Aksi Massa di Belitung Timur Ganggu Operasional, PT Timah Aktifkan Emergency Response
- account_circle Tim EkspresPost
- calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
- visibility 4
- print Cetak

Bangunan Kantor Unit Produksi PT Timah Tbk Wilayah Belitung Timur di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Belitung Timur ludes dilalap api usai dibakar, Jumat (7/8/2026)/Doc/posbalitung
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Telegraf – PT Timah (Persero) Tbk mengaktifkan Rencana Tanggap Darurat (Emergency Response Plan) setelah aksi massa yang terjadi di Kabupaten Belitung Timur mengganggu aktivitas operasional perusahaan. Hingga kini, sebagian kegiatan operasional di wilayah Belitung masih belum berjalan normal.
Corporate Secretary PT Timah Ruddy Nursalam mengatakan perusahaan telah melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur, mulai dari evakuasi personel, pengamanan lokasi bersama aparat berwenang hingga pemulihan bertahap pascakejadian.
“Seluruh karyawan berada dalam kondisi aman dan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” kata Ruddy dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8).
Menurut Ruddy, perusahaan juga terus mengevaluasi kondisi di lapangan dengan mengedepankan aspek keselamatan pekerja, keamanan aset, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku sebelum operasional dipulihkan sepenuhnya.
PT Timah menyatakan menghormati aspirasi yang disampaikan masyarakat. Namun, perusahaan menyesalkan adanya aksi perusakan yang terjadi karena menimbulkan kerugian bagi berbagai pihak.
“Komunikasi dan dialog merupakan pendekatan yang paling tepat untuk membangun kesepahaman serta menjaga situasi yang kondusif di wilayah operasional. Perusahaan akan terus berkoordinasi untuk mencari solusi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Ruddy.
Ia menambahkan keberlanjutan industri timah membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk kepastian regulasi dan tata kelola yang konsisten.
Menurutnya, PT Timah tetap berkomitmen menjalankan seluruh kegiatan usaha sesuai peraturan perundang-undangan serta mendukung penguatan tata kelola pertambangan timah yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Sebelum aksi massa terjadi, PT Timah mengaku telah beberapa kali melakukan dialog dengan perwakilan penambang di Kabupaten Belitung Timur guna menyerap aspirasi masyarakat.
Perusahaan juga telah kembali mengoperasikan sejumlah stasiun pengumpul di wilayah Belitung sebagai bagian dari upaya mendukung tata niaga bijih timah yang legal dan transparan.
PT Timah berharap seluruh pihak dapat mengedepankan dialog serta menjaga situasi tetap kondusif agar aktivitas pertambangan dapat kembali berjalan normal dan memberikan kepastian hukum maupun kepastian berusaha bagi seluruh pelaku usaha di sektor pertimahan.
- Penulis: Tim EkspresPost




