Memuat tanggal... Kirim Rilis
Minggu, 25 Okt 2026
Trending
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Hukum » BAP Tan Kian Sebut 4 Nama Pejabat Kejagung, Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Bantah Aliran Rp40 Miliar TPPU

BAP Tan Kian Sebut 4 Nama Pejabat Kejagung, Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Bantah Aliran Rp40 Miliar TPPU

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • visibility 36
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Fakta mengenai tujuan dan penerima dana masih harus diuji berdasarkan keseluruhan alat bukti perkara.

  2. Penyebutan empat pejabat Kejagung belum dapat dimaknai sebagai bukti penerimaan uang oleh mereka.

  3. Inti persoalan kini berada pada konteks BAP, dugaan aliran dana, serta pembuktian dalam proses hukum.

EKPRESPOST.COM – Mengapa Kejaksaan Agung memilih tidak menjawab langsung dugaan aliran Rp40 miliar yang dikaitkan dengan BAP Tan Kian?

Apa sebenarnya isi keterangan Tan Kian mengenai empat pejabat tinggi Kejagung tersebut?

Dan apakah penyebutan nama dalam BAP cukup untuk menyimpulkan seseorang menerima uang atau terlibat tindak pidana?

Kejagung Menilai Dugaan Rp40 Miliar Masih Menjadi Asumsi

Kejaksaan Agung memilih menunggu proses persidangan untuk menguji dugaan aliran uang Rp40 miliar dalam perkara TPPU Febrie Adriansyah.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Anang Supriatna mengatakan informasi tersebut belum dapat ditanggapi secara substantif.

“Saya enggak pernah dengar statement-nya seperti apa. Seperti apa. Lebih jelas itu asumsi,” kata Anang Supriatna, Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Senin, (07/09/2026).

Anang mengatakan pokok perkara nantinya dapat diketahui secara lebih terbuka apabila perkara berlanjut ke persidangan.

“Kita lihat aja nanti kan nanti seandainya nanti naik ke persidangan akan terbuka seperti apa,” ujar Anang Supriatna, Senin, (07/09/2026).

Sikap tersebut menempatkan pembuktian aliran dana sebagai bagian dari proses hukum, bukan sekadar kesimpulan berdasarkan penyebutan nama.

Empat Pejabat Disebut dalam Keterangan BAP Tan Kian

BAP Tan Kian memuat sedikitnya empat nama pejabat yang pernah atau masih memiliki posisi strategis di Kejaksaan Agung.

Nama tersebut ialah Sulaiman Syarief Nahdi, Febrie Adriansyah, Ali Mukartono, dan Sanitiar Burhanuddin.

Sulaiman pernah menjabat Direktur Penyidikan Jampidsus, sedangkan Febrie pernah menduduki posisi tersebut sebelum menjadi Jampidsus.

Ali Mukartono merupakan mantan Jampidsus, sementara Sanitiar Burhanuddin saat ini menjabat sebagai Jaksa Agung.

Penyebutan keempat nama berkaitan dengan keterangan mengenai dugaan tujuan aliran uang puluhan miliar rupiah.

Kuasa Hukum Febrie Minta Isi BAP Dibaca Secara Utuh

Kuasa hukum Febrie Adriansyah, Febri Diansyah, menilai munculnya nama kliennya tidak boleh langsung dimaknai sebagai penerimaan uang.

“Tan Kian justru menyebut ada empat nama di Kejaksaan Agung yang menurut Tan Kian, bahasanya, ‘bisa saja uang 40 miliar tersebut untuk orang-orang tersebut’,” kata Febri Diansyah, Jumat, (04/09/2026).

Menurut Febri, Tan Kian tidak menyatakan secara eksplisit bahwa uang Rp40 miliar tersebut ditujukan kepada Febrie.

Ia menyebut BAP Tan Kian justru menerangkan uang tersebut diberikan kepada Ferry Hongkiriwang alias Ferry Boboho.

“Dan Ferry tidak pernah menyampaikan sama sekali di BAP Tan Kian tersebut bahwa uang tersebut nanti akan diberikan kepada Pak FA.”

“Itu tegas sekali di BAP tersebut,” ujar Febri Diansyah, Jakarta, Jumat, (04/09/2026).

Pernyataan tersebut menjadi dasar kubu Febrie untuk membantah anggapan bahwa BAP Tan Kian memastikan adanya penerimaan Rp40 miliar oleh Febrie.

Rangkaian Dugaan Aliran Dana Berawal Dari Peristiwa 2022

Dalam rangkaian perkara, Ferry disebut menerima Sin$5 juta dari sekretaris Tan Kian pada 2022.

Uang tersebut disebut dibungkus dalam tas merah dan diserahkan di sebuah hotel bintang lima kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Dengan kurs saat itu, nilai Sin$5 juta disebut sekitar Rp55 miliar, sementara Ferry disebut mengambil Rp5 miliar.

Sisa dana kemudian diklaim diberikan kepada Nurman Herin, yang disebut sebagai utusan Febrie Adriansyah.

Nurman Herin selanjutnya ditetapkan sebagai tersangka dugaan TPPU oleh Kejaksaan Agung pada Kamis, (30/07/2026).

Rangkaian tersebut menjadi konteks penting untuk memahami mengapa dugaan aliran dana kembali muncul dalam pemberitaan perkara Febrie.

Namun, penyebutan empat pejabat dalam BAP tetap berbeda dengan pembuktian bahwa mereka menerima uang.

Karena itu, isi lengkap BAP, bukti lain, serta pembuktian di proses hukum menjadi penting untuk menentukan fakta perkara.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “BAP Tan Kian Sebut 4 Nama Pejabat Kejagung, Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Bantah Aliran…”?

Ia menyebut BAP Tan Kian justru menerangkan uang tersebut diberikan kepada Ferry Hongkiriwang alias Ferry Boboho. “Dan Ferry tidak pernah menyampaikan sama sekali di BAP Tan Kian tersebut bahwa uang tersebut nanti akan diberikan kepada Pak FA." "Itu tegas sekali di BAP tersebut,” ujar Febri Diansyah, Jakarta, Jumat, (04/09/2026).

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “BAP Tan Kian Sebut 4 Nama Pejabat Kejagung, Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Bantah Aliran…”?

Kejagung Menilai Dugaan Rp40 Miliar Masih Menjadi Asumsi Kejaksaan Agung memilih menunggu proses persidangan untuk menguji dugaan aliran uang Rp40 miliar dalam perkara TPPU Febrie Adriansyah.

03Kapan peristiwa dalam “BAP Tan Kian Sebut 4 Nama Pejabat Kejagung, Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Bantah Aliran…” terjadi?

Lebih jelas itu asumsi,” kata Anang Supriatna, Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Senin, (07/09/2026).

04Di mana peristiwa dalam “BAP Tan Kian Sebut 4 Nama Pejabat Kejagung, Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Bantah Aliran…” berlangsung?

Empat Pejabat Disebut dalam Keterangan BAP Tan Kian BAP Tan Kian memuat sedikitnya empat nama pejabat yang pernah atau masih memiliki posisi strategis di Kejaksaan Agung.

05Mengapa perkembangan dalam “BAP Tan Kian Sebut 4 Nama Pejabat Kejagung, Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Bantah Aliran…” terjadi?

Karena itu, isi lengkap BAP, bukti lain, serta pembuktian di proses hukum menjadi penting untuk menentukan fakta perkara.****.

06Bagaimana proses atau peristiwa dalam “BAP Tan Kian Sebut 4 Nama Pejabat Kejagung, Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Bantah Aliran…” berlangsung?

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Anang Supriatna mengatakan informasi tersebut belum dapat ditanggapi secara substantif. “Saya enggak pernah dengar statement-nya seperti apa.

07Angka penting apa yang disebut dalam “BAP Tan Kian Sebut 4 Nama Pejabat Kejagung, Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Bantah Aliran…”?

Anang mengatakan pokok perkara nantinya dapat diketahui secara lebih terbuka apabila perkara berlanjut ke persidangan. “Kita lihat aja nanti kan nanti seandainya nanti naik ke persidangan akan terbuka seperti apa,” ujar Anang Supriatna, Senin, (07/09/2026).

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Geledah Korporasi Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Wajib Pajak dalam Pemeriksaan Jadi Sorotan

    KPK Geledah Korporasi Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Wajib Pajak dalam Pemeriksaan Jadi Sorotan

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 67
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Dalam pengembangan perkara, KPK menyita 680 ribu Dolar AS dari sejumlah lokasi maupun pengembalian saksi. 02 Penyidik juga menyita 1,3 kilogram emas dan Rp100 juta dalam pengembangan kasus tersebut. 03 Barang bukti itu menjadi bagian dari penelusuran dugaan korupsi di KPP […]

  • Kuasai 24% Pangsa Pasar KPR Subsidi, Bank BSN Permudah Pengemudi Ojol Hingga Pedagang Kelontong Miliki Rumah Impian

    Kuasai 24% Pangsa Pasar KPR Subsidi, Bank BSN Permudah Pengemudi Ojol Hingga Pedagang Kelontong Miliki Rumah Impian

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Telegraf – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) terus memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi. Hingga Juli 2026, perseroan menguasai sekitar 24 persen pangsa pasar KPR Subsidi nasional dan menegaskan komitmennya menghadirkan pembiayaan yang inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pekerja formal, pelaku usaha mikro, […]

  • Tony Fernandes Ungkap Kondisi Terbaru AirAsia: Avtur Mahal, Utang Tinggi, Namun Permintaan Tetap Bertahan

    Tony Fernandes Ungkap Kondisi Terbaru AirAsia: Avtur Mahal, Utang Tinggi, Namun Permintaan Tetap Bertahan

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 39
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Tantangan utama AirAsia mencakup harga avtur, biaya operasional, pengelolaan utang, serta pemulihan kapasitas penerbangan. 02 Permintaan kuartal III dan pemesanan kuartal IV menjadi indikator penting bagi kinerja AirAsia hingga akhir 2026. 03 Kondisi AirAsia saat ini berbeda dengan pandemi karena pembatasan […]

  • Suahasil Nazara Dihadapkan Tantangan Perluas Ekonomi Formal untuk Perkuat Tax Ratio dan Penerimaan Negara

    Suahasil Nazara Dihadapkan Tantangan Perluas Ekonomi Formal untuk Perkuat Tax Ratio dan Penerimaan Negara

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 38
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Pemerintah didorong memperluas sumber penerimaan tanpa terus meningkatkan beban pada basis wajib pajak yang sama. 02 Fakhrul Fulvian menilai perluasan ekonomi formal dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan tax base yang berkelanjutan. 03 Perdebatan tax ratio bergeser pada persoalan lebih luas, yakni […]

  • Rp120 T Danantara Masuk APBN 2026, Menkeu Purbaya Ungkap Rencana Pemerintah di Tengah Perbedaan Keterangan

    Rp120 T Danantara Masuk APBN 2026, Menkeu Purbaya Ungkap Rencana Pemerintah di Tengah Perbedaan Keterangan

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 26
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Rp120 Triliun Danantara Diproyeksikan Menambah Penerimaan Negara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Danantara akan memberikan sekitar Rp120 triliun untuk APBN 2026. 02 Namun, perbedaan posisi dengan Danantara membuat status Rp120 triliun perlu dibedakan antara target pemerintah dan penerimaan yang sudah […]

  • MBG Capai Realisasi Anggaran Rp139,77 Triliun, BGN Jelaskan Target Penerima dan Pembenahan Tata Kelola

    MBG Capai Realisasi Anggaran Rp139,77 Triliun, BGN Jelaskan Target Penerima dan Pembenahan Tata Kelola

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 52
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Perkembangan berikutnya akan menunjukkan bagaimana sisa anggaran digunakan dalam keberlanjutan program MBG. 02 Sisa anggaran tersebut berada di tengah proses perluasan penerima, pemutakhiran data, dan pengetatan standar SPPG. 03 Program MBG masih memiliki sekitar Rp79 triliun anggaran belum terealisasi hingga 16 […]

expand_less