Memuat tanggal... Kirim Rilis
Headline
Trending
Beranda » Bisnis » Impor Kedelai Masih Diperlukan, Menko Zulhas Ungkap Alasan Harga Produksi Lokal Sulit Bersaing Secara Global

Impor Kedelai Masih Diperlukan, Menko Zulhas Ungkap Alasan Harga Produksi Lokal Sulit Bersaing Secara Global

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month 3 menit yang lalu
  • visibility 2
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Impor kedelai masih menjadi tantangan dalam agenda swasembada pangan Indonesia.

  2. Zulhas menyebut Indonesia juga mengimpor beras 4,5 juta ton pada 2024 dan sekitar satu juta ekor sapi.

  3. Pemerintah menilai peningkatan teknologi dan produktivitas penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

EKSPRESPOST.COM – Mengapa pemerintah tidak langsung mengejar swasembada kedelai meski Indonesia memiliki lahan pertanian dan pengalaman menanam komoditas tersebut?

Apa yang membuat kedelai menjadi salah satu komoditas paling sulit dilepaskan dari ketergantungan impor?

Dan apakah peningkatan produktivitas menjadi kunci agar swasembada kedelai tidak berujung pada lonjakan harga pangan?

Kedelai Menjadi Salah Satu Pekerjaan Rumah Swasembada

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan Indonesia masih mengandalkan impor kedelai untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Padahal, menurut Zulhas, Indonesia pernah berada dalam kondisi tidak perlu mengimpor kedelai.

“Kedelai itu kita pernah memang enggak impor. Saya dulu masih kecil menanam kedelai,” ujar Zulhas.

Ia mengatakan perubahan terjadi setelah negara-negara maju mengembangkan teknologi pertanian yang meningkatkan produktivitas kedelai.

Zulhas menyampaikan penjelasan tersebut dalam Peluncuran Buku Pangan Indonesia di JCC Senayan, Jakarta, Jumat, (04/09/2026).

Ketergantungan tersebut menjadi tantangan tersendiri ketika pemerintah tengah mendorong swasembada pangan sebagai agenda strategis.

Teknologi Pertanian Menjadi Pembeda Produktivitas Kedelai

Menurut Zulhas, salah satu titik balik persaingan kedelai terjadi ketika negara maju mengembangkan rekayasa genetika.

“Kita mulai kalah setelah negara-negara maju mengembangkan apa namanya tuh rekayasa genetik,” kata Zulhas.

Ia menyebut produktivitas bibit lokal Indonesia rata-rata hanya sekitar satu ton kedelai per hektare.

Sementara itu, produktivitas kedelai di luar negeri dapat mencapai hingga sepuluh ton per hektare.

“Kita tanam kedelai di sini, dengan bibit kita itu 1 hektar, 1 ton,” ujar Zulhas.

Perbedaan produktivitas tersebut membuat produksi domestik menghadapi tekanan biaya ketika harus bersaing dengan kedelai dari luar negeri.

Pemerintah Menghindari Risiko Harga Pangan Terlalu Tinggi

Zulhas mengatakan pemerintah harus memperhitungkan kemampuan masyarakat membeli pangan ketika menentukan strategi produksi domestik.

Menurutnya, penggunaan bibit lokal dengan produktivitas rendah berpotensi membuat harga kedelai domestik tiga hingga empat kali lebih tinggi.

“Jadi kalau kita tanam kedelai kita itu, harga kita bisa 3-4 kali lipat,” ujar Zulhas.

Ia menilai kondisi tersebut tidak realistis jika membuat masyarakat kehilangan kemampuan membeli produk pangan berbahan kedelai.

“Enggak makan tempe kita kalau begitu,” imbuhnya.

Pemerintah pada Juni 2026 juga telah menyiapkan subsidi kedelai Rp2.000 per kilogram untuk tahap awal sekitar 250.000 ton melalui Bulog.

Swasembada Pangan Diprioritaskan Berdasarkan Kemampuan Produksi

Zulhas menjelaskan pemerintah memilih pendekatan bertahap untuk mengurangi ketergantungan impor pangan.

Beras dan jagung menjadi prioritas sebelum kebijakan diperluas kepada gula, garam, ikan, serta komoditas lainnya.

Strategi tersebut sejalan dengan capaian pemerintah yang sebelumnya melaporkan surplus beras serta swasembada jagung dan garam konsumsi.

Pada awal 2026, pemerintah juga menyatakan produksi pangan strategis akan terus ditingkatkan setelah target swasembada beras tercapai.

Dengan strategi bertahap, pemerintah dapat mengarahkan sumber daya kepada komoditas yang paling siap terlebih dahulu.

Ketergantungan Impor Masih Menjadi Tantangan Pemerintah

Zulhas menggambarkan besarnya ketergantungan Indonesia terhadap impor melalui sejumlah komoditas pangan.

“Hampir semua makan kita ini impor kita ini,” kata Zulhas.

Ia menyebut impor beras Indonesia mencapai 4,5 juta ton pada 2024 dan kebutuhan daging sapi sekitar satu juta ekor per tahun.

Untuk kedelai, Zulhas menyebut Indonesia mengimpor sekitar empat juta dalam konteks kebutuhan yang disampaikannya.

Data tersebut memperlihatkan bahwa swasembada pangan membutuhkan proses panjang, bukan sekadar menghentikan impor.

Tantangan kedelai khususnya terletak pada peningkatan produktivitas, teknologi benih, efisiensi biaya, dan kemampuan menjaga harga tetap terjangkau.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Impor Kedelai Masih Diperlukan, Menko Zulhas Ungkap Alasan Harga Produksi Lokal Sulit Bersaing Secara…”?

Ia mengatakan perubahan terjadi setelah negara-negara maju mengembangkan teknologi pertanian yang meningkatkan produktivitas kedelai.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Impor Kedelai Masih Diperlukan, Menko Zulhas Ungkap Alasan Harga Produksi Lokal Sulit Bersaing Secara…”?

Kedelai Menjadi Salah Satu Pekerjaan Rumah Swasembada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan Indonesia masih mengandalkan impor kedelai untuk memenuhi kebutuhan nasional.

03Kapan peristiwa dalam “Impor Kedelai Masih Diperlukan, Menko Zulhas Ungkap Alasan Harga Produksi Lokal Sulit Bersaing Secara…” terjadi?

Zulhas menyampaikan penjelasan tersebut dalam Peluncuran Buku Pangan Indonesia di JCC Senayan, Jakarta, Jumat, (04/09/2026).

04Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Impor Kedelai Masih Diperlukan, Menko Zulhas Ungkap Alasan Harga Produksi Lokal Sulit Bersaing Secara…” berlangsung?

Pemerintah Menghindari Risiko Harga Pangan Terlalu Tinggi Zulhas mengatakan pemerintah harus memperhitungkan kemampuan masyarakat membeli pangan ketika menentukan strategi produksi domestik.

05Apa dampak yang disebutkan dalam “Impor Kedelai Masih Diperlukan, Menko Zulhas Ungkap Alasan Harga Produksi Lokal Sulit Bersaing Secara…”?

Ketergantungan tersebut menjadi tantangan tersendiri ketika pemerintah tengah mendorong swasembada pangan sebagai agenda strategis.

06Angka penting apa yang disebut dalam “Impor Kedelai Masih Diperlukan, Menko Zulhas Ungkap Alasan Harga Produksi Lokal Sulit Bersaing Secara…”?

Sementara itu, produktivitas kedelai di luar negeri dapat mencapai hingga sepuluh ton per hektare. "Kita tanam kedelai di sini, dengan bibit kita itu 1 hektar, 1 ton," ujar Zulhas.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dunia Hiburan Heboh: Desta Tinggalkan Vindes Corp, Ariel Tatum Ganti Nama hingga Kasus Ruben Onsu

    Dunia Hiburan Heboh: Desta Tinggalkan Vindes Corp, Ariel Tatum Ganti Nama hingga Kasus Ruben Onsu

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 21
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Mulai dari keputusan Deddy Mahendra Desta meninggalkan Vindes Corp, perkembangan kasus hukum yang menyeret nama Ruben Onsu, hingga keputusan Ariel Tatum… EKSPRESPOST.COM, JAKARTA – Jagat hiburan Tanah Air kembali diwarnai sederet kabar yang menyita perhatian publik. Mulai dari keputusan Deddy Mahendra […]

  • Setelah Dua Kali Jadi yang Terbaik di Dunia, The GlenAllachie Akhirnya Menginjakkan Kaki di Indonesia

    Setelah Dua Kali Jadi yang Terbaik di Dunia, The GlenAllachie Akhirnya Menginjakkan Kaki di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Telegraf — Ada peluncuran produk yang datang dan pergi tanpa banyak orang mengingatnya. Tapi ada juga yang terasa seperti kedatangan seseorang yang sudah lama ditunggu, meski belum pernah bertemu sebelumnya. Malam itu di The Concierge Bar, Jakarta, suasananya lebih dekat pada yang kedua. The GlenAllachie, single malt Scotch whisky independen dari Speyside yang dua kali […]

  • Usia 16 Tahun PROPAMI: Menjaga Marwah Profesi untuk Masa Depan Pasar Modal Indonesia

    Usia 16 Tahun PROPAMI: Menjaga Marwah Profesi untuk Masa Depan Pasar Modal Indonesia

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Telegraf – Memasuki usia 16 tahun pada 9 Agustus 2026, Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI) menegaskan kembali komitmennya menjaga profesionalisme, integritas, dan kompetensi sumber daya manusia di industri pasar modal Indonesia. Bagi organisasi yang berdiri sejak 9 Agustus 2010 tersebut, perjalanan enam belas tahun bukan sekadar penanda usia, melainkan momentum untuk memperkuat peran profesi […]

  • Buya Anwar Abbas memperingatkan hilangnya kepercayaan publik terhadap bank berpotensi memicu rush money

    Buya Anwar Abbas memperingatkan hilangnya kepercayaan publik terhadap bank berpotensi memicu rush money

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 34
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Wakil Ketua Umum MUI Buya Anwar Abbas menilai pemblokiran rekening aktivis menjelang aksi demonstrasi masyarakat Pati oleh Bank Mandiri bukan sekadar masalah perbankan, melainkan berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap keamanan simpanan nasabah akibat intervensi kekuasaan. 02 Anwar menjelaskan bahwa industri perbankan […]

  • Kasus Emas 2,2 Kg BJB Syariah Kembali Mencuat, William Gunawan Klaim Aset Dicairkan Pihak Ketiga Tanpa Persetujuan

    Kasus Emas 2,2 Kg BJB Syariah Kembali Mencuat, William Gunawan Klaim Aset Dicairkan Pihak Ketiga Tanpa Persetujuan

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 6
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 BJB Syariah mengungkap transaksi William bermula dari pembukaan rekening dan fasilitas gadai emas pada 2012. 02 William tetap menyatakan dirinya tidak menerima emas setelah proses pencairan yang disebut dilakukan kepada pihak ketiga. 03 Bank menyebut dokumen penjualan dan kuasa pelunasan menjadi […]

  • Dana Asing Serbu Pasar Saham RI Rp110,9 Triliun, IHSG Punya Peluang Terbang Lebih Tinggi

    Dana Asing Serbu Pasar Saham RI Rp110,9 Triliun, IHSG Punya Peluang Terbang Lebih Tinggi

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 26
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Investor asing mencatatkan transaksi pembelian saham di BEI hingga Rp110,9 triliun, memberi peluang bagi IHSG untuk menguat lebih tinggi. 02 Saham sektor perbankan dan komoditas seperti BBRI, BBCA, BMRI, dan AMMN menjadi magnet utama perburuan dana investor global. 03 Analis menilai […]

expand_less