Memuat tanggal... Kirim Rilis
Jumat, 23 Okt 2026
Trending
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Ekonomi » BPS Ungkap Mengapa Angka Kemiskinan Indonesia Versi Bank Dunia Mencapai 64,2 Persen, Berbeda Jauh

BPS Ungkap Mengapa Angka Kemiskinan Indonesia Versi Bank Dunia Mencapai 64,2 Persen, Berbeda Jauh

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
  • visibility 26
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Garis kemiskinan nasional BPS mencapai Rp669.235 per kapita per bulan pada Maret 2026.

  2. Garis kemiskinan makanan tercatat Rp499.886, sedangkan komponen bukan makanan sebesar Rp169.349 per kapita.

  3. BPS menggunakan data Susenas untuk mengukur pengeluaran dan pola konsumsi rumah tangga masyarakat Indonesia.

EKSPRESPOST.COM – Benarkah 64,2 persen penduduk Indonesia tergolong miskin?

Mengapa angka tersebut jauh melampaui catatan BPS sebesar 8,07 persen?

Jika sama-sama membahas kemiskinan Indonesia, bagaimana publik harus membaca kedua angka tersebut?

Jawabannya terletak pada garis kemiskinan yang digunakan, bukan sekadar jumlah penduduk yang dihitung.

Angka 64,2 Persen Merupakan Proyeksi dengan Standar Internasional

Bank Dunia memperkirakan 64,2 persen penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan US$8,30 per kapita per hari pada 2026.

Angka tersebut tercantum dalam Macro Poverty Outlook edisi April 2026 dan merupakan proyeksi, bukan statistik nasional BPS.

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS M Nashrul Wajdi menjelaskan bahwa standar tersebut berasal dari Bank Dunia.

“Nilainya ditetapkan berdasarkan standar kemiskinan yang umum digunakan di negara-negara dalam kelompok pendapatan menengah atas,” ujar Nashrul.

Standar itu terutama digunakan untuk membandingkan kondisi antarnegara sehingga cakupan penduduk yang berada di bawah ambang tersebut dapat lebih besar.

Garis Kemiskinan Bank Dunia Berbeda dengan Standar Nasional

Bank Dunia menggunakan US$8,30 berdasarkan PPP 2021 untuk negara berpendapatan menengah atas.

Selain garis tersebut, Bank Dunia menggunakan US$3 per kapita per hari untuk kemiskinan ekstrem dan US$4,20 bagi negara berpendapatan menengah bawah.

PPP membuat nilai tersebut berbeda dari hasil penghitungan menggunakan kurs rupiah terhadap Dolar AS secara langsung.

Konsep tersebut memperhitungkan perbedaan daya beli sehingga standar yang digunakan dapat diterapkan dalam perbandingan lintas negara.

Data Bank Dunia sendiri menggunakan data survei rumah tangga dari lembaga statistik pemerintah dan departemen Bank Dunia.

BPS Hitung Kemiskinan Berdasarkan Kebutuhan Dasar

Berbeda dari Bank Dunia, BPS menggunakan pendekatan Cost of Basic Needs dalam mengukur kemiskinan nasional.

Pendekatan tersebut menghitung kebutuhan minimum makanan dan nonmakanan berdasarkan kondisi masyarakat Indonesia.

Kebutuhan makanan mengacu pada konsumsi minimal 2.100 kilokalori per orang per hari berdasarkan pola konsumsi rumah tangga.

Kebutuhan nonmakanan mencakup tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, pakaian, dan transportasi.

BPS menggunakan Susenas untuk memperoleh data pengeluaran serta pola konsumsi masyarakat dalam menghitung garis kemiskinan.

Pengukuran dilakukan dua kali setahun sehingga perubahan kebutuhan dan kondisi ekonomi masyarakat dapat tercermin dalam statistik nasional.

BPS Catat 22,93 Juta Penduduk Miskin pada Maret 2026

BPS mencatat tingkat kemiskinan nasional pada Maret 2026 sebesar 8,07 persen atau sekitar 22,93 juta orang.

Jumlah tersebut turun 0,43 juta orang dibanding September 2025 dan berkurang 0,92 juta orang dibanding Maret 2025.

Garis kemiskinan nasional tercatat Rp669.235 per kapita per bulan pada periode tersebut.

Rata-rata garis kemiskinan rumah tangga secara nasional mencapai Rp3.091.866 per bulan berdasarkan penjelasan BPS yang dikutip detikFinance.

Perbedaan kebutuhan masyarakat antarprovinsi serta kabupaten/kota juga diperhitungkan melalui tingkat harga dan pola konsumsi.

Karena itu, garis kemiskinan nasional tidak berupa satu standar global yang diterapkan seragam kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Bank Dunia Akui Statistik Nasional Relevan untuk Kebijakan Domestik

Bank Dunia menyatakan garis kemiskinan nasional tetap relevan untuk menilai kemiskinan dalam konteks kebijakan suatu negara.

BPS juga menegaskan angka 64,2 persen tidak dapat diperlakukan sebagai pengganti angka kemiskinan nasional Indonesia.

Dengan demikian, penyebutan angka 64,2 persen tanpa konteks berisiko menimbulkan persepsi bahwa pemerintah mencatat mayoritas penduduk Indonesia sebagai warga miskin.

Padahal, angka tersebut menunjukkan proporsi penduduk yang berada di bawah standar internasional US$8,30 berbasis PPP 2021.

Sementara itu, angka 8,07 persen menunjukkan penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan nasional berdasarkan metode BPS.

Kedua statistik tersebut dapat digunakan bersamaan selama pembaca memahami standar dan tujuan pengukurannya.**.**

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “BPS Ungkap Mengapa Angka Kemiskinan Indonesia Versi Bank Dunia Mencapai 64,2 Persen, Berbeda Jauh”?

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS M Nashrul Wajdi menjelaskan bahwa standar tersebut berasal dari Bank Dunia. “Nilainya ditetapkan berdasarkan standar kemiskinan yang umum digunakan di negara-negara dalam kelompok pendapatan menengah atas,” ujar Nashrul.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “BPS Ungkap Mengapa Angka Kemiskinan Indonesia Versi Bank Dunia Mencapai 64,2 Persen, Berbeda Jauh”?

Data Bank Dunia sendiri menggunakan data survei rumah tangga dari lembaga statistik pemerintah dan departemen Bank Dunia.

03Kapan peristiwa dalam “BPS Ungkap Mengapa Angka Kemiskinan Indonesia Versi Bank Dunia Mencapai 64,2 Persen, Berbeda Jauh” terjadi?

Angka tersebut tercantum dalam Macro Poverty Outlook edisi April 2026 dan merupakan proyeksi, bukan statistik nasional BPS.

04Di mana peristiwa dalam “BPS Ungkap Mengapa Angka Kemiskinan Indonesia Versi Bank Dunia Mencapai 64,2 Persen, Berbeda Jauh” berlangsung?

Perbedaan kebutuhan masyarakat antarprovinsi serta kabupaten/kota juga diperhitungkan melalui tingkat harga dan pola konsumsi.

05Mengapa perkembangan dalam “BPS Ungkap Mengapa Angka Kemiskinan Indonesia Versi Bank Dunia Mencapai 64,2 Persen, Berbeda Jauh” terjadi?

Karena itu, garis kemiskinan nasional tidak berupa satu standar global yang diterapkan seragam kepada seluruh masyarakat Indonesia.

06Bagaimana proses atau peristiwa dalam “BPS Ungkap Mengapa Angka Kemiskinan Indonesia Versi Bank Dunia Mencapai 64,2 Persen, Berbeda Jauh” berlangsung?

Garis Kemiskinan Bank Dunia Berbeda dengan Standar Nasional Bank Dunia menggunakan US$8,30 berdasarkan PPP 2021 untuk negara berpendapatan menengah atas.

07Apa dampak yang disebutkan dalam “BPS Ungkap Mengapa Angka Kemiskinan Indonesia Versi Bank Dunia Mencapai 64,2 Persen, Berbeda Jauh”?

PPP membuat nilai tersebut berbeda dari hasil penghitungan menggunakan kurs rupiah terhadap Dolar AS secara langsung.

08Angka penting apa yang disebut dalam “BPS Ungkap Mengapa Angka Kemiskinan Indonesia Versi Bank Dunia Mencapai 64,2 Persen, Berbeda Jauh”?

Angka 64,2 Persen Merupakan Proyeksi dengan Standar Internasional Bank Dunia memperkirakan 64,2 persen penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan US$8,30 per kapita per hari pada 2026.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update KM Virgo Transport 8: 115 Dievakuasi, Dede Farandika Disebut oleh Keluarga Berhasil Diselamatkan Nelayan

    Update KM Virgo Transport 8: 115 Dievakuasi, Dede Farandika Disebut oleh Keluarga Berhasil Diselamatkan Nelayan

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 30
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Posko informasi disiapkan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. 02 Basarnas mengerahkan kapal SAR dan helikopter untuk memperluas jangkauan pencarian korban. 03 Operasi pencarian KM Virgo Transport 8 masih berlangsung setelah kapal dilaporkan menghadapi cuaca buruk di Laut […]

  • Persidangan Sengketa Bank OCBC Dimulai, Nasabah Lansia Ajukan Gugatan Rp4,6 Miliar atas Kredit Rp1 Miliar

    Persidangan Sengketa Bank OCBC Dimulai, Nasabah Lansia Ajukan Gugatan Rp4,6 Miliar atas Kredit Rp1 Miliar

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 70
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Posisi Bank OCBC masih menunggu jawaban dalam persidangan karena tanggapan substantif belum disampaikan kepada publik. 02 Pengadilan akan menguji bukti dan dalil para pihak mengenai pencairan kredit Rp1 miliar serta perpindahan dana tersebut. 03 Perkara Syahwan menunjukkan sengketa transaksi digital dapat […]

  • Presiden Prabowo Ungkap Pendapatan Danantara Naik 400 Persen, Audit Resmi Disiapkan

    Presiden Prabowo Ungkap Pendapatan Danantara Naik 400 Persen, Audit Resmi Disiapkan

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Presiden Prabowo ungkap pendapatan Danantara naik 400 persen dalam setahun. Laporan keuangan konsolidasi akan diaudit BPK untuk jamin transparansi.

  • 18 Anak Usaha Adhi Karya Ditata Danantara, Strategi Penyehatan Keuangan dengan Konsolidasi BUMN Karya

    18 Anak Usaha Adhi Karya Ditata Danantara, Strategi Penyehatan Keuangan dengan Konsolidasi BUMN Karya

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 32
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Keputusan konsolidasi BUMN Karya akan mempertimbangkan kesehatan keuangan agar merger tidak menambah beban baru. 02 Danantara menargetkan restrukturisasi keuangan selesai September 2026 untuk memperkuat fondasi bisnis ADHI. 03 Fokus utama transformasi ADHI adalah kembali menjadi kontraktor profesional dengan struktur bisnis yang […]

  • RKAB Batu Bara Dan Pemadaman Listrik Disorot, Menteri Bahlil Ungkap Kondisi Pembangkit Kalimantan – Sulawesi

    RKAB Batu Bara Dan Pemadaman Listrik Disorot, Menteri Bahlil Ungkap Kondisi Pembangkit Kalimantan – Sulawesi

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 24
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Keandalan listrik bergantung pada kesiapan pembangkit, jaringan, energi primer, kondisi hidrologi, dan pengelolaan beban. 02 Pemerintah kini menggabungkan pengamanan pasokan batu bara dengan pemulihan pembangkit serta mitigasi risiko El Nino. 03 Pernyataan Bahlil menegaskan RKAB batu bara bukan penyebab pemadaman listrik […]

  • Sandiaga Uno di JEC 2026 Bahas Kunci Bisnis Tumbuh, Super Team, Kolaborasi, dan Kepercayaan Investor Berkelanjutan

    Sandiaga Uno di JEC 2026 Bahas Kunci Bisnis Tumbuh, Super Team, Kolaborasi, dan Kepercayaan Investor Berkelanjutan

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 54
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Pesan Sandiaga Uno di JEC 2026 menyoroti pentingnya meninggalkan pola kerja individual saat bisnis memasuki fase pertumbuhan. 02 Super team menjadi fondasi penting karena bisnis membutuhkan tim berkualitas untuk menciptakan nilai dan pertumbuhan berkelanjutan. 03 JEC 2026 mengusung tema Beyond Border, […]

expand_less