecon dan Uang Ratusan Miliar Diselidiki KPK menyatakan perkara tersebut berkaitan dengan proses pengurusan HGB di Kabupaten Bogor. “Di wilayah Kabupaten Bogor, ini pihaknya yaitu Summarecon,” ujar Budi Prasetyo mengenai pihak pengembang yang berkaitan dengan proses tersebut.

07Apa dampak yang disebutkan dalam “Profil Adrianto Pitojo Adhi Terjaring OTT KPK, Fakta HGB Bogor, Summarecon dan Pergerakan Saham…”?

Kinerja SMRA Sebelumnya Justru Mencatat Hasil Positif Sebelum OTT tersebut, Summarecon mencatat kinerja bisnis yang cukup kuat sepanjang 2025.

08Angka penting apa yang disebut dalam “Profil Adrianto Pitojo Adhi Terjaring OTT KPK, Fakta HGB Bogor, Summarecon dan Pergerakan Saham…”?

Pendapatan korporasi mencapai Rp8,77 triliun, sementara marketing sales meningkat 27 persen menjadi Rp5,53 triliun.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • SOKSI Dorong Reformasi Pengawasan Pita Cukai Setelah Nama Misbakhun Disebut dalam Pemberitaan

    SOKSI Dorong Reformasi Pengawasan Pita Cukai Setelah Nama Misbakhun Disebut dalam Pemberitaan

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 11
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Fokus akhirnya bukan sekadar nama yang disebut, melainkan praktik ilegal, keuntungan ekonomi, jaringan, dan potensi kerugian negara. 02 Informasi media dapat menjadi radar awal, sedangkan data pemerintah dan penegak hukum menjadi dasar verifikasi serta pembuktian. 03 Azis melihat polemik pita cukai […]

  • Tampil Dominan di Sanchez Pizjuan, Atletico Madrid Bungkam Sevilla 3-1 dan Rebut Puncak Klasemen

    Tampil Dominan di Sanchez Pizjuan, Atletico Madrid Bungkam Sevilla 3-1 dan Rebut Puncak Klasemen

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Atletico Madrid puncaki klasemen Liga Spanyol usai menundukkan Sevilla 3-1 di Ramon Sanchez Pizjuan lewat dua gol Alex Baena dan Ademola Lookman.

  • Kemendag Pertimbangkan Usulan Bulog Untuk DMO MinyaKita 100 Persen, Realisasi BUMN Hampir Separuh Nasional

    Kemendag Pertimbangkan Usulan Bulog Untuk DMO MinyaKita 100 Persen, Realisasi BUMN Hampir Separuh Nasional

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 11
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Usulan tersebut meminta porsi penyaluran melalui BUMN Pangan ditingkatkan menjadi 100 persen dari realisasi DMO MinyaKita. 02 Kemendag mencatat realisasi distribusi BUMN bahkan telah mencapai sekitar 49,45 persen pada 10 April 2026. 03 Hampir Separuh DMO MinyaKita Sudah Melalui BUMN Pangan […]

  • Kasus Salah Transfer BCA Rp7,96 Juta Menjadi Perhatian, CBA Soroti Mekanisme Perlindungan Nasabah oleh OJK

    Kasus Salah Transfer BCA Rp7,96 Juta Menjadi Perhatian, CBA Soroti Mekanisme Perlindungan Nasabah oleh OJK

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 22
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Putusan sengketa salah transfer Rp7,96 juta menempatkan perlindungan hak nasabah sebagai isu utama dalam perkara Yuliana Febriani. 02 CBA mendorong OJK memperkuat pengawasan agar persoalan perbankan dapat diselesaikan lebih cepat tanpa proses hukum panjang. 03 OJK telah memperkuat instrumen perlindungan konsumen […]

  • Purbaya Yudhi Sadewa Resmi Diganti, Ini Fakta Polemik Danantara, Himbara dan 17+8 Sebelum Reshuffle

    Purbaya Yudhi Sadewa Resmi Diganti, Ini Fakta Polemik Danantara, Himbara dan 17+8 Sebelum Reshuffle

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 13
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Transisi tersebut menandai babak baru pengelolaan APBN setelah pergantian Menteri Keuangan. 02 Hingga pelantikan, Suahasil mengatakan belum berkomunikasi dengan Purbaya sebagai pendahulunya di Kementerian Keuangan. 03 Suahasil Nazara menerima telepon dari Istana pada Senin pagi sebelum kemudian menghadap Presiden Prabowo dan […]

  • Rumah Dirjen Lampri Digeledah KPK, Bukti Chat Dan Rp106,3 Miliar Jadi Kunci Pengembangan Perkara

    Rumah Dirjen Lampri Digeledah KPK, Bukti Chat Dan Rp106,3 Miliar Jadi Kunci Pengembangan Perkara

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 11
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Penelusuran sumber, tujuan, dan penerima dana masih menjadi bagian dari proses penyidikan KPK. 02 Nominal tersebut tidak sama dengan nilai suap HGB Summarecon yang telah diungkap dalam konstruksi awal perkara. 03 Status Rp106,3 miliar dalam perkara ini adalah barang bukti yang […]

expand_less