Memuat tanggal... Kirim Rilis
Jumat, 23 Okt 2026
Trending
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Nasional » HPN 2027 Berpotensi Memiliki Format Baru, Dewan Pers Libatkan Seluruh Konstituen Termasuk PWI dalam Pembahasan

HPN 2027 Berpotensi Memiliki Format Baru, Dewan Pers Libatkan Seluruh Konstituen Termasuk PWI dalam Pembahasan

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • visibility 92
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Apakah Hari Pers Nasional akan memiliki format baru mulai 2027 setelah muncul usulan dari sejumlah konstituen Dewan Pers?

  2. Dewan Pers Ingin HPN Menjadi Milik Bersama Semua Insan Pers Dewan Pers akan mengumpulkan seluruh konstituennya untuk mencari kesepahaman mengenai penyelenggaraan Hari Pers Nasional atau HPN ke depan.

  3. PWI Tetap Dilibatkan dalam Pembahasan Format HPN Mendatang Pertemuan mendatang akan melibatkan Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI yang selama ini menjadi penanggung jawab sekaligus penyelenggara HPN.

EKSPRESPSOT.COM – Apakah Hari Pers Nasional akan memiliki format baru mulai 2027 setelah muncul usulan dari sejumlah konstituen Dewan Pers?

Bisakah HPN menjadi agenda bersama seluruh organisasi pers, bukan hanya tanggung jawab satu organisasi?

Dan apakah perubahan mekanisme tersebut akan diikuti revisi Keppres Nomor 5 Tahun 1985 yang menjadi dasar penetapan HPN?

Dewan Pers Ingin HPN Menjadi Milik Bersama Semua Insan Pers

Dewan Pers akan mengumpulkan seluruh konstituennya untuk mencari kesepahaman mengenai penyelenggaraan Hari Pers Nasional atau HPN ke depan.

Pertemuan tersebut dilakukan setelah sedikitnya empat surat diterima Dewan Pers sepanjang 2026 terkait mekanisme penyelenggaraan HPN.

Surat itu berasal dari dua organisasi korporasi pers dan dua organisasi wartawan yang menyampaikan pertanyaan serta pandangan berbeda.

Salah satu konstituen menawarkan diri menjadi penyelenggara HPN 2027, sementara konstituen lain mengusulkan Dewan Pers menjadi penanggung jawabnya.

Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Komaruddin Hidayat mengatakan semua pandangan perlu dibahas dengan semangat musyawarah dan kebersamaan.

“Dewan Pers memandang penting untuk mendengarkan seluruh pandangan dari konstituen,” ujar Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers.

PWI Tetap Dilibatkan dalam Pembahasan Format HPN Mendatang

Pertemuan mendatang akan melibatkan Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI yang selama ini menjadi penanggung jawab sekaligus penyelenggara HPN.

Keterlibatan PWI menjadi penting karena usulan perubahan mekanisme penyelenggaraan menyangkut praktik yang selama ini telah berjalan dalam peringatan HPN.

Dewan Pers menyatakan perbedaan pandangan tidak seharusnya berkembang menjadi perebutan kewenangan antarorganisasi pers.

Sebaliknya, perbedaan tersebut diharapkan menjadi ruang dialog untuk menemukan format penyelenggaraan HPN yang lebih inklusif.

Dewan Pers sebelumnya telah membahas mekanisme HPN bersama konstituen pada April 2026, termasuk gagasan penyelenggaraan yang lebih inklusif.

“Yang paling penting adalah bagaimana Hari Pers Nasional dapat menjadi milik bersama insan pers Indonesia,” kata Komaruddin.

Keppres Nomor 5 Tahun 1985 Tidak Mengatur Penyelenggara HPN

Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 menetapkan tanggal 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional tanpa mencantumkan lembaga atau organisasi yang secara khusus menjadi penyelenggaranya.

Ketentuan tersebut menjadi salah satu alasan munculnya usulan agar Dewan Pers menjadi penanggung jawab kegiatan HPN bersama seluruh konstituen.

Dewan Pers kemudian memutuskan dalam rapat pleno Kamis, (27/08/2026) untuk menindaklanjuti seluruh surat dan aspirasi melalui pertemuan bersama.

Rapat pleno itu juga menyepakati rencana mengusulkan perubahan Keppres Nomor 5 Tahun 1985 tentang Hari Pers Nasional.

Keppres tersebut masih menggunakan pertimbangan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982 yang mengubah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1966.

Sementara kehidupan pers nasional sekarang berlandaskan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menjadi dasar penting bagi Dewan Pers.

Penataan HPN Beriringan dengan Tantangan Baru Dunia Pers Nasional

Rencana perubahan Keppres HPN berlangsung ketika Dewan Pers juga menyoroti kebutuhan menelaah regulasi pers menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan distribusi informasi.

Pada HPN 2026, Dewan Pers menekankan etika, profesionalisme, objektivitas, serta kemampuan pers menjaga kepercayaan publik di tengah disrupsi digital.

Konteks tersebut membuat pembahasan HPN tidak hanya berkaitan dengan lokasi, panitia, atau penyelenggara, tetapi juga tata kelola komunitas pers nasional.

Komaruddin menegaskan dialog menjadi jalan yang ditempuh untuk memperoleh format terbaik bagi penyelenggaraan HPN pada masa mendatang.

“Kita ingin semua pihak duduk bersama dan mencari titik temu,” tegas Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers.

Dewan Pers berharap hasil pertemuan dapat menghasilkan kesepahaman mengenai tata kelola HPN serta kemungkinan penyempurnaan dasar hukum penyelenggaraannya.

Pada akhirnya, HPN diharapkan semakin mencerminkan persatuan, kebersamaan, dan kolaborasi seluruh elemen pers Indonesia.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa fakta paling penting dari “HPN 2027 Berpotensi Memiliki Format Baru, Dewan Pers Libatkan Seluruh Konstituen Termasuk PWI dalam…” yang perlu diketahui pembaca?

Surat itu berasal dari dua organisasi korporasi pers dan dua organisasi wartawan yang menyampaikan pertanyaan serta pandangan berbeda.

02Siapa pihak utama di balik peristiwa dalam “HPN 2027 Berpotensi Memiliki Format Baru, Dewan Pers Libatkan Seluruh Konstituen Termasuk PWI dalam…”, dan apa perannya?

Komaruddin Hidayat mengatakan semua pandangan perlu dibahas dengan semangat musyawarah dan kebersamaan. “Dewan Pers memandang penting untuk mendengarkan seluruh pandangan dari konstituen,” ujar Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers.

03Kapan peristiwa penting dalam “HPN 2027 Berpotensi Memiliki Format Baru, Dewan Pers Libatkan Seluruh Konstituen Termasuk PWI dalam…” terjadi atau dijadwalkan?

Dan apakah perubahan mekanisme tersebut akan diikuti revisi Keppres Nomor 5 Tahun 1985 yang menjadi dasar penetapan HPN?

04Di mana peristiwa dalam “HPN 2027 Berpotensi Memiliki Format Baru, Dewan Pers Libatkan Seluruh Konstituen Termasuk PWI dalam…” berlangsung dan mengapa lokasinya relevan?

Konteks tersebut membuat pembahasan HPN tidak hanya berkaitan dengan lokasi, panitia, atau penyelenggara, tetapi juga tata kelola komunitas pers nasional.

05Mengapa perkembangan dalam “HPN 2027 Berpotensi Memiliki Format Baru, Dewan Pers Libatkan Seluruh Konstituen Termasuk PWI dalam…” terjadi dan apa alasan yang disebutkan?

Keterlibatan PWI menjadi penting karena usulan perubahan mekanisme penyelenggaraan menyangkut praktik yang selama ini telah berjalan dalam peringatan HPN.

06Bagaimana peristiwa atau proses dalam “HPN 2027 Berpotensi Memiliki Format Baru, Dewan Pers Libatkan Seluruh Konstituen Termasuk PWI dalam…” berlangsung?

Pertemuan tersebut dilakukan setelah sedikitnya empat surat diterima Dewan Pers sepanjang 2026 terkait mekanisme penyelenggaraan HPN.

07Apa dampak utama “HPN 2027 Berpotensi Memiliki Format Baru, Dewan Pers Libatkan Seluruh Konstituen Termasuk PWI dalam…” bagi publik atau pihak terkait?

Dewan Pers berharap hasil pertemuan dapat menghasilkan kesepahaman mengenai tata kelola HPN serta kemungkinan penyempurnaan dasar hukum penyelenggaraannya.

08Berapa angka penting dalam “HPN 2027 Berpotensi Memiliki Format Baru, Dewan Pers Libatkan Seluruh Konstituen Termasuk PWI dalam…” yang membantu memahami skala peristiwa?

HALLO INDONESIA - Apakah Hari Pers Nasional akan memiliki format baru mulai 2027 setelah muncul usulan dari sejumlah konstituen Dewan Pers?

09Apa konteks penting dari “HPN 2027 Berpotensi Memiliki Format Baru, Dewan Pers Libatkan Seluruh Konstituen Termasuk PWI dalam…” yang perlu dipahami pembaca?

Komaruddin menegaskan dialog menjadi jalan yang ditempuh untuk memperoleh format terbaik bagi penyelenggaraan HPN pada masa mendatang. “Kita ingin semua pihak duduk bersama dan mencari titik temu,” tegas Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Independensi Media dan Demonstrasi: Mengapa Kepentingan Bisnis Bisa Memengaruhi Pemberitaan Pers

    Independensi Media dan Demonstrasi: Mengapa Kepentingan Bisnis Bisa Memengaruhi Pemberitaan Pers

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Satrio Arismunandar, Mantan Jurnalis Harian KOMPAS dan Divisi News TRANS TV.
    • visibility 82
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Setiap kali terjadi demonstrasi besar, terutama jika melibatkan ribuan orang dan berpotensi menimbulkan kerusuhan, selalu muncul pertanyaan: mengapa media tidak memberitakannya lebih besar? 02 Media Butuh Berita, Tetapi Tidak Butuh Kekacauan Ada sesuatu yang agak paradoks dalam hubungan media dengan demonstrasi. […]

  • 25 Merek Beras Fortifikasi Disorot Menteri Pertanian Amran, Ini Daftar Produk dan Fakta Pemeriksaan Pemerintah

    25 Merek Beras Fortifikasi Disorot Menteri Pertanian Amran, Ini Daftar Produk dan Fakta Pemeriksaan Pemerintah

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 215
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Perkembangan terhadap 25 merek dapat berubah seiring verifikasi, pengujian laboratorium, dan proses penegakan hukum. 02 Pemerintah menempatkan kesesuaian standar, kandungan, label, harga, dan perlindungan konsumen sebagai fokus pengawasan. 03 Temuan 25 merek menjadi perkembangan terbaru pengawasan beras fortifikasi yang berlangsung sepanjang […]

  • Hyundai-Plan Indonesia Libatkan 69 Relawan Muda, Perkuat Hubungan Indonesia-Korea Lewat Aksi Sosial

    Hyundai-Plan Indonesia Libatkan 69 Relawan Muda, Perkuat Hubungan Indonesia-Korea Lewat Aksi Sosial

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 96
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Melalui Happy Move Global Youth Volunteer, Hyundai Motor Group bersama Plan Indonesia dan Plan Korea berharap kolaborasi lintas negara semacam ini dapat terus diperluas untuk melahirkan generasi muda yang memiliki kepedulian sosial, kemampuan kepemimpinan, serta daya saing global, sekaligus memperkuat hubungan […]

  • PROPAMI Gelar Sarasehan Nasional Bahas Masa Depan Profesi Pasar Modal Indonesia

    PROPAMI Gelar Sarasehan Nasional Bahas Masa Depan Profesi Pasar Modal Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Telegraf – Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI) mendorong penguatan kompetensi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan untuk membangun ekosistem profesi pasar modal Indonesia yang modern, digital, dan berkelanjutan. Upaya tersebut dibahas dalam Sarasehan PROPAMI 2026 yang digelar Jumat, 7 Agustus 2026, di Le Meridien Hotel Jakarta. Mengusung tema “Kolaborasi Nasional Membangun Ekosistem Profesi Pasar Modal Indonesia […]

  • Impor Kedelai Masih Diperlukan, Menko Zulhas Ungkap Alasan Harga Produksi Lokal Sulit Bersaing Secara Global

    Impor Kedelai Masih Diperlukan, Menko Zulhas Ungkap Alasan Harga Produksi Lokal Sulit Bersaing Secara Global

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 41
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Kedelai Menjadi Salah Satu Pekerjaan Rumah Swasembada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan Indonesia masih mengandalkan impor kedelai untuk memenuhi kebutuhan nasional. 02 Untuk kedelai, Zulhas menyebut Indonesia mengimpor sekitar empat juta dalam konteks kebutuhan yang disampaikannya. 03 Pemerintah pada […]

  • BPS Ungkap Mengapa Angka Kemiskinan Indonesia Versi Bank Dunia Mencapai 64,2 Persen, Berbeda Jauh

    BPS Ungkap Mengapa Angka Kemiskinan Indonesia Versi Bank Dunia Mencapai 64,2 Persen, Berbeda Jauh

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 26
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Garis kemiskinan nasional BPS mencapai Rp669.235 per kapita per bulan pada Maret 2026. 02 Garis kemiskinan makanan tercatat Rp499.886, sedangkan komponen bukan makanan sebesar Rp169.349 per kapita. 03 BPS menggunakan data Susenas untuk mengukur pengeluaran dan pola konsumsi rumah tangga masyarakat […]

expand_less