Memuat tanggal... Kirim Rilis
Langsung ke konten
Selasa, 22 Sep 2026
Trending
Beranda » Hukum » Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Hilang Saat KPK Kembali, Penyidik Jelaskan Kebutuhan Penggeledahan Dugaan Korupsi

Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Hilang Saat KPK Kembali, Penyidik Jelaskan Kebutuhan Penggeledahan Dugaan Korupsi

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month
  • visibility 12
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Status penggeledahan serta penjelasan lebih lanjut mengenai hilangnya segel masih menunggu keterangan resmi.

  2. KPK memastikan penyegelan pernah dilakukan, sedangkan segel kemudian diketahui tidak lagi berada di tempatnya.

  3. Perkembangan terbaru perkara Bea Cukai menyoroti hubungan antara penyegelan lokasi dan pencarian barang bukti.

  4. Fakta tersebut terungkap dalam persidangan terdakwa Budiman Bayu Prasojo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, (09/09/2026).

  5. Delapan Orang Telah Berstatus Tersangka dalam Perkara KPK hingga Rabu, (26/08/2026), telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam rangkaian perkara tersebut.

EKPRESPOST.COM – Apa yang membuat KPK memasang garis pengamanan di ruang kerja Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama saat penindakan berlangsung?

Jika penyegelan dilakukan karena dugaan adanya barang bukti, mengapa segel tersebut kemudian hilang?

Sejauh mana fakta itu berkaitan dengan perkara yang kini telah berkembang menjadi penyidikan terhadap delapan tersangka dari unsur Bea Cukai dan pihak swasta?

Penyegelan Ruang Dirjen Bea Cukai Terungkap di Persidangan

KPK mengakui pernah memasang segel pada ruang kerja Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama.

Fakta tersebut terungkap dalam persidangan terdakwa Budiman Bayu Prasojo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, (09/09/2026).

Jaksa KPK mengungkapkan segel tersebut telah hilang ketika tim penyidik kembali ke lokasi setelah penyegelan awal.

KPK Sebut Lokasi Diduga Menyimpan Barang Bukti Perkara

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya penyegelan tersebut dalam rangka penindakan perkara dugaan korupsi Bea Cukai.

“Dalam fakta persidangan sudah terungkap ya,” ujar Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK, di Jakarta, Rabu, (09/09/2026).

Budi menjelaskan penyidik dapat memasang garis KPK pada sejumlah lokasi ketika terdapat dugaan barang bukti yang berkaitan dengan perkara.

“Sering kali kami melakukan penyegelan, kami pasang KPK line untuk beberapa lokasi atau tempat yang diduga ada barang bukti,” kata Budi.

Segel Berbeda dengan Tindakan Penggeledahan Penyidik KPK

Menurut penjelasan Budi, penyegelan dilakukan untuk mengamankan lokasi yang diduga berkaitan dengan barang bukti perkara.

Adapun penggeledahan dilakukan berdasarkan kebutuhan penyidikan ketika penyidik membutuhkan alat bukti tertentu dari lokasi tersebut.

“Tentunya kegiatan penggeledahan semuanya bergantung pada proses penyidikan,” ujar Budi.

Karena itu, keberadaan segel pada suatu ruangan tidak secara otomatis berarti penggeledahan telah dilakukan terhadap ruangan tersebut.

Kasus Bea Cukai Berawal dari Operasi Tangkap Tangan

Perkara ini bermula dari operasi tangkap tangan KPK di lingkungan Bea Cukai pada Februari 2026.

Pengembangan perkara berlanjut pada Selasa, (21/07/2026), ketika KPK menerbitkan dua surat perintah penyidikan baru.

Perkembangan tersebut kemudian memperluas penanganan perkara terhadap sejumlah pejabat Bea Cukai dan pihak swasta yang diduga berkaitan dengan perkara.

Delapan Orang Telah Berstatus Tersangka dalam Perkara

KPK hingga Rabu, (26/08/2026), telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam rangkaian perkara tersebut.

Mereka adalah Rizal, Sisprian Subiaksono, Orlando Hamonangan, John Field, Dedy Kurniawan, Andri, Budiman Bayu Prasojo, dan Gatot Heroe Hernanda.

Djaka Budhi Utama sendiri tercatat sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai dalam dokumen LHKPN yang dipublikasikan melalui kanal resmi Bea Cukai.

Dengan demikian, fakta yang telah terkonfirmasi adalah ruang kerja Djaka pernah disegel dan segelnya kemudian hilang ketika KPK kembali ke lokasi.

Sementara itu, KPK belum memberikan penjelasan rinci mengenai pihak yang menyebabkan segel tersebut hilang maupun memastikan tindakan penggeledahan setelah kejadian tersebut.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Hilang Saat KPK Kembali, Penyidik Jelaskan Kebutuhan Penggeledahan Dugaan…”?

Budi menjelaskan penyidik dapat memasang garis KPK pada sejumlah lokasi ketika terdapat dugaan barang bukti yang berkaitan dengan perkara. “Sering kali kami melakukan penyegelan, kami pasang KPK line untuk beberapa lokasi atau tempat yang diduga ada barang bukti,” kata Budi.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Hilang Saat KPK Kembali, Penyidik Jelaskan Kebutuhan Penggeledahan Dugaan…”?

Penyegelan Ruang Dirjen Bea Cukai Terungkap di Persidangan KPK mengakui pernah memasang segel pada ruang kerja Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama.

03Kapan peristiwa dalam “Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Hilang Saat KPK Kembali, Penyidik Jelaskan Kebutuhan Penggeledahan Dugaan…” terjadi?

Fakta tersebut terungkap dalam persidangan terdakwa Budiman Bayu Prasojo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, (09/09/2026).

04Di mana peristiwa dalam “Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Hilang Saat KPK Kembali, Penyidik Jelaskan Kebutuhan Penggeledahan Dugaan…” berlangsung?

Jaksa KPK mengungkapkan segel tersebut telah hilang ketika tim penyidik kembali ke lokasi setelah penyegelan awal.

05Mengapa perkembangan dalam “Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Hilang Saat KPK Kembali, Penyidik Jelaskan Kebutuhan Penggeledahan Dugaan…” terjadi?

Karena itu, keberadaan segel pada suatu ruangan tidak secara otomatis berarti penggeledahan telah dilakukan terhadap ruangan tersebut.

06Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Hilang Saat KPK Kembali, Penyidik Jelaskan Kebutuhan Penggeledahan Dugaan…” berlangsung?

Segel Berbeda dengan Tindakan Penggeledahan Penyidik KPK Menurut penjelasan Budi, penyegelan dilakukan untuk mengamankan lokasi yang diduga berkaitan dengan barang bukti perkara.

07Angka penting apa yang disebut dalam “Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Hilang Saat KPK Kembali, Penyidik Jelaskan Kebutuhan Penggeledahan Dugaan…”?

KPK Sebut Lokasi Diduga Menyimpan Barang Bukti Perkara Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya penyegelan tersebut dalam rangka penindakan perkara dugaan korupsi Bea Cukai. “Dalam fakta persidangan sudah terungkap ya,” ujar Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK, di Jakarta, Rabu, (09/09/2026).

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemendag Pertimbangkan Usulan Bulog Untuk DMO MinyaKita 100 Persen, Realisasi BUMN Hampir Separuh Nasional

    Kemendag Pertimbangkan Usulan Bulog Untuk DMO MinyaKita 100 Persen, Realisasi BUMN Hampir Separuh Nasional

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 11
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Usulan tersebut meminta porsi penyaluran melalui BUMN Pangan ditingkatkan menjadi 100 persen dari realisasi DMO MinyaKita. 02 Kemendag mencatat realisasi distribusi BUMN bahkan telah mencapai sekitar 49,45 persen pada 10 April 2026. 03 Hampir Separuh DMO MinyaKita Sudah Melalui BUMN Pangan […]

  • Wilianto Tanta Kembali Terpilih Ketua Umum PSMTI 2026–2030 dalam Munas VIII Secara Aklamasi di Jakarta Hari Ini

    Wilianto Tanta Kembali Terpilih Ketua Umum PSMTI 2026–2030 dalam Munas VIII Secara Aklamasi di Jakarta Hari Ini

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 31
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Munas VIII PSMTI menetapkan Wilianto Tanta sebagai Ketua Umum 2026–2030 melalui keputusan aklamasi seluruh peserta forum. 02 Wilianto menyebut PSMTI sebagai organisasi independen yang tidak memperoleh anggaran pemerintah untuk operasional organisasi. 03 Menurut Wilianto, kekuatan PSMTI bergantung pada kekompakan dan kontribusi […]

  • Investasi Keluarga Hartono di Luar Negeri Disorot, Grup Djarum Jelaskan Strategi Bisnis dan Pembiayaannya

    Investasi Keluarga Hartono di Luar Negeri Disorot, Grup Djarum Jelaskan Strategi Bisnis dan Pembiayaannya

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 9
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Keluarga Hartono melalui Grup Djarum disebut berinvestasi sedikitnya Dolar AS 1,4 miliar di luar negeri. 02 Grup Djarum menegaskan sekitar 90% investasi keluarga Hartono masih berada di Indonesia. 03 Manajemen menyebut ekspansi luar negeri sebagai diversifikasi bisnis, bukan aksi capital flight […]

  • Aksi Massa di Belitung Timur Ganggu Operasional, PT Timah Aktifkan Emergency Response

    Aksi Massa di Belitung Timur Ganggu Operasional, PT Timah Aktifkan Emergency Response

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Telegraf – PT Timah (Persero) Tbk mengaktifkan Rencana Tanggap Darurat (Emergency Response Plan) setelah aksi massa yang terjadi di Kabupaten Belitung Timur mengganggu aktivitas operasional perusahaan. Hingga kini, sebagian kegiatan operasional di wilayah Belitung masih belum berjalan normal. Corporate Secretary PT Timah Ruddy Nursalam mengatakan perusahaan telah melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur, mulai dari evakuasi […]

  • BPS Ungkap Mengapa Angka Kemiskinan Indonesia Versi Bank Dunia Mencapai 64,2 Persen, Berbeda Jauh

    BPS Ungkap Mengapa Angka Kemiskinan Indonesia Versi Bank Dunia Mencapai 64,2 Persen, Berbeda Jauh

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 13
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Garis kemiskinan nasional BPS mencapai Rp669.235 per kapita per bulan pada Maret 2026. 02 Garis kemiskinan makanan tercatat Rp499.886, sedangkan komponen bukan makanan sebesar Rp169.349 per kapita. 03 BPS menggunakan data Susenas untuk mengukur pengeluaran dan pola konsumsi rumah tangga masyarakat […]

  • Laba Pupuk Indonesia Tumbuh 252,8 Persen, Transformasi Danantara Perkuat Efisiensi dan Ketahanan Pangan Nasional

    Laba Pupuk Indonesia Tumbuh 252,8 Persen, Transformasi Danantara Perkuat Efisiensi dan Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 34
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Pupuk Indonesia mencatat laba bersih Rp8,51 triliun pada semester I 2026, naik 252,8 persen secara tahunan. 02 Pendapatan Pupuk Indonesia tumbuh 51 persen menjadi Rp59,67 triliun, sementara EBITDA naik 140 persen menjadi Rp14,28 triliun. 03 Kinerja tersebut dicapai bersamaan dengan penurunan […]

expand_less