Memuat tanggal... Kirim Rilis
Minggu, 8 Nov 2026
Trending
Beranda » Ekonomi » OJK Siapkan Payung Regulasi Baru untuk Modal Minimum dan Likuiditas Konglomerasi Keuangan Terintegrasi

OJK Siapkan Payung Regulasi Baru untuk Modal Minimum dan Likuiditas Konglomerasi Keuangan Terintegrasi

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • visibility 57
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. OJK menempatkan penguatan konglomerasi keuangan sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pengawasan sektor jasa keuangan.

  2. Rancangan POJK modal dan likuiditas terintegrasi akan melengkapi kerangka regulasi konglomerasi yang sudah tersedia.

  3. Bagi industri, perubahan aturan dapat memperjelas kewajiban PIKK dalam mengelola risiko kelompok usaha.

EKSPRESPOST.COM – Mengapa OJK merasa perlu memperkuat aturan konglomerasi keuangan setelah struktur PIKK mulai terbentuk?

Apakah keputusan pembentukan induk saja cukup mengendalikan risiko kelompok usaha keuangan?

Bagaimana standar modal dan likuiditas terintegrasi akan mengubah pengawasan konglomerasi di Indonesia?

Pembentukan PIKK Kini Memasuki Tahap Penguatan Regulasi

OJK menyiapkan regulasi baru untuk memperkuat kerangka pengawasan konglomerasi keuangan yang telah memiliki struktur PIKK.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan terdapat dua rancangan POJK yang sedang disiapkan.

“OJK menyusun POJK tentang kewajiban penyediaan modal minimum terintegrasi bagi konglomerasi keuangan,” ujar Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK.

Aturan kedua berkaitan dengan pengelolaan risiko likuiditas terintegrasi bagi konglomerasi yang diwajibkan membentuk PIKK.

Regulasi Baru Melengkapi Kerangka Konglomerasi Keuangan

Friderica menyebut aturan tersebut akan berlaku bagi konglomerasi yang memiliki kewajiban membentuk Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.

“Dan juga rancangan POJK tentang likuiditas terintegrasi bagi konglomerasi keuangan yang wajib membentuk PIKK,” kata Friderica.

OJK sebelumnya telah menerbitkan POJK Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.

Regulasi tersebut mulai berlaku 19 Desember 2024 dan menjadi bagian penguatan pengawasan sektor jasa keuangan secara terintegrasi.

Maybank OCBC Dan MUFG Sudah Membentuk Struktur PIKK

Pada 2025, sejumlah kelompok usaha keuangan telah menetapkan bank sebagai PIKK dalam struktur konglomerasi masing-masing.

Bank Maybank Indonesia menjadi PIKK Konglomerasi Keuangan Maybank dengan anggota dari sektor sekuritas, manajemen aset, asuransi, pembiayaan, dan multifinance.

Bank OCBC NISP juga menjadi PIKK Konglomerasi Keuangan OCBC yang menaungi sekuritas, asuransi umum, asuransi jiwa, dan modal ventura.

Bank Danamon Indonesia menjadi PIKK Konglomerasi Keuangan MUFG dengan anggota seperti Adira Dinamika Multi Finance dan Home Credit Indonesia.

DBS Menunjukkan Struktur Konglomerasi Terus Berkembang

Pada 2026, Bank DBS Indonesia membentuk Konglomerasi Keuangan DBS bersama DBS Vickers Sekuritas Indonesia.

Perkembangan tersebut menunjukkan struktur konglomerasi keuangan tidak hanya mencakup perbankan, tetapi juga berbagai sektor jasa keuangan.

Kondisi itu membuat kebutuhan terhadap pengawasan berbasis kelompok usaha semakin penting dalam mengidentifikasi risiko yang dapat menyebar antaranggota.

OJK pada Juli 2026 juga membuka rancangan pengaturan tata kelola terintegrasi bagi PIKK untuk memperoleh masukan publik.

Payung POJK Dibutuhkan untuk Menyatukan Pengawasan

Pembentukan PIKK selama ini masih mengandalkan Keputusan Persetujuan OJK dan Salinan Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK.

OJK kini menyiapkan payung regulasi yang lebih formal melalui kewajiban modal minimum dan pengelolaan likuiditas secara terintegrasi.

Dengan demikian, penguatan konglomerasi tidak berhenti pada pembentukan struktur induk, tetapi mencakup kemampuan menghadapi risiko secara kelompok.

Langkah tersebut memperlihatkan arah pengawasan OJK yang semakin menekankan integrasi tata kelola, permodalan, dan likuiditas konglomerasi.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “OJK Siapkan Payung Regulasi Baru untuk Modal Minimum dan Likuiditas Konglomerasi Keuangan Terintegrasi”?

Maybank OCBC Dan MUFG Sudah Membentuk Struktur PIKK Pada 2025, sejumlah kelompok usaha keuangan telah menetapkan bank sebagai PIKK dalam struktur konglomerasi masing-masing.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “OJK Siapkan Payung Regulasi Baru untuk Modal Minimum dan Likuiditas Konglomerasi Keuangan Terintegrasi”?

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan terdapat dua rancangan POJK yang sedang disiapkan. “OJK menyusun POJK tentang kewajiban penyediaan modal minimum terintegrasi bagi konglomerasi keuangan,” ujar Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK.

03Kapan peristiwa dalam “OJK Siapkan Payung Regulasi Baru untuk Modal Minimum dan Likuiditas Konglomerasi Keuangan Terintegrasi” terjadi?

OJK sebelumnya telah menerbitkan POJK Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.

04Mengapa perkembangan dalam “OJK Siapkan Payung Regulasi Baru untuk Modal Minimum dan Likuiditas Konglomerasi Keuangan Terintegrasi” terjadi?

Pembentukan PIKK Kini Memasuki Tahap Penguatan Regulasi OJK menyiapkan regulasi baru untuk memperkuat kerangka pengawasan konglomerasi keuangan yang telah memiliki struktur PIKK.

05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “OJK Siapkan Payung Regulasi Baru untuk Modal Minimum dan Likuiditas Konglomerasi Keuangan Terintegrasi” berlangsung?

Regulasi tersebut mulai berlaku 19 Desember 2024 dan menjadi bagian penguatan pengawasan sektor jasa keuangan secara terintegrasi.

06Angka penting apa yang disebut dalam “OJK Siapkan Payung Regulasi Baru untuk Modal Minimum dan Likuiditas Konglomerasi Keuangan Terintegrasi”?

DBS Menunjukkan Struktur Konglomerasi Terus Berkembang Pada 2026, Bank DBS Indonesia membentuk Konglomerasi Keuangan DBS bersama DBS Vickers Sekuritas Indonesia.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menakar 30 Kebijakan Prabowo untuk Kelas Menengah, Apa Dampaknya terhadap Pengeluaran dan Kualitas Hidup

    Menakar 30 Kebijakan Prabowo untuk Kelas Menengah, Apa Dampaknya terhadap Pengeluaran dan Kualitas Hidup

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 54
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Daftar 30 kebijakan mencakup bantuan sosial, rekening berbasis NIK, perlindungan anak digital, dan pelabelan nutrisi. 02 Pemerintah merencanakan rekening berbasis NIK bagi warga yang memasuki usia 17 tahun dengan saldo awal sekitar Rp50.000. 03 Kebijakan visa Schengen multiple-entry hingga lima tahun […]

  • 5 Izin Korporasi Dibekukan Akibat Karhutla Kalimantan Barat, Pemerintah Buka Kemungkinan Proses Pidana

    5 Izin Korporasi Dibekukan Akibat Karhutla Kalimantan Barat, Pemerintah Buka Kemungkinan Proses Pidana

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 46
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Pemerintah membuka ruang proses pidana apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi pelanggaran hukum. 02 Penegakan hukum kini dipadukan dengan pemulihan lingkungan untuk menangani dampak kebakaran di kawasan konsesi. 03 Pembekuan izin lima korporasi mempertegas pengawasan pemerintah terhadap kewajiban pemegang konsesi menangani […]

  • BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235 Triliun hingga Triwulan II 2026, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Kerakyatan Indonesia?

    BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235 Triliun hingga Triwulan II 2026, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Kerakyatan Indonesia?

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 63
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Dalam paparan Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Jakarta, Senin (31/8), tercatat bahwa portofolio kredit UMKM BRI tumbuh 8,6% secara year-on-year (YoY) mEkonomi Kerakyatan menjadi Rp1.235,4 triliun. 02 Hingga Triwulan II 2026, total aset BRI Group mencapai Rp2.352 […]

  • Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau Selat Sunda, PFI Jakarta Bersama Insan Pers Gelar Doa

    Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau Selat Sunda, PFI Jakarta Bersama Insan Pers Gelar Doa

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 57
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau menjadi konteks penting dalam pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal. 02 Erupsi sebelumnya menghasilkan abu vulkanik dan berdampak terhadap operasional sejumlah bandar udara di Indonesia. 03 Pemerintah mengingatkan masyarakat menghindari kawasan Gunung Anak Krakatau tanpa […]

  • Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Golkar, KPK Belum Tetapkan Menteri ATR Sebagai Tersangka

    Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Golkar, KPK Belum Tetapkan Menteri ATR Sebagai Tersangka

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 64
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Posisi hukum Nusron berbeda dari delapan tersangka yang telah ditetapkan KPK dalam perkara tersebut. 02 Golkar telah mengonfirmasi pengunduran diri, sementara KPK masih mendalami dugaan suap pengurusan HGB di Kabupaten Bogor. 03 Fokus perkembangan terbaru berada pada alasan pengunduran diri Nusron, […]

  • KPK Geledah Kantor ATR/BPN Dalam Kasus HGB Bogor, Ruang Nusron Wahid Masih Belum Disentuh

    KPK Geledah Kantor ATR/BPN Dalam Kasus HGB Bogor, Ruang Nusron Wahid Masih Belum Disentuh

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 64
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Tahapan berikutnya akan ditentukan berdasarkan analisis barang bukti dan perkembangan penyidikan KPK. 02 Fokus penyidik mencakup dokumen, bukti elektronik, mekanisme layanan pertanahan, dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. 03 Penggeledahan terbaru menjadi bagian penting dalam upaya KPK memperjelas alur pengurusan HGB Summarecon […]

expand_less