Kolaborasi Mahasiswa Tiga Prodi STAI Al-Anwar Sarang Berhasil Kembangkan Kurikulum Madin di Temanggung
- account_circle Idris Daulat
- calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
- visibility 86
- print Cetak

Mahasiswa STAI Al-Anwar Sarang Rembang dari tiga program studi berkolaborasi dalam kegiatan pemberdayaan dan pendampingan Madrasah Diniyah (Madin) di Desa Kledung, Temanggung, Jawa Tengah. Program tersebut meliputi pengembangan kurikulum, penyusunan silabus, kaderisasi guru, dan pembenahan administrasi pembelajaran. FILE IST PHOTO
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
-
Mahasiswa dari tiga program studi STAI Al-Anwar Sarang, yakni IAT, PGMI, dan PM, melaksanakan program pemberdayaan dan pendampingan pendidikan Islam melalui pengembangan Madrasah Diniyah (Madin) di Desa Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
-
Program yang diinisiasi berdasarkan temuan masalah kurikulum tradisional dan krisis tenaga pendidik saat musim tembakau ini meliputi penyusunan kurikulum dan silabus Madin, kaderisasi guru, hingga penyediaan sistem administrasi absensi siswa.
-
Kepala Madin Desa Kledung, Faizin, beserta pengurus dan wali murid menyambut positif kegiatan pengabdian tersebut karena memberikan manfaat nyata bagi keberlanjutan serta efektivitas proses pembelajaran di wilayah pedesaan.
EKSPRESPOST.COM— Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Anwar Sarang, Rembang, dari tiga program studi, yakni Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), serta Perbandingan Mazhab (PM), melakukan pemberdayaan dan pendampingan pendidikan Islam melalui pengembangan Madrasah Diniyah (Madin) di Desa Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen STAI Al-Anwar Sarang dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan Islam yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Imam Syafi’i, mengatakan pemberdayaan tersebut merupakan bagian dari upaya kampus untuk menghadirkan kegiatan pengabdian yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Pemberdayaan dan pendampingan pendidikan Islam ini merupakan salah satu bentuk komitmen kampus STAI Al-Anwar Sarang dalam menjaga kualitas pendidikan Islam yang berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Imam Syafi’i, pada 12 Agustus 2026.
Mahasiswa STAI Al-Anwar Sarang Rembang dari tiga program studi berkolaborasi dalam kegiatan pemberdayaan dan pendampingan Madrasah Diniyah (Madin) di Desa Kledung, Temanggung, Jawa Tengah. Program tersebut meliputi pengembangan kurikulum, penyusunan silabus, kaderisasi guru, dan pembenahan administrasi pembelajaran. FILE IST PHOTO
Ketua tim mahasiswa, Muamar, menjelaskan program pemberdayaan Madin ditentukan berdasarkan hasil identifikasi dan temuan di lapangan. Dari hasil tersebut, diketahui bahwa penyelenggaraan pendidikan Islam di Desa Kledung masih dilakukan secara tradisional dan belum memiliki sistem kurikulum yang tersusun secara mapan.
Persoalan lain yang dihadapi Madin adalah keterbatasan tenaga pendidik, terutama ketika memasuki musim tembakau. Pada periode tersebut, sebagian tenaga pengajar harus meninggalkan kegiatan mengajar karena terlibat dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Kondisi itu menyebabkan Madin hanya memiliki dua orang guru yang harus mengampu empat kelas dengan jumlah keseluruhan sekitar 150 siswa. Keterbatasan tenaga pendidik tersebut berdampak terhadap efektivitas proses pembelajaran dan pengelolaan kegiatan pendidikan.
“Penentuan program pemberdayaan Madin dilakukan berdasarkan data temuan bahwa penyelenggaraan pendidikan Islam di Desa Kledung masih diselenggarakan secara tradisional dan belum ada sistem kurikulum yang mapan,” kata Muamar.
Untuk menjawab persoalan tersebut, mahasiswa STAI Al-Anwar Sarang merealisasikan program melalui sejumlah kegiatan strategis. Program tersebut meliputi pengembangan kurikulum Madrasah Diniyah, penyusunan silabus, kaderisasi guru Madin, serta penyediaan sistem administrasi berupa absensi siswa.
Pengembangan kurikulum diharapkan dapat memberikan kerangka pembelajaran yang lebih sistematis bagi Madin, sekaligus membantu para guru dalam menyusun materi dan melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan jenjang kelas.
Sementara itu, kaderisasi guru menjadi bagian penting dari program karena keberlangsungan pendidikan Madin sangat bergantung pada ketersediaan tenaga pendidik. Melalui kaderisasi, pengelola diharapkan memiliki sumber daya manusia yang dapat menjaga keberlanjutan kegiatan pembelajaran, termasuk ketika sebagian guru harus meninggalkan aktivitas mengajar pada musim tembakau.
Kepala Madin Desa Kledung, Faizin, menyambut positif program yang dilakukan mahasiswa STAI Al-Anwar Sarang tersebut. Menurutnya, pendampingan yang diberikan memberikan manfaat nyata bagi pengelolaan Madin dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.
“Program mahasiswa STAI Al-Anwar Sarang sangat bermanfaat dan mendapat dukungan penuh dari pengurus Madin, para ustadz atau guru, dan wali murid,” ungkap Faizin.
Kolaborasi antara mahasiswa dari tiga program studi tersebut juga menunjukkan pentingnya pendekatan lintas disiplin dalam pemberdayaan pendidikan Islam. Kompetensi yang berbeda dari bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, serta Perbandingan Mazhab dapat dipadukan untuk menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat secara lebih komprehensif.
Kegiatan pengabdian di Desa Kledung tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengembangan perangkat pembelajaran, tetapi dapat menjadi fondasi bagi pengelolaan Madin yang lebih tertata dan berkelanjutan. Pendampingan tersebut juga diharapkan mampu menginspirasi pengelola Madrasah Diniyah di wilayah pedesaan lainnya untuk memperkuat tata kelola, kurikulum, serta kapasitas tenaga pendidik.
Selain itu, kondisi yang dihadapi Madin di Desa Kledung menunjukkan pentingnya perhatian yang lebih besar terhadap keberadaan pendidikan Islam nonformal di tingkat masyarakat. Dukungan dari pemerintah, khususnya Kementerian Agama, serta para pemangku kepentingan terkait dinilai diperlukan agar Madrasah Diniyah di pedesaan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Program pemberdayaan yang dilakukan mahasiswa STAI Al-Anwar Sarang dengan demikian tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan akademik dalam menjawab persoalan pendidikan yang nyata di tengah masyarakat.
Kontributor: Wahyu Andi Wibowo
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.
01Apa fakta paling penting dari “Kolaborasi Mahasiswa Tiga Prodi STAI Al-Anwar Sarang Berhasil Kembangkan Kurikulum Madin di Temanggung” yang perlu diketahui pembaca?
Ketua tim mahasiswa, Muamar, menjelaskan program pemberdayaan Madin ditentukan berdasarkan hasil identifikasi dan temuan di lapangan.
02Siapa pihak utama di balik peristiwa dalam “Kolaborasi Mahasiswa Tiga Prodi STAI Al-Anwar Sarang Berhasil Kembangkan Kurikulum Madin di Temanggung”, dan apa perannya?
Kepala Madin Desa Kledung, Faizin, menyambut positif program yang dilakukan mahasiswa STAI Al-Anwar Sarang tersebut.
03Kapan peristiwa penting dalam “Kolaborasi Mahasiswa Tiga Prodi STAI Al-Anwar Sarang Berhasil Kembangkan Kurikulum Madin di Temanggung” terjadi atau dijadwalkan?
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Imam Syafi’i, mengatakan pemberdayaan tersebut merupakan bagian dari upaya kampus untuk menghadirkan kegiatan pengabdian yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. “Pemberdayaan dan pendampingan pendidikan Islam ini merupakan salah satu bentuk komitmen kampus STAI Al-Anwar Sarang dalam menjaga kualitas pendidikan Islam yang berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Imam Syafi’i, pada 12 Agustus 2026.
04Di mana peristiwa dalam “Kolaborasi Mahasiswa Tiga Prodi STAI Al-Anwar Sarang Berhasil Kembangkan Kurikulum Madin di Temanggung” berlangsung dan mengapa lokasinya relevan?
EKSPRESPOST.COM— Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Anwar Sarang, Rembang, dari tiga program studi, yakni Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), serta Perbandingan Mazhab (PM), melakukan pemberdayaan dan pendampingan pendidikan Islam melalui pengembangan Madrasah Diniyah (Madin) di Desa Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
05Mengapa perkembangan dalam “Kolaborasi Mahasiswa Tiga Prodi STAI Al-Anwar Sarang Berhasil Kembangkan Kurikulum Madin di Temanggung” terjadi dan apa alasan yang disebutkan?
Pada periode tersebut, sebagian tenaga pengajar harus meninggalkan kegiatan mengajar karena terlibat dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
06Bagaimana peristiwa atau proses dalam “Kolaborasi Mahasiswa Tiga Prodi STAI Al-Anwar Sarang Berhasil Kembangkan Kurikulum Madin di Temanggung” berlangsung?
Dari hasil tersebut, diketahui bahwa penyelenggaraan pendidikan Islam di Desa Kledung masih dilakukan secara tradisional dan belum memiliki sistem kurikulum yang tersusun secara mapan.
07Apa dampak utama “Kolaborasi Mahasiswa Tiga Prodi STAI Al-Anwar Sarang Berhasil Kembangkan Kurikulum Madin di Temanggung” bagi publik atau pihak terkait?
Program tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen STAI Al-Anwar Sarang dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan Islam yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
08Berapa angka penting dalam “Kolaborasi Mahasiswa Tiga Prodi STAI Al-Anwar Sarang Berhasil Kembangkan Kurikulum Madin di Temanggung” yang membantu memahami skala peristiwa?
Kondisi itu menyebabkan Madin hanya memiliki dua orang guru yang harus mengampu empat kelas dengan jumlah keseluruhan sekitar 150 siswa.
09Apa konteks penting dari “Kolaborasi Mahasiswa Tiga Prodi STAI Al-Anwar Sarang Berhasil Kembangkan Kurikulum Madin di Temanggung” yang perlu dipahami pembaca?
Kolaborasi antara mahasiswa dari tiga program studi tersebut juga menunjukkan pentingnya pendekatan lintas disiplin dalam pemberdayaan pendidikan Islam.
Penulis Idris Daulat
Building Media, Narrative & Digital Authority Multi-platform media ecosystem SEO • GEO • AI Search Visibility 📍 Kawat Berita Indonesian - KBI | Hallo Network | AMDI | Matra Magazine | Eksekutif Magazine

