Memuat tanggal... Kirim Rilis
Minggu, 25 Okt 2026
Trending
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Hukum » SOKSI Dorong Reformasi Pengawasan Pita Cukai Setelah Nama Misbakhun Disebut dalam Pemberitaan

SOKSI Dorong Reformasi Pengawasan Pita Cukai Setelah Nama Misbakhun Disebut dalam Pemberitaan

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • visibility 44
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Fokus akhirnya bukan sekadar nama yang disebut, melainkan praktik ilegal, keuntungan ekonomi, jaringan, dan potensi kerugian negara.

  2. Informasi media dapat menjadi radar awal, sedangkan data pemerintah dan penegak hukum menjadi dasar verifikasi serta pembuktian.

  3. Azis melihat polemik pita cukai sebagai momentum mengubah pemberantasan korupsi dari pola reaktif menjadi lebih proaktif.

EKSPRESPOST.COM – Apakah dugaan perdagangan pita cukai ilegal hanya menyangkut individu, atau berpotensi membuka persoalan tata kelola penerimaan negara?

Jika informasi investigasi benar memiliki indikasi kuat, sejauh mana aparat harus menelusuri jaringan dan aliran uang?

Dan mampukah digitalisasi Bea Cukai memastikan setiap transaksi meninggalkan jejak audit yang sulit dimanipulasi?

Wasekjen SOKSI Azis Narang melihat polemik dugaan perdagangan pita cukai palsu yang menyebut nama Mukhamad Misbakhun sebagai momentum menguji efektivitas pengawasan penerimaan negara.

Ia meminta aparat penegak hukum tidak sekadar mencari pelaku, tetapi memeriksa apakah terdapat kelemahan sistemik apabila bukti nantinya menunjukkan pelanggaran lebih luas.

“Kalau ternyata hanya pelanggaran individual, selesaikan sebagai perkara individual. Tetapi kalau bukti menunjukkan adanya pola, jaringan, atau aliran uang yang lebih luas, jangan berhenti pada pelaku lapangan,” ujar Azis Narang.

Polemik Misbakhun Memicu Dorongan Pemeriksaan Lebih Proaktif

Nama Mukhamad Misbakhun mencuat setelah siniar Bocor Alus Tempo dan pemberitaan Mingguan Tempo edisi 13 September 2026 mengulas dugaan perdagangan pita cukai palsu.

Misbakhun disebut dalam konteks dugaan urusan pita cukai rokok, namun ia telah menyampaikan bantahan terhadap pemberitaan tersebut.

“Saya tidak melakukan apa yang disampaikan dalam siaran atau berita tersebut,” kata Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI.

Misbakhun juga menyatakan konsisten memperjuangkan kepentingan petani tembakau di daerah pemilihannya, termasuk tarif cukai sigaret kretek tangan.

Azis menilai bantahan tersebut harus dihormati, tetapi informasi media juga tidak semestinya otomatis ditutup tanpa proses verifikasi.

“Media investigasi menemukan indikasi dan informasi awal. Penegak hukum harus menemukan bukti,” ujar Azis.

Bea Cukai Menghadapi Tantangan Besar Mengawasi Rokok Ilegal

Data penindakan menunjukkan persoalan rokok ilegal memiliki dimensi penerimaan negara yang signifikan.

DJBC mencatat 20.643 tindakan dengan nilai barang Rp11,25 triliun sampai Agustus 2026.

Di Semarang, penindakan terhadap rokok ilegal menghasilkan barang bukti senilai Rp2,367 miliar dengan nilai cukai Rp1,189 miliar.

Bea Cukai juga mencatat potensi penerimaan negara yang diselamatkan dari kasus Semarang mencapai Rp1,542 miliar.

Secara kelembagaan, Bea Cukai Jakarta pada September 2026 menyatakan pengawasan diperkuat melalui manajemen risiko, intelijen, dan kolaborasi antarinstansi.

Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya pengawasan tidak hanya terhadap barang, tetapi juga dokumen, transaksi, dan rantai distribusinya.

Azis Dorong Digitalisasi dan Integrasi Data Penerimaan Negara

Azis menilai digitalisasi harus menghasilkan audit trail yang kuat sehingga transaksi berisiko dapat ditelusuri dan anomali lebih cepat terdeteksi.

Ia mendorong integrasi data Bea Cukai, perpajakan, perbankan, dan informasi keuangan sepanjang pertukaran tersebut memiliki dasar hukum.

“Setiap transaksi harus meninggalkan audit trail. Data Bea Cukai, perpajakan, perbankan, dan informasi keuangan yang secara hukum dapat dipertukarkan perlu semakin terintegrasi,” ujarnya.

Bea Cukai menjelaskan pita cukai sendiri berfungsi sebagai tanda pelunasan cukai dan alat bantu pengawasan barang kena cukai.

Untuk 2026, bentuk fisik, spesifikasi, dan desain pita cukai juga telah diatur melalui PER-17/BC/2025.

Karena itu, Azis menilai reformasi tidak cukup dilakukan melalui pergantian individu apabila kelemahan sistem masih memungkinkan penyimpangan.

“Reformasi tidak boleh berhenti pada mengganti orang. Kalau sistemnya tetap memungkinkan kebocoran, orang berikutnya bisa mengulangi hal yang sama,” katanya.

Pemeriksaan Resmi Harus Menjaga Hukum dan Kredibilitas DPR

Azis juga mengusulkan langkah kehati-hatian apabila Misbakhun nantinya menjalani pemeriksaan resmi terkait perkara yang berkaitan dengan bidang Komisi XI.

Ia menyebut penonaktifan sementara dari posisi Ketua Komisi XI dapat dipertimbangkan sesuai mekanisme internal DPR.

Menurut Azis, langkah tersebut bukan hukuman, melainkan upaya mencegah konflik kepentingan serta menjaga kredibilitas lembaga legislatif.

“Jabatan politik bukan benteng dari proses hukum. Justru semakin tinggi jabatan seseorang, semakin tinggi pula tuntutan etiknya,” ujar Azis.

Namun, ia menekankan aparat juga tidak boleh menggunakan proses hukum sebagai alat tekanan politik terhadap pejabat publik.

“Tidak menghukum berdasarkan berita, tetapi jangan mengabaikan berita yang mengandung informasi penting,” kata Azis.

Pada akhirnya, menurut Azis, perkara ini harus diarahkan pada pertanyaan berbasis bukti tentang praktik ilegal, mekanisme, pihak yang memperoleh keuntungan, dan potensi jaringan lebih luas.

Jika bukti tidak ditemukan, proses harus berhenti secara objektif, sedangkan apabila tindak pidana terbukti, hukum harus diterapkan tanpa memandang jabatan.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “SOKSI Dorong Reformasi Pengawasan Pita Cukai Setelah Nama Misbakhun Disebut dalam Pemberitaan”?

Misbakhun disebut dalam konteks dugaan urusan pita cukai rokok, namun ia telah menyampaikan bantahan terhadap pemberitaan tersebut. “Saya tidak melakukan apa yang disampaikan dalam siaran atau berita tersebut,” kata Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “SOKSI Dorong Reformasi Pengawasan Pita Cukai Setelah Nama Misbakhun Disebut dalam Pemberitaan”?

Ia menyebut penonaktifan sementara dari posisi Ketua Komisi XI dapat dipertimbangkan sesuai mekanisme internal DPR.

03Kapan peristiwa dalam “SOKSI Dorong Reformasi Pengawasan Pita Cukai Setelah Nama Misbakhun Disebut dalam Pemberitaan” terjadi?

DJBC mencatat 20.643 tindakan dengan nilai barang Rp11,25 triliun sampai Agustus 2026.

04Mengapa perkembangan dalam “SOKSI Dorong Reformasi Pengawasan Pita Cukai Setelah Nama Misbakhun Disebut dalam Pemberitaan” terjadi?

Karena itu, Azis menilai reformasi tidak cukup dilakukan melalui pergantian individu apabila kelemahan sistem masih memungkinkan penyimpangan. “Reformasi tidak boleh berhenti pada mengganti orang.

05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “SOKSI Dorong Reformasi Pengawasan Pita Cukai Setelah Nama Misbakhun Disebut dalam Pemberitaan” berlangsung?

Azis menilai bantahan tersebut harus dihormati, tetapi informasi media juga tidak semestinya otomatis ditutup tanpa proses verifikasi. “Media investigasi menemukan indikasi dan informasi awal.

06Apa dampak yang disebutkan dalam “SOKSI Dorong Reformasi Pengawasan Pita Cukai Setelah Nama Misbakhun Disebut dalam Pemberitaan”?

Ia mendorong integrasi data Bea Cukai, perpajakan, perbankan, dan informasi keuangan sepanjang pertukaran tersebut memiliki dasar hukum. “Setiap transaksi harus meninggalkan audit trail.

07Angka penting apa yang disebut dalam “SOKSI Dorong Reformasi Pengawasan Pita Cukai Setelah Nama Misbakhun Disebut dalam Pemberitaan”?

Di Semarang, penindakan terhadap rokok ilegal menghasilkan barang bukti senilai Rp2,367 miliar dengan nilai cukai Rp1,189 miliar.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setelah Dua Kali Jadi yang Terbaik di Dunia, The GlenAllachie Akhirnya Menginjakkan Kaki di Indonesia

    Setelah Dua Kali Jadi yang Terbaik di Dunia, The GlenAllachie Akhirnya Menginjakkan Kaki di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Telegraf — Ada peluncuran produk yang datang dan pergi tanpa banyak orang mengingatnya. Tapi ada juga yang terasa seperti kedatangan seseorang yang sudah lama ditunggu, meski belum pernah bertemu sebelumnya. Malam itu di The Concierge Bar, Jakarta, suasananya lebih dekat pada yang kedua. The GlenAllachie, single malt Scotch whisky independen dari Speyside yang dua kali […]

  • Rekening BNPL Tembus 33,50 Juta, OJK Soroti Pertumbuhan Paylater dan Kemampuan Pembayaran Masyarakat

    Rekening BNPL Tembus 33,50 Juta, OJK Soroti Pertumbuhan Paylater dan Kemampuan Pembayaran Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 51
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 OJK menilai pertumbuhan paylater perlu diimbangi pengelolaan risiko dan kemampuan masyarakat membayar kewajibannya. 02 Per Juli 2026, sebanyak 33,50 juta rekening BNPL tercatat dengan baki debet mencapai Rp31,56 triliun. 03 Lonjakan rekening BNPL menjadi perhatian OJK karena penggunaan kredit konsumtif digital […]

  • Kuasai 24% Pangsa Pasar KPR Subsidi, Bank BSN Permudah Pengemudi Ojol Hingga Pedagang Kelontong Miliki Rumah Impian

    Kuasai 24% Pangsa Pasar KPR Subsidi, Bank BSN Permudah Pengemudi Ojol Hingga Pedagang Kelontong Miliki Rumah Impian

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Telegraf – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) terus memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi. Hingga Juli 2026, perseroan menguasai sekitar 24 persen pangsa pasar KPR Subsidi nasional dan menegaskan komitmennya menghadirkan pembiayaan yang inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pekerja formal, pelaku usaha mikro, […]

  • 18 Anak Usaha Adhi Karya Ditata Danantara, Strategi Penyehatan Keuangan dengan Konsolidasi BUMN Karya

    18 Anak Usaha Adhi Karya Ditata Danantara, Strategi Penyehatan Keuangan dengan Konsolidasi BUMN Karya

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 35
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Keputusan konsolidasi BUMN Karya akan mempertimbangkan kesehatan keuangan agar merger tidak menambah beban baru. 02 Danantara menargetkan restrukturisasi keuangan selesai September 2026 untuk memperkuat fondasi bisnis ADHI. 03 Fokus utama transformasi ADHI adalah kembali menjadi kontraktor profesional dengan struktur bisnis yang […]

  • Sinergi LMK, RESCUE, dan RSU Andhika Perkuat Edukasi Kesehatan Warga Jagakarsa

    Sinergi LMK, RESCUE, dan RSU Andhika Perkuat Edukasi Kesehatan Warga Jagakarsa

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Telegraf – Forum Komunikasi Lembaga Musyawarah Kelurahan (FK-LMK) Kecamatan Jagakarsa menggelar kegiatan Silaturahmi & Bakti Sosial di Villa 3 A, Ciganjur, Selasa (8/7). Dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah yang didukung oleh RSU Andhika, dihadiri jajaran tokoh masyarakat, RESCUE, pengurus LMK se-Kecamatan Jagakarsa, perwakilan Palang Merah Indonesia (PMI), serta instansi kesehatan setempat, sebagai bagian […]

  • PROPAMI Gelar Sarasehan Nasional Bahas Masa Depan Profesi Pasar Modal Indonesia

    PROPAMI Gelar Sarasehan Nasional Bahas Masa Depan Profesi Pasar Modal Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Telegraf – Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI) mendorong penguatan kompetensi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan untuk membangun ekosistem profesi pasar modal Indonesia yang modern, digital, dan berkelanjutan. Upaya tersebut dibahas dalam Sarasehan PROPAMI 2026 yang digelar Jumat, 7 Agustus 2026, di Le Meridien Hotel Jakarta. Mengusung tema “Kolaborasi Nasional Membangun Ekosistem Profesi Pasar Modal Indonesia […]

expand_less